
"Lama tidak bertemu, bukan?"
Ucap Sheilla dimana setelah itu para penonton bersorak kagum, para senior membelalakkan mata nya karena kejadian itu dan Da vinci hanya tersenyum masam.
Disini, Shopia menatap gadis yang berada dihadapan nya, seorang gadis yang sangat dia kenal, air mata terus mengalir dari mata nya.
"Kenapa kau ada disini?"
"Eh? Hmm~ dengan cara yang sama dengan mu, mungkin?" (Yah, jika dibilang dalam kasus seperti ku adalah undangan khusus dari seseorang)
Dia mengingat jika pria yang mengaku sebagai dewa mengirim nya ke antegram tanpa tujuan yang jelas, menurut nya itu adalah undangan khusus.
Shopia mengelap air mata yang yang mengalir dimata nya, Sheilla tersenyum dan suara yang aneh terdengar dari dibelakang nya.
Merespon hal itu, dia menatap ke arah belakang nya dimana terdapat Izaghi yang tetap berdiri ditempat dan sepertinya dia sangat marah, melihat lantai yang dipijaki nya sudah mulai retak.
"Aku tau apa yang ingin kau katakan, tetapi sebelum itu, kita harus melakukan sesuatu terhadap mahluk besar itu"
Shopia merespon dan menatap Izaghi, disisi penonton, terdapat tiga senior dan Da vinci, dimana mereka menonton dengan senyum masam.
"Sheilla ... sekuat itu ya?"
"Jika diingat ingat kembali ini pertama kalinya aku melihat nya bertarung"
Ucap williard dengan senyum masam dimana Juliy membalas sambil mendongakkan pandangan nya ke atas untuk mengingat jika dia belum pernah melihat Sheilla bertarung.
Disisi lain, Da vinci hanya tersenyum kecut, entah kenapa dia sedang merasa kesal saat ini.
(Meskipun itu adalah musuh lemah tetapi entah kenapa aku merasa kesal saat ini)
Pikir Da vinci, memang benar jika selama tiga bulan ini Sheilla belum melakukan latihan apapun tetapi dia sudah cukup kuat untuk itu, Da vinci berpikir untuk tidak pernah melawan Sheilla dalam pertarungan jarak dekat.
Lalu setelah puas melihat aksi Sheilla didetik pertama, Williard berdiri dari tempat duduk nya dimana Chelsea merespon dengan bingung.
"Ng, kau mau pergi?"
"Yah ... hanya sedikit penyelidikan kecil"
"Begitu ya, selamat jalan"
"Oh, aku pergi dulu"
Ucap williard dengan menyeringai lalu mulai berjalan memasuki sebuah koridor dibawah, berjalan perlahan untuk berpikir dengan tenang.
(Shopia adreline ya? Kalau tidak salah dia yang dari party kecil bernama rose, dan salah satu anggota nya seorang pembual, kenapa dia mengikuti gladiator? Dan ... kenapa dia hanya sendiri?)
Williard menyipitkan mata nya dimana orang orang berlari panik dihadapan nya menuju ke koridor yang berbeda, dia merespon dengan bingung dan menghentikan salah satu orang itu.
"Apa yang terjadi?"
"Hah? Ada satu mayat dibelakang arena, itu menimbulkan keributan beberapa waktu yang lalu"
"Mayat?"
Williard mengerutkan alis nya dimana pria itu langsung pergi sambil berkata "aku pergi dulu" Williard membiarkannya dan menghela nafas panjang.
(Ini lebih merepotkan dari yang kuduga)
Dia menggaruk kepala nya dan berjalan mengikuti pria itu meski pria itu sudah hilang dari hadapan nya tetapi Williard tau tempat yang akan dituju nya, jadi tidak ada masalah dengan itu.
Setelah berjalan beberapa jam, dia akhirnya sampai ditempat kejadian dimana banyak orang yang berkumpul, dari warga biasa dan bara pegawai di arena gladiator.
Melewati kerumuman itu akhirnya dia sampai di titik kejadian dan menemukan mayat pria dihadapan nya.
(Dia ini ... Tony dominic?)
"Oi, menjauhlah dari mayat!"
