Paladin Antegram

Paladin Antegram
berakhir nya insiden


__ADS_3

Diposisi yang lain, Saat ini Theo sedang berdiri dihadapan Williard dan Da vinci yang sedang terbaring ditanah.


"Bagaimana kau bisa babak belur seperti ini?"


"Yah, aku tidak membawa senjata ku kau tau?"


"Ya ampun, aku harap kau meniru Chelsea yang selalu membawa pedang nya kemana mana"


"Jangan menyamakan aku dengan pecinta pedang itu, selain itu, karena kau datang, apa berarti kapten dan yang lainnya telah sampai?"


"Yah ... kami meminta Cynthia untuk menjaga markas"


"Kalau begitu, aku bisa tenang"


Diposisi yang berbeda dimana Tamara dan Abi berada, berjalan di sekitar kota dimana itu sudah berada didalam kondisi yang terburuk.


Mereka tidak bisa menjamin jika 100% penduduk di kota ini tetap hidup, dilihat dari kondisi nya, mungkin telah membunuh 90% dari penduduk kota.


Itu berlum dihitung dari musafir yang masuk kekota.


"Ini mengerikan"


"Sungguh, tidak ada hal yang baik didalam Antegram, nah, menurutmu kapan permainan ini akan berakhir?"


Tamara kembali bertanya dimana Abi hanya merespon diam.


"Entahlah"


"Huh? Apa kau mendengar sesuatu?"


"Hmm? Tidak?"


Tamara memalingkan pandangan nya beberapa kali ke kiri dan kanan, mencoba untuk menemukan asal dari suara itu.


Sampai akhirnya dia berlari dan Abi terkejut dengan hal itu, "oi!" Lalu mengikuti Tamara.


Lalu ketika suara itu semakin dekat, Tamara menghentikan kaki nya, melebarkan mata nya dengan melihat apa yang dihadapan nya, mendapati ratusan mayat dari penduduk, meski kebanyakan mayat tidak berada di kondisi yang utuh.


Ketika sampai Abi hanya menyipitkan mata nya dangan alis yang mengerut.


"To-long"


Ucap seseorang dimana ketika menatap hal itu, Membuat tamara terdiam, diantara pemandangan neraka ini, ada satu orang yang masih hidup.


Tetapi .... dia berada di kondisi yang tidak bagus.


Tamara berjalan perlahan ke arah gadis itu, dan berlutut dihadapan nya, mendapati seorang gadis dengan bagian bawah dari tubuh nya yang telah lenyap.


"Hei, apa menurutmu gadis ini bisa diselamatkan?"


Tamara bertanya dan Abi menghela nafas kesal akan hal itu.


"Tubuh bagian bawah telah lenyap, dan pernadarahan yang berlebihan, dalam beberapa detik lagi jantung nya akan berhenti berdetak dan otak nya akan berhenti berfungsi, sampai saat itu hanya akan membuat nya tersisa, apa perlu aku yang melalukan nya?"


".... tidak, tidak perlu ... aku saja"


Tamara merafalkan suatu sihir dan mengarahkan tangan nya itu ke leher gadis itu.


Dengan mata yang berkaca kaca, gadis itu kehilangan pemikiran nya, tetapi tidak pernah berhenti mencoba untuk meminta bantuan.


Agar dirinya tetap hidup.


Dan, Tamara mengakhiri hidup gadis itu, sambil melihat mata gadis itu yang berkaca kaca, perlahan kehilangan cahaya nya.


Mengakhiri hidup nya tanpa rasa sakit, mati dengan tenang tanpa tau apa penyebab nya.

__ADS_1


Dan ... itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari.


 


Disini, Nezuon berjalan perlahan ke arah Ouja, dimana Ouja sedikit termundur karena takut dengan hal itu.


Menarik kembali gumpalan hitam menjadi pedang lalu melepaskan nya menuju ke arah Nezuon.


