
Da vinci masih waspada terhadap nya, bagaimana pun dia begitu kuat, sampai bisa membunuh Garandoll itu dalam sekejam bahkan dalam jarak yang jauh.
Dan pak tua itu menawarkan untuk menjadi guru nya Da vinci, dia seperti nya menjadi sedikit tertarik dengan Da vinci setelah melihat sebelum nya.
"Ayolah~~ jadilah murid ku~~"
Ucap Joseph sambil menepuk pundak Da vinci beberapa kali, dan Da vinci hanya bisa menahan amarah nya.
"Hei, kau baik baik saja?"
Dari jauh sana, atau dekat, Theo berlari pelan ke arah mereka.
"Hooo? Kau yang sebelum nya"
Joseph bergumam dan Theo melihat nya dengan heran.
"Kau ... bukan seorang petarung kan?"
Joseph bertanya dimana Theo tersentak kaget, dan Da vinci hanya menatap heran.
"Benar bukan?"
"Atas dasar apa anda mengatakan itu?"
Theo bertanya dengan sedikit amarah dan Da vinci sedikit merinding, mungkin saja, itu adalah pertama kali dia melihat Theo yang seperti itu.
"Sepatah kata saja, kau tidak memiliki bakat dalam bertarung, tetapi kupuji kau karena bisa menjadi kuat sampai sejauh ini, tetapi kenyataan itu kejam kau tau, untuk menjadi lebih kuat dari ini, adalah hal yang mustahil"
Mata Theo melebar, amarah nya meluap dan sebelum amarah nya meledak, Da vinci terlebih dahulu menarik kerah baju Joseph.
"Jaga mulut mu pak tua!!"
Joseph mendengus lalu menatap kembali ke arah Theo.
"Hei, nak muda, kapan terakhir kali sejak kau menyadari nya, sejak kau tidak berkembang dalam ilmu sihir ataupun berpedang"
Theo membuka mulut nya, lalu menutup nya kembali, dia tidak bisa membalas kembali perkataan Joseph.
"Pak tua!!"
"Hentikan Da vinci!"
Disaat Da vinci ingin memukul Joseph, Theo berteriak untuk menghentikan Da vinci, memanfaatkan kondisi itu.
Joseph memukul ringan lengan Da vinci untuk membebaskan kerah baju nya.
"Senior ...."
"Aku ... akan mencari udara segar sebentar"
Theo memutar tubuh nya dan berjalan menjauh, Da vinci hanya menatap nya.
Dia tidak bisa mengejar senior nya itu, selain itu, bahkan dia tidak bisa memberikan satupun dukungan untuk Theo.
Dia mendecahkan lidah nya dan menatap Joseph dengan ekspresi penuh dendam.
"Dibenci oleh murid dihari pertama, sungguh sial"
"Sepertinya kau salah paham disini, tapi aku bukanlah murid mu"
Tegas Da vinci dan Joseph bergimam "(kau)" dengan heran, sebelum nya Da vinci memanggil nya dengan "anda" dan sekarang turun sejauh itu.
Itu dilakukannya tanpa sadar.
"Jangan begitu ... bukankah kau menginginkan nya? Kekuatan?"
"... ya aku ingin tapi, aku akan mencarinya sendiri"
"Phew ... kapan kau akan mempelajarinya? Kapan kau akan berhasil menguasainya? Apa menurutmu musuh akan menunggu?"
Da vinci sedikit tersentak karena hal itu, musuh, saat ini Da vinci telah mendapatkan banyak musuh, bahkan tingkatan kekuatan musuh nya itu sangatlah tinggi.
Takdir menuntunnya kejalan penuh darah itu, dan dia hanya bisa bertahan sampai tujuan.
__ADS_1
Atau mungkin saja dia tidak akan pernah bisa mencapai tujuan.
"Kau bisa bertambah kuat, itulah yang kulihat, kau memiliki potensi untuk bisa bertambah kuat, tetapi ... teman mu yang barusan tidak memiliki potensi itu, bahkan sejak awal dia bukanlah tipe yang cocok untuk bertarung, tapi dia sudah mencapai batas nya, tingkatan lebih dari ini adalah hal yang mustahil ... cepat atau lambat dia akan terbunuh"
"Jangan!!" Da vinci berteriak dan Joseph merespon hal itu, dan Da vinci melanjutkan dengan melotot ke arah Joseph "jangan kau hina jalan yang ia pilih"
Joseph sedikit melebarkan mata nya.
"Kau benar ... tapi apa kau yakin? Dia bisa saja terbunuh jika tetap lanjut?"
"Hah, situasi hidup dan mati ... kau pikir sudah berapa kali kami mengalami nya?"
"Begitu ... tapi biarkan aku melatih mu"
"....."
"Musuh yang akan kita hadapi bukanlah tingkatan yang kau bisa lawan debgan tingkatan mu saat ini"
"Huh? Tu-tunggu ... "kita"?? Maksud nya kau akan ikut juga?"
"Heh, aku sedikit punya urusan pribadi dengan pihak sana, jadi tentu saja aku akan pergi"
Sampai saat ini Da vinci tidak pernah mendengar tentang Joseph, bahkan nama nya saja dia tidak pernah dengar.
Tetapi dari apa yang barusan dia lihat, Joseph sangatlah kuat, dan tidak mungkin pejuang sekuat dia tidak pernah diceritakan oleh siapapun.
Tetapi ini adalah desa tersembunyi, secara kebetulan Joseph ini ikut terlibat kedalam pertempuran terakhir.
