Paladin Antegram

Paladin Antegram
keberuntungan tidak selalu memihak


__ADS_3

Disaat yang sama, disudut pandang neraka kedua.


Killia menebaskan tombak nya dan membuat Aldies terhempas jauh.


Kondisi lebih buruk dari yang mereka pikirkan, hanya mereka bertiga, mencoba untuk melawan puncak kekuatan Antegram.


Bahkan para kroco kroco dibelakang merinding hanya dengan melihat hal itu, sama sekali tidak berniat untuk membantu.


Karena mereka tau, jika mereka maju saat ini, maka mereka akan mati.


"Lari ...."


Gumam seorang, dia menelan ludah nya, memikirkan sesuatu yang hina.


"Kita ... akan mati"


Disana, Killia menebaskan tombak nya, bertujuan untuk menangkis nya, Larisa mengarahkan sabit milik nya itu untuk menahan tombak Killia.


Tetapi terdapat perbedaan besar dalam kekuatan mereka.


Meski Larisa sudah termasuk manusia super dimana kekuatan fisik nya setara dengan 10 pria biasa, itu tetap saja tidak mampu melawan kekuatan fisik Killia.


Dengan mudah, Killia menangkis sabit Larisa dan membuat nya terhempas jauh


Setelah menabrak tanah beberapa kali dia langsung bersiaga ditempat.


(Kuat!!)


Rasa takut, senang, dan frustasi bercampur aduk didalam hati nya, dia tersenyum masam sekaligus menendang tanah disaat bersamaan untuk menuju ke arah Killia.


Disana, Michael datang menyelinao dari berbatuan dan hendak menyerang Killia dari belakang.


Dan tentu Killia menyadari hal itu, dengan cepat dia menangkis seranganan Michael, memlihat ke arah Aldies sesaat.


Dimana saat ini Aldies juga sedang bergegas ke arah nya, Killia dengan cepat menebas kuat ke arah Michael dan menghempas kan nya.


Lalu mulai bertindak untuk menanggapi serangan Aldies yang melompat ke atas, membentuk beberapa bola api di belakang nya.


Lalu dengan cepat mengarahkan itu semua ke Killia, memaksa Killia untuk sedikit serius dalam menanggapi serangan itu.


Pertama, Killia menangkis bola api pertama dan menghempaskan nya kesamping, membuat bola api itu tertembak ke arah acak dan langsung meledak ketika menyentuh tanah.


Lalu 0,9 detik kemudian Killia menebas bola api kedua, disaat yang sama, dia memutar arah tombak nya untuk menangkis beberapa.


Lalu menggunakan kaki untuk menyerang Aldies di atas, dalam keadaan tanpa pertahanan, Aldies bahkan tidak sempat untuk menghindari itu.


Dia menerima tendangan telah di perut dan memuntahkan ludah nya.


(Sial!! ... sudah seperti dia tidak memiliki celah)


Disaat ini, Killia bisa saja mencoba untuk membunuh Aldies seketika, tetapi dia akan sibuk setelah ini.


Jadi dia mengurungkan niat nya dalam menghabisi Aldies, lalu mulai meladeni Larisa yang sudah sampai ke arah nya.


Larisa mulai menyerang dengan memainkan sabit nya dengan lihat, dia memutar mutar gagang panjang itu dan terus menyerang dengan serangan beruntun.


Dan Killia menangkis semua itu selagi dia mundur perlahan, lalu memutar tubuh nya untuk nenyerang Larisa dari samping.


(Pergantian!!)


Sebelum Killia sempat untuk menghabisi Larisa, Michael datang dengan cepat dan langsung menyerang Killia seketika.


Membuat Killia kembali gagal dalam menghabisi nyawa musuh nya sekali lagi.


Dia mulai bersiap untuk menanggapi serangan Michael, disini Michael menggunakan sihie tanah.


Ketika dia mendarat sekaligus menyerang Killia, dia mengaktifkan lingkaran sihir dikaki nya.


Membuat tanah sedikit bergerak sampai akhir nya tanah menangkap kaki Killia.

__ADS_1


Bahkan dia tidak memiliki waktu untuk menghindari tanah itu dan membuat diri nya terjebak ke jebakan Michael.


Memanfaatkan kesempatan itu, semua bergerak maju, untuk menyerang Killia secara bersamaan.


Kesempatan itu, adalah peluang yang dibuat oleh Michael, tidak ada jaminan jika akan datang kesempatan lain.


