
Semua perhatian penonton tertuju pada izaghi, dimana dia masuk kedalam arena, apa dia berada dipihak gladiator, atau Elefantos yang tidak berdaya itu, atau ... tidak berpihak kepada siapapun.
Shopia mundur kebelakang tetapi dia teringat jika dibelakang nya terdapat Elefantos, yang berusaha untuk berdiri tegak.
Mengenggam erat kapak nya, mengarahkan nya kebelakang, Shopia merespon panik dimana selanjutnya Elefantos itu berteriak, menekan lantai dan melempar kapak nya itu sekuat tenaga.
"Sial, ini lagi?!"
Shopia menundukkan kepala nya dimana kapak itu melewati dari atas nya dan melesat dengan cepat ke arah Izaghi.
Dalam beberapa meter, itu akan tepat mengenai Izaghi, disuatu kesempatan, Izaghi tersenyum lebar, mengarahkan pedang nya kebelakang dan langsung menebas kapak yang mengarah kepada nya.
-Burm-
Menekan kapak itu kebawah dimana kapak itu langsung bengkok dan menghantam tanah dengan kuat, membuat lantai menjadi retak bahkan dampak dari dentuman itu membuat dinding menjadi retak dan membuat penonton panik.
Shopia menatap itu dengan terkejut, dia tidak tau apakah Izaghi itu berhasil selamat atau tidak, karena seluruh arena Izaghi ditutupi debu yang dihasilkan dari kerusakan.
Lalu, rantai yang terhubung ke kapak itu menjadi tegang seperti sedang ditarik sesuatu, membuat Elefantos mewaspadai hal itu dan menarik kembali rantai yang terhubung dengan tangan kanan nya.
Tetapi, rantai itu ditarik kembali oleh sesuatu yang kuat dimana itu membuat Elefantos kehilangan keseimbangan.
Shopia menatap dengan pucat dimana dia memilih untuk menendang tanah dan pergi ke samping dimana dia akan membiarkan Izaghi bertarung dengan Elefantos itu.
Izaghi menarik erat rantai besi itu dimana dia melilitkan rantai besi itu dilengan nya, menarik dengan kuat sampai membuat Elefantos itu terjatuh.
Membuat penonton menjadi heboh dengan kejadian itu, disisi lain ditempat paling atas
Jacob menonton tenang dimana Ouja juga menonton dengan tenang.
"Jadi, apa kau tau tentang cahaya biru yang barusan?"
"Entahlah, aku baru pertama kali melihat nya"
Jacob menatap tajam ke arah Ouja dimana Ouja mengatakan dengan acuh tidak acuh, acara yang telah dia siapkan didatangi oleh sesuatu yang tidak terduga.
"Hmm ... orang seperti mu tidak tau? Hah, dunia lebih luas dari dugaanku"
Ouja mendengus dimana dia menyipitkan mata nya.
"Tetapi yang pasti, itu bukanlah sihir"
Mendengar hal itu, membuat Jacob terkejut bahkan Roenji yang dibelakang ouja juga membelalakkan mata nya meski Torano tidak bergeming sama sekali.
"Hah? Itu bukan sihir?! Apa kau sedang bercanda?"
Ouja menghela nafas lalu dia berdiri dari duduk nya dan menatap Jacob dengan senyuman sinis.
"Apa yang tidak kau puaskan?"
Setelah berkata seperti itu, Ouja mulai berjalan melewati dua pengikut nya, Jacob menendang lantai dimana lantai itu menjadi retak.
"Oi! ... mau kemana kau?"
Ucap Jacob dengan kesal dimana Torano dan Roenji berada diposisi untuk melindungi Ouja, bahkan Duric bersaudara juga berada diposisi untuk bertarung.
Ouja membalikkan wajah nya dan menatap Jacob.
"Ada apa? Kau ingin berperang?"
Menatap dengan sinis dimana Roenji memegangi dua belati yang berada tepat dipinggang nya, begitu juga dengan Torani dimana tangan nya sudah mengenggam gagang pedang nya.
__ADS_1
Meski disisi lain Duriq bersaudara tidak memakai senjata apapun, mereka hanya mempercayai tinju mereka dalam bertarung.
Setelah beberapa detik, Jacob menghela nafas dan menggaruk kepala nya.
"Haaah-- aku menyerah"
Menyerah untuk memulai perang, itu karena dia sedang berada diposisi yang tidak menguntungkan, kesampingka Torano dan Roenji, dia tidak mengetahui batas kekuatan dari Ouja, pilihan yang tepat adalah menunda nya.
