Paladin Antegram

Paladin Antegram
petualangan kecil di akademi


__ADS_3

"Kau masih ada kelas setelah ini?"


Aku bertanya ke da vinci.


Aku tidak ada kelas setelah ini, jadi kupikir lebih baik mengunjungi tempat yang belum pernah kukunjungi setelah bersekolah di akademi ini.


"Umm, coba kulihat-- tidak ada, kelasku selanjutnya akan dimulai 3 jam lagi"


Ucap da vinci sambil memeriksa beberapa buku yang dibawa nya.


"Oke, kalau begitu ikutlah denganku kekantin, aku belum pernah kekantin sebelum nya"


Aku menarik tangan da vinci sambil menunjuk ke arah kantin dengan tangan satunya.


"Oke, kau traktir"


Da vinci menjawab sambil mengacungkan jempol nya.


"......"


.


.


.


"Ini pesanan nona, silahkan dinikmati~"


Seseorang menaruh sebuah makanan dimeja kami berdua, dia adalah bibi kantin ini, melihat tubuh nya mengingatkan ku akan bibi flora.


Ups, aku tidak bermaksud untuk mengejek disini, jangan salah paham.


"Terima kasih, bibi"


Bibi kantin itu tersenyum hingga akhirnya dia pergi meninggalkan kami.


Disaat aku ingin menyantap makanan yang disajikan untukku. Aku teringat satu orang yang duduk dihadapan ku.


"Kau yakin tidak ingin memesan apapun?"


Ini aneh, kenapa dia tidak memesan apapun? Padahal ini bisa dijadikan sebagai perayaan untuk kemenangan pertama ku.


"Ti-tidak usah, kau saja yang makan"


Da vinci berkata seperti itu sambil menatap kosong ke arah dompet nya.


Sebenar nya makanan ku ini da vinci yang traktir.


Meminta seorang wanita untuk mentraktir nya, itu sangat tidak jantan.


Aku mencoba untuk membuat nya tetap dijalan kejantanan disini, yah ... meskipun aku tidak mempunyai hak untuk memberinya nasehat tentang kejantanan.


"Kau pesanlah sesuatu, akan kubayar"


Sangat menyedihkan melihat dia menatap kosong ke arah dompet nya.


Sedikit pepatah "perut kenyang hati senang" dan karena dompet nya sangat kurus jadi mungkin sudah tidak diberi makan beberapa hari.


Itu yang membuat emosi nya tidak labil beberapa waktu lalu.


Bersyukur karena aku tidak pernah mengalami masalah tentang keuangan ku.


"Tidak perlu ... "


"Begitu ... tetapi bagaimana kau bisa masuk keakademi ini dengan dompet yang kurus seperti itu?"


Kupikir dia bangsawan, tetapi dilihat dari dompet nya, sepertinya bukan.


Dan jika dia bukan bangsawan tetapi kenapa dia memakai seragam putih?


"Tidak sopan sekali, jangan menghina dompet ku! Dia tidak salah disini!"


"Ah, baik ... maafkan aku"


Begitu saja, aku mulai menikmati makanan ini.

__ADS_1


Meskipun, ini hanya roti manis yang dilumuri saus keju, kupikir sudah lama sejak aku makan keju, karena quilea membenci keju jadi jangan berharap agar dia bisa memasak makanan yang bercampur dengan keju.


"Habis ini mau kemana?"


Disini da vinci bertanya kepadaku, dia sedang membaca buku disini.


Hmm ... buku ya?


"Mau ke perpustakaan? Ah, tapi kelas ku akan dimulai sebentar lagi--"


Hari kedua sekolah, disaat kupikir akan mengunjungi perpustakaan, malah dihalangi oleh kelas.


Aku harus membuat kehadiran sempurnah untuk bisa cepat naik ketingkat selanjut nya, kalau bisa aku ingin membolos saat ini, tetapi tidak bisa begitu.


"Hmm ... kemungkinan setelah kelas kau selesai, saat itu kelas ku akan dimulai ... kalau begitu ayo cocok kan jadwal kita"


Ucap da vinci sambil mengeluarkan sebuah kertas, dimana kertas itu berisi jadwal setiap kelas yang akan dia hadiri tiap minggu nya.


Dan aku juga mengambil kertas jadwal ku, ah- aku sudah menghafalnya, mungkin aku sudah tidak memerlukan ini lagi.


"Hmm, semua kelas kita hari ini selalu berlawanan, tidak bisa diharapkan


Ucap da vinci dengan kecewa sambil melepaskan kedua kertas jadwal itu kemeja makan.


Dan aku mengambil kedua kertas itu.


"Hmm, besok kita sama-sama mempunyai waktu luang selama 2 jam, oh ... bagaimana dengan malam?"


"Eeewh~ malam? Aku belum tidur dari kemarin kau tau? Hoam"


Ucap da vinci dengan nada malas yang diakhiri dengan menguap, benar juga ... selama latih tanding dengan senior tadi, pergerakan da vinci terasa lebih berat dari biasanya.


