
SUDUT PANDANG NARATOR
Disituasi seperti ini, semuanya berpikir "akan kupermalukan orang licik itu" semua itu tertuju ke sheilla, bahkan itu membuat bulu kuduk sheilla berdiri yang membuatnya kedinginan.
(aku benci tatapan)
Tapi bagaimanapun, peraturan hanya mengijinkan satu lawan satu dan tidak ada pertandingan kedua.
Yang berarti, hanya 1 orang yang bisa mengalahkan sheilla.
Semua orang hanya memandang sheilla sebagai sebuah mangsa yang empuk.
Seorang putri manja dari keluarga kaya dan bisa naik ketingkat 4 karena uang.
Tuduhan yang merepotkan.
"Berjuanglah, sheilla"
Da vinci mengacungkan jempol nya ke arah sheilla dan sheilla membalas nya dengan acungan jempol juga.
(Sayang nya aku tidak terlalu ingin berlama-lama sekolah, jadi aku tidak akan membuat diriku mengalami penurunan disaat seperti ini)
Pikir sheilla, semua sudah dimudahkan untuk sheilla dimana dia mendapat perlakuan khusus dimana ia bisa langsung naik ketingkat 4.
Dan tujuan sheilla hanyalah untuk cepat-cepat menyelesaikan sekolah, itu adalah perlakuan istimewa yang sangat menguntungkan baginya.
Dia tidak akan melepaskan kesempatan itu begitu saja.
Pemilihan lawan sudah ditentukan dan semua mulai diposisi masing-masing untuk bertarung.
ruangan ini lumayan besar dimana panjang nya mungkin sekitar 40 meter.
(akademi untuk anak bangsawan, aku tidak akan terkejut lagi!!)
Disaat sheilla bergerak ke posisi yang sudah ditentukan, ada seorang yang tepat dihadapan nya, dia adalah lawan sheilla dipertandingan ini.
(Jadi orang ini lawanku, apa dia kuat? Yah, karena ia bisa naik ketingkat 4 pasti dia lumayan kuat)
"Masih belum terlambat untukmu menyerah disini, kau tau?"
Ucap pria yang menjadi lawan sheilla disini, mengucapkan perkataan itu dengan nada sombong dengan merasa jika dirinya lebih unggul dari sheilla.
Itu tentu saja, karena dilihat dari manapun sheilla yang paling tidak diuntungkan disini, tidak heran jika semua orang menganggap sheilla bukanlah masalah yang besar.
Mendengar perkataan itu membuat sheilla mengerutkan alis nya.
"Tidak, terima kasih, sayang nya saya ingin cepat-cepat untuk naik ketingkat selanjut nya, jadi saya tidak boleh gagal sekalipun disini"
Sheilla menarik pedang kayu nya itu dari sarung.
Mendengar balasan sheilla, membuat lawan nya itu mengerutkan dahi nya.
Disisi lain, di posisi da vinci.
"Wah wah, suatu kehormatan untuk bisa latihan tanding dengan si jenius sihir, leonardo da vinci"
Ucap pria dengan rambut pirang yang menawan dihadapan da vinci, pria itu akan menjadi lawan tanding da vinci saat ini, dan terlebih lagi ...
"Saya juga merasa terhormat untuk bisa latihan tanding dengan senior, louise youlen, jagoan nya tingkat 4"
Meski itu terlihat seperti sapaan formal, tetapi tidak merubah jika mereka berdua saling mengejek saat ini.
"Yah, sudahlah ... jangan ada menahan diri disini"
Pria itu membentuk kuda-kuda nya dengan mempertahankan pedang nya tetap stabil kedepan.
Melihat hal itu (hmm, sepertinya senior memfokuskan latihannya ke teknik pedang nya, dimana sepertinya dia tidak terlalu menguasai sihir, disisi lain aku belum pernah menyentuh pedang tetapi sihir ku adalah yang terbaik, yah itu tidak merubah fakta bahwa pedang ku adalah kayu disini)
Da vinci menarik pedang kayi itu dari sarung dan meletakkan pedang itu diposisi belakang, itu adalah kuda-kuda yang baru saja dipikirkan da vinci.
(Persoalan kuat atau tidak nya kuda-kuda ini tidak penting)
Melihat kuda-kuda yang dilakukan da vinci, membuat louise mengerutkan alis nya. Dan melepaskan kuda-kudanya.
"Apa-apaan kuda-kuda mu itu? Apa kau menghina latih tanding ini?"
"Tolong jangan dipikirkan, saya belum pernah memegang pedang sebelum nya, selain itu bukankah senior yang menghina latih tanding ini? Kenapa senior melepas kuda-kuda senior? Saya bisa menyerang jika saya mau saat ini"
Mendengar balasan dari da vinci membuat louise tertegun hingga akhir nya ia menahan emosi nya.
"Maafkan ketidaksopanan ku" berkata seperti itu, louise kembali memasang kuda-kudanya dengan tangkas "akan kuberikan semua yang kumiliki"
Disisi lain, ibu guru.
