
"Oh, itu dia~"
Gumam aku ketika sampai digudang penyimpanan dan melihat shelly, hmm? Siapa orang-orang itu?
Orang-orang yang tidak kukenal, mereka bukan orang dari desa ini, mereka berjumlah 4 orang.
Mereka sedang berbicara dengan shelly, mereka tampak akrab, sepertinya mereka bukan orang jahat.
Disaat yang sama, aku terus berjalan kearah shelly dan ketika aku hampir sampai, aku merasa sedikit mual.
"Urlb ... apa-apaan?"
Aku menutup mulutku dan mencoba untuk menahan muntahan keluar, disaat yang sama shelly menyadari keberadaan ku dan mendatangiku.
"Shei, ada apa?"
Tanya shelly dengan sedikit khawatir.
Aku mengusap mulut ku dan membuka mulut.
"Tidak masalah, hanya sedikit mual, daripada itu, apa kau bisa menyembuhkan tanganku?"
"Eh, tangan?"
Segera aku memperlihatkan telapak tangan kanan ku kepada shelly.
"Eh, kenapa apa sampai bisa begini?!"
Tanya shelly dengan khawatir yang melebihi tadi.
"Haha ... aku sedikit tidak akrab dengan pisau"
"Begitu, tapi ... aku tidak bisa memakai sihir penyembuh kau tau?"
"Eh, bukankah kau kemarin berkata jika kau sedang memperlajarinya?"
"Aku memang berkata seperti itu, tetapi bukan berarti aku bisa melakukannya"
"Eh..."
Itu benar juga, bodoh nya aku, yah sudahlah, mari menyerah dan terima ceramah dari quilea.
Tetapi kesampingkan itu dulu ...
"Siapa orang-orang disana?"
Aku sudah penasaran dari tadi, penampilan mereka terlihat seperti bandit bahkan diantara mereka hanya satu yang masih mempunyai rambut bewarna hitam.
Mereka bahkan membawa pedang dipinggang mereka.
"Ah ... entahlah, sepertinya mereka itu kenalan ayahmu"
Eh, guirde? Yah, bukan berarti aku mengetahui semua tentang masa lalu guirde, jadi mungkin saja mereka itu kenalannya guirde.
Tetapi untuk apa guirde memanggil mereka kesini.
"Mereka bertanya tempat beradanya guirde, jadi aku berencana untuk menuntun mereka"
"Aku melihat"
Sepertinya yang dikatakan oleh shelly itu memang benar, mereka tiba-tiba bertanya tentang guirde, jadi bisa disimpulkan jika mereka memang kenalannya guirde.
Tetapi bukan berarti aku bisa mempercayai mereka.
"Aku akan ikut"
__ADS_1
"Eh, kau yakin?"
"Aa ... daripada shelly, aku lebih berpengalaman untuk pergi ketempat peristirahatan guirde ketika berburu"
"Apa itu tidak merepotkanmu? Bukankah hari ini hari liburmu?"
Shelly, dia mengkhawatirkanku ... tetapi jika kau ditawari bantuan, kau harus menerimanya ... sedikit nasihat dariku.
"Tidak masalah, aku juga ingin menggerakkan tubuhku"
Mendengar jawabanku, shelly sedikit senang dan berkata "tunggu sebentar" berkata seperti itu, shelly langsung pergi kearah orang-orang tadi, shelly seperti berkata sesuatu kepada orang-orang itu sambil menunjuk kearah ku.
Dan kemudian orang-orang itu melihatku dan langsung melihat shelly dengan ancungan jempol.
Segera shelly menatap ku dengan wajah bahagia.
"Sepertinya sudah diputuskan"
Dengan begitu rutinitas ku yang hanya latihan pagi berubah menjadi mengantar seseorang.
Untuk mencegah sesuatu yang mungkin terjadi, jadi aku dan shelly ditempatkan dibelakang dan orang-orang itu berada dipaling depan.
Jika ada musuh yang menghadang, mereka bisa langsung bersiap, sepertinya mereka orang yang baik, kecuali satu orang.
Dia selalu diam dari tadi, bahkan wajahnya sangat menyeramkan yang akan membuat semua orang berpikir jika orang itu pernah membunuh seseorang.
Yah, aku juga tidak tau, tetapi kemungkinan dia pernah melakukannya, bukan hanya orang ini, mungkin semua orang yang berada didepan pasti pernah membunuh seseorang.
Karena memang begitu hukum dunia ini, dimana ada bandit dimana-mana, yang pastinya semua orang pernah bertemu dengan satu atau beberapa bandit.
Berakhir dibunuh dan kalah atau membunuh dan menang.
Yah, meskipun disekitar sini tidak ada binatang iblis jadi seharusnya tidak perlu, tapi yah, aku juga tidak akan tenang jika berjalan didepan mereka.
