
60 menit sebelumnya.
Disuatu ruangan yang dibuat dengan mewah dimana dinding dihiasi dengan kain merah dan obor yang terbuat dari kaca.
Terdapat 3 orang disini, dimana ketiga orang itu adalah Ouja van iouun, Rouenji, dan Torano albami.
"Begitu ya, kita akan memulai rencana nya ya?"
"Acara khusus akan segera berakhir, aku tidak ingin membuang waktu terlalu banyak"
"Nah, tentang tawanan dari party acak yang kita tahan tadi pagi?"
"Hmm? Ah? Mereka? .... lakukan sesuka mu"
Ucap Ouja dengan sedikit mengingat tentang mereka, memberikan izin ke Torano untuk melakukan apa yang dia suka.
"Terima kasih banyak, kapten"
Torano terkekeh kecil dimana melihat hal itu Roenji hanya menatap dengan tatapan jijik.
"Pria gila"
Gumam kecil Rouenji dimana setelah itu, Torano membungkukkan kepala nya ke arah Ouja dan kembali pergi ke luar ruangan.
"Sungguh lucu dengan orang yang beniat untuk menjadi dewa, pikiran nya sungguh sebuah lelucon yang bahkan tidak bisa kumengerti selera humor nya, tetapi dia berguna, setidak nya akan kugunakan hal itu"
Ucap Ouja dengan senyuman sinis nya dimana Roenji mengangguk untuk setuju.
Saat ini.
Torano sedang duduk sambil menatap matahari yang akan segera terbenam, dan tepat dibelakang nya terdapat Ellie yang diborgol disebuah pilar yang berbentuk salib.
Tetapi karena akan menyusahkan dirinya untuk mematahkan jari Ellie, jadi Torano menurunkan Ellie ke tanah dengan tetap membiarkan kaki dan lengan nya yang terborgol di salib batu itu.
"Hmm ... 10 menit sudah berlalu"
Torano menghembuskan nafas kecewa, lalu dia mulai berdiri dan berjalan perlahan ke arah Ellie.
Keadaan Ellie saat ini sangat buruk, bahkan tidak akan aneh jika dia akan menjadi gila karena siksaan yang dia dapat.
Kehilangan akal sangat buruk bagi manusia.
Torano membungkuk ke arah nya, menatap wajah Ellie yang tertutupi oleh rambut nya, tidak ada rasa bersalah, melainkan perasaan wajib dimana dia harus melakukan itu.
Dia mengambil lengan kiri Ellie, dan tanpa ragu, dia mematahkan jari manis, -crack- disaat bersamaan, Ellie mendapatkan kesadaran nya kembali.
Melebarkan mata nya dan mulai berteriak kencang.
"Aaarfgrrrrrkkkk"
Jauh disana diman mereka masih bertarung, suara teriakan Ellie cukup sampai ditelinga mereka, dimana mendengar hal itu membuat Shopia menghentikan langkah nya.
Dan menatap ke arah suara itu terdengar dengan mata yang terbelalak.
"Itu suara Ellie ...."
Gumam sedih Shopia dimana pikiran nya bahkan terhenti disini.
(10 menit ... 10 menit? Lalu ... monster rusak ini bahkan tidak memperlihatkan gejala akan pengurangan jumlah mereka)
Salah satu monster itu melompat dan mencoba untuk menyerang Chelsea, tetapi itu buruk untuk nya, karena Chelsea sedang dalam suasana yang buruk.
Dia menghindar dengan memutar tubuh nya, lalu dengan pedang nya itu dia menebas leher monster itu dan dengan tangkas menarik rambut dikepala monster itu yang sedang melayang diudara.
Menatap nya dengan tatapan penuh kesal.
__ADS_1
(Apa kunci nya ada dimusuh?)
Yang memanggil monster ini adalah Torano, tentang jumlah para monster ini yang bahkan tidak habis meski telah membunuh beberapa dari mereka.
Dipikiran nya yang keras bahkan dia tidak memperdulikan ketika monster datang belari kebarah nya, tetapi beruntung karena Sheilla datang dan menusuk monster itu tepat kejantung nya.
Menarik kembali pedang nya dan bernafas terengah engah.
"Shei"
"Hmm?"
"Apa kau bisa menangani disini bersama dengan shopia?"
"Huh?"
###
Suara gesekan besi terdengar beberapa kali, dimana disuatu ruangan awal,, terdapar Juliy yang sedang bertarung melawan Areash.
Sekarang Areash mengerti jika melawan Juliy dengan sihir adalah hal yang percuma karena Juliy memiliki pehamana yang dalam ke seluruh sihir yang ada diantegram.
Jadi karena itulah dia memutuskan untuk melawan Juliy hanya dengan senjata berupa pedang disini dimana Juliy ikut meladeni nya.
Juliy mengubah pegangan belati hitam nya dengan melemparkan itu ke tangan kiri, disaat dia menjilati bibir nya sendiri dengan lidah karena kegirangan, dia mulai maju kehadapan Areash.
Merespon hal itu, Areash membungkuk dan ikut maju dengan tetap ke posisi bertahan.
Menangkis tebasan Juliy, lalu Areash mulai ingin memberikan serangan terhadap Juliy, tetapi Juliy menghindari hal itu dengan menundukkan tubuh nya kebawah.