Maka seharus nya dia bisa memilih untuk tetap tidak maju.
Tetapi dia akan membantu mulai sekarang, mengikuti Da vinci dan yang lainnya.
Dan Da vinci akan sangat senang jika orang sekuat Joseph ikut membantu, itu adalah kesempatan yang besar.
Semakin tinggi persentase untuk mengalahkan Killia, maka mengalahkan Balmung bukanlah masalah.
"Mo-mohon bantuan nya mulai sekarang!!"
"Tuan Joseph!"
Teriak seseorang wanita, tidak, ada beberapa di antara mereka, mungkin sekitar 5 orang, wajah mereka cukup cantik, dan dada mereka sedikir berisi.
Mereka berlima melompat kedalam pelukan Joseph, dengan sangat ramah, Joseph mengelus kepala mereka.
"Tuan joseph memang yang terbaik!!"
"Tolong lakukan dengan saya malam ini!!"
"Permainkan aku!!'
"Kukuku, tenang tenang, semua akan mendapat giliran~"
Dan Da vinci hanya menatap dengan tatapan hina.
"Huh? Kenapa dengan wajah mu yang seperti melihat gunung kotoran Garandoll?"
Lalu, seorang wanita datang, dengan rambut kuning dan dada yang ketat, tanpa basa basi dia menarik lengan Da vinci dan membawa nya ke dada milik nya.
Membuat Da vinci tersentak kaget dan bergerak mundur dengan wajah memerah, dia adalah pemuda yang masih dalam tahap pubertas.
Jadi tidak mungkin jika dia tidak terangsang karena hal itu.
"Aww~~ kau membuat ku tersakiti lho?~~"
Ucap wanita itu dan Da vinci tersenyum masam sambil mengelap keringat di dahi nya.
(Tahan tahan, jangan kalah oleh hasrat ini, jangan biarkan gajah ini bangun)
"Ma-maaf tapi saya sudah punya pasangan"
Ucap Da vinci dengan kebanggaan, sekarang dia bisa mengklaim Sheilla sebagai pasangan nya, meski belum resmi tetapi mereka sudah menjadi pasangan sampai detik ini.
Wanita itu terdiam, lalu tersenyum ramah, berjalan maju dan mencoba untuk merayu Da vinci sekali lagi.
__ADS_1
"Memiliki dua atau tiga pasangan bukan masalah kan?~~"
"Tidak tidak tidak, itu sangatlah bermasalah!!"
"Hei, leilei, berhenti menggoda nya, dia masih anak anak"
Ucap Joseph dimana wanita yang dipanggil Leilei ini menjulurkan lida nya.
"Maaf maaf, aku terlalu kelewatan barusan~~"
"Ti-tidak masalah"
Ucap Da vinci dengan tersenyum masam, lalu memalingkan pandangan nya kesamping.
Setidak nya, Da vinci berhasil melewati situasi terburuk, lebih buruk daripada saat melawan Garandoll.
Karena jika Sheilla melihat yang barusan maka usaha nya selama 4 tahun untuk mendapatkan hati Sheilla akan berakhir dalam sedetik.
Dan, dia berdiri dengan kebanggan karena berhasil melewati malapetaka itu.
"Jadi ... kau akan menjadi murid ku?"
Joseph bertanya dengan tersenyum sombong, Da vinc terdiam lalu menjawab dengan penuh hormat.
"Iya, tolong latih saya!'
"Heh, jawaban yang bagus, baiklah, kita kembali ke desa, setelah itu kita akan langsung berangkat"
Da vinci menelan ludah nya, ketika dia mencoba untuk berjalan mengikuti Joseph, tetapi langkah kaki nya langsung berhenti ketika mengingat seusuatu.
Dia menatap kebelakang, dan memutuskan sesuatu.
Mengambil pedang nya yang masih tertancap ditanah dan berlari ke arah yang berbeda.
"Hei, mau kemana kau?"
"Beri saya waktu!"
Menjawab seperti itu, Joseph mendengus lalu lanjut berjalan.
Disisi lain, Theo berdiri di atas mayat Garandoll itu, dia masih memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Joseph.
Lalu dia tersenyum.
"Kau benar ... terakhir kali sejak aku bertambah kuat adalah ketika melakukan misi di distric prostitusi, setelah nya aku tidak bertambah kuat, selama apapun latihan, haha, itu konyol"
Theo bergumam sendiri, dan mengerutkan alis nya.
(Tapi ... akan kuperlihatkan pada mu, jika seorang yang tidak berbakat seperti ku juga bisa menjadi kuat, entah membutuhkan sampai berapa tahun itu, aku pasti ....)
Seorang memukulkan sesuatu kebatu dan Theo menyadari nya, menoleh kebelakang dan menemukan Da vinci disana.
"Senior ... ayo berduel"
"Huh? Duel?"
"Ya, duel'
Da vinci menjawab dengan keyakinan dan Theo tertegun karena hal itu, lalu dia tersenyum.
Melompat dari mayat Garandoll itu dan turun kebawah, menghadap Da vinci.
Dia mulai menarik pedang nya dari sarung.
"Bagaimana jika 10.000 viar untuk pemenang?"
"Serius?!! Heh, bukankah kau bisa menggunakan uang itu untuk pernikahan kalian?"
"Jangan mengatakan nya seperti aku yang akan kalah, tapi yah, tenang saja, aku dan Shei itu seorang bangsawan, kami memiliki banyak uang"
"Tch ... dasar orang kaya"
Mereka didalam posisi masing masing, sampai mereka siap, pertandingan akan dimulai.
__ADS_1