Paladin Antegram

Paladin Antegram
ulang tahun yang singkat


__ADS_3

Sudah 1 jam sejak perburuan dimulai, dikarenakan rute A sudah sering digunakan, jadi semuanya memutuskan untuk pergi ke rute B.


Pergantian rute sangat penting untuk menjaga kelestarian mahluk buruan, kami juga tidak ingin semua hewan yang ada dihutan kami habis, jadi karena itulah perbedaan rute ini diciptakan.


Kadang-kadang jika mereka tidak menangkap buruan dalam jumlah yang tidak sesuai dengan target, mereka akan pergi memancing ikan.


Yah, bukan berarti warga desa musim salju tidak membentuk tim nelayan, tetapi tim berburu melakukan itu sebagai penebusan karena tidak berhasil menangkap dengan sesuai target.


"Gimana? Apa kau masih sanggup?"


Guirde mengajak ku berbicara ketika aku sedang menatap bosan kedepan.


"Ya ... lagipula aku hanya duduk disini, jadi sama sekali tidak melelahkan"


"Begitu ... jadi, gimana pendapat mu?"


"Hmm? Apanya?"


"Perburuan pertamamu, bagaimana perasaan mu?"


"Perasaan?"


Aku tidak pernah memikirkannya, tidak ... mungkin aku sudah melupakannya, lagipula itu sudah sangat lama jadi tentu saja kulupakan.


Jadi diperburuan ini aku sama sekali tidak merasakan apa-apa melainkan perasaan nonstalgia.


"Aku tidak mengerti"


"Haha ... tidak mengerti, ya. Tetapi ya, sheilla ... kau itu wanita, jadi kau hanya perlu berperilaku seperti wanita, kau tidak seharusnya mengikuti kegiatan seperti berburu ini"


"Hm ... aku tau, tetapi aku harus melakukannya"


Mungkin aku sedikit berlebihan, tetapi aku mempunyai firasat yang tidak mengenakkan .. firasat tentang masa depan, aku merasa khawatir dan tidak pernah terlepas dari pikiran itu.


Aku tidak tau apa yang akan terjadi dimasa depan, karena itulah aku perlu menjadi kuat untuk bisa menghadapi segala rintangan yang akan datang.


Mungkin penyebab kekhawatiran ku adalah kehidupan kedua ini, sebelum nya aku sangat kuat sampai-sampai aku tidak pakut akan apapun.


Tetapi dikehidupan kedua ini, aku menjadi wanita dan mendapatkan tubuh yang lemah, mungkin kekhawatiran ini hanya ditujukan kepada diriku, tetapi aku juga mengkhawatirkan semuanya.


Aku sudah menerima kehidupan seperti ini dan menganggap semua sebagai keluarga, tentu saja aku menganggap guirde sebagai orang tuaku.


Karena dia memiliki kepribadian yang cocok untuk menjadi orang tua, dan perasaan ini adalah hal yang paling kutakutkan, ketakutan akan kesendirian lagi.


Aku tidak ingin merasakan itu.


-rumah-


""Kami pulang""


Disaat kepulangan kami, elena berlari dengan cepat dan langsung melompat untuk memeluk kami.


"Selamat datang!!"


"Uh!! ... ya ampun, ternyata elena masih ingin dimanja"


Guirde membalas dengan nada lesuh.


"Kami pulang, elen"


Dan aku membalas dengan ceria, yah, sekali-kali bersikap seperti gadis tidaklah masalah.


-malam hari-


Sangat melelahkan, dan sangat kenyang. Masakan quilea sangat enak, sekali lagi aku merasa iri dengan guirde. Yah, bukan berarti aku akan menikung guirde jika aku adalah lelaki.


Sudah 10 tahun sejak kehidupan kedua ku, waktu terasa sangat singkat, tetapi sangat disayangkan karena tidak dilahirkan kembali di dunia ku dulu, karena aku penasaran apa yang akan terjadi dimasa depan.


Ratusan tahun kedepan, apa keempat ras akan tetap berdamai ... karena perjanjian dimenara katedral hanya bersifat sementara, tidak bisa menjamin akan menjaga perdamaian selama beberapa ratus tahun kedepan.