Memutar tubuh nya disaat dia menendang Areash, itu berhasil ditahaj Areash didetik terakhir meski dia tidak memiliki cukup tenaga untuk bertahan.
Jadi Juliy dengan mudah menendang Areash sampai itu membuat nya sedikit terhempas menjauh, dan Juliy melakukan salto kebelakang untuk memperlebar posisi mereka.
Areash menabrak dinding dan membiarkan diri nya terjatuh, sambil menghembuskan nafas beberapa kali.
(Bekas tebasan nya menghilang? Apa itu mempunyai durasi tertentu?)
Areash berada diposisi waspada nya, mulai mencoba untuk bangun secara perlahan sambil mewaspadai gerakan Juliy.
Dia mencengkram kuat dinding denga bersembunyi, melihat hal itu membuat Juliy sedikit terkejut dan membuat posisi bertahan.
Dimana setelah itu, Areash membuka mulut dan merafalkan mantra.
"Sirius"
Cahaya keluar dimana Juliy melebarkan nya dengan mencoba membalikkan tubuh nya dan belari menjauh.
Tetapi setelah dia menoleh kebelakang untuk melihat keadaan, itu sudah terlambat.
Melebar dan menyebabkan sebuah ledakan yang besar dengan bunyi yang nyaring dimana semua orang berhenti bergerak setelah mendengar suara ledakan itu.
Menghancurkan bebatuan atau kata melenyapkan lebih tepat ini, bertepatan dengan ini listrik keluar dan ikut menghancurkan area sekitar.
"Hahaahahahahahaahahhaahhahahahahahahahhah"
Seseorang tertawa dengan gila dimana itu terlihat seperti Areash.
Tak lama setelah itu ledakan itu menyusut kesuatu titik dimana angin yang kencang ikut tertarik ke satu titik itu.
"Apa apaan?"
Disini Chelsea berhenti berlari ketika melihat ledakan yang besar itu, suatu keberuntungan karena dia tidak berada dijangkauan ledakan itu.
(Arah itu ... juliy?!)
__ADS_1
Lalu diposisi Williard dan larisa menatap dengan kaget, tetapi Jacob memanfaatkan kesempatan itu dan menendang Larisa dengan kekuatan yang berat.
Dimana Larisa menyadari tendangan itu didetik detik terakhir sebelum itu mengenai nya dan dia bahkan tidak diberi waktu untuk memberikan reaksi lebih dari itu.
Tendangan itu mengenai perut Larisa dan menghempaskan nya jauh dimana itu membuat Larisa memuntahkan darah ketika menabrak dinding hingga itu retak.
"Larisa!!"
Williard berteriak dengan panik tetapi perhatian nya dialihkan oleh Jacob yang mencoba meninjunya, Williard menahan tinjuan itu.
"Jangan mengalihkan perhatian mu ketika pertarungan berlangsung, sampah"
Jacob tersenyum sinis lalu menarik kembali tangan kiri nya dimana dia memutar tubuh nya dan mencoba untuk menendang Williard.
Williard menghindari hal itu dengan membungkukkan tubuh nya kebelakang lalu setelah itu dia menendang tangan dan bergegas dari tempat itu ke arah Larisa.
"Oi, larisa! Kau baik baik saja?!"
"O-oh ... begitulah"
Dengan kepayahan, Larisa mencoba untuk berdiri dimana Williard membantu dengan menahan punggung nya.
"Bertahanlah sebentar lagi, kapten dan yang lainnya akan segera sampai"
Mendengar hal itu membuat Larisa menatap dengan wajah kelelahan dan menghela nafas.
"Bisakah kau tidak mengatakan perkataan yang tidak bertanggung jawab?"
"Huh? Maksud mu?"
Larisa berdiri dengan menyesuaikan keseimbangan kaki nya dan menggaruk kepala nya karena pertanyaan dari Williard.
"Ya ampun, aku bisa sampai terlebih dahulu kesini karena aku berlari, aku meninggalkan semua anggota dibelakang dan terlebih dahulu sampai disini, dan ketika aku memasuki kota ini, ada barier aneh yang muncul, telat 1 detik mungkin aku tidak akan bisa masuk kedalam"
"H-huh? Jadi maksud mu?"
"Anggota yang lainnya masih berada diluar karena tidak bisa memasuki kota ini karena adanya barier itu"
"..... serius?"
###
Di luar kota dimana anggota lainnya berdiri dengan wajah bingung.
Tamara sedang menyentuh barier yang tembus pandang itu dengan tangan nya yang halus.
"Percuma ... ini barier yang kuat"
Semuanya merespon dengan kecewa, dan Nezuon mencoba untuk berpikir disini, barier yang kuat bukan berarti tidak bisa dihancurkan.
"Butuh berapa lama untuk menghancurkan barier ini?"
Tamara merespon dengan tersenyum masam.
"1 jam"
Mendengar hal itu membuat semua nya sedikit gelisa dan menelan ludah mereka sendiri.
(Bahkan tamara membutuhkan waktu 1 jam untuk menghancurkan nya? Ini merepotkan)
.
.
berikut illustrasi khusus untuk Areash :
__ADS_1