
[Arena latihan]
Banyak orang yang berkumpul disini karena suatu alasan.
Sebelum nya sheilla pergi sebentar dan tempat yang ditujunya adalah kelas da vinci, meminta da vinci berbolos untuk menemukan seseorang.
Dan mengatur semua ini untuk melawan orang itu, orang yang bernama edward tenishe.
"Hoooh~~ hebat juga kau bisa mendapatkan penonton sebanyak ini, jadi ini yang dinamakan dengan bolos bersama, huhu~ aku harap hal ini akan tercatat kedalam sejarah akademi~"
Ucap sheilla dengan kagum akan seluruh bangku penonton bahkan hampir terisi penuh.
"Aku harap kau memberiku kompensasi untuk hal ini"
Da vinci merasa hebat akan kemampuannya dalam menyebarkan berita.
"Ya ya, akan kutraktir kau selama seminggu penuh"
"Buat itu menjadi 3 minggu"
"Siap~"
Setelah selesai melakukan negoisasi, sheilla dan da vinci saling mengetuk kedua tangan kanan mereka satu sama lain.
Itu yang biasa dilakukan oleh sahabat dan mereka hanya melaksanakannya.
Segera sheilla langsung masuk kedalam arena pelatihan dimana tugas untuk menahan para guru diserahkan kepada da vinci.
Saat memasuki arena, ada seorang yang berdiri ditengah-tengah arena dan orang itu menatap dengan penuh amarah.
Dia adalah edward.
Dia mempunyai badan yang cukup besar untuk seorang berumur 17 tahun, mempunyai model rambut yang dibelakangi dan dia cukup tinggi.
Disisi lain, di bangku penonton, ada testia, elena dan shellee yang masih belum mendapat kesadarannya kembali.
Menyadari jika yang berada di atas arena itu adalah edward membuat elena sedikit menggigil, dan testia menyadari ... apa maksud dari pertandingan ini.
Sebelum nya sheilla meminta da vinci untuk mencari seorang yang pernah menindas elena dan orang itu harus yang memiliki kuasa yang lebih besar daripada yang lain.
Sheilla menyadari jika di kelas nya hanya dipenuhi oleh seragam putih, karena sangat sulit bagi seragam hitam untuk bisa masuk ketingkat 4 sebelum berumur 15 tahun.
Dan perlakuan terhadap elena disaat sheilla pertama kali menginjakkan kaki disekolah ini, terlalu banyak seragam hitam yang ditindas.
Tetapi itu bukan urusan sheilla dimana dia tidak memperdulikan hal itu, tetapi, dia tidak akan tinggal diam jika yang ditindas adalah elena.
"Halo, senior edward, mungkin ini pertama kalinya kita bertemu tapi aku sudah sangat membenci mu saat ini, apa kau tau kenapa?"
__ADS_1
Ucap sheilla sambil tersenyum dimana dia mencoba untuk memprovokasi edward.
"wanita, aku tidak tau apa maksud mu dan aku tidak suka jika waktuku terbuang oleh hal bodoh seperti ini"
Sheilla terdiam, secara garis besar keluarga edward memiliki pengaruh yang sama besar nya dengan keluarga da vinci.
Jadi sheilla tidak boleh salah ambil langkah saat ini.
"Elena--"
Mendengar nama itu membuat edward mengingat sesuatu dimana dia sedikit menyipitkan matanya.
"--senior tau kan?, jika tau maka senior sudah mengerti suatu hal, jika perbuatan senior itu akan menurunkan nilai keluarga senior, meskipun lohengram tidak memiliki hak untuk itu tetapi tidak dengan raja, untuk alasan itu sudah cukup untuk menurunkan keluarga senior dari gelar asli"
Mendengar perkataan sheilla membuat edward sedikit berkeringat, dia menyadari kesalahan nya dimana sebelum nya dia sama sekali tidak memperdulikan dengan individu yang bernama elena.
Tetapi semua itu berubah ketika suatu hari elena tidak sengaja menumpahkan minuman di baju edward dan itu membuat edward emosi yang cukup untuk melukai elena..
Kejadian itu dilihat semua murid dimana testia langsung menghentikan hal itu dengan nama kepala sekolah.
Tetapi itu cukup untuk membuat elena trauma dari individu edward.
Yah, sedari awal sheilla tidak berniat untuk melaporkan hal ini, tetapi dia mempunyai suatu permainan yang ingin dilakukannya disini.