(Fufu, sangat menyenangkan ketika melihat pertumbuhan dari anak didik, tetapi ... meskipun ada anak didik yang tidak yakin bisa kutangani)
__ADS_1
Pikir ibu guru dengan tidak percaya diri, itu tertuju ke da vinci.
(Apa yakin jika aku yang mengajar si jenius itu? Aku tidak akan merusak bakat nya kan?!)
Tentu saja, semua orang akan merasa seperti itu jika mendapat anak didik yang kelewat berbakat.
Dicampur dengan rasa tidak percaya diri jika mereka bisa mengembangkan bakat nya atau malah merusak bakat nya.
Itulah resiko yang harus ditanggung oleh seorang pengajar.
(Tetapi, disisi lain, sheilla ... kenapa dia mendapat perlakuan yang sama dari pak kepala sekolah? Jika itu da vinci maka aku masih bisa paham, tetapi kenapa seorang bangsawan yang tidak dikenal?)
Guru itu tidak bermaksud untuk merendahkan sheilla, tetapi sudah menjadi sifat nya untuk selalu gelisa jika tidak menemukan jawaban yang memuaskan.
Sheilla baru saja dikenalkan kebeberapa bangsawan sebagai anak dari maxwell, dimana hanya sedikir yang tau jika sheilla baru diangkat menjadi bangsawan.
Bagi yang tidak terlibat, mereka hanya diberitahu jika selama ini sheilla mengalami sakit parah dan harus dikirim ke kerajaan tetangga.
Yang dimana beberapa bulan terakhir, sheilla baru saja sembuh dan baru bisa kembali.
Itulah pengaturan cerita yang dibuat dengan pemikiran "tidak peduli mereka percaya atau tidak, tetapi itulah kenyataan nya"
Kebohongan tidak akan lengkap jika kita juga menganggap itu sebagai kebohongan.
(Yah, bagaimanapun semua akan jelas dipertandingan ini)
Pikir guru itu sambil menatap ke arah sheilla dan lawan tanding nya.
Diposisi sheilla.
Terlihat jelas jika pria itu sangat marah saat ini ... tetapi dia hanya bisa menahan nya disini, karena jika mencari masalah dengan keluarga lohengram hanya akan membuat nya masuk kedalam masalah.
Karena itulah pria itu memutuskan untuk membalasnya dipertandingan ini.
Sheilla dan pria itu menyiapkan kuda-kuda masing-masing.
Dimana sheilla maupun pria itu memakai kuda-kuda yang sama dimana pedang itu diarahkan kedepan dengan posisi tubuh yang tegak.
"Dengarkan semuanya, partandingan akan berakhir ketika lawan tidak sanggup melanjutkan pertandingan atau menyerah, bertarunglah dengan tenang, akan ibu hentikan jika salah satu pertarungan menjadi tidak terkendali, jangan termakan oleh emosi kalian"
Mendengar pidato singkat dari ibu guru membuat murid bekonsentrasi penuh dengan lawan nya sambil menunggu aba-aba selanjutnya dari ibu guru.
"Pertarungan dimulai~"
Pria itu berlari ke arah sheilla sambil merafalkan mantra sihir.
Tetapi sheilla tidak bergerak.
(Alirkan kekuatan ilahi keseluruh tubuh, dan tahan denyutannya)
Pikir sheilla dengan kesusahan karena tubuh nya baru saja sembuh tetapi bukan berarti ia sudah sembuh.
Sebelum nya dia menyalurkan kekuatan ilahir ketubuh nya dan itu tidak berakhir dengan masalah.
Tetapi kali ini tubuh sheilla sedang masa penyembuhan dan jika dibalirkan kekuatan ilahi....
Denyutan menusuk datang dan sheilla tergerak karena itu (tahan!, tahan!, tahan!)
Hingga akhirnya penyaluran selesai dan sheilla terfokus kelawan nya.
Dimana lawan nya itu sudah berada tepat dihadapan nya dan bahkan pedang lawan nya itu sudah bergerak menebas ke arah sheilla.
Datang lagi ... saat-saat dimana waktu berjalan lambat dan suara tidak terdengar seperti biasanya.
Sheilla melihat pedang yang bergerak dengan lambat kearah nya, membuat nya tanpa berpikir panjang dan pergerakan sheilla selanjutnya adalah menunduk.
Dimana sheilla menunduk dengan cepat kebawah sambil mengatur arah pedang selanjut nya, melewati masa kritis dan waktu berjalan cepat kembali.
(1%)
Sheilla berbalik dan mengarahkan pedang nya ke arah pedang lawan.
Dimana pedang lawan langsung terpotong rapi.
Bagian yang terpotong dari pedang lawan melayang diudara dan terjatuh ketanah, tanpa berhenti bergeram, selanjutnya sheilla mengarahkan pedang nya itu ke arah lawan nya.
Sheilla menghentikan pedang nya tepat setelah hampir mencapai leher lawan dan lawan masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Dimana lawan nya itu langsung terkejut setelah menyadari pedang yang dekat dengan leher nya dan termundur hingga terjatuh ketanah.
