Paladin Antegram

Paladin Antegram
serangan terakhir


__ADS_3

SUDUT PANDANG THEO


Aku, hanyalah anak warga biasa, yang lahir di keluarga yang terpuruk, dimana kami melihat rumah besar disana sebagai tanah suci yang tidak akan pernah kami lalui.


Aku hanyalah anak payah yang hampir tidak bisa melakukan segala sesuatu, itu adalah apa yang paling kubenci disini.


Tentang betapa payah nya diriku, apa tuhan suda tidak memiliki bakat yang tersisa untuk diberikan kepada ku? Kenapa?


Setidak nya itulah yang kupikirkan, sampai ketika aku berumur 10 tahun, dan bertemu dengan dirinya.


Dia adalah anak dari seorang pedagang yang baru saja membeli status bangsawan dengab jekayaan yang mereka milikki.


"Tamara ... naoe"


Entah itu takdir atau apapun, aku selalu berpapasan dengan nya dijalan, tidak, itu bukan takdir, bagaimana pun berpapasan dijalan adalah hal yang biasa.


Seorang yang hanya biasa kau temui dijalanan, hanya itulah status kami pada awal nya.


Tetapi itu berubah ketika dia untuk pertama kali nya, mulai berbicara dengan ku.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


".... bekerja"


"Bekerja? Kenapa?"


"Huh? Kenapa? Jika aku tidak bekerja aku tidak akan bisa makan, apa kau mengejek ku?"


"Eh, tidak, kau salah paham"


" ... "


"Aku ... hanya ingin berteman dengan mu"


Aku ingin menolak nya, siapa yang ingin berteman dengan orang seperti nya? Paling dia hanya mengejek ku disini dan ketika aku menerima nya, dia akan mulai tertawa dan mengatakan yang sebenar nya.


Tetapi, meski dengan kecurigaan seperti itu, aku tetap menerima pertemanannya, kenapa aku menerima nya?


Aku yang saat itu masih belum mengerti tengang perasaan ku, tetapi sekarang aku tau.


Itu karena alasan yang sederhana dimana aku hanya senang, karena itu adalah pertama kalinya, seorang ingin berteman dengan ku.


Dan, itulah bagaimana aku dan Tamara nulai berteman, sejak saat itu, dia jauh lebih sering mengunjungiku setelah aku selesai bekerja.


Kami membicarakan hal konyol dimana dia hanya mengeluh tentang berapa lelah nya dia karena harus memperlajari seluruh etiket bangsawan..


Seperti belajar berdansa dan mempelajari alat musik biola, latihan nya terlihat begitu berat.


Dan dia juga mengeluh tentang betapa merepotkan nya dimana dia harus menghadiri sebuah pesta hampir tiap minggu.


Menggunakan pakaian yang menyesakkan dimana dia mengaku susah untuk bergerak leluasa, apalagi dia selalu dituntut untuk menegakkan tubuh nya ketika menghadiri pesta pesta itu.


Belum lagi dimana dia mengeluh jika dia harus berbicara dengan sopan dan tersenyun ramah meski mulut nya sudah terlalu lelah untuk tersenyum lebih lama.


Meski pembicaraan kami selalu berujung dengan tamara yang mengeluh tentang keseharian nya.


"Maaf, pasti membosankan bukan karena terus mendengarkan ocehan ku?"


"Tidak, itu tidak masalah"


"Sungguh?"


"Tentu, karena berbicara dengan mu membuat ku senang"


"... be-begitu?"


Tamara bertanya dengan wajah yang sedikit memerah, dan dengan polos nya aku mengangguk kan kepala ku.


Setelah itu, kami hanya memulai nya seperti biasa dan terus seperti itu, meski aku menyadari, jika perlahan keseharian itu akan berubah.


Meski begitu, aku menolak untuk memikirkan jauh lebih dalam.


Waktu berlalu, dan 6 tahun telah terlewat, saat ini kami bersama sama menginjak umur 16 tahun.

__ADS_1


Jika ada yang berubah dengan keseharian kami, maka itu adalah ketika Tamara selalu membawakan makanan untuk ku ketika jam istirahat selama bekerja


Awal aku sempat menolak tetapi dia bersikeras untuk memberiku makan siang.