Dengan pikiran putus asa seperti itu, mereka bergerak maju untuk menyerang dengan sebaik mungkin.


Tapi ... mereka tidak menyadari, jika Killia bahkan tidak serius dalam melawan mereka sebelum nya.


"Altair"


Gumam Killia, membuat mereka bertiga menyadari kebodohan mereka, kenapa mereka tidak menyadari nya dari tadi?


Dia adalah puncak kekuatan dari antegram, dan puncak kekuatan ini sekalipun tidak pernah menggunakan sihir sebelum nya.


Sekali lagi, mereka menyadari kebodohan mereka.


"Si ... al"


Larisa bergumam kecil, sampai akhirnya sekitar Killia ditelan oleh lingkaran sihir yang besar, dan 0,5 detik kemudian sihir itu aktif.


Membentuk segunung berlian yang berduri, dan itu menyebar kesegala arah.


Mereka tidak bisa menghindari hal itu, dan terkena oleh dampak berlian itu, menusuk tubuh mereka dan mereka mencoba sebaik mungkin agar itu tidak mengenai bagian vital mereka.


Berlian itu terus terbentuk, sampai menghancurkan ruangan besar yang mereka tempati saat ini, sekilas sebuah cahaya matahari masuk dari celah celah kecil.


Aldies yang bersusah payah merafalkan sihir penyembuh ketika beberapa berlian menusuk paha, perut dan bahu kanan nya.


Dan disisi lain Michael, tepat ketika berlian itu menusuk ke usus nya, tidak ada harapan untuk nya selamat.


Dalam beberapa detik, dia akan mati, didalam situasi terburuk itu, dia hanya tersenyum masam.


(Ah ... sial, tidak pernah kupikirkan aku akan seceroboh ini, sepertinya .. ini akan menjadi tempat kuburan ku)


Disisi lain, kebanyakan anggota yang mengikuti mereka sebelum nya, mengalami keadaan yang lebih parah dibanding Michael.


Dan 6 lainnya dalam keadaan kritis, mereka masih hidup tetapi tidak ada kesempatan mereka agar bisa terus hidup.


Itu adalah akhir dari mereka, bahkan sihir penyembuh sekalipun tidak akan berguna untuk menyembuhkan luka sebesar itu.


Hanya dalam waktu 11 menit ketika mereka bertemu dengan Killia dan memulai pertarungan, dan itu berakhir dengan singkat seperti ini?


Disaat ini, Larisa mencoba untuk mengatur pernafasan nya, itu parah ketika Berlian sudah menusuk ke lambung nya.


Dalam keadaan biasa dia akan mati, tetapi dia masih mampu mempertahankan hidup nya.


Mungkin hanya Aldies satu satu nya yang beruntung disini karena beberapa berlian tidak mengenai organ vital nya.


Dia harus beryukur akan hal itu, tetapi tidak ada waktu untuk bersyukur, disana, ada musuh.


Dan dia sangatlah kuat, mereka harus segera menghadapinya sekali lagi, meski itu mustahil, mereka masih memiliki pilihan untuk kabur.


Tetapi, itu hanya jika Killia akan membiarkan hal itu, mustahil untuk mereka bisa kabur dari sini.


(Satu ... dua ... tiga ... haha, ini bagaikan detik terakhir sebelum aku mati, tapi ... meski aku mati, hanya dia ... hanya dia yang harus mati bersama ku ... dengan setetes nyawa terakhir ku, akan kubuka jalan untuk kalian)


"Kitab alkimia bab 0, saat ini, aku memulai pertukaran setara, kuberikan nyawa ku, dan berikan hukuman kepada musuh dihadapan ku, atom"


Hanya 1 kesempatan, selama itu bisa membalikkan keadaan, maka itu sudah bagus.


Dalam 1 detik itu, terjadi sesuatu yang bahkan Killia tidak prediksi, ketika sihir besar yang dia keluarkan, altair yang menciptakan sebuah berlian yang lebih keras dari tungsten.


Dalam 1 detik itu, langsung lenyap seketika menjadi abu, membuat Larisa dan Aldies tersentak kaget akan hal itu.


Disisi lain, Michael mulai kehilangan cahaya dimata nya.


(Kuku, ini bukanlah gaya ku, tapi ... sisanya kuserahkan pada kalian berdua)

__ADS_1


Sampai pada akhirnya dia terjatuh ketanah dengan lemas, disaat ini, Larisa memilah situasi yang terjadi.


