Paladin Antegram

Paladin Antegram
bergabung ke party


__ADS_3

SUDUT PANDANG NARATOR


"Apa anda seriusan ingin kembali hari ini? Anda masih memiliki rekan yang terluka kan? Bukankah lebih baik jika berdiam disini selama beberapa hari sampai luka nya sembuh"


Rumia memohon dan Nezuon hanya membuat ekspresi masam.


"Hmm ... tidak masalah, akan jadi masalah jika aku tidak bersama dengan mereka dimarkas"


Rumia menundukkan kepala nya dengan sedih, menyadari hal itu, Nezuon tersenyum masam dan mengusap kepala Rumia.


Tidak memperlihatkan reaksi tidak suka, lebih dari itu, Rumia memerah saat ini.


(Selalu saja menganggapku anak kecil)


Meski dia protes, dia tetap saja suka jika kepalanya diusap oleh Nezuon.


Disisi lain, Da vinci sedang duduk dilantai, menekankan lutut kiri nya ditanah dan tetap membiarkan kaki kanan nya tetap menginjak tanah.


Dan Chelsea menggenggam erat tangan Sheilla, untuk membantunya berdiri dan berjalan kearah Da vinci.


Memeluk punggung Da vinci, melingkari tangan nya dileher Da vinci, dan Da vinci mengangkat sheilla keatas, mendorong kaki kiri untuk berdiri.


"Rasanya jadi membosankan ketika selalu digendong oleh mu"


"Kau ingin jalan kaki?"


"Tidak! Aku sangat senang digendong oleh mu!"


Chelsea hanya terkekeh melihat mereka berdua dan berjalan keluar tenda, untuk suatu alasan, tongkat sihir Da vinci dipegang oleh Chelsea demi keamanan.


Berjalan menuju ketempat Nezuon menunggu, setelah berjalan beberapa detik mereka akhirnya melihat Nezuon dan seorang Rumia dihadapannya.


Dan Chelsea hanya memasang ekspresi cemberut ketika melihat itu, setelah mendekat, Nezuon menyadari mereka dan melambaikan tangan nya.


"Kalau begitu, kami pergi dulu, sampaikan salamku kepada pria yang bernama Albus itu"


"Ya ... aku akan memberinya hukuman yang setimpal"


Nezuon tersenyum masam ketika mendengar hal itu, ketika salam yang dia maksud salah diartikan oleh Rumia.


Nezuon mulai berjalan dan selebihnya diikuti oleh mereka dibelakang, Hanya rumia yang mengantar kepergian mereka saat ini.


Pertama Da vinci melewati Rumia, menundukkan kepala nya dengan perlahan agar tidak membuat Sheilla marah.


"Terima kasih banyak karena telah membiarkan kami menginap"


Rumia memanggapi dengan senyuman masam, dan tanpa menghentikan langkah nya, Da vinci terus berjalan mengikuti Nezuon.


Dan kali ini adalah giliran Chelsea yang melewati Rumia, menatap tajam dan pada akhirnya Chelsea tersenyum untuk mengejek.


"Heh~.."


Rumia menanggapi dengan ekspresi jengkel dan sedikit mundur kebelakang.


(Ga- gadis ini!!)


Tetapi Rumia tidak bisa melalukan apapun untuk menghukum Chelsea, ini adalah pertarungan satu lawan satu antara Chelsea dan Rumia.


Semua itu demi mendapatkan hak untuk berada disisi Nezuon, tetapi kali ini mereka berpisah dengan rival mereka dimana Rumia telah kalah untuk saat ini.


(Haaah-- ... seharusnya aku tidak buat party saja)


###


"Umm ... apa markas nya sangat jauh?"


Da vinci mulai bertanya dan Nezuon mengarahkan pandangan nya ke Da vinci, mendongakkan matanya ke atas untuk mengingat sesuatu.


"Hmm ... mungkin membutuhkan 8 jam perjalanan"


"Heee...." (jauh juga)


"Yah, meskipun bakal membutuhkan waktu 10 jam karena kita masih harus beristirahat"

__ADS_1


Nezuon tersenyum masam dan menghadap kearah depan.


"Sihir teleportasi...."


Da vinci bergumam dan Nezuon bingung dengan hal itu.


"Hmm ... kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak, hanya saja apakah ada sihir teleportasi disini?"


"Hmm, bukannya tidak ada tetapi itu sangat rumit untuk dipelajari"


Nezuon menjawab dengan senyum masam dan Da vinci menanggpi dengan serius.


(Jadi sihir teleportasi memang ada)


Itu cukup untuk membuat Da vinci murung, dan Sheilla menatap wajah Da vinci dari belakang dengan ekspresi canggung.


Lebih dari itu, meski Da vinci sedang murung, itu tidak lebih kuat daripada rasa lapar nya saat ini, benar ... rasa lapar akan pengetahuan.


(Sama hal nya dengan Lingkaran sihir aneh yang kulihat sebelum nya, disini, di antegram ini, menyimpan pengetahuan yang lebih maju daripada pengetahuan yang kukenal)


Setelah ini, Da vinci bertujuan untuk mempelajari semua hal yang ada di antegram ini, semuanya ... tanpa terkecuali.


###


Waktu berlalu dan mereka sudah sampai dimarkas atau lebih pantas disebut sebagai rumah? Seperti itulah yang terlihat.


(Ini hanya terlihat seperti mansion kecil)


Da vinci menatap dengan heran selagi Nezuon terus berjalan menuju pintu, dan mendorongnya.


