
1 menit berlalu sejak louis terkurung didalam barikade yang dibuat oleh da vinci.
"Apakah berhasil?"
Ucap da vinci sambil menatap kedinding itu.
(Gah!! Itu adalah kalimat yang tidak boleh kau katakan ketika sedang bertarung!!)
Posisi louis didalam dinding.
(Oksigennya sudah mulai habis, tetapi yah da vinci-- kupikir aku bisa menghormatimu sebagai sesama kesatria, tetapi sepertinya kau perlu diajari lagi apa yang dilarang didalam sebuah duel!!, hal yang dilarang itu adalah, tindakan pengecut seperti ini!!)
Dengan penuh amarah, louis menarik pedang nya.
Posisi diluar.
Terdengar suara yang aneh dari dalam.
Dan sheilla dan da vinci hanya menatap bingung, suara apa yang ditimbul kan sampai terdengar jelas diluar dinding barikade.
Seharusnya tidak ada celah didinding itu karena sudah tertutup rapat, tetapi bisa mengeluarkan suara yang begitu jelas.
Tetapi mulai dari sini, da vinci mulai mewaspadai apa yang akan terjadi kedepan nya, dan suara dentuman terjadi dengan seiringan hancurnya bagian atas dari dinding yang dibuat da vinci.
Dimana dinding bagian atas hancur seperti terkena tebasan, disaat itu, ada louis yang naik ke atas dengan memanjati bagian dinding yang terbelah itu.
Menarik tubuh nya ke atas sehingga louis berhasil keluar dari perangkap itu.
Menyadari adanya da vinci dibawah, louis berlari hingga akhirnya dia melompat kebawah, memanfaatkan waktu sebelum louis mencapai nya.
Da vinci mundur selangkah sehingga dia merafalkan mantra sihir.
"Wahai pencipta bulan dan bintang---"
Louis dengan cepat menebas da vinci dan membuat da vinci menghentikan mantra nya.
"Tch"
Da vinci mendecahkan lidah nya sampai dia mundur beberapa langkah, tidak membiarkan da vinci beristiharat tebasan selanjutnya datang dari samping.
Dan dengan reflek nya, da vinci mengarahkan pedangnya kebagian tubuh pedang nya, dan da vinci menggunakannya seperti sebuah tameng. Dan da vinci sedikit meloncat keatas.
Dan saat tebasan itu pengenai pedang da vinci, dengan kekuatan yang berat membuat da vinci terhempas jauh.
(Huh? Dia mengarahkan tubuh pedang nya ke arah tebasan ku untuk mengurangi dampak dari seranganku, itu dibantunya dengan sedikit melompat ke atas, tujuan nya agar bisa menjauh dariku)
Louis dengan terkejut karena keputusan sesaat dari da vinci.
(Dapat mengambil keputusan yang tepat dengan cepat dikondisi seperti itu, itu membuatnya jelas kenapa ia menyandang julukan jenius)
Dengan terkagum, ibu guru semakin menghormati da vinci, sedari tadi tadi ibu guru selalu terfokus ke latih tanding da vinci karena menurut nya itu menarik.
Tetapi bukan berarti dia tidak berperasaan, dia mempunyai perciuman yang lebih tajam dari pada umum nya, dan dengan perciuman nya yang tajam itu, ia gunakan untuk mencium darah yang keluar di area ini.
Ibu guru akan langsung mencium bau darah itu dan akan langsung memfokuskan pandangan ke arah bau darah itu keluar.
Dan ibu guru akan memutuskan akhir dari latih tanding dengan melihat kondisi nya.
Tetapi belum ada bau darah yang tercium sedari tadi yang membuat ibu guru belum mengalihkan pandangan nya dari latih tanding da vinci melawan louis.
Senang karena pertandingan berlangsung tanpa kekerasan yang berlebihan.
Kembali ke latih tanding.
