
Aku mengkhawatirkan kakak ku, hari ini aku pulang dari bermain bersama teman-teman ku, dan disaat aku mencapai rumah, semua orang berkumpul.
Aku penasaran apa yang terjadi, ternyata penyebabnya adalah kakak, sepertinya disaat kakak bermain dihutan, dia tiba-tiba pingsan dan untung saja ada kak emma yang melihatnya.
Menurut dari ceritanya kak emma, kakak tiba-tiba pingsan setelah keluar cahaya bewarna biru didalam tubuh nya, dan cahaya itu membentuk sebuah pisau.
Semua orang kebingungan mendengar cerita kak emma, bahkan aku tidak mengerti apa yang dikatakannya.
Sekarang mungkin aku mengerti satu hal tentang mengapa kakak tidak mau bermain dengan orang lain, mungkin penyebabnya adalah tubuh nya yang lemah.
Bahkan perburuan kemarin, kakak hanya bisa duduk melihat dikarenakan kehabisan tenaga diawal perjalanan.
Selama ini kakak yang terus mengurus ku, jadi kali ini aku yang akan mengurus nya!!
"Aku akan berusaha!!"
.
.
.
Setelah beberapa jam disaat kakak pingsan, papa dengan cepat pulang kerumah dengan wajah yang panik.
Bertanya tentang keadaan kakak bagaimana, dan apa penyebabnya, setelah selesai mendengar jawaban dari mama, papa langsung bergegas untuk pergi membeli obat.
Tetapi dengan cepat mama menghentikan papa untuk pergi, dikarenakan sedang terjadi badai saat ini.
Setelah kuingat-ingat, ini adalah pertama kalinya aku melihat mama dan papa berdebat, dan pada akhirnya papa mengalah dan setuju untuk pergi disaat badai mulai mereda.
Tetapi sampai saat itu, kakak belum juga sadarkan diri, aku khawatir ... setelah badai berhenti disekitar jam 3 pagi, ayah langsung bergegas untuk pergi membeli obat.
Papa selalu pergi keluar selama beberapa jam untuk membeli obat setiap kakak sakit, aku tidak tau kemana papa pergi, tetapi aku selalu berdoa untuk keselamatan papa saat diperjalanan.
Untuk berdoa, mama yang mengajarkan ku cara melakunya, tetapi dikeluarga kami hanya kakak yang tidak memuja dewa, dan mama juga tidak mempermasalahkan itu.
Disaat pagi hari jam 6, aku bangun dari tidurku, tetapi kakak belum ... aku dan mama mulai sarapan, dan 5 jam kemudian, ayah pulang dengan membawa seseorang.
Bukan obat, tetapi papa membawa seseorang, sepertinya dia seorang dokter ... begitu ya, dalam keadaan kakak saat ini sangat tidak mungkin untuk membuatnya meminum obat, jadi karena itu papa membawa seorang dokter.
Langsung saja, dokter itu segera memeriksa kakak, sebuah lingkaran muncul di atas tubuh kakak, sepertinya itu adalah sihir yang digunakan oleh tuan dokter.
Setelah selesai memeriksa keadaan kakak, dokter mulai menyingkirkan tangan nya dari atas lingkaran itu, dan lingkaran itu segera lenyap.
"Untuk sekarang saya masih belum yakin tentang penyebap putri anda pingsan, tetapi dari gejala yang ada, sepertinya putri anda kehabisan mana"
"Hah? Kehabisan mana? Kau ingin berkata jika anak berumur 10 tahun bisa menggunakan sihir?"
__ADS_1
Dengan sedikit intimidasi, papa bertanya kepada dokter, tetapi si dokter tetap tenang sambil menjawab.
"Dari gejala memang terlihat seperti kehabisan mana, tetapi ... dalam kasus kehabisan mana, itu akan langsung membunuh orang tersebut, tetapi putri anda masih belum meninggal ... saya yakin ada pemicu yang membuat putri anda masih tetap hidup"
"...."
Papa tidak bisa berkata apa-apa, tetapi yang pastinya penyebab kakak pingsan adalah sesuatu yang sejenis dengan namanya kehabisan mana.
Aku tau mana, itu diperlukan untuk menciptakan sihir ... tetapi anak kecil dilarang untuk menggunakan sihir dikarenakan kapasitas mana mereka masih tergolong sedikit.
Dan yang diijinkan untuk menggunakan sihir adalah orang dengan usia 15 tahun keatas.
Setelah itu papa pergi lagi untuk mengantar dokter pulang, dokter hanya berkata jika dilihat dari kondisi kakak, sebentar lagi kemungkinan kakak akan bangun.
Dokter juga mengatakan sesuatu yang aneh tentang tubuh kakak sedang mengalami perubahan yang besar, aku tidak mengerti apa maksud nya.
