
SUDUT PANDANG ELENA
Coba kuingat-ingat lagi, tadi pagi aku sarapan, terus pergi bermain dan saat ini aku berada dihutan.
berjalan dengan perut kosong disebuah jalan yang bahkan tidak kau kenal, singkat kata kami sedang tersesat.
"Aku penasaran salah siapa ini?"
"Sudah kubilang maafkan aku kan?! Aku hanya salah jalan"
"Jangan beralasan, ini sudah jelas jika kita tersesat bahkan salju mulai turun sekarang, aku yakin ini akan menjadi badai salju, dan aku penasaran salah siapa ini?"
Aku menegaskan.
"......"
Dan alio tidak mempunyai alasan apapun untuk membantah, awal nya dia menyarankan untuk pergi kehutan sambil berkata "hei, aku menemukan bunga yang aneh didekat sungai" pada akhirnya kami mengikuti dan berakhir tersesat.
dan kami hanya terbawa arus oleh kegembiraan alio, alio menarik tangan kami dan bahkan kami tidak mempunyai waktu untuk menolak.
pergi kehutan dan pada akhirnya alio melupakan jalan yang telah ia lalui, dia memberi tanda untuk mengingat jalan itu.
tetapi sepertinya tanda itu menghilang dan alio bersusah payah untuk mencari tanda itu.
dan malah melupakan tujuan nya kemari, memang tidak bisa diandalkan.
"Kalian berdua, berhenti bertengkar~~"
Ucap tobi sambil memeluk dirinya yang menggigil kedingingan, bukan hanya tobi, aku dan alio juga kedinginan disini.
"Hei ... tidak berguna jika kita berjalan tanpa arah disini, mari kita berteduh dibalik pohon"
Aku mengusulkan sambil menunjuk sebuah pohon yang besar disamping, pohon itu sangat besar bahkan lebih besar dari pohon yang lain.
"Ya, kau benar"
Alio menyetujui sambil bejalan kearah pohon itu. Aku dan tobi mengikuti alio dari belakang.
"Sekarang sudah malam, pasti kakak dan ibu khawatir, huuu"
Entah kenapa aku merasa bersalah untuk ini.
"Dingin~"
Ucap alio.
__ADS_1
Dan perut kami mulai berbunyi secara bersamaan. Kami terdiam sambil menatap perut masing-masing.
"""Hahahaha"""
Kami tertawa lepas setelah mendengar bunyi perut kami.
"Itu tadi suaranya keras sekali, gwhahaha"
Alio berkata seperti itu sambil menunjuk ke arah perut kami, tepat nya keperut aku dan tobi.
"Alio, perut mu juga keras sekali bunyinya"
Dan tobi membalas tanpa menghentikan tawanya, yah, bagaimanapun kami harus tetap hangat ini, kemungkinan terburuk nya kami harus saling berpelukan untuk menghangatkan diri.
Kakak pernah berkata untuk tidak pernah menunjukkan tubuhku kepada siapapun, "dengar elen, pria itu adalah binatang buas, jadi jangan pernah percaya pada satupun pria didunia ini, kau boleh mempercayai papa dan kakak"
Itu perkataan kakak yang membuatku sedikit ragu, sekarang aku mulai mengerti arti binatang buas itu.
memang benar kata kakak jika semua pria itu binatang buas, tetapi alio dan tobi tidak, mereka bukan binatang buas, tetapi bukan berarti aku berniat untuk memperlihatkan tubuhku kepada mereka.
Jadi pada akhirnya tetap sama.
.
.
.
"Ah!"
Aku langsung terbangun, eh ... tadi aku tertidur? Aku tidak sadar sama sekali.
"Jangan tidur dibadai salju seperti ini, eh, oi! Tobi!! Kau juga jangan tidur!!"
"Ah ... maaf, lio"
Ucap tobi sambil mengusap matanya yang kelelahan, aku mengerti situasi kami.
Kelaparan dan kedinginan, meski kita berhasil lolos hidup-hidup dari sini maka kita tidak akan lepas dari demam.
Tidak ... untuk anak-anak seperti kami, sangat mustahil untuk---
"GWARGRGARW!!!!"
kami dikejutkan oleh suara yang nyaring, itu seperti suara beruang, tetapi apa suara beruang memamg sebesar itu?, tidak, mungkin kami hanya salah paham.
__ADS_1
"Oi ... tetap tenang"
Alio dengan stabil menyuruh kami untuk tetap diam, dan aku dan tobi hanya bisa menuruti perkataan alio.
Tetapi selagi kami berdiam ditempat ini, bumi berdetar, itu bukan karena gempa, tetapi ada sesuatu yang sedang berjalan.
"Itu kemungkinan besar adalah beruang, jangan buat suara dan perhatian apapun, dengan begitu mala---"
"BRUUGRRGGG!!"
Suara beruang itu semakin dekat, tidak ... itu sudah dihadapan kami, dan kami menyadari ... jika itu bukanlah beruang.
Tetapi sesuatu yang lebih menakutkan.
"Minotaur?!!"
Alio bergumam kecil dengan dikejutkan oleh fakta yang menakutkan didepan nya, itu adalah minotaur.
Sebuah binatang iblis yang berevolusi menjadi sebuah ras yang disebut minotaur, minotaur mempunyai kecerdasan manusia dan berjalan dengan dua kaki, mencuri sebuah baju tempur meskipun hanya beberapa yang bisa mereka pakai, dimana biasanya mereka memakai satu pelindung untuk bahu mereka, sebuah armor untuk melindungi kedua tangan mereka dan sebuah celana untuk menutupi bagian pribadi mereka.
Mereka membawa pedang besar ditangan kiri nya, tetapi minotaur itu sejenis dengan banteng, mempunyai tubuh banteng tetapi bersikap seperti seorang manusia.
Mereka mempunyai cukup kecerdasan untuk hal itu.
Lawan yang lebih merepotkan daripada binatang iblis itu sendiri.
Saat ini, kami menyadari bahwa kematian tepat berada didepan kami, kematian yang tidak bisa dihindari.
Hanya tinggal waktu sampai minotaur itu menyadari kami dan itu saja sudah membuat kami putus asa.
.
.
.
Diwaktu yang sama, sheilla sedang berlari menuju ke hutan untuk mencari elena dan lainnya sambil berharap jika tidak ada sesuatu yang terjadi pada mereka.
semuanya sedang putus asa, baik elena, sheilla maupun warga desa.
bagaimanapun, ini akan menjadi sebuah titik awal dari takdir yang ditentukan.
"jangan kecewakan aku, sheilla"
sesuatu bergerak, dia hanya duduk dan memejamkan matanya.
__ADS_1
tetapi apa yang dia lihat adalah alam semesta itu sendiri, tiap detik tidak pernah terlewatkan.
dan ia hanya bisa menunggu.