
"Kalian masih belum berbaikan?"
Pak kepala sekolah bertanya sambil menyusun beberapa kertas yang tidak beraturan dimeja nya.
"Yah ... begitulah"
Aku menjawab dengan senyum masam.
"Hmm ... cukup basa basi nya, apa kau mengetahui dungeon itagma?"
hmmm, dungeon itagma?
"Yah, setidak nya"
Pak kepala sekolah tersenyum dan mengeluarkan sebuah buku.
Dia membuka buku itu dan mencari sebuah halaman yang ada.
"20 tahun yang lalu, dungeon itagma adalah dungeon yang melebihi benua elrole, tetapi dungeon itu ditaklukkan oleh seseorang, sejak saat itu dungeon itagma sudah tidak menjadi ancaman, tetapi akhir-akhir ini terdeteksi sebuah gerakan aneh didalam nya"
Pak kepala sekolah berhenti membalikkan halaman buku itu dan menatap ke arah ku.
"Jadi maksud anda?"
Aku bertanya dengan senyum masam karena aku sudah menduga permintaan dari pak kepala sekolah.
"Besok lusa, akan ada ujian kenaikan tingkat 6 yang akan dilaksanakan didalam dungeon itagma, selagi menyelidiki tentang dungeon itu, aku ingin kau juga mengawal murid yang sedang melakukan ujian"
"Haa-- hanya sendiri?"
"Tidak, kau akan melakukan tugas ini bersama leonardo"
"Dengan da vinci?"
Aku lumayan terkejut akan hal ini.
kenapa setiap kali ada sesuatu, aku akan selalu berhubungan dengan pria itu?
"Benar, lagipula aku yakin kau tidak akan menolak permintaan ini"
Hmm? Apa maksud nya tidak bisa menolak permintaan ini?
Sejujurnya aku ingin menolak permintaan ini.
Hmm? tunggu sebentar, Berapa tingkat elena sekarang?
"Jangan-jangan elena juga akan mengikuti ujian itu juga?"
"Tepat"
Sudah kuduga, tunggu ... apa cuman itu alasan nya?
karena itu dungeon yang sudah ditaklukkan jadi kupikir tidak akan ada bahaya.
"Apa cuman itu alasan nya?"
Aku bertanya dan kepala sekolah mengetuk buku yang tadi dibuka nya, spontan aku melihat ke buku itu.
Tangan nya mengetuk sebuah gambar monster yang kukenal dengan baik, itu adalah sejenis minotaur.
"Minotaur, awal nya aku tidak percaya jika kau pernah bertarung dengan salah satu dari mereka hanya seorang diri dan berakhir menang, tetapi dengan adanya duel setahun yang lalu aku sangat yakin jika kekuatan mu memang nyata, belum lagi selama setahun ini kau sudah dilatih oleh charlotte, lagipula kudengar jika didungeon itagma dipenuhi oleh minotaur"
Aku tersentak mendengar hal itu dari pak kepala sekolah, tidak kusangka jika dia ini licik juga.
"Haaa~ baiklah, saya akan menerima tugas ini"
.
.
.
Diwaktu yang sama - SUDUT PANDANG NARATOR
Keluar dari ruangan kepala sekolah dan saat ini testia dan elena sedang berjalan di koridor untuk menuju kekelas mereka masing-masing.
Testia menatap elena dan menyipitkan mata nya.
"Kau yakin untuk tetap menghindari kakak mu?"
Testia bertanya dan tanpa menghentikan langkah mereka, elena tersenyum bodoh.
__ADS_1
"Haha~ ... bagaimana ya?"
(Aku tau jika aku harus menghadapi kakak, tetapi tubuh ku tidak berhenti bergetar ketakutan ketika bertemu dengan nya)
Testia menghela nafas nya.