Seorang pegawai menarik bahu Williard dimana para pegawai lainnya langsung berkumpul, mengangkat mayat itu dan memasukkan nya kedalam wadah, disaat saat sebelum mayat itu dimasukkan.
Williard menyipitkan mata nya.
(Tusukan tepat kejantung, dilihat dari kondisi mayat dan darah nya, ini hanya terjadi dalam beberapa menit yang lalu, dan dia adalah pembual dari party rose, aku ingat jika dia mempunyai kampung halaman di kota affali, hmm ... jadi begitu, semuanya terhubung)
__ADS_1
Williard mulai berjalan dan pergi dari tempat, masuk ke dalam hutan kecil yang dijadikan taman di kota avalon ini, disaat berjalan tidak ada seorang pun disini.
"Informan, kau disini?"
Ucap Williard dimana dia berhenti berjalan, lalu seorang terlihat di sebuah pohon, menurunkan kaki nya dan duduk dipohon itu.
Seorang wanita, terlihat seperti itu dari postur tubuh dan kaki nya, meskipun kepala nya ditutupi oleh tudung yang terhubung ke jeket nya saat ini.
"Aku ingin kau mengirim pesan, kepada Nezuon val, katakan pada nya, masalah besar telah muncul, datang lah ke kota avalon dengan beberapa anggota, kirimkan saja begitu, dan, tolong kirim kurang dari setengah jam"
Diposisi arena dimana Sheilla memasang posisi bertahan, melihat Izaghi yang membungkukkan tubuh nya, menurunkan pedang nya kelantai dimana Sheilla merespon bingung.
Izaghi mengambil lengan kanan nya itu, dan selanjutnya dia nenyatukan kembali lengan nya, tanpa waktu yang lama, lengan nya itu kembali menyatu dimana dan akhirnya tersambung kembali.
Sheilla merespon kaget, dimana semua penonton juga kaget akan hal itu, diposisi bangku penonton, mereka juga merespon kaget.
"Regenerasi penuh?! Apa apaan itu?"
Ucap Juliy dengan keterkejutannya dimana Da vinci mengerutkan alis nya untuk itu.
(Ada sesuatu yang menganggu pikiran ku, tetapi apa itu?)
Sesuatu yang janggal, dan di posisi Jacob, dia juga mengerutkan alis nya.
(Gadis itu, sangat lincah dan jika sehebat itu seharus nya aku mengetahui keberadaan nya, yang memungkinkan adalah dia pemain baru, sungguh dunia yang luas, kesampingkan hal itu, apa apaan mahluk menjijikan itu? Ouja-- apa yang dia sembunyikan?)
Kembali di posisi Sheilla, dimana mengarahkan tangan nya kesamping dengan maksud untuk melindungi Shopia, dan Shopia hanya merespon dengan sedih.
(Aku ... lemah)
"Shopia, mundurlah"
"Tidak, bagaimana dengan mu?!"
Shopia bertanya dengan panik dimana Sheilla hanya merespon bingung, menghadap kebelakang dimana dia mendapati Shopia dengan ekspresi sedih.
"Apa ... yah, aku hanya punya pilihan untuk bertarung dengan nya"
Sheilla terdiam dimana dia kembali menghadap kedepan.
"Nah, segala sesuatu yang kuat pasti akan memiliki kelemahan, apa kau pernah mendengar hal itu? Seperti api yang mampu untuk membakar segala nya, tetapi dia kalah dengan air"
(Sebenar nya regenerasi musuh dihadapan ku tidak normal, setidak nya aku yakin jika dia memiliki batasan tersendiri, yah, aku hanya harus mencari kelemahan dari regenerasi musuh)
Dengan arahan Sheilla, Shopia melangkahkan kaki nya kebelakang dan sampai ke dinding, dimana Sheilla memasuki arena dan berjalan perlahan ke arah Izaghi.
Izaghi mengambil pedang nya yang berada dilantai dan terus berjalan ke arah Sheilla, sampai akhirnya dia memakai kuda-kuda bertarung dan bergegas ke arah Sheilla.
Begitu juga dengan Sheilla yang juga langsung bergegas kearah nya, berlari dengan cepat dimana dihadapan nya, Izaghi mengangkat pedang nya ke atas dan langsung menebas Sheilla.