Mendengar hal itu, Ouja menyipitkan mata nya dan tersenyum dimana dia mulai berjalan kembali dan kaluar dari ruangan.
Sebelum Ouja mencapai dipintu, Torano dan Roenji berhenti memasang kuda-kuda bertahan dimana mereka melepaskan genggaman mereka pada gagang senjata mereka.
Setelah itu, mereka berdua membungkukkan kepala mereka pada Jacob dan langsung berjalan mengikuti tuan mereka.
Disaat dia berjalan, Ouja memperlihatkan senyuman sinis, sesuatu yang telah ditunggu nya, akan dimulai dengan arena gladiator ini.
(Nah, game master sialan, persiapkan diri mu)
"Roenji, albami ... siapkan itu"
Mendengar hal itu, membuat Torano dan Roenji meniadi tegang dimana pada akhirnya Torano tersenyum dengan menyipitkan mata nya, dan Roenji menempatkan lengan kiri didada nya sambil sedikit menunduk, lalu mereka mengatakan.
""Sesuai keinginan anda""
Diposisi arena, Elefantos sedang bertekuk lutut ditanah dimana Izaghi terus menarik rantai yang berada tepat dilengan nya, Elefantos itu tidak bisa melepas rantai itu karena rantai itu terhubung dengan armor hitam yang ditangan kanan nya.
Disaat Izaghi semakin menarik itu, Elefantos sudah berada ditepi arena dan rantai yang diikat dileher nya ditarik kembali membuat nya tercekik dan terjatuh kelantai.
Rantai yang terikat dileher nya itu terhubung ke pusat arena dimana itu untuk mencega Elefantos tidak keluar dari arena.
Memegangi kalung besi yang terikat dileher nya itu dengan maksud untuk melepas nya, belalai nya menegang ke atas dimana hidung nya itu juga memegangi rantai yang terhubung dilengan nya.
Dia sedang putus asa saat ini, rantai ditangan kanan nya ditarik kuat oleh Izaghi dan itu membuat nya tercekik di leher nya.
Meski dia adalah monster tetapi dia masih tetap mahluk hidup, memiliki keinginan untuk tetap hidup, tetapi, sayang sekali.
Musuh yang ia lawan adalah Izaghi, didalam kesempatan itu, Izaghi terus berjalan mendekati Elefantos itu, agar rantai nya tidak mengendur dia selalu melilitkan nya ke lengan nya setiap mendekat.
Dia keluar dari asap dan memperlihatkan diri nya, para penonton berseru takjub dimana Izaghi sudah berada tepat dihadapan Elefantos itu.
Mengubah cara memegangi pedang nya, lalu dia mengangkat pedang nya itu ke atas dimana ujung pedang itu hanya beberapa cm mendekati kepala Elefantos.
"Mahluk hidup yang menyedihkan"
Berkata seperti itu, Izaghi tanpa ampun menusuk kepala Elefantos itu, membuat belalai nya menegang hingga akhirnya itu mejadi lemas dan terjatuh ketanah.
Darah bercucuran keluar dari kepala nya dimana mata nya bahkan tidak menutup, mata nya hanya kehilangan cahaya nya, bahkan jantung nya berhenti berdetak.
Penonton bersorak bahagi atas itu, tetapi tidak dengan Shopia dimana dia hanya menatap dengan waspada.
Meski Izaghi membunuh Elefantos itu, bukan berarti dia adalah sekutu, bagaimana pun gladiator memang seperti itu.
Izaghi menarik pedang nya ke atas dan menebas nya kesamping untuk membersihkan darah yang menempel pada pedang nya.
Lalu Izaghi melirik ke Shopia, tersenyum sinis dan itu membuat Shopia tersentak kaget dan melangkah kebelakang.
Mengambil posisi bertahan selagi Izaghi perlahan berjalan ke arah nya.
Izaghi mengarahkan lengan kiri nya kedepan dan menekan lengan kiri nya sekuat mungkin dimana seluruh rantai yang dililitkan pada tangan nya langsung terbongkar dan bergerak diudara.
Mengenggam erat rantai itu dimana Izaghi mengarahkan lengan nya kebelakang dan menebas kan dari samping sampai kedepan dimana seluruh rantai itu perlahan mengikuti dengan cepat.