"Boleh juga kau, da vinci"
Da vinci berusaha untuk berdiri dengan menggunakan pedang kayu untuk memopang tubuh nya keatas.
"Terima kasih atas pujiannya" (sial, sudah kuduga aku tidak terlalu ahli dalam sesuatu yang berhubungan dengan fisik)
(Untuk seorang yang baru menyentuh pedang, da vinci mampu menggunakan nya semaksimal mungkin, andai saja fisik dia mendukung hal itu, bagaimana dengan sihir? Jika ini adalah pertarungan sihir, apakah da vinci akan kesusahan juga?)
20 detik berlalu.
__ADS_1
(Sepertinya sudah saat nya)
Pikir louis sambil memasang kembali kuda-kuda nya, 20 detik itu adalah bentuk dari belas kasih louis.
Dimana dia sengaja membiarkan da vinci beristirahat meskipun sebentar, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengambil harga dirinya yang telah jatuh.
Fakta bahwa lawan duel nya baru pertama kali menyentuh pedang dan pedang itu terbuat dari kayu sudah seperti sebuah penghinaan tersendiri bagi louis.
Dimana dia menginginkan duel yang setara, untuk suatu alasan louis terlalu fanatik dengan penjiwaan nya terhadap kesatria sejati.
Tidak menahan diri adalah salah satu harga diri yang ingin dia pertahankan didalam duel ini, karena itulah ...
"Aku maju-"
Atsmosfer nya berbeda dari biasa dan itu cukup untuk membuat bulu kuduk da vinci merinding.
Dan dengan reflek nya, dan vinci mengarahkan pedangnya kedepan.
Dengan kecepatan yang luar biasa, louis sudah tepat dihadapan da vinci.
(Cepat-)
Dalam sekejap itu, sheilla terkagum dengan kecepatan louis, dan disisi lain da vinci merinding melihat kecepatan nya.
Berusaha sebaik mungkin, da vinci mencoba untuk menahan serangannya.
Tebasan pedang louis menghantam ke pertahanan pedang da vinci, serangan itu cukup berat bahkab hampir terjatuh.
"Tch ... berikanlah--"
Menyadari jika da vinci mencoba untuk merafal mantra sihir, louis berpikir untuk mengatur pedang nya untuk serangan kedua.
Menepis pedang da vinci yang membuat da vinci sedikit mundur kebelakang dan louis memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan serangan kedua.
(Apa akan kuhentikan?!)
Dengan reflek dan semangat untuk hidup, da vinci menahan serangan kedua dan itu membuat louis terkagum.
Berpacu dengan kekuatan diantara pertahanan pedang da vinci dan serangan berat dari louis.
Louis berbicara dengan da vinci atau lebih tepatnya bukan pertanyaan karena louis tidak berniat untuk menerima jawaban dari da vinci, dengan kesulitan da vinci mencoba untuk mengarahkan pedang louis kesamping.
Terikuti oleh alur nya, pedang louis mengarah kesamping dan louis juga spontan untuk mengikuti arah pedang nya.
Memanfaatkan kesempatan itu, da vinci bergerak kearah yang sebalik nya dengan louis.
(Ini waktu yang pas!) "Tanah suci yang---"
Kesengajaan, louis sengaja untuk selalu menyerang da vinci ketika mulai merafalkan mantra sihir.
Selama da vinci tidak menggunakan sihir, dia hanyalah bocah dengan pedang kayu biasa.
Serangan ketiga dari louis berhasil ditahan dengan reflek yang luar biasa dari da vinci.
(Reflek yang luar biasa, tapi...)
Ibu guru terkagum dengan reflek yang diperlihatkan oleh da vinci, tetapi kecewa ketika melihat keadaan da vinci sekarang.
Berputus asa dan dengan sekuat tenaga menahan serangan dari louis.
"Karena penyihir tidak ada apa-apanya ketika mereka tidak bisa mengucapkan mantra sihir"
Ucap louis, untuk menjawab pertanyaan nya tadi dan juga untuk menyadarkan da vinci satu hal.