Sungguh, betapa bahagia nya aku saat itu, setidak nya, itu hanya sampai disana.


Ayah ku, meninggal dunia karena sakit yang dia derita, itu mendapat reaksi acuh dari masyarakat sekitar.


Tidak ada yang merasa iba, melainkan mereka terganggu karena bau yang dikeluarkan mayat ayah ku.


Lakukan sesuatu terhadap wayat itu, cepatlah kubur dia sialan, karena inilah aku tidak ingin tiggal dekat dengan nya.


Semua mengatakan apa yang ingin mereka katakan, disana, aku membawa tubuh ayah ku ketempat dimana kami akan mengkremasi, bahkan untuk itu, harus membayar dengan uang.


Dan ... itu sangat mahal.


Hanya untuk mengkremasi mayat ayah sialan seperti nya, kenapa aku yang harus mengeluarkan uang?


Sungguh, tidak ada hal yang baik bahkan meski dia masih hidup, disaat mabuk dia akan amemukul ku sampai dia mengantuk dan tertidur.


Dengan uang ku, dia membeli alkohol dan beberapa keburukan lainnya.


Bahkan diam diam, aku mengharapkan kematian nya datang lebih cepat, karena aku ingin terbebas dari neraka itu secepat mungkin.


Tidak ada yang menangis untuk nya bahkan untuk diriku sendiri, itulah yang kupikirkan awal nya.


Setidak nya ketika aku bertemu kembaki dengan Tamara, wajah nya sedikit lebih murung dari biasa nya.


"Kau baik baik saja?"


"Itu seharus nya kalimat ku, bodoh"


"Huh?"


Hanya dia, yang mengkhawatirkan ku, meski diriku seperti ini, dia bersedia untuk berada disisi ku.


Ini kebahagiaan yang terlalu banyak untuk diterima.


Selama aku berada disisi nya, aku tidak masalah, tetapi, aku naif, lupa jika aku terlalu diberkati oleh nasib sial.


Keesokkan hari nya, Tamara datang kepada ku, dan mengatakan sesuatu yang tidak ingin aku dengar saat itu.


"Aku, telah ditunangkan oleh bangsawan dari negeri savana"


Itu adalah pernikahan politik yang disetujui tanpa mempertanyakan pendapat pribadi Tamara, dan, semua berlangsung begitu lancar.


Meraka akan menikah, dalam 2 minggu lagi, dan, untuk pertama kali nya dalam hidup ku, aku memikirkan sesuatu yang konyol.


Aku menggenggam tangan nya dan menatap mata nya.


"Ayo kabur!"


Awal nya dia kebingungan dengan apa yang kukatakan, aku juga sama, apa nya yang lari? Kemana kami akan pergi? Lalu apa yang akan kami lakukan?


Bagaimana dengan makanan? Bagaimana dengan pekerjaan? Aku tidak memikirkan nya, hanya saja, aku tidak ingin melepaskan tangan ini.


Dan ... dia menyetuji itu, pada malam hari, kami bertemu dititik pertemuan, dan dia juga mencuri uang yang dimiliki keluarga nya, dengan uang itu seharus nya kami bisa hidup selama beberapa bulan.


Tetapi, meski kami berlari, kabar tentang Tamara yang melarikan diri telah tersebar dalam beberapa jam.


Dan pasukan penuh dikerahkan untuk menangkap kembali kami, tidak, dalam info yany beredar, itu dipalsukan, dimana aku berperan sebagai penjahat yang menculik Tamara.


Jadi ... meski Tamara dibawa kembali, dia tidak akan diberi hukuman apapun, melainkan diriku, pasti akan dihukum mati.


Tetapi tidak masalah, bagaimanapun ini adalah rencana yang konyol, dan aku juga tidak yakin dengan keberhasilan ini.


Bahkan, takdir juga tidak memihak, dimalam hari, hujan turun, kami dikepung oleh pasukan keluarga Tamara.


Dunia ini memang kejam, keberuntungan tidak selalu memihak, apa keberuntungan ku sudah habis? Dihari ketika Tamara berbicara kepada ku dulu.


Mungkin keberuntungan ku seumur hidup telah habis hanya untuk satu momen penting itu.