Hari ini aku tidak bermain keluar, aku ingin terus berada disamping kakak, ibu menyuruhku untuk tidur tetapi aku menolaknya.
Disaat aku bosan, aku mulai mengambil beberapa buku dan membaca nya, kemungkinan hanya aku dan kakak, anak-anak didesa ini yang bisa membaca.
Kata ibu, kakak belajar membaca sendirian, kakak memang hebat ... lalu aku mulai meminta kakak untuk mengajarkan ku membaca, tetapi sebelum itu dia menyuruhku untuk menghafal seluruh huruf yang ada.
Kata kakak, jika tidak menghafal semua huruf maka aku tidak bisa memulai untuk belajar membaca.
Aku terus membaca buku yang kubawa dan tanpa kusadari aku mulai ketagihan membaca, aku sedikit mengerti kenapa kakak selalu menghabiskan waktunya dengan membaca buku.
Jika aku mengatakan ini kepada kakak dan papa, maka akan terjadi keributan besar dirumah jadi kuputuskan untuk menyimpan pekiran ini.
Dan kemudian bibi flora dan kak emma berkunjung kerumah untuk melihat keadaan kakak, meski hanya sebentar setelah itu mereka langsung kembali.
Waktu berlalu, papa kembali dan sudah waktunya makan malam, tetapi kakak masih belum bangun, kekhawatiran ku mulai kembali.
Kakak masih tertidur didalam kamar nya, dan aku diam-diam pergi kekamar kakak untuk tidur bersama.
Aku mencium dahi kakak dan mengucapkan "selamat malam, kakak" setelah itu aku mulai tertidur.
.
.
.
-pagi hari-
"Huh...."
Aku bangun dipagi hari, tetapi disaat aku membuka mata, disitu ada kakak yang sedang duduk mengelus-elus kepalaku.
__ADS_1
"Ah, maaf. Apa kakak membangunkan mu?"
"Ka-kak, huh?.... kakak!! Uwaaaaa!"
Dengan cepat aku langsung memeluk kakak, dan air mata mulai turun dari mataku sejak menyadari kakak sudah bangun.
"Huh .. ada apa ini?, ha?"
Setelah itu mama dan papa langsung segera menuju kekamar kakak setelah mendengar tangisan ku.
Mereka tampak khawatir disaat membuka pintu.
Setelah melihat aku sedang memeluk kakak sambil menangis tersedu-sedu, mama mulai ikut menangis dan langsung memeluk kakak, dan kakak bangun seperti sama sekali tidak merasakan sakit apa-apa dan hanya bertanya "apa sesuatu terjadi kepadaku?"
Setelah itu mama langsung menjelaskan keadaan kepada kakak, dan tidak membiarkan kakak beristirahat, kami semua memarahi kakak.
Fufu ... aku akan ketawa jika mengingat ekspresi yang kakak perlihatkan ketika kami memarahinya , dan yang lebih penting aku senang karena kakak sudah sadar kembali.
Tetapi hanya karena kakak sudah bangun, bukan berarti demam kakak telah sembuh, setelah itu, kakak hampir pingsan kembali dan membuat kami semua kaget, lalu kakak berkata "aku lapar, hehe" yah, itu tentu saja, karena kakak belum memakan apapun sejak pingsan.
Dan langsung mama pergi kedapur untuk membuat sup.
Berita tentang sadar nya kembali kakak telah terdengar keseluruh desa, dan bibi flora dan emma langsung segera berkunjung kerumah. Mereka membawa buah apel.
"Bagaimana keadaan mu?"
"Ah .. sudah lebih baik, maaf telah merepotkanmu, bibi flora"
"Haha, jangan khawatirkan tentang itu, lagipula disituasi seperti ini seharusnya kau berkata 'terima kasih'"
"Ah ... terima kasih"
"Bukan, bukan ... seharusnya kau berterima kasih kepada anak ku"
"Huh?"
Setelah itu kakak menatap kak emma, dan kak emma memalingkan wajah nya, wajah nya sedikit memerah.
"Ah ... terima kasih, em-emma"
Sedikit berhenti tetapi kakak langsung melanjutkan kata-kata nya, aha, aku tau ... mungkin kakak juga merasa malu, mungkin kakak berharap agar kak emma mau menjadi teman nya.
Aku tau perasaan kakak karena aku selalu bersamanya. Setelah itu kak emma hanya menjawab "tidak, jangan dipikirkan" dengan kepala yang menunduk kebawah.
Setelah kupikir-pikir hanya kakak dan papa yang mempunyai rambut bewarnah hitam, mungkin saja kakak merasa terasingkan dari warga desa karena hanya kakak mempunyai rambut yang berbeda dengan mereka.
Dan karena itulah kakak menolak untuk keluar dari rumah, hm!! ... pasti itu!!
__ADS_1