Bahkan terdapat kantung mata bewarna hitam dibawah mata nya.


Tapi aku tidak akan mundur!!


"Tidak masalahkan?~~ kita ini sahabat kan?"


Aku sedikit membujuk nya dengan nada genit dan da vinci terkejut setelah mendengar kalimat terakhir.


"Sahabat?"


Yah mungkin terlalu cepat untuk menyebut kami sahabat, tapi bukankah kedekatan kita sekarang sudah seperti sahabat itu sendiri.


Lagipula aku cukup menyukai orang ini.


Jika bisa aku ingin bertemu dengan orang ini selama aku menjadi kareth dulu, dengan begitu kita pasti akan menjadi sahabat.


Setelah kuingat, aku tidak mempunyai sahabat sebelum nya, hanya ada orang-orang yang memandangku sebagai seorang pahlawan, tidak ada yang melihatku sebagai kareth itu sendiri.


Menyedihkan.


Da vinci berdiri dengan tiba-tiba dan langsung menyentuh tanganku.


"Benar!! Kita ini sahabat!~" da vinci mulai melepaskan tanganku "kakek, sekarang aku sudah mempunyai teman, tidak! Aku sudah mempunyai sahabat sekarang! Berbahagialah"


Ucap da vinci sambil mengepalkan tangan nya dan menatap ke arah langit.


Dan aku menatap nya dengan ekspresi heran.


"Selama ini kehidupan macam apa yang kau jalani?"


Tidak mempunyai teman? Betapa menyedihkan---


"Yah, jika kau yang merupakan sahabat ku ini memaksa untuk pergi pada malam hari, setidak nya akan kupertimbangkan untuk ikut, yah kau tau, kita ini sahabat kan?"


Ucap da vinci sambil mengusap hidung nya dengan tersipu malu.


Tsu- apa-apaan tsundere ini?!


Tapi ...


"Ya, kita sahabat!~"


Aku mengacung kan jempol ke arah da vinci.

__ADS_1


Yah ... gampangan, heh.


Tapi yah, cukup menyebalkan ketika ia bersikap seperti tsundere saat ini.


Jadi aku ingin dia segera menghentikan tingkah nya itu.


.


.


.


Malam hari setelah makan malam.


Aku menuju ke perpustakaan akademi ini, untung saja perpustakaan masih tetap buka sampai jam tidur dimulai.


Da vinci sudah sampai duluan disini, dia menyadari keberadaan ku dan melambai kearah ku.


Kulihat-lihat, dia memakai seragam nya disini, hmm? Apa harus memakai seragam?


"Hei, shei dan ..."


Da vinci menyadari seorang yang tepat berada disamping ku, dia adalah shellee, sedari dia selalu memasang wajah yang menyenangkan.


Sejak kuberitahu jika aku ada janji dengan da vinci untuk pergi pada malam hari, dia bersihkeras untuk ikut juga.


Yah, aku senang karena dia tidak menerima perlakuan seperti itu lagi sejak insiden kemarin, yah ... kerja bagus untuk diriku.


"Kalian baru berkenalkan, perkenalkan, teman sekamar ku, shellee, dan perkenalkan sahabat ku, leonardo da vinci"


"Salam kenal, shellee"


Ucap da vinci sambil mengulurkan tangan nya ke arah shellee.


Dan shellee menerima salaman dari da vinci dengan senyuman ramah--- tu-tunggu sebentar.


Se-senyuman itu ... mengingatkan ku akan seseorang.


"Jika boleh tau apa hubungan anda dengan nona sheilla?"


.....


"Hmm? Sahabat?"


Ucap da vinci sambil senyum masam.


"Begitu ya~ itu patut disyukuri~"


Berkata seperti itu, dengan wajah gembira shellee mulai berjalan ke arah pintu perpustakaan.


Dan da vinci menatap ku dengan wajah heran.


"Kenapa dengan dia?"


"Entahlah ... dia sudah mulai aneh dari kemarin"


"Nona sheilla dan teman A, apa kalian tidak masuk?~"


Shellee melambai ke arah kami, selain itu ... teman A?


Itu sebutan yang terlihat brutal bagiku.


Kami berdua masuk kedalam perpustakaan itu.


"Huh? Kau mau ke bagian pengetahuan sihir?"


"Yap, sekalian aku ingin meminjam beberapa buku"


Hmmm ... karena dia jenius kupikir dia sudah membaca semua buku yang ada, tetapi sepertinya tidak begitu.


"Baiklah, kita bertemu kembali diaula tengah"


Da vinci mulai menaiki tangga yang terpasang didinding untuk menghubungkan ke lantai 2.


"Nona sheilla, ayo kita kesana~"

__ADS_1


Shellee menarik lenganku dan mengarahkan ku ketempat yang ingin ditujui nya.


Kami berpisah ke arah yang berbeda disini.


__ADS_2