__ADS_1
Mengenai dinding dan menghancurkan nya, terus menebas sampai itu akan mengenai Shopia, tapi, sebuah tombak dengan cahaya biru mengenai rantai itu dan memutuskannya.
Rantai yang terputus bergejolak hingga akhirnya itu mengenai dinding, Shopia terkejut dengan muncul nya tombak dengan cahaya kebiruan itu.
Sesaat dia merasa terselamatkan, disisi lain, Izaghi merespon kaget dan mengubah arah rantai nya dimana dia mengarahkan rantai itu kembali kelengan nya.
Melilit dengan kuat dan cepat dimana seharusnya Izaghi merasa kesakitan akan itu, tetapi itu tidak terjadi karena lengan nya dilapisi oleh sebuah kain hitam dan sedikit armor.
"Ya ampun, bukankah sudah kubilang, jika kau tidak cocok menjadi pertarung"
Seorang wanita melompat dari bangku penonton dan mendarat ditanah dimana dia sedikit berjongkok untuk mengurangi dentuman itu lalu kembali berdiri.
Disisi lain, Shopia merespon suara itu, jantung nya berdebar kencang dan mata nya berkaca-kaca, dengan enggan dia menatap ke arah pemilik suara itu.
Menemukan seorang wanita dengan rambut hitam nya yang berkibar karena angin, cahaya kebiruan terang mengelilingi tubuh nya, tersenyum lembut tepat ke arah nya.
"S-shei?"
Air mata keluar dari mata nya dan terjatuh ketanah, perasaan nya sedang kacau saat ini, seorang yang ia kenali, seorang yang ia anggap seperti adik sendiri, terlibat kedalam antegram.
Sebuah dimensi dimana kematian adalah kewajaran, tetapi, disuatu tempat di hati nya, dia merasa senang, bukan karena Sheilla juga terlibat kedalam antegram.
Bukan suatu perasaan jahat seperti itu, dia hanya merasa tidak kesepian lagi, biaa bertemu lagi, perasaan senang seperti itu.
"Yo, Sheilla! Kalahkan mahluk besar itu!"
"Jika kalah maka hukuman nya adalah membersihkan toilet"
"Perlihatkan seberapa kuat nya party kita!"
Dari urutan, Juliy, Chelsea dan Willard memberi dukungan kepada Sheilla meski dukungan Chelsea lebih seperti hukuman.
Lalu dia mendapati Da vinci tersenyum kepada nya, mengangkat sedikit tangan nya ke atas sambil berkata "berjuanglah"
Mendengar hal itu, Sheilla tersenyum dan mulai menghadap ke arah musuh nya.
"Baiklah, majulah"
Mendengar hal itu, Izaghi menggertakkan gigi nya, menendang lantai sampai membuat itu hancur, membuat Shopia panik dan berteriak "Sheilla!!"
Izaghi berlari dengan cepat sampai 3 detik kemudian dia sudah berada dihadapan Sheilla, mengarahkan pedang nya kebelakang dan siap untuk menebas Sheilla.
Dalam masalah kecepatan, maka Sheilla tidak akan bisa menang, tetapi.
(Ah ... datang lagi, waktu terbaik ku, semuanya tenang, berapa kalipun waktu ini tiba entah kenapa ini membuat ku sangat tenang)
Semuanya berjalan dengan lambat, bahkan dia juga melambat, tetapi hanya pikiran nya yang berjalan ratusan kali lebih cepat.
Dia melirik ke arah pedang yang berada dihadapan nya, hampir mengenai nya, dengan perlahan ia menghindar kesamping.
Semuanya kembali berjalan dengan normal, Sheilla menghindari serangan itu dimana serangan Izaghi menembus tanah, lebih dari itu.
Dengan cepat Sheilla memutar tubuh nya, menciptakan pedang pembelah surga, paradeos, lalu menebas lengan Izaghi dan membelah nya menjadi dua.
Itu hanya terjadi dalam 4 detik.
"Permisi, tapi aku ada reunian penting saat ini, beri aku waktu beberapa saat"
Lengan Izaghi terjatuh kelantai, dia hanya menatap lengan nya yang berada ditanah itu, para penonton hanya terdiam, tidak bergeming.
Lebih dari itu, Sheilla terus berjalan melewati Izaghi, berjalan perlahan ke arah Shopia dimana pedang yang berada dilengan nya perlahan ia hilang kan.
__ADS_1
Disaat sudah sampai dihadapan Shopia, Sheilla tersenyum dengan mata nya yang berkaca-kaca.
"Lama tidak berjumpa"