".... aku tau jika kau menghindari kakak mu karena duel tahun lalu, tetapi itu sudah setahun yang lalu kau tau? Lagipula bukankah kau mendengar perkataan kepala sekolah tadi? Untuk ujian kenaikan akan diadakan didalam dungeon, dengan bahaya yang tidak diketahui, dan kakak mu dan kak da vinci akan ikut untuk mengawasi ujian"
"...." (Aku tau soal itu)
"Setelah ujian ini selesai, aku akan mencoba untuk berbicara dengan kakak!!"
Ucap elena dengan bersemangat, bahkan hal itu membuat dirinya mencolok dan dilihat oleh murid lainnya.
Elena menundukkan wajah nya yang memerah.
"Fufu ... Itu baru semangat~"
Perjalanan menuju ke dungeon itagma membutuhkan waktu 18 jam perjalanan dengan kereta.
[29 mei 710, kalender suci] - [dungeon itagma]
Semua murid turun dari kereta mereka bersamaan dengan guru pembimbing ujian, dan untuk kereta sheilla dan da vinci memakai kereta khusus dari dewan sihir.
"Akhirnya sampai~"
Sheilla meregangkan kedua tangan nya ke atas, melihat hal itu membuat wajah da vinci sedikit memerah dan langsung memalingkan pandangan nya.
"Kau ini ..."
Tegas da vinci dengan lesu.
Dan sheilla menanggapi dengan ekspresi bingung.
"Huh? Ada apa?"
Sheilla bertanya sambil mendekatkan badan nya ke arah da vinci.
Wajah da vinci semakin memerah dimana dia langsung berdiri dan membuka pintu kereta itu.
"Bukan apa-apa!"
"Apa-apaan?" (Heh~, pada akhirnya da vinci hanyalah seorang pria remaja, tidak aneh jika dia tertarik dengan hal ini)
(Dasar sheilla- dia harus menjaga dirinya lebih baik lagi, yah dia itu kuat jadi aku tidak terlalu khawatir, tetapi ... dadanya lebih besar dari tahun kemarin)
Pikir da vinci dengan wajah yang semakin memerah.
"Dasar mesum~"
Bisik sheilla tepat ditelinga da vinci dan itu membuat bulu kuduk da vinci berdiri dengan bersamaan dengan datang nya rasa geli ditelinga nya.
"Huh?! A-a-apa yang kau katakan?!!"
Da vinci kehilangan pikiran normal nya.
"Aku tau~ kau memikirkan hal yang mesum tentang ku kan? Yah, kau lelaki yang sedang masa puber jadi aku tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi jangan terlalu berlebihan~~"
Ucap sheilla dimana dia langsung berlari meninggalkan da vinci.
(Tahan! Tahanlah dirimu da vinci, jangan tertelan emosi yang tidak perlu, dan ... jauhkan pikiran mesum itu!!)
Disisi sheilla.
(Hmm, dimana tempat elena berada?)
Sheilla berkeliling mencari disetiap kereta, dan keluar sosok elena dan testia dari kereta itu.
Sheilla tersentak dan berhenti ditempat, dan da vinci menghampiri sheilla dan melihat keadaan.
(Dasar kakak adik yang tidak jujur)
Pikir da vinci dengan menghela nafas nya dan dia langsung menepuk pundak sheilla.
"Mulai dari sekarang adalah giliran kita, cepatlah kemari"
Da vinci berjalan kedepan ke arah guru pembimbing berada.
Sheilla mempersiapkan dirinya dan menghela nafas nya.
"Kita mulai tugas nya~"
__ADS_1
JAM 21 : 00
Semua murid memasuki dungeon itagma dimana belakang mereka dijaga oleh sheilla dan da vinci.
Seorang murid yang memimpin murid lainnya berhenti ketika menyadari sebuah keberadaan didepan nya.
Suara rintihan pedang yang bersentuhan dengan batu terdengar jelas didalam didungeon ini.
Dia berjalan dengan kedua kaki dan menyeret satu pedang besar ditangan kanan nya.
"I-itu ... minotaur?!!"
Teriak panik siswa yang memimpin didepan, beberapa murid lainnya terjatuh lemas dan elena mencoba untuk menahan trauma lama yang dia dapat kan.
