
[Sekitar 13 menit yang lalu]
Didepan gerbang mansion, terdapat 2 orang penjaga yang menjaga nya, menguap karena ngantuk dan itu tidak berbeda dengan mereka sedang bersantai.
Mereka menurunkan kewaspadaan mereka dan tanpa menyadari seorang dibelakang mereka, melingkari leher mereka dan mencekik itu dengan kuat.
Kedua penjaga itu menggila, memukul dengan lemah ketangan yang menyekik mereka hingga akhirnya mereka diambang batas, buih putih keluar dari mulut mereka dan mereka kehilangan kesadaran.
Memperlihatkan jelas wajah 2 orang yang mengalahkan penjaga ini, mereka adalah Theo dan Relugus.
Mereka berdua berbalik dan menatap kearah mansion itu dengan gugup, Theo tersenyum mulai masam dimana dia memukul pelan bahu Relugus.
"Masih ada waktu untuk kabur kau tau? Kau bisa menyerahkan ini kepada ku"
"Kukuku, itu seharusnya kata-kata ku"
Memasuki markas musuh sama saja dengan bunuh diri dan Theo sengaja mengatakan itu untuk membuat mereka tetap yakin dengan pilihan ini.
Dengan tersenyum, mereka melangkahi gerbang ini, dimana seharusnya gerbang ini terdapat perbatasan area sihir dimana siapapun yang memasuki area ini akan diketahui oleh pengaktif.
Semua anggota juugo panik dan keluar dari mansion, secara tidak terduga, terdapat 150 orang yang keluar dari mansion dimana mereka menghadang Theo dan Relugus.
Dimana seharusnya Theo mendapat informasi yang mengatakan jika anggota musuh hanya 50 orang.
"Oi oi oi, ini tidak seperti yang dikatakan!"
Relugus mengeluarkan kekesalan dan Theo hanya menatap masam dengan kenyataan dihadapan mereka.
(Aku dikhianati ... kah?)
Theo tersenyum dan mulai tertawa terbahak-bahak, mengambil peta dikantung nya dan mengoyak-ngoyak peta itu.
"Bwahahahahaha!!"
"Ada apa dengan mu? Apa akhirnya kenyataan ini membuat mu gila?"
Relugus menatap masam dan heran karena Theo secara tiba-tiba tertawa dengan keras.
"Hmm? Apa ada orang waras yang masih mau bertarung dengan 150 musuh?"
Theo menatap mengejek, Relugus mendengarkan dengan diam hingga akhirnya dia tersenyum dan mengepalkan kedua tangan nya menjadi satu.
"Benar juga"
Mereka berdua mulai melangkah maju dan menghadap musuh dengan dangat dekat.
Theo menghadap keseorang yang sangat besar, memiliki tubub yang berotot dimana hampir terdapat bekas luka diseluruh tubuh.
Pria besar ini tidak memiliki rambut alias botak dimana dia hampir tidak mengenakan baju, tetapi mengenakan celana militer dan sepatu boots, menggenggam sebuah pedang yang besar ditangan kirinya.
Bahkan Theo harus mendongakkan kepala nya ke atas untuk bisa melihat wajah pria besar ini.
"Kalian ini penyusup? Pasti kalian ingin sekali mati"
"Maaf ya, tapi aku punya rencana kencan setelah ini, jadi aku tidak boleh terbunuh"
Theo membalas dengan bercanda dimana seharusnya dia tidak mempunyai pacar saat ini, dia hanya membual.
Pria besar itu mendengus setelah mendengar candaan Da vinci dan mengangkat pedang nya ke atas.
"Omong kosong"
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, pria besar itu langsung menebas Theo dari atas dan itu menyebabkan tanah hancur dimana debu mulai bermunculan.
Pria besar itu tenang dan menunggu hingga kabut itu menghilang, tetapi sesaat setelah nya, dia tersentak ketika menyadari seorang menaiki bahu nya.
Menjatuhkan diri ketanah lalu, Theo merafalkan mantra dimana lingkaran sihir tercipta ditangan kanan nya, mengepalkan tinju dimana Theo menempatkan kaki diposisi yang bagus lalu dia meninju pria besar itu.