(Berlian itu menghilang? Apa yang terjadi? Apa Killia yang melakukannya? Kalau begitu untuk apa??)


Lalu dia melihat tubuh Michael yang terbaring ditanah sana, tubuh michael yang sebelum nya tampak segar, kini menjadi keriput.


Seperti seluruh darah didalam tubuh nya diperas keluar, hanya satu hal yang dapat dipastikan oleh Larisa.


Michael sudah mati, dan satu hal lagi yang bisa dipastikan oleh Karisa.


(Ini adalah kesempatan!!)


Untuk saat ini, dia akan membiarkan tubuh Michael seperti itu, dia meminta maaf sedalam dalam karena lebih mementingkan pertarungan ini.


Jika dia telah berhasil mengalahkan musuh, maka dia akan memberikan pemakaman yang layak untuk teman seperjuang nya itu.


[Mereka yang bertahan hidup, harus tetap berjalan maju]


Larisa menggenggam erat tongkat sabit nya, memusatkan kekuatan otot pada betis kaki nya, dan dia menendang tanah untuk menerjang ke arah Killia.


Disisi lain, Aldies juga begitu, dia memahami situasi lebih baik dari yang dikira, saat ini, kesempatan telah dibuat.


Entah itu ketidaksengajaan atau disengajai oleh Killia, tetapi yang pasti, dia harus tetap menyerang.


Dia tidak menahan diri, kebetulan sekali karena berkat Killia, cahaya matahari masuk goa tertutup itu.


Jika cahaya matahari bisa masuk, maka berarti oksigen dan udara bisa masuk, jika itu berdua bisa masuk.


Aldies tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu tantang kehabisan oksigen disini.


Dan dia bisa mengeluarkan seluruh kekuatan nya.


"Llios"


Sebuah api yang tebal, bewarna kuning pekat seperti matahari, membentuk sesuatu yang mirip pedang ditangan kanan Aldies.


Bahkan ketika dia sudah melapisi tangan nya dengan beberapa barier, itu tidak cukup untuk menahan panas dari api itu.


Meski itu membakar tubuh nya, dia tidak akan memperdulikannya.


Baru saja teman seperjuangan nya mati dengan terhormat untuk mengalahkan musuh, jadi ... dia tidak akan merengek hanya karena panas.


(Akan kubunuh kau!!)


Pedang api itu membesar lalu Aldies menebaskan itu kedepan, ke arah Killia dan Killia merespon itu dengan tersentak.


Bahkan bagi eksistensi seperti Killia, itu adalah serangan yang mematikan.


Jadi dia melompat untuk menghindari hal itu, tepat setelah pedang api Aldies menghancurkan langit langit dan membuka atap lebih lebar dan itu langsung menghilang tepat ketika menyentuh lantai.


Dan Killia menyadari jika sesuatu mendekat ke arah nya, kali ini dengan kecepatan yang tidak bisa diremehkan.


Larisa menggenggam erat tongkat sabit nya, lalu menebaskan nya ke arah Killia, bahkan dia tidak memiliki waktu untuk menahan serangan itu.


Membuat nya lengah dan terkena tebasan dari Larisa, lalu dia berakhir terhempas kebawah dan menabrak tanah beberapa kali.


Seperti tidak membiarkan Killia bersiap siap, Aldies memunculkan kembali pedang raksasa itu lalu menyerang Killia dari atas.


Dia hanya bisa menatap ketika pedang itu akan mengenai nya, dan dia tidak akan bisa menghindari serangan itu.


Pedang api itu menghancurkan tanah dengan mudah nya, dan Aldies merasa jika pedang api nya tertahan oleh sesuatu.


Ketika dia menyadari nya, disana terdapat Killia yang menahan pedang Aldies dengan tangan kiri nya.


Bahkan itu menghancurkan armor yang ditangan nya, tetapi dia masih bisa menahan nya.


(Jangan beri dia kesempatan!!)


Tegas Aldies didalam hati nya, dan secara tidak langsung Larisa mengerti akan hal itu.

__ADS_1


Jika membiarkan Killia lebih lama disana, maka Killia hanya akan menggunakan sihir lainnya dan mereka akan kalah.


Karena itulah, mereka harus terus menyerang Killia terus menerus, sampai dia tidak memiliki waktu untuk menggunakan sihir.


__ADS_2