Jika aku terlahir kembali didunia lamaku, dan perdamaian sudah tidak ada, maka sudah menjadi tanggung jawab ku untuk membuat perdamaian kembali.


Tetapi karena aku tidak terlahir didunia lama, jadi semua itu sudah tidak ada hubungan nya denganku.


'Tok tok'


Suara ketukan dipintu ku, siapa yang berkunjung dimalam-malam begini?


Aku langsung berdiri untuk menghidupkan api dilentera dan berjalan menuju kepintu.


Dan mungkin ini mengejutkan, tetapi sejak berumur 4 tahun aku sudah tidur dikamar sendiri.


"Hmm? ... " aku membuka pintu dan sedikit kaget "elen, ada apa?"


Dibalik pintu ada elena yang sedang memeluk guling nya, alur ini ... aku sudah mengetahui nya.


"Untuk malam ini, apa kita bisa tidur bersama?"


Kh ... de-demage ini, guirde, aku kagum kepadamu karena sudah berhasil menahan jurus yang kukembangkan.


Karena aku bahkan tidak bisa menahan jurus ini, aku menyerah.

__ADS_1


"Hm ... masuklah"


"Horee!!"


Dengan riang, elena langsung melompat keranjang.


"Oi ... jangan membuat keributan"


Sedikit tegasan, dan elena menanggapi dengan menutupi mulut nya dengan guling yang dibawa nya.


Karena dikehidupan sebelum nya aku tidak mempunyai saudara ataupun kerabat, jadi aku benar-benar terasa asing dengan hal itu, tetapi aku sudah memahami perasaan gimana memiliki keluarga.


"Hehehe ... sudah lama kita tidak tidur bersama"


Anak ini ... imut, quilea, terima kasih karena sudah melahirkan adik yang sangat imut untukku.


"Apa begitu? Bukankah baru minggu lalu kita tidur bersama?"


"Ya ... tapi aku ingin tidur setiap hari dengan kakak"


Aku juga.


"Tidak boleh, kau harus tidur dikamarmu sendiri besok"


"Ceh"


"Jangan menjentikkan lidah mu"


"Hihihi, oiya, kakak ... tadi siang, saat bermain, alio mengatakan jika saat besar nanti, aku akan menjadi pengantin nya"


Hah?


"Pe-pe-pengantin katamu?"


"Hm ... "


Elena membalas dengan singkat, tetapi itu masih ceria.


"Heeee--...."


Alio .... alio ... alio, ah, bocah itu ya.


Aku penasaran apakah bocah itu bosan hidup atau apapun itu, kh ... aku harus membahas masalah ini dengan guirde.


"Tetapi elen mengatakan jika elen tidak mau menjadi pengantin nya"


"Begitu ya!, kasihan sekali alio itu, hahaha"


Tetapi ... anak-anak zaman sekarang sudah mengetahui tentang pengantin, tidak boleh lengah sedikit pun.


"Jadi ... apa kakak akan menikah?"


Hmm?


"Menikah? Kenapa?"


"Yah ... bibi flora mengatakan jika wanita harus menikah ketika umur nya sudah mencukupi, karena melahirkan keturunan adalah tugas utama wanita"


Hmm ... bibi flora, aku mengingat orang itu, dia baik dan aku menghormatinya, tetapi apa yang dia ajarkan kepada anak berumur 8 tahun?


"Tidak akan ... tidak, tidak akan pernah"


"Benarkah?"


"Ya ..."


Lagipula sejak aku terlahir sebagai wanita didunia ini, pilihan untuk menikahi wanita sudah hilang dari pilihan masa depan ku, dan tidak bisa kubayangkan untuk membuat keturunan dengan pria. Hueeh.


Sungguh diriku yang malang.


"Saat nya tidur"


"Hm..."


"Anak baik"


Dan begitu, aku mematikan api dilentera yang ada diruangan ku.


-pagi - hari perayaan-


Hari yang ditunggu akhirnya sudah tiba, dan aku sedang sibuk didandani oleh quilea dan para ibu-ibu didesa.


Setelah selesai didandani, aku menghadap ke arah cermin untuk menilai penampilan ku, dipakai kan gaun bewarna putih yang sedikit bercampur dengan hitam.


Tetapi tetap saja gaun ini terbuat dari bahan yang tebal.