Didalam mansion kecil ini, terdapat sebuah kehancuran dan para tersangkah terus mengacaukan rumah ini.


Bersenang-senang dengan girang dan terkejut ketika Nezuon mendorong pintu, menatap dengan wajah pucat.


Nezuon menatap ke area kiri nya, hanya ada kehancuran dan sofa yang terbalik, lalu dia menatap ke area kanan, juga ada kehancuran.


"Disaat kutinggal sebentar inilah yang terjadi" nezuon tersenyum dingin "bisakah kalian menjelaskan hal ini?"


"Kapten datang?"


"Seriusan? Padahal aku sudah membuat jadwal untuk berpesta selama setahun penuh"


"semuanya sudah berakhir!!"


"Bukankah sudah kubilang untuk tidak menghancurkan barang?"


"Oy, siapa yang mengusulkan untuk melaksanakan pesta?!"


"itu kau bodoh"


Mereka berjumlah 6 orang didalam ruangan ini.


Dimana mereka tetap berdiam diposisi awal mereka tanpa bergerak, menatap takut ke arah Nezuon.


Setelah itu, Nezuon menghela nafas panjang sambil menggaruk kepala nya.


"Haaah~~ karena inilah aku tidak ingin terlalu lama meninggalkan markas"


"Ah! 2 orang dibelakang, apa itu anggota baru?"


Seorang pria dengan rambut pirang, mengucapkan hal itu dengan bersemangat sambil menunjuk ke arah Da vinci dan Sheilla.


"Wah, seriusan? Aku kagum masih ada orang yang ingin masuk ke party ini"


Seseorang pria menanggapi, dia mempunyai rambut bewarna merah cerah sambil meminum cawan yang ia angkat.


"Maaf, tapi, jika kalian masih waras, sebaiknya kaluar dari party ini sebelum terlambat"


"Sialan kalian!!"


Nezuon berteriak dan langsung berlari kearah mereka.

__ADS_1


"Ugh, kapten mengamuk!!"


"Uwah kapten, kau yang paling banyak menghancurkan barang saat ini!!"


Suara ledakan terdengar dan meski begitu, beberapa dari mereka tertawa dengan pulas meski setelah itu mulut mereka dimasukkan barang oleh Nezuon.


Da vinci hanya memberi ekspresi masam, begitu juga dengan Sheilla.


"Hahaha~ maaf ya, membuat kalian kaget, beginilah keseharian kami"


Chelsea tersenyum masam, dan mencoba yang terbaik agar Da vinci dan Sheilla tidak memutuskan untuk keluar dari party.


"Hoaam~ apa-apaan ini ribut sekali?"


"Wah! Kapten sudah kembali~"


Disaat yang sama, 2 wanita muncul sambil menuruni tangga yang menghubungkan ke lantai dua, yang satunya terlihat seperti kasar? Dan yang satunya ceriah.


(Sungguh party yang hidup)


Pikir Sheilla dan disaat yang sama pertarungan selesai dan Nezuon mulai kembali ke arah mereka dengan senyum masam


"Maaf karena memperlihatkan sesuatu yang tidak enak dilihat"


Da vinci dan sheilla hanya menanggapi dengan tersenyum masam.


"Sial ... kapten terlalu kuat"


"Kapten, kau yakin jika kau tidak melakukan kecurangan?"


"Gah ... punggungku sakit"


####


"Ehem ... sekali lagi kukenalkan, 2 anggota baru yang akan bergabung bersama dengan kita"


Ucap Nezuon sambil mengarahkan tangan nya ke Da vinci dan Sheilla.


"Umm ... saya Leonardo da vinci, saya masih pemula, tapi mohon untuk membimbing saya"


Da vinci menundukkan kepala nya dan suara tepukan tangan terdengar dari mereka.


Setelah itu Sheilla mengangkat nya ke atas.


"Saya, Sheilla von lohengram, senang bertemu dengan kalian"


"Woah~~ ... dia bangsawan~"


"Selamat datang di Charlemagne!!"


Pria ceria dengan rambut purang angkat bicara sambil mengangkat kedua tangan nya, mendengar perkataan pria itu membuat semuanya terdiam.


"Tunggu, bukankah nama party kita noname?"


"Artinya tidak ada nama kan? Charlemagne lebih cocok~"


"Kau terlalu banyak membaca buku tentang 12 paladin"


"Kukuku, tidak masalah kan? Lagipula dengan masuk nya 2 anggota baru, party ini sudah mencapai 12 anggota, itu sangat cocok"


Semuanya terdiam sambil bersuara dimana mereka terlihat seperti mengatakan "benar juga"


Bahkan Nezuon yang merupakan pemimpin dari party ini tidak diberi ruang untuk ikut rapat penamaan party.


(Entah kenapa aku merasa prihatin kepada nya)


"Jika begitu, bagaimana dengan "paladin antegram" ?"


Seorang wanita dengan rambut hitam yang dikuncir belakang mengangkat jarinya ke atas sambil mengusulkan nama itu.


"Uwah-- rasanya menjengkelkan jika kau menambahkan "antegram" di akhirannya"


Pria berambut merah memberikan tatapan masam dimana semuanya ikut mengangguk setuju dan wanita berambut hitam itu hanya menggaruk kepala nya dengan bingung.

__ADS_1


"Oy ... kalian masih belum memperkenalkan diri kalian, bersikaplah dewasa"


Ucap Chelsea dengan cemberut, Nezuon berjalan dan duduk di bawah atau diatas meja yang hancur itu, sepertinya dia sudah menyerah untuk meladeni kekonyolan anggota nya.


__ADS_2