Pria besar itu tersentak dimana pada akhirnya tubub bagian atas pria besar itu langsung terhempas jauh.
"Eww-- ini bukanlah sesuatu yang boleh dilihat oleh anak-anak, jadi anak-anak dirumah tidak boleh meniru adegan ini"
Lalu seorang datang kearah nya dan menebas Theo dengan pedang yang dilapisi oleh sihir api.
Tetapi sebelum bisa menebas Theo, orang itu langsubg terhempas jauh berkat sihir angin dimana sihie angin itu diciptakan oleh Relugus.
Theo hanya memperhatikan arah dimana Pria itu terlempar dan menabrak anggota yang lain.
Theo mulai memperhatikan area sekitar nya dimana seluruh anggota mengepungi mereka dengan membentuk lingkaran.
Relugus berjalan dengan santai ke arah Theo untuk ikut menonton barisan ini.
Theo menarik pedang dari sarung nya, begitu juga dengan Relugus yang menarik pedang besar dari sarung yang berada dipunggung nya itu.
"Jika aku berhasil kembali dengan selamat setelah pertarungan ini selesai, maka aku akan langsung melamar Alice"
"Lakukan itu dan kau akan mendapatkan kematian paling tragis dariku"
"Bwahahaha~"
Theo mengucapkan lelucon dan Relugus menanggapi hal itu dengan amarah, membuat Theo tertawa terbahak-bahak dan beberapa orang langsung berlari ke arah mereka.
Mereka berdua bersiap dalam posisi dan bergegas ke arah musuh yang berlari ke arah mereka.
Musuh terlalu kroco sampai bisa dikalahkan hanya dengan sekali tebasan, tetapi itu tidak semua.
Disaat mereka saling menahan pedang satu sama lain, Theo memanfaatkan kesempatan itu untuk menendang perut musuh, dimana musuh langsung kesakitan dan mundur kebelakang.
Tanpa menunggu musuh, Theo langsusng menusuk perut musuh, menarik pedang itu dan kembali untuk bertarung dengan 4 musuh yang menyerbu ke arah nya.
Musuh A menebas dari arah kiri, untuk menghindari itu, Theo muncur kebelakang dan langsung maju selama pedang masih menebas kesamping.
Menahan siku musuh agar pedang nya tidak kembali, dan Theo mulai memukul perut musuh A, musuh B datang menebas dari atas serempak dengan musuh C yang menyerang dari belakang.
Pertama, Theo menangkis serangan musuh B dengan tenaga yang kuat dimana itu membuat musuh B terjatuh kesamping.
Jika Theo langsung berencana untuk menghadapi musuh C, maka dia akan tertusuk dari belakamg karena terlambat untuk menghindar.
Jadi Theo berguling kedepan untuk menghindari hal itu, dengan tangkas, Theo langsung merafak sihir ditangan kiri nya.
Mengarahkan ke musuh C dan sebuah batu tercipta, batu berwarna putih dimana itu besar dan memiliki ujung yang runcing.
Theo menembakkan itu ke arah musuh B dan menusuk perut nya dengan tragis.
Tetapi Theo masih belum bisa bersantai karena musuh D telah tepat dihadapan nya, menerjang dari atas, dan bersiap untuk menebas Theo.
(Oke disini pelajaran, jika anda menemukan musuh yang menyerang seperti ini, jangan lah anda mundur, karena pilihan yang tepat adalah maju kedepan dan pukul perut nya)
Theo maju kedepan dengan menghindari dari tebasan musuh, dan dia langsung menusuk perut musuh D.
(Tetapi jika anda membawa pedang maka tidak ada kata "pukul" untuk itu)
Disisi lain, dimana Relugus berhadapan dengan banyak musuh sekaligus.
__ADS_1
Dengan pedang nya yang besar, jadi Relugus hanya menebas kearah secara acak dan itu cukup untuk mengalahkan musuh yang ada.
Kau bisa melalukan hal yang sama jika mempunyai otot yang besar dan kuat.
