Paladin Antegram

Paladin Antegram
pedang dan sihir


__ADS_3

Latihan sihir ya? Aku tidak bisa menggunakannya disini. Terasa sia-sia jika aku mengikuti kelas ini.


Lagipula aku tidak pernah mencoba untuk menggunakannya semenjak terakhir kali aku mencoba.


Dan aku memperhatikan sesuatu, sesuatu yang tidak ada pada aku dan da vinci.


Semua murid disini mempunyai pedang yang tersimpan di pinggang kanan nya, semua murid.


Kuingat-ingat jika ada beberapa murid yang memakai pedang yang sama dan ada juga murid yang tidak.


Apa itu diperlukan disini?


Disaat semua murid sedang berunding satu sama lain disini, ada seorang yang masuk kekelas ini.


Dia seorang wanita dengan pakaian khas penyihir pada umum nya, inti nya dia memakai sebuah juba dan sebuah topi penyihir yang lumayan besar.


Sepertinya dia adalah guru disini, mengajar kelas uji sihir.


Ng ... itu cocok untuknya.


"Selamat pagi semuanya, dan selamat pagi sheilla dan da vinci"


Guru itu menyambut dengan sopan santun disini, boleh juga ... aku tidak membenci wanita yang sopan santun.


"Tolong maju kedepan"


Guru itu melanjutkan perkataan nya sambil mengisyaratkan jika perkataan itu tertuju untuk ku dan da vinci.


Kami berdua bingung dan menatap satu sama lain.


Lalu kami berdua maju kedepan sesuai perintah yang diberikan.


Disaat kami sudah berada didepan, guru itu seperti sedang menyiapkan sesuatu atas dimeja nya.


Dan dilihat lebih jelas ternyata itu adalah sebuah pedang dan sarung nya.


Itu berjumlah 2 dimana jumlah itu seperti ditujukan untuk diberikan kepada kami berdua.


"Murid tingkat 4 keatas sangat diwajibkan untuk mempunyai pedang, jadi ini pedang ini untuk kalian berdua, jangan berpikir untuk melupakannya, meskipun salah satu kalian bertujuan untuk menjadi penyihir, jangan mencoba untuk tidak menggunakan pedang ini"


Ucap guru itu dengan nada serius, aku tau ... nada itu terasa seperti ditujukan ke da vinci.


Dan da vinci hanya memasang senyuman masam nya disini.


Selesai berbicara, guru ini langsung memberikan pedang ini kepada kami.


Tetapi pedang ya?


Kupikir meskipun aku diberi pedang, pedang ini tidak akan terlalu berguna untukku.


Tetapi itu perintah guru, aku hanya harus mematuhinya ... tunggu, aku tidak mendengar peringatan seperti "jangan menggunakan pedang ini untuk membunuh tetapi gunakan untuk pertahanan diri" keluar dari mulut guru ini.


Apa tidak masalah, jika pedang seperti ini diberikan kepada anak-anak?


Dan selain itu ...


"Ini berat--"


Saat ini aku tidak mengangkat pedang ini tetapi kubiarkan jatuh kelantai bersama dengan tanganku.


"Huh, apa kau tidak apa-apa, sheilla?"


Guru itu dengan panik bergerak ke arahku dan da vinci, sepertinya dia juga msrasa jika itu berat.

__ADS_1


Yah, aku tau ... ini adalah berat dari pedang asli.


Tetapi sepertinya mengangkat pedang terlalu cepat untuk anak-anak.


Dan karena itulah ...


"Sepertinya kalian berdua terlalu cepat untuk bisa menggunakan pedang ini, sampai kalian siap, gunakan ini~"


Guru ini mengambil pedang itu dari kami dan sebagai gantinya dia memberi kami sebuah pedang ... maksud ku pedang kayu.


Dan terdengar suara tawa dari beberapa orang dibelakang, aku yakin jika umur mereka sudah melewati 15, jadi apa tidak masalah jika mereka tidak bersikap dewasa disini?


Kau memepermalukan generasi tua.


"Oh, ya, bu guru"


Aku memanggil guru itu sekali lagi.


"Hmm? Ada apa, sheilla?"


Guru itu menanggapi ku dan langsung menghadap ke arahku.


"Aku tidak bisa mengeluarkan sihir, jadi apa itu tidak masalah?"


Semuanya terdiam ... disaat aku berkata seperti itu, semua hanya terdiam menanggapi perkataan ku.


Bahkan da vinci dan guru ini juga terdiam kaget.


Eh? Apa aku salah mengatakan sesuatu?


Sial, ini terjadi lagi.


"Sudah kuduga dia memakai uang untuk bisa naik ketingkat 4" "dasar, apa itu diperbolehkan?"


Semua orang berbisik-bisik dengan jelas.


Disaat guru ini ingin berbicara.


"Ha-hanya bercanda!~~ haha, apa kalian tertipu? Hmm? Apa lelucon ku tidak lucu?"