Tetapi, Nezuon telah bersiap dan langsung menangkis pedang hitam itu, membuat Ouja merasa kesal, dan berteriak.


"Sialaaannn!!!"


Secara bersamaan puluhan lingkaran sihir tercipta dihadapan nya, mencoba untuk berdiri dan mengaktifkan lingkaran sihir itu satu persatu.


Berhara jika semua itu bisa mengalahka Nezuon.


Pertama sebuah cahaya terbentuk dan menembakkan diri nya ke Nezuon, dimana merespon hal itu, Nezuon melompat kesamping.


Membiarkan cahaya itu membelah tanah dan menghancurkan nya, ketika dia menyadari nya, ribuan sihir tingkat atas lainnya telah berada didepan mata.


Sampai beberapa detik kemudian itu akan mengenai Nezuon sampai meledak dengan daya ledakan yang besar.


-dboooommmm--


Itu meledak dengan skala yang besar, disisi lain Sheilla melindungi diri nya dengan tangan dari angin yang kuat itu.


Melihat ledakan itu, membuat Ouja terdiam, dan setelah selang beberapa saat, dia terkekeh dengan perasaan senang meliputi hati nya.


"Kukuku ... pada akhirnya pengoceh hanyalah seorang pembual"


"Hanya ini?"


Ucap Nezuon, dimana ketika mendengar hal itu, membuat Ouja tersentak kaget, dan mendapati Nezuon keluar dari ledakan itu dengan baju nya yang sedikit robek.


Dan, sama sekali tidak ada goresan kecil ditubuh nya, seperti menganggap jika ledakan itu hanya sedikit angin hangat yang lewat.


Ucap Nezuon sambil mengenggam erat pedang nya itu lalu, menghilang dan ketika dia muncul kembali, dia berada dibelakang Ouja.


Menyadari hal itu, Ouja berniat untuk menghindar, tetapi itu tetap membelah tangan kanan nya, membuat nya tidak memiliki tangan lagi disini.


Untuk memegang senjata atau pun menciptakan layar dan lingkaran sihir, dia telah kehilangan kedua hal itu.


"Sial, sial sial sial sial, kenapa?!!!! Meski aku telah mengorbankan seluruh jiwa penduduk kota, kenapa aku masih belum cukup kuat?!!"


"Nah, sepertinya kau salah paham tentang satu hal, sosok dari sesuatu yang ingin kau capai itu bukanlah dewa, lalu, berniat untuk menjadi dewa itu, adalah hal yang konyol dan sangat tidak mungkin"


"Apa nya ... apa nya yang kau ketahui?!! Seseorang seperti mu!!"


Sebelum Ouja menyelesaikan cacian nya, Nezuon lebih dahulu menusuk tepat ke jantung milik nya, membuat nya tersentak dan langsung memuntahkan darah.


Lalu, setelah itu, Nezuon menarik pedang nya dari jantung Ouja dan membiarkan diri nya terjatuh ketanah dengan lemas.


"Aku .... hanya .... ingin kembali"


Gumam kecil Ouja sampai akhirnya dia kehilangan kesadaran nya, dengan mata yanh tetap terbuka, dia mati dalam keadaan yang menyedihkan.


"Dewa ... bukanlah sesuatu yang perlu kau tuju"


Gumam kecil Nezuon, menebaskan pedang nya kesamping untuk membersihkan darah yang menempel, sampai akhirnya, dia memasukkan pedang itu kembali.


 


Disuatu rerumputan yang luas, dengan angin sejuk yang bisa membuat siapapun akan tertidur ketika membaringkan tubuh mereka disini.


Dan ... terdapat Ellie dibawah pohon disana, ketika dia membuka mata nya, cahaya matahari yang terika menyinari mata nya, dia sedikit mengedipkan mata nya setelah itu.

__ADS_1


Melindungi pandangan nya dengan tangan, dan ketika dia mengingat nya dia langsung bangun dengan tergesa gesa.