Dan pada akhirnya, elena hanya berdiri dengan tatapan penuh kilas balik.
"GWARGRFG!!"
Teriak minotaur itu dengan nyaring dan semua mental murid telah hancur dibuat nya, tapi ada satu murid yang masih mencoba untuk berdiri.
Dia adalah testia.
Dengan kaki yang bergetar dan keringat dingin keluar dari tubuh nya membasahi muka dan sebuan air mata ingin keluar dari matanya.
Si minotaur mengangkat pedang nya dan mencoba untuk menebas testia dari atas.
Sebelum pedang besar nya mengenai testia sebuah kilatan biru menusuk ke arah minotaur itu dan membuat minotaur terhempas jauh kebelakang.
Itu adalah sheilla dengan panah ciptaan nya, guru pembimbing terkejut dengan tindakan terlambat sheilla barusan.
"Hei!! Bukankah kau mengawal ujian ini?! Lakukan itu dari tadi!!"
Ucap guru itu dengan amarah.
"Sayang nya saya hanya bertugas mengawal disini, monster yang mustahil dikalahkan oleh murid akan saya kalahkan, tetapi seharus nya dengan kekuatan murid saat ini mereka seharusnya bisa mengalahkan minotaur itu, tapi sudah saya duga ... mereka tidak mempunyai pengalaman"
Jawab sheilla sambil menyipitkan matanya dan guru pembimbing terdiam akan hal itu.
Disisi lain testia terduduk karena kakinya sudah tidak sanggup untuk berdiri.
"Apa kau ingin menyerah?"
Tanya sheilla dimana sheilla berdiri tepat dibelakang testia.
Testia menatap sheilla dengan raut wajah ketakutan tetapi dia menegakkan hatinya dan mulai membuang ekspresi itu dan mengubahnya menjadi keyakinan.
Testia berdiri dengan menggunakan pedang nya untuk memompa tubuh nya ke atas.
Sheilla tersenyum dan menyadari elena yang masih berdiri dengan kepala menghadap ke atas.
Semua penglihatan elena saat ini hanyalah masa lalu dimana terlihat sheilla bertarung mati-matian melawan minotaur.
Hingga akhirnya pandangan itu berakhir dan elena kembali mendapat kesadaran nya, itu karena sheilla memeluk erat tubuh elena.
"Bagaimana? Mau menyerah dan kembali?"
Pertanyaan yang berbeda tetapi dengan arti yang sama terucap dari sheilla.
Sheilla mempertanyakan hal itu untuk membuat elena mendapatkan ketekunannya kembali.
Elena mendorong sheilla dan sheilla melepaskan pelukannya, sekarang sheilla melihat raut wajah yang bagus dari elena.
"Aku akan terus maju!"
"Begitu, kalau begitu angkatlah senjata mu" (melihat pertumbuhan seorang adik merupakan kesenangan dan kesedihan tersendiri bagiku, aku merindukan masa-masa disaat elena masih menyebut dirinya menggunakan "elen" bukan malah "aku")
Sheilla berhenti memikirkan perasaan sedih nya dan mulai menarik nafas yang dalam.
"APA KALIAN INGIN MENYERAH DAN KABUR?!!"
Teriak sheilla dengan keras dimana teriakan sheilla terus bergemah didalam dungeon yang sunyi ini.
Semua murid mulai merasa emosi berjolak dihati mereka terutama yang berumur 15 dan 16 karena mereka harus mendengar hal itu dari seorang yang lebih muda dari mereka.
"""Tentu saja tidak"""
Mereka serempak mengatakan hal itu dan langsung berdiri.
"Bagus ... musuh masih belum kalah, tenang saja, selama aku yang menjaga dibelakang tidak akan kubiarka satu orang pun mati"
(meski aku yakin tidak akan ada bagian untukku ikut tampil dalam pertarungan ini)
__ADS_1
Ucap sheilla dimana sheilla mulai kembali ke belakang dan guru pembimbing hanya menyerahkan hal ini kepada sheilla.