"Tenang saja senior, saya tidak akan memberitahu hal ini kepada keluarga saya--
--tetapi, saya ingin berduel dengan senior untuk menutupi masalah ini~"
Ucap sheilla sambil menepuk kedua tangan nya sekali
"Duel, katamu?"
Edward meragukan akan hal itu.
"Yap, hanya duel biasa dengan beberapa peraturan, jika saya menang saya ingin meminta anda keluar dari akademi ini"
"Dan jika aku menang?"
"Jadikan aku budak atau mainan seksual mu secara bebas"
Mendengar tawaran dari sheilla membuat edward terkejut dimana dia sedikit terangsang akan hal itu dan dia menyadari seberapa cantik nya sheilla.
Bahkan para penonton terdiam akan hal itu.
Disisi lain sheilla melirik tajam ke arah bangku penonton dimana disitu ada testia dan elena, disitu terlihat testia dengan raut wajah memerah sedang menutupi telinga elena.
Dan hal itu membuat elena bertanya-tanya ke testia kenapa dia menutupi telinganya.
__ADS_1
(Kerja bagus testia, mulai sekarang kuakui kau sebagai sahabat nya elena, datanglah kerumah! Pintu kami selalu terbuka untuk mu)
Tidak sabar akan nafsu nya sekarang edward terburu-buru akan sesuatu.
"Ba-baiklah, akan kuterima tawaran mu, jangan menyesal jika kau kalah"
Ucap edward sambil menaruh tangan kanan nya dibilah pedang itu untuk siap ditarik keluar.
"Sebelum itu akan kujelaskan peraturan dari duel ini, pertama ini adalah duel bebas dimana penggunaan sihir secara bebas diizinkan yang artinya seluruh teknik penyerangan diizinkan, kedua adalah arena nya hanya disini, keluar dari batas akan dinyatakan kalah, dan ketiga adalah duel tidak boleh berhenti selama juri tidak menghentikan duel dan menyatakan siapa yang kalah, apa senior mau menerima nya?"
"Iya iya, itu hanya peraturan biasa, ayo cepat mulai duel ini! Apolytos!"
Edward mengucapkan sebuah mantra kontrak dimana itu tidak akan bisa dilanggar oleh siapapun.
Ucap edward sambil mengeluarkan nafas aneh dimana dia sedang membayangkan tubuh indah milik sheilla.
"Fufu, dasar senior yang tidak sabaran, jika kau tidak sabaran seperti itu aku jadi malu lho~ apolytos"
Ucap sheilla dengan nada genit dimana itu akan terdengar seperti godaan bagi siapa pun yang mendengar nya.
Sheilla menarik pedang kayu dari sarung nya itu.
Disisi lain testia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh sheilla, dan hanya terus berusaha untuk menutup telinga elena.
(Hahaha!! Dasar wanita bodoh, mencoba untuk bertarung denganku, apalagi dengan kayu rapuh seperti itu, yah ... sudahlah, jika aku menang aku tidak hanya akan bisa mengambil seluruh hak lohengram tetapi wanita secantik dirinya, aku merasa iba kepada mu, sheilla)
Mereka didalam kuda-kuda mereka masing-masing.
"Kenapa senior tidak mencoba untuk menyerang duluan? Aku akan memberikan itu kepada senior"
Ucap sheilla dengan percakapan ramah.
"Tidak tidak, kau saja yang menyerang duluan"
Edward meremehkan dimana dia sudah yakin jika dirinya akan menang.
"Fufu, kalau begitu aku akan mengalah disini, aku akan menyerang duluan"
Seketika sheilla mengubah drastis kuda-kuda nya dimana sheilla menbentuk sebuah pose untuk melempar.
Sheilla menarik tangan kanan nya kebelakang dengan pedang yang mengarah tajam kedepan, dan selanjutnya sheilla melajukan tangan kanan nya itu kedepan dengan cepat sambil melepaskan pedang nya untuk menusuk ke arah edward seperti tombak.
Pedang itu menusuk dengan cepat dimana edward membutuhkan sedikit waktu untuk menyadari serangan dari sheilla dan mencoba untuk menghindar.
(Dia melempar pedang nya sendiri? Satu-satunya keunggulan dirinya sendiri? Sudah kuduga jika gadis ini sudah gila, .....!!!?)
Seketika edward terkejut ketika mengarahkan pandangan nya ke arah sheilla dimana saat itu sheilla berlari ke arah nya sambil membawa pedang bercahaya ditangan kiri nya.
__ADS_1
Bersiap untuk menyerang!!