Seorang musuh mengendap-endap dari belakang dan bersiap untuk menusuk Relugus, menyadari hal itu, Relugus membalikkan tubuh nya dengan cepat, dan mengenggam tangan musuh dengan erat.
Itu cukup untuk membuat tangan musuh patah.
"Arhrghhh!!!"
Relugus mulai melempar musuh itu kekerumunan yang banyak dimana mereka mengitari arena.
Tetapi sebuah bola api terbang dengan cepat ke Relugus dan Relugus memukuk bola api itu dengan pedang besar nya.
Tetapi bola api itu langsung membesar dimana itu membuat Relugus waspada dan meloncat kebelakang dengan melepaskan genggaman nya pada pedang itu.
"BOOMM!!!"
ledakan terjadi dimana itu membuat suara yang sangat besar.
Relugus memperhatikan dan mendapati pedang nya yang berada ditanah dengan keadaan meleleh.
(Sepertinya bermain pedang-pedangan telah berakhir)
Relugus memdapati 5 orang dengan masing-masing lingkaran sihir bewarna merah dihadapan mereka.
Merespon hal itu, Relugus menciptakan sebuah lingkaran sihir ditangan kanan, memberikan sihir pelindung dan sihir penguat pada otot kaki.
Kelima ahli sihir musuh menembakkan bola api secara berututan, dan disaat itu akan mengenai Relugus, dia menghindar dengan cepat, lalu bola api kedua datanh dimana Relugus memukul bola api itu dengan tangan kiri nya yang mempunyai lingkaran sihir.
Disaat menyentuh bola api itu, lingkaran sihir ditangan Relugus hancur dan bola api itu terlempar kesamping dan mengenai tanah dimana bola api itu langsung meledak.
Selanjutnya, Relugus mengarahkan tangan nya kesamping dimana layar sihir muncul dihadapan nya.
Ketiga bola api itu meledak ketika menabrak lingkaran sihir dengan daya ledakan yang besar, menyebabkan layar sihir itu langsung pecah.
Disisi lain, Relugus sedang berlari dari menyamping dan menuju ke arah musuh, sebelum musuh menyadari Relugus, dia menendang wajah ahli sihir musuh dan membuat nya terlempar jauh.
Para ahli sihir merespon kaget dan bersiap untuk kabur, tetapi sebelum mereka bisa melakukan nya, Relugus menarik salah satu lengan ahli sihir dan mematahkan nya, melempar ahli sihir itu kearah ahli sihir lainnya.
Lalu ada musuh A datang untuk menebas Relugus, merespon hal itu, Relugus memutar tubuh nya dan menarik lengan musuh itu, meninju siku nya dimana musuh langsung melepaskan pedang nya.
Relugus mengambil pedang itu disaat hampir jatuh ketanah, memutar tubuh nya dan menebas perut musuh.
"Wahai penguasa langit dan bintang, pencipta bulan dan arfana, berikan keajaiban mu lalu berikan aku keinginan"
Sebuah lingkaran sihir tercipta disamping pedang itu dan memasukinya dimana pedang itu yang digenggam nya mengeluarkan cahaya yang terang, Relugus mengangkat pedang itu ke atas dengan kedua tangan menggenggam pedang satu tangan itu dengan erat.
Relugus membuka matanya dengan tegas dan menebas pedang itu ketengah.
"Karuna"
Sebuah cahaya yang besar keluar dari tebasan pedang itu diawal dan menerjang kedepan, menghancurkan seluruh sesuatu dihadapan nya.
Para musuh berlarian dengan ketakutan dan cahaya itu meledak diujung nya, menghancuran area sekitar tanpa sekecuali.
Area dimana cahaya tebasan itu berjalan telah lenyap.
Lebar cahaya 5 meter dan panjang cahaya 70 meter, membelah tanah dan gunung, menghancurkan hutan dan segala yang dihadapan nya.
Sihir karuna, adalah sihir tingkat tinggi yang hanya diketahui oleh bangsa elf, meski Relugus adalah manusia, dia bisa menggunakan sihir itu dengan sangat baik.
__ADS_1
Dan disisi lain Da vinci saat ini.
"Aku tersesat--"