Orang bodoh macam mana yang akan memakai gaun dengan minim kain di desa ini. Dan model rambut ku juga berbeda dari model ku biasa.


Rambutku biasanya diikat dengan model ekor kuda, tetapi kali ini rambut ku diikat dimana ekor kuda nya sedikit lebih bawah yang membuat rambut itu bersandar dibahu kanan ku.


Saat aku melihat diriku yang ada dicermin, itu membuat ku berpikir "siapa gadis cantik ini?"

__ADS_1


Itulah hal yang pertama kupikirkan, sungguh tidak kupercaya jika gadis itu adalah aku, tetapi sekarang aku sudah bisa menerima diriku sebagai wanita.


Kh ... aku sangat cantik, aku sangat bersyukur karena terlahir kembali sebagai wanita yang secantik ini.


"Kakak"


Dengan ceriah, elena berlari kearah ku.


"Bagaimana penampilan kakak?"


"Sangat cantik, tidak ada bedanya dengan diri kakak yang biasa"


"U-uh ... tidak ada beda ya?"


"Baiklah ... bintang utama tidak boleh berlama-lama disini, cepat lah pergi dan sambut semua orang"


Quilea dengan semangat menepuk pundak ku, tidak biasanya quilea bersemangat ini, tapi yah ... sudahlah.


Seperti biasa, di alun-alun desa ini, dipenuhi dengan berbagai hiasan, bahkan beberapa orang sempat untuk pergi kedesa tetangga untuk membeli beberapa bunga.


Aku harus berterima kasih kepada mereka nanti.


Yah ... tidak banyak yang dilakukan selama perayaan, aku hanya bisa duduk termenung sambil melihat orang-orang makan hidangan perayaan ini, ya ampun, aku jadi tidak tau siapa yang ulang tahun saat ini.


Pada akhirnya, perayaan yang selalu kutunggu berakhir dengan membosankan.


-dirumah-


Hup...


"Melelahkan~~"


Dengan cepat aku langsung rebahan dilantai yang berada diruangan utama.


"Sikap mu buruk sheilla"


"Tidak apa-apakan, ini juga dirumah~~"


"Bukan begitu, bagaimana jika elen menirumu?"


"Baik-baik"


Dasar, bahkan tidak membiarkan ku untuk istirahat dengan tenang, apanya dengan etika wanita, aku bahkan lelaki, walau sekarang sudah jadi wanita.


Aku bahkan mulai memperlihatkan fase pemberontakan kepada quilea dan guirde, kenapa bisa begitu? Apa itu karena jiwa ku kembali menjadi anak-anak?, tetapi pikiranku tetap pikiran lama.


intinya apa ada seorang kakek-kakek yang bertingkah seperti bocah, sampai beberapa hari sebelum kematian ku sebagai kareth, aku masih bersikap agung.


Atau ... karena aku sudah akrab dengan keluarga ini.


"Sheilla"


"Hmm?"


Guiedie mendekat dan menunjukkan aku sebuah busur.


"Umm ... apa ini?"


"Hadiah untuk mu"


"Eh ... ah".


Hari ulang tahun, tentu saja, tetapi mereka tidak memberikannya saat ulang tahun ku yang pertama, yah ... sudahlah.


"Nih ... dari mama"


Ooh ... bahkan quilea juga memberikan hadiah.


"Terima kasih"


Dari yang kulihat, hadiah dari quilea adalah kalung dengan berlian yang berwarna hijau ditengah nya ... aku penasaran dengan harganya, aku yakin sangat mahal.


Jadi akan kupakai setiap hari untuk menunjukkan rasa terima kasih ku.


Disaat aku mengatakan itu, aku segera melihat elen yang kaget, ada apa? Kenapa dia terlihat begitu kaget?


"Ada apa, elen?"


"Uh ... elen tidak mempunyai apapun untuk kakak"


Oh ... elena terlihat begitu ingin menangis, apa yang harus kukatakan untuk membuat nya tenang?


"Kalau begitu, kakak tunggu sampai besok"


"Hmm?"


"Hadiah nya, berikan kepada kakak besok, oke?"


Terlihat raut wajah elen mulai kembali senang.


"Ya!"

__ADS_1


__ADS_2