Merespon hal itu, Sheilla menciptakan tameng ditangan kanan dan mengarahkan nya menyamping ke atas untuk menahan serangan Izaghi.
Dengan begitu, pedang Izaghi tertebas ke perisai Sheilla, tetapi juga langsung merosot kebawah karena Sheilla mengarahkan perisai nya menyamping dimana itu membuat tebasan Izaghi akan berbelok dan jatuh ketanah.
Disaat saat itu, Sheilla menciptakan sebuah pedang ditangan kiri nya dan langsung menusuk wajah Izaghi, lebih tepat nya menusuk kepala Izaghi bertepatan dengan mata kanan dan hidung.
Dimana tusukan itu menembus nya dengan mudah.
(Baiklah, apa kau masih hidup setelah kepala mu ditusuk seperti ini?)
Setelah beberapa saat, Izaghi terdiam dan lalu mengarahkan pandangan nya ke ke Sheilla dimana Sheilla merespon kaget.
Saat itu, Izaghi melepaskan genggaman pada pedang nya, mengepalkan tinju dan langsung meninju perut Sheilla.
"Kh"
Sheilla dibuat mundur dan terjatuh ketanah.
"Sheilla!!"
Shopia menjerit panik dimana Sheilla merespon itu dengan senyuman dan memberikan acungan jempol pada Shopia, lalu dia mulai berdiri dengan perlahan.
"Yah ... tidak kusangkah mau masih hidup meski kepala mu ditusuk, apa kau abadi? Bukankah itu curang?"
__ADS_1
Izaghi hanya merespon diam dimana disaat dia mencoba untuk mengambil pedang Sheilla yang masih berada dikepala nya, pedang itu menghilang menjadi cahaya kebiruan.
(Dan tidak ada darah, sama seperti sebelum nya, tangan nya juga tidak mengeluarkan darah ... apa apaan mahluk tidak jelas ini? Apa dia ini manusia? Hmm ... jangan jangan ... ?)
Sheilla mengerutkan alis nya dimana luka tusukan dikepala nya langsung menyatuh tanpa memperlihatkan bekas luka sama sekali.
"Nah ... siapa nama mu?"
Sheilla bertanya sambil mengangkat lengan kiri nya ke depan, Izaghi hanya merespon diam sampai beberapa saat dia membuka mulut.
"Kau tidak perlu tau nama ku"
Ucap nya dengan acuh tidak acuh dimana Sheilla hanya merespon diam.
(Hmm ... dia bisa berbicara dengan normal ya?)
Selanjutnya Sheilla menciptakan sebuah pedang dimana itu hanya pedang biasa, bukan pedang paradeos, bagaimana pun membuat pedang dengan material seperti paradeos itu cukup melelahkan dimana Sheilla memutuskan untuk tidak terlalu memakai nya beberapa kali.
Izaghi mengambil kembali pedang nya yang tertancap ditanah, mengangkat nya kebelakang lalu mulai bergegas ke Sheilla.
Merespon hal itu, Sheilla juga berlari ke arah nya, mengenggam erat pedang nya, disaat Izaghi menebas Sheilla, Sheilla mengarahkan pedang nya untuk menahan tebasan Izaghi.
Tetapi kekuatan Sheilla dan Izaghi sangatlah berbeda dimana Sheilla merasakan tekanan dari kekuatan Izaghi.
(Berat)
Sheilla menundukkan kepala nya, mengganti pegangan pada padang nya ketangan kiri, lalu Sheilla menebas Izaghi dengan itu.
Tetapi, Izaghi membalikkan badan nya dengan cepat, dan menahan tebasan Sheilla dengan armor yang berada dilengan kiri nya itu.
Menangkiskannya kesamping dimana Sheilla mengikuti hal itu, lalu Izaghi mulai untuk menebas Sheilla dengan pedang nya.
"!!!"
Merespon panik, Sheilla menendang tanah dan melompat dimana dia seperti berbaring di diudara, membiarkan pedang Izaghi lewat tepat dibawah nya.
Setelah itu, Sheilla terjatuh ditanah dimana dia didalam posisi membungkuk, tetapi dia juga langsung menciptakan pedang dan menebas kedua kaki Izaghi dengan mudah, membuat Izaghi terjatuh ketanah.