Tetapi, jika aku bisa berharap ... aku ingin keberuntungan yang lain nya.

__ADS_1


Entah itu takdir atau perbuatan dunia, sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta tepat dibawah Tamara, seluruh kuda berteriak ketakutan.


Dan hampir tidak ada penjaga yang berani berada didekat nya.


Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa kalian melarikan diri? Bukankah kalian pasukan yang bertugas untuk melindungi tamara?!!


Lalu kenapa ... kalian melarikan diri.


Tanpa kusadari, tubuh ku bergerak dengan sendiri nya, menuju ke arah Tamara.


"Tamara!!!"


Dan dunia menjadi putih, silau dan aku tidak melihat apa apa lagi.


Setelah itu, kami ditemukan Chelsea, masuk kedalam party tanpa nama, dan menjalani keseharian yang damai.


Keberuntungan yang terlalu besar untuk kuterima.


Suatu saat aku mulai berpikir, jika aku mati ... bagaimana dengan nasib Tamara? Apa yang akan dia rasakan? Dan ... apa kami bisa bertemu kembali?


Di kehidupan selanjut nya ... beberapa kali aku menemukan itu di buku, kehidupan setelah kematian.


Kau terlahir kembali menjadi eksistensi yang benar benar berbeda, meski itu tidak mungkin ada dan hanya khayalan.


Tetapi, jika saja, jika itu benar ada nya.


Dikehidupan selanjut nya, aku .... ingin bertemu dengan mu kembali, berteman, saling cinta dan mengulangi hubungan ini dari awal.


Meski itu adalah waktu yang sangat jauh disana, tetapi aku mengharapkan kehidupan mu setelah ini bahagia.


Aku tidak akan bisa berada disisi nya lagi dan dia akan berjalan sendirian, tetapi itu tidak masalah, karena kami tidak sendirian lagi.


Di mansion charles dan di party tanpa nama ini, kami telah berteman dengan teman yang luar biasa dan tidak tergantikan.


Jadi ... aku bisa pergi dengan tenang saat ini.


■■


Lalu, Da vinci berteriak histeris ketik killia menebas tangan nya, dan teriakan itu membuat Theo mendapatkan kesadaran nya kembali.


Meski lemah, tapi dia bisa mempertahankan kesadaran itu untuk beberapa saat.


Beberapa menit sampai dia akan mati, jika dia bergerak memaksakan diri maka itu akan berakhir menjadi detik.


Theo menatap ke arah sana disaat Da vinci berlutut ditanah dan dia menelan ludah nya sendiri.


(Sungguh ... junior yang merepotkan sampai akhir, setidak nya, biarkan aku mati dengan tenang)


Theo memaksakan tubuh nya, dan mulai bangun, mengarahkan tangan nya kesana dan membentuk lingkaran sihir.


Dan dia menembakkan itu ke arah Killia, merespon dan menghindari lingkaran sihir itu.


Theo kehilangan keseimbangan nya dan hampir tumbang, darah mulai keluar dari mulut nya, tetapi masih belum.


Dia belum boleh mati saat ini, meski hanya sebentar, setidak nya, dia akan mengulur waktu untuk junior nya itu.


Theo terus menembak, Killia menangkis selagi dia berjalan perlahan ke arah Theo.


Theo terus menembak sampai disaat dia ingin menembak selanjutnya, Killia datang dan langsung menusuk tepat kejantung Theo.


Membuat Theo lemah, pandangan nya memudar, dan dia hampir tidak merasakan rasa sakit lagi.


"Perbuatan sia sia mu hanya sampai disini, matilah"


Killia menarik kembali pedang nya, membuat Theo terhuyung dan sampai akhirnya dia perlahan jatuh.


Dipandangan nya, dia melihat sesuatu yang berbeda, titik putih yang dimana itu perlahan menjadi besar.


Pandangan sebuah gerbang yang perlahan dibuka, dan dia tersenyum dengan pemandangan itu, karena harapan terbesar nya disini telah diperlihatkan.


(Menanglah Da vinci)


23 november 713 - kalender antegram [Thierry theo kehilangan nyawa didalam pertempuran]

__ADS_1


__ADS_2