--Itu adalah kenyataan bahwa ...
Louis memperkuat tebasan nya kesamping dan membuat da vinci terhempas kebelakang karena itu, dan spontan juga da vinci melepaskan pedang nya ketika terhempas.
Da vinci berusaha untuk berdiri, tetapi dia dikejutkan dengan pedang yang tepat dihadapan nya, louis sekalipun tidak pernah memberikan da vinci kesempatan untuk bertindak.
.... da vinci tidak akan pernah bisa menang melawan louis jika ini adalah pertarungan antar pedang--
"Aku kalah"
__ADS_1
Louis tersenyum puas akan dirinya.
"Ini duel yang bagus, suatu kehormatan untuk bisa berduel dengan mu"
Ucap louis dengan memberikan semua rasa kebanggannya kepada da vinci.
Louis mengulurkan tangan nya ke arah da vinci, dan da vinci menanggapi hal itu dengan tersenyum masam.
"Haha ... aku tidak akan kalah dipertarungan sihir"
Tegas da vinci sambil menerima bantuan louis.
(Dasar kekanak-kanakan, benci kekalahan sampai seperti itu, oh ... dia adalah anak-anak ya? Bagaimana aku bisa melupakan hal itu~ heh)
Pikir sheilla sambil tersenyum mengejek, dan entah kenapa bulu kuduk da vinci berdiri disaat yang sama.
Untuk suatu kesombongan, sheilla juga melupakan jika dirinya juga anak-anak.
.
.
.
SUDUT PANDANG SHEILLA
Latih tanding antar murid selesai, meskipun ada kejadian yang tak terduga diawal pertandingan, tetapi untung saja pertandingan bisa tetap berlanjut.
Yah ... kira-kira siapa ya penyebab gangguan diawal itu?
Aku penasaran siapa pelakunya.
Ups, kalian menuduh yang tidak-tidak, bukan aku pelakunya kau tau?
Cukup untuk lelucon nya.
Latih tanding ini hanya memakan waktu 30 menit, sungguh kelas yang singkat.
Dan tepat disamping ku, menurunkan kepala nya dengan murung.
Tanpa kusadari, aku spontan menepuk pundak nya.
"Jangan dipikirkan~"
Ucap aku sambil mengacungkan jempol kearah nya.
Pria ini, pria yang dikenal da vinci itu.
Menatapku dengan wajah yang masam dimana alis nya mengerut.
"Bukankah kau tidak bisa memakai sihir?"
Ucap da vinci sambil memalingkan pandangan nya kesamping.
Tunggu, jangan-jangan dia ini ... kesal karena hanya aku yang menang? Apalagi itu dalam waktu yang singkat.
"Tepat yang seperti kukatakan, aku memang tidak bisa memakai sihir"
"Iya iya, aku percaya pada mu, nona yang tidak bisa memakai sihir, tetapi menang dalam kurun waktu 7 detik"
Di-dia ini ... lama-lama menyebalkan--
"Tch, dasar bocah"
Ucap aku dengan nada jengkel.
"Hah?! Apa maksud nya bocah itu?! Aku lebih tua darimu kau tau!"
"Kalau begitu dewasalah!! Lagipula, kau bertarung dengan cukup bagus tadi, apa yang salah dengan itu? Aku hanya kebetulan bisa menggunakan teknik pedang, dan kau bahkan tidak pernah menyentuh pedang sebelum nya, lebih banggalah~"
Ucap aku sambil tersenyum lebar dan da vinci tertegun mendengar perkataan ku.
"Sheilla~~ -- aku akan lebih senang mendengar perkataan mu barusan jika kau tidak menang dalam kurun waaktu 5 detik tadi-"
__ADS_1
"Hei hei, kau masih menyinggung hal itu? Lagipula kau mengurangi 2 detik dari durasi asli nya!!"