"Hhiiiiii!!!"
"Yap, ini kemenanganku~"
"!!?" "!!!?"
__ADS_1
Semua orang yang sedang bertarung dengan lawan mereka berhenti setelah melihat kejadian itu.
Pertarungan yang singkat bahkan tidak sampai 10 detik sejak pertarungan dimulai.
"Huh?"
Sheilla menyadari sesuatu yang aneh dengan pedang kayu nya dan sebelum sheilla menyadari nya.
Pedang kayu itu retak hingga akhirnya hancur dan jatuh ketanah, ketika saat mencapai tanah membuat retakan kayu itu kembali hancur menjadi debu.
(Pedang nya malah retak--)
"Huh? Sheilla, apa yang kau lakukan sebelum nya?"
ibu guru bertanya dengan bingung.
"Hmm? Tidak, hanya memberi sihir penguat pada pedang kayu ku"
(Sihir penguat? Setahuku tidak ada sihir penguat yang bisa menguatkan kayu sampai bisa memotong pedang dengan halus)
Guru itu mengerutkan alis nya.
"Huh? Apa yang kalian lakukan? Bukankah sedang latihan disini?"
Ucap sheilla yang ditujukan untuk semua orang yang berhenti bertarung.
Disisi da vinci.
Da vinci dan louis menghentikan pertarunganya sebentar sambil menatap kaget ke arah sheilla.
(Sheilla, kau~ ... haha, aku juga tidak boleh kalah)
"Senior, ayo lanjutkan pertandingan nya"
Ucap da vinci sambil kembali menyempurnahkan kuda-kudanya
"Ya, kau benar, sangat tidak sopan jika pandangan teralihkan ke sesuatu yang lain ketika sedang berduel"
(Ini bukan duel sih, tapi, yah ... aku sudah memberi sihir penguatan pada pedang ini, tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan senior, maka pergerakan yang harus kuambil adalah)
Louis berlari ke arah da vinci, dan da vinci juga ikut berlari ke arah nya.
"Wahai engkau yang mendiami tanah, wahai engkau yang mendiami matahari"
Sebelum da vinci sempat menyelesai kan mantra nya, ayunan pedang louis mengarah ke da vinci, dan da vinci dengan cerdik mundur kebelakang ketika pedang itu hampir menebas nya.
Dan da vinci melanjutkan mantra nya yang berhenti tadi.
"... ciptakanlah bentuk paling mendasar didunia ini, edafos"
Sebuah lingkaran sihir terbentuk dikedua tangan da vinci dan da vinci mengarahkan tangan nya ke tanah.
Dan sebuah dinding muncul dengan memisahkan da vinci dan louis.
Mewaspadai dinding itu, louis mundur beberapa langkah kebelakang.
Tidak hanya itu, sebuah dinding kedua tercipta tepat dibelakang louis. Dan louis menyandar didinding itu dengan kaget maju kedepan.
(Dinding kedua? Huh? Tujuan nya ....!!!)
Louis dengan cepat berlari ke arah kanan nya tetapi ia tidak sempat dimana dinding ketiga muncul untuk menghubungkan dinding pertama dan kedua.
Tidak menyerah dari usahanya, louis mencoba untuk berlari ke satu arah yang tersisa dikiri nya.
Dan disaat mencapai pertengahan, dinding keempat menutupi celah itu, bahkan louis tidak sempat untuk menggapai nya.
Lalu ketika dia berpikir untuk meloloskan diri dari atas, mulai tercipta sebuah dinding di atas yang menutupi louis dari dalam.
Dan sebelum dinding itu tertutup rapat, sebuah api mulai masuk kedalam, bola api yang lumayan besar, dan ketika bola api itu masuk kedalam, dinding diatas sudah tertutup rapat.
Masuk nya api itu kedalam bukanlah tanpa alasan, sebelum nya da vinci menciptakan sebuah lingkaran sihir kedua ditangan kirinya.
Dan lingkaran sihir itu adalah sihir pencipta bola api yang tidan terlalu mematikan.
Intinya tidak peduli bola api itu mengenai louis atau tidak, selama bola api itu masuk kedalam ... semua nya berjalan sesuai rencana da vinci.
Dan dengan pemikiran yang cerdas, louis menyadari tujuan dari da vinci.
"!!!! .... membakar oksigen?"
(Memakai sihir tanah untuk mengurung lawan lalu memasukkan bola api kedalam sebelum dinding itu tertutup rapat satu sama lain dengan tujuan untuk menghabiskan oksigen didalam, tindakan yang cerdas, itu tidak melanggar peraturan, tapi ... da vinci, itu adalah salah satu rencana yang tidak boleh kau lakukan ketika melawan louis)
Pikir ibu guru sambil menatap dari kejauhan, dan 1 menit telah berlalu sejak latih tanding dimulai.
Karena sudah selesai dengan pertarungannya, kini sheilla mendekati ke area yang sedang digunakan da vinci dan louis untuk bertarung.
__ADS_1