"Huh? Dimana tempat ini? Aku ... eh ... apa yang kulakukan?"


Merasa bingung akan sesuatu, dan tanpa disadari nya, pakaian petualang yang dia pakai, berubah menjadi baju keseharian biasa.


Bahkan dia tidak akan menyadari perubahan yang besar itu.


"Kakak, waktu nya sarapan tau"


Seorang gadis kecil berteriak memanggil Ellie, mendengar hal itu membuat Ellie memalingkan pandangan nya ke arah gadis itu.


Mendapati gadis kecil dan anak remaja yang seusia dengan gadis itu, itu hanya penglihatan biasa, dia selalu melihat kedua adik kembar nya itu setiap hari.


Tetapi entah kenapa, kali ini dia meneteskan air mata, tanpa alasan yang dia ketahui, dia mengusap air mata nya itu ketika kedua adik nya itu sampai kehadapan nya.


"Huh? Kakak menangis?"


"Tidak~ hanya kemasukkan debu, nah, ayo, nanti sarapan nya menjadi dingin"


"Duuh, seharus nya itu perkataan kami"


"Maaf maaf"


Dengan kenangan indah yang terakhir kali nya, kehangatan terakhir nya, dan melupakan segala sesuatu yang memberatkan hati nya.


 


Di posisi Salazar saat ini, dimana dia sedang berdiri dihadapan gadis kecil yang bernama Ellie, dia hanya bisa menutup mata nya dengan berat melihat Ellie.


"Dia sudah ... "


Mendengar hal itu membuat Juliy dan larisa hanya bisa memejamkan mata mereka untuk berduka, lalu, Shopia ... hanya terdiam ketika hal itu.


Dia tau jika dia perlu mempersiapkan diri nya ketika hal ini terjadi.


(Tetapi kali ini ... tidak masalah kan? Untuk aku menangis?"


Air mata keluar dari mata nya, tanpa henti, menangis tersedu sedu, dengan kehilangan seorang yang dia anggap sebagai adik nya sendiri, setidak nya sampai beberapa waktu yang lalu mereka masih tertawa dan tidur bersama.


Setelah itu, Juliy menyadari keberadaan Nezuon yang mengintip dari balik Batu, setelah dirinya disadari oleh Juliy, Nezuon mengangkat tangan nya ke atas untuk menggannti pengucapan "halo"


Setelah itu, Juliy berdiri dan berjalan perlahan ke arah Nezuon.


"Sekarang kupikirkan, berapa banyak orang yang kehilangan nyawa nya karena kami terlambat"


"Tidak, itu bukan salah kapten, ini salah kami karena terlalu lemah"


Mendengar hal itu membuat Nezuon terdiam, lalu merasa senang akan sesuatu dan mengusap usap kepala Juliy dengan girang.


"Huh? Apaan?"


"Tidak ... tidak pernah kupikirkan akan datang hari dimana kau mengakui jika dirimu lemah"


"Apaan, selain itu, dimana Sheilla? Aku tidak melihat nya dari tadi?"


Merespon hal itu, membuat Nezuon sedikit berpikir, dan ketika dia telah memikirkan jawaban nya, dia tersenyum nakal disini.


"Nah ... hanya ada satu tempat yang harus dia datangi disaat seperti ini kan?"


21 agustus 710, kalender antegram.


Hari itu, dikenal sebagai hari hancur nya kota avalon, dengan membuat 11.480 penduduk dikota itu kehilangan nyawa mereka, dan hanya 240 orang yang selamat meski 170 dari mereka kehilangan anggota tubuh mereka.


Dan ... ada juga yang mengalami keadaan yang buruk sampai dia kehilangan kesadaran nya sepenuh nya, meski dia masih hidup.

__ADS_1


Insiden itu disebut orang orang dengan [insiden arena gladiator]


__ADS_2