"Ini mengingatkan ku, dimana elena?"
"Tidak tau"
"Begitu ... kita jarang bermain akhir-akhir ini, hanya elena, tobi dan alio yang masih bermain"
"Benar juga, nyatanya kita menjadi lebih sibuk diumur 12 tahun bahkan ban sudah memulai bantu-bantu ditambang desa"
Ketika kami memulai sibuk dengan urusan rumah, kami jarang bermain akhir-akhir ini dan hanya elena, tobi dan alio yg masih bermain, tentu saja, mereka masih anak-anak.
Aku tidak pengangguran kau tau, bahkan akhir-akhir ini aku yang memasak makan malam, dan bahkan aku juga ikut berburu, jadi aku sangat sibuk hingga tidak mempunyai waktu bermain bersama mereka.
"Entah kenapa ini terasa sepi"
Tetapi bukan berarti sudah tidak ada anak-anak yang bermain didesa ini, sejujurnya masih banyak yang berumur 6 tahun didesa ini, tetapi aku hanya mengingat sepertiga dari mereka.
Kesampingkan hal itu, kami sudah berjalan cukup lama dan tenda peristirahatan sudah mulai terlihat,
Disaat kami melihat dengan jelas, mereka masih belum kembali dari berburu, yah, ini masih jam nya berburu, jadi mereka mungkin tidak akan kembali 3 jam lagi.
"Sepertinya mereka masih belum kembali, bagaimana jika kalian menunggu disini saja"
Ucap aku dengan mengangkat tanganku sedikit.
"Oh ... terima kasih, ya, kami akan menunggu disini"
Ucap seorang yang terlihat seperti pemimpin kelompok ini, mempunyai kulit hitam dan tubuh yang besar, dia membawa sebuah tameng dipundak nya, jadi dia seorang tangker ditim ini, ada juga yang membawa panah dan tombak.
"Kalau begitu kami kembali dulu"
"Ya! Hati-hati dijalan!"
__ADS_1
Ucap seseorang dengan semangat, itu mengingatkan ku, hanya orang ini yang masih mempunyai rambut dikepalanya.
"Y-ya ... kami pergi dulu, permisi"
Dan begitu, aku dan shelly langsung pergi
Untung saja tidak ada yang terjadi sesuatu pada kami, jika mereka seriusan seorang bandit dan langsung menyerang kami, aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka seorang diri.
Kesampingkan hal itu, aku masih memikirkan alasan apa yang harus kuberikan ke quilea tentang luka ini, aku tidak bisa membayangkan ekspresi quilea jika aku berada diambang kematian, yah, walau itu tidak mungkin sih.
.
.
.
Aku kembali kerumah setelah mengantar shelly pulang, dan disini aku berada didepan pintu sambil mempersiapkan diri untuk membuka pintu.
Aku membuka dan masuk kedalam, dan disaat aku ingin melepaskan sepatu, ada quilea didepan ku.
"Oh, ternyata sheilla, hei, apa kau melihat elena?"
"Hmm? Elen? Aku tidak melihat nya"
"Begitu~"
Balas quilea yang tampak khawatir, apa boleh buat, disini aku membuat kebaikan kedua dihari ini.
"Apa perlu kucari?"
"Ah, ya. Tolong ya~"
Mendengar jawaban quilea, aku berhenti melepas sepatu dan langsung pergi membuka pintu.
"Aku pergi dulu, lagi"
Yah, sejujurnya sebisa mungkin aku ingin mengulur waktu sampai quilea menyadari luka dotangan ku, itulah sebabnya aku menawarkan diri untuk mencari elena.
Meski waktu kuulur sebanyak apapun, aku tidak akan bisa terlepas dari amarah quilea kecuali aku menemukan seorang healer.
Itu mengingatkan ku, diantara orang-orang tadi, tidak ada seorang healer, jika ada pasti akan langsung kuminta untuk menyembuhkan luka goresan ini.
Sayang sekali.
Dan satu jam berlalu. Aku masih belum menemukan elena.
"Ada dimana anak itu?"
"Oh, ternyata shei~ apa yang sedang kau lakukan?"
Ada seseorang yang memanggilku, seorang wanita, dia adalah ibunya tobi.
"Oh, tante lilith, ... aku hanya pergi mencari elena"
"Oh, kebetulan, tante juga sedang mencari tobi, dia masih belum pulang dari tadi"
"?!"
Apa maksudnya ini? Bahkan tobi masih belum pulang?
Apa ini kebetulan? Tidak, sangat pasti jika mereka bermain bersama hari ini, dan jika begitu apa alio juga masih belum pulang?
Entah kenapa aku punya perasaan yang tidak enak tentang ini.
Tidak biasanya, badai salju terjadi tanpa peringatan.
__ADS_1