Dan Sheilla langsung bangun dimana dia langsung memegangi rambut Izaghi, mengarahkan pedang nya dan menebas leher Izaghi.
[Dia adalah seorang gadis dan juga pemeran utama di cerita ini]
Tindakan kejam dimana penonton bersuara seperti melihat sesuatu yang tidak layak, disisi lain, Juliy dan Chelsea melihat dengan ekspresi masam dan Da vinci menutup kedua mata nya dimana dia sedikit mengintip dari celah dijari nya itu.
"Da vinci ... bukankah kau berpikir jika wanita di party kita selalu seperti itu?"
Ucap Juliy dimana Da vinci merespon kaget akan hal itu.
"benarkah?"
Diarena, Sheilla perlahan mundur kebelakang dimana dia tetap mengenggam erat rambut Izaghi di tangan kiri nya, melihat ke arah tubuh Izaghi dimana lengan nya masih bergerak-gerak.
Menggapai kedua kaki nya dan menyatukannya kembali, setelah itu, tubuh Izaghi mulai berdiri dimana Sheilla menyeringai senang akan hal itu.
"Jadi begitu, jadi begitu~~ ... setelah dimutilasi pun kau masih tetap hidup dan mampu mengontrol tubuh mu dari jauh, sungguh menakjubkan, lebih dari itu, kemampuan regenerisasi mu memiliki kelemahan, yaitu kau tidak bisa menumbuhkan anggota tubuh tetapi kau hanya bisa menyatukan anggota tubuh mu, dengan kata lain, selama tubuh mu belum menyatu maka kau tidak bisa meregenerasikan nya, wah~~ rahasia dari kekuatan regenerisasi mu mulai terungkap bukan?"
"Analisis secara real time selama pertempuran berlangsung, kau merepotkan dari yang ku duga, dari awal kau menyadari kelemahan dari kemampuan regenerasi ku, dan kau sengaja menusuk kepala ku untuk mengkonfirmasi bagaimana aku mengontrol tubuh ku, dan dengan satu tusukan seperti itu, kau sudah yakin dengan kelemahan ku, sungguh hebat"
Ucap Izaghi dengan tenang dimana Sheilla merespon dengan senyuman bangga, disisi lain Da vinci merespon dengan kesal.
(Kh ... aku tau jika ada yang aneh tetapi Shei lebih dulu mengungkap nya dibandingkan dengan ku, ini membuat ku kesal)
Kesampingkan jika Da vinci memandang Sheilla sebagai ketertarikan cinta, dia juga memandang Sheilla sebagai rival nya dimana dia ingin menjadi lebih baik daripada Sheilla dalam hal apapun.
Disisi Sheilla, dia hanya menatap dimana tubuh Izaghi hanya terus berdiri.
"Kau memang abadi karena kau tidak bisa mati, tetapi kau mempunyai kelemahan fatal dengan syarat kau harus memiliki potongan tubuh mu sendiri, yang berarti, jika lengan kanan mu dilenyapkan, maka kau tidak akan bisa memiliki lengan kanan seumur hidup mu, dan kau dapat mengontrol tubuh mu dengan pikiran, disaat menusuk kepala mu membuat mu yakin, meski kepala mu ditusuk tetapi kau masih bisa hidup, dan kau memberi respon yang lambat disaat aku menusuk kepala mu, itu membuat ku berpikir apakah kau ini manusia buatan atau tidak, setelah kepala mu ditusuk memang benar kau sudah berhenti berpikir, tetapi kau memulihkan diri dan mendapatkan kembali akal mu, dan percoban kedua adalah yang paling membuat mu yakin, disaat aku memotong kedua kaki mu dan kepala mu, rahasia mu sudah terbongkar, kau mengontrol tubuh mu dengan pikiran, tetapi, bagaimana dengan ini?"
Sheilla menutupi mata Izaghi dimana Izagi hanya merespon diam, Izaghi bisa mengontrol tubuh nya dengan pikiran karena dia melihat tubuh nya itu sendiri, dan karena penglihatan nya ditutupi oleh tangan Sheilla, jadi dia tidak akan bisa melawan kembali.
Izaghi tersenyum dan bergumam kecil.
"Sungguh hebat"
__ADS_1