Aku mencoba sebaik mungkin untuk membuat semua perkataan ku sebelum nya hanya candaan, aku tidak ingin aku mengalami kemunduran disini.


Disituasi seperti ini, da vinci menatapku dengan serius.


Dan terlihat wajah bingung dari guru ini.


"Ti-tidak ada yang bertanya lagi kan? Kalau begitu kita mulai kelas nya~"


Guru ini mencoba untuk mencairkan suasana yang terjadi karena perkataan ku, disaat aku berakhir sendiri.


Ada seorang menepuk pundak ku, saat aku menoleh ke arah nya, ternyata dia adalah da vinci.


Da vinci menggerakkan kepalanya ke samping, itu adalah isyarat jika dia ingin aku mengikutinya.


Aku berjalan mengikuti nya dan kami berdua berjalan sampai ke ujung ruangan, sebuah tempat yang tidak ada seorangpun disini.


Sebuah tempat yang sempurnah untuk mencoba membicarakan sesuatu tanpa takut didengar oleh orang lain.


Da vinci menyandar dirinya di dinding.


"Apa kau benar tidak bisa memakai sihir?"


Da vinci bertanya kepadaku, sudah kuduga dia akan membahas hal itu.

__ADS_1


"Bukan, sebenar nya, tidak, yah ... terakhir kali aku mencoba untuk memakai sihir adalah setahun yang lalu dan berakhir gagal, jadi aku tidak yakin bisa melakukannya sekarang, kenapa dengan itu?"


Aku penasaran kenapa dengan hal itu? Apa itu adalah masalah yang terlalu besar?


"Tidak, hanya saja untuk naik ketingkat 4, ujian yang akan diberikan adalah ujian sihir, dimana kau membentuk kelompok dan melakukan tugas untuk membunuh binatang iblis, dan pertarungan itu dilihat secara langsung oleh para guru pembimbing dimana jika kau tidak terlalu berguna selama pertarungan itu, kau akan dianggap tidak kompeten dan akan digagalkan dalam ujian"


"Aku mengerti"


Ternyata begitu, ujian kenaikan ke tingkat 4 adalah sihir, dan karena aku tidak bisa memakai sihir jadi akan mustahil bagiku untuk naik ketingkat 4.


kau melakukan hal hang merepotkan, kepala sekolah.


"Jadi apa tujuan mu sekarang? Rencana yang kita pikirkan sebelum nya sudah tidak bisa digunakan, sebelum nya mereka tidak mempunyai bukti yang cukup untuk membuktikan jika kau tidak naik ketingkat 4 hanya dengan uang, tapi sekarang keadaan sudah semakin buruk, jadi apa yang akan kau lakukan?"


"Aku ..."


Entah kenapa aku seperti terkekang disini, memang benar jika aku tidak bisa memakai sihir tapi ... huh?


Aku memikirkan sesuatu yang bagus, kenapa aku tidak kepikiran hal ini sedari tadi?


Aku menatap da vinci dengan penuh semangat.


"Rencana ... aku mempunyainya"


Da vinci terdiam sampai akhirnya dia tersenyum.


"Mari kita dengarkan"


.


.


.


"Kelas hari ini adalah latihan tempur menggunakan pedang, tentu sihir diperbolehkan tetapi jangan lupakan jika pemeran utama adalah pedang, jangan hanya membuat sihir lebih unggul dari pedang, sihir dilatihan kali ini digunakan untuk sebuah pembantu bagi kalian, sihir penyerang tingkat atas tidak diizinkan"


Guru itu berbicara sambil duduk dimejanya, meskipun ini adalah ruangan untuk latihan kenapa ada meja guru disini?


lagipula aku tidak yakin seorang guru boleh duduk di atas mejanya sendiri meskipun tidak ada kursi disini.


Itu yang membuatku penasaran.


"Ujian pedang ya? Kita tidak diuntungkan disini"


"Benar"


Yah, memang seperti ujian yang berat.


"Tetapi bagi si jenius sihir, pasti tidak akan ada masalah kan?"


Ucap aku dengan nada mengejek, yah ... aku tidak tau seberapa jenius dia dalam sihir tetapi sepertinya dia cukup berbakat karena bisa langsung naik ketingkat 4 sama sepertiku.


Mendengar ejekan ku, da vinci hanya tersenyum masam.


"Bagaimana dengan mu? Kau yang berada diposisi yang paling tidak menguntungkan disini kau tau? Ini ujian pedang tetapi pedang yang kita punya hanya pedang kayu dan sihir diperbolehkan untuk mendukung tetapi kau tidak bisa menggunakan sihir"


Da vinci membalas ejekan ku dengan memperlihatkan kenyataan yang menyedihkan kepadaku


"Fufu ... kalau itu entahlah~"


kesampingkan sihir, aku sudah mempunyai kekuatan yang sangat kuat disini.


aku tidak merasa akan kalah.

__ADS_1


__ADS_2