
Waktu berlalu tanpa kusadari dan hari ini adalah hari keluarnya iinette dari rumah sakit.
Dan mungkin akan menjadi terakhir kalinya kami bisa bertemu.
Saat ini juga iinette tidak sedang berada diruangan ini, dia akan segera kembali jadi dia menunggu diruang persiapan, dan aku tidak bisa meninggalkan ruangan ini.
Tidak salah jika saat iinette keluar dari ruangan adalah terakhir kalinya kita bertemu.
"Haaaahhh~~ pertemuan melahirkan perpisahan pula"
"Darimana kau menemukan frasa seperti itu?"
Ada seorang gadis yang membalas perkataanku, suara yang tidak asing ini ...
"Bagaimana dengan janji dimana kau akan datang kemarin?"
Disaat aku berkata seperti itu sambil tersenyum pasrah, shopia hanya membalas dengan senyuman masam.
"Maaf, aku melanggarnya~"
Ucap shopia sambil menyatukan kedua telapak tangan nya.
Ah ... sudah kuduga, aku sudah masuk terlalu dalam ke hidupan ini. Tapi, yah ... ini tidak buruk.
Melewati berbagai basa basi lainnya, kini shopia mulai duduk disampingku sambil mengupas beberapa apel.
"Begitu ya, kak iinette sudah keluar ya"
"Ya....."
"Shei ... tidak disangka, kau ternyata mudah untuk merasa kesepian~"
"Eh, ah ... mungkin"
Aku hanya membalas dengan senyuman masam, awal nya shopia berkata sebagai candaan tetapi setelah mendengar jawaban serius dariku, dia berhenti memasang ekspresi dan tersenyum tulus.
"Yah ... mungkin tidak masalah, aku rasa itu bukanlah hal yang buruk"
"Begitu ... boleh aku bertanya sesuatu?"
"Hmm?"
"Apa kau akan pergi?"
Mendengar pertanyaan ku, shopia terdiam sebentar hingga akhirnya ia melanjutkan mengupas apel itu.
Dia belum menjawab, dan aku hanya menunggu.
"Aku akan pergi, tentu saja ... suatu hari nanti, hei, kau mau tau apa yang ingin kulakukan sekarang?"
"Apa?"
"Hehe ... aku ingin menjadi petualang!~"
Ucap shopia sambil mengangkat ke atas pisau yang ia gunakan untuk mengupas apel itu.
"Petualang?"
"Apa? Kau berpikir jika pekerjaan itu tidak cocok dengan ku?"
Ucap shopia dengan wajah cemberut, tetapi yah, aku harus berkata jujur disini.
"Ya ... kau tidak cocok"
Mendengar jawaban ku, shopia hanya terdiam dan seperti tidak tau harus tersenyum atau tidak, tetapi aku menjawab jujur tadi.
Menurutku shopia memang tidak cocok karena shopia identik dengan sifat lemah lembut, tidak akan cocok menjadi petualang dengan pekerjaan yang terlalu berat seperti itu.
"Begitu ... haha, begitu ya, tetapi ... hanya ini satu-satunya jalan yang tersisa untukku"
Dan shopia mengubah nadanya menjadi begitu sedih diakhir, aku tidak tau shopia sedang berada disituasi yang seperti apa.
Apa aku bisa membantunya? Tidak, tidak mungkn bagiku untuk membantunya.
Kali ini aku juga berada disituasi yang tidak menguntungkanku dimana aku harus berurusan dengan militer.
Aku tidak mempunyai waktu untuk membantu shopia, tetapi ... jika hanya mendengarkan, mungkin itu akan membuatnya menjadi lebih baik.
"Saat kubilang kau tidak cocok tadi, itu benar, sifatmu tidak cocok untuk pekerjaan seperti itu, kau harus berurusan dengan binatang iblis, bandit, dan yang terburuknya kau akan membunuh manusia"
__ADS_1
Aku berkata seperti itu sambil menatap kepisau yang sedang berada ditangan shopia, dan shopia hanya terdiam dalam menanggapi jawabanku.
Tidak, disaat aku melihat, shopia sedang memasang wajah yang begitu sedih sekarang.
" .... kau tau, dulu aku mempunyai ayah dan ibu, tetapi ibuku meninggal dan ayahku menjadi suka mabuk-mabukkan dan menghabiskan uang untuk membeli alkohol, jika suasana nya sedang buruk, dia akan memukul aku dan nenek, karena itulah nenek harus dirawat ... ayah yang buruk"
"....."
Shopia menceritakan masa lalunya dengan ekspresi yang sangat berat, jujur aku ingin berhenti mendengar cerita yang seperti ini, tetapi aku tidak bisa.
Aku hanya terdiam, tidak bisa menanggapi cerita shopia hingga akhirnya ia melanjutkan perkataannya.
"Lalu saat kutahu, ayahku membuat hutang yang sangat banyak, bahkan untuk mengobati nenek saja aku sudah berputus asa, aku bekerja, bekerja, bekerja, bekerja untuk kepuasan diri, tetapi itu masih belum cukup untuk melunasi hutang itu dan biaya pengobatan nenek, aku putus asa kau tau? Hingga akhirnya aku menjual tubuhku"
"Eh?"
Aku terdiam, pikiran ku kosong, tidak sebenarnya pikiran ku sudah penuh saat ini sampai aku pura-pura untuk tidak memperhatikan seluruh pertanyaan yang ada didalam pikiran ku.
Yang kurasakan hanya amarah, hanya itu dan sebuah penyesalan karena tidak bisa membantunya.
"Aku yang terburukkan? Meski seberapa putus asanya aku, menjual tubuh sendiri itu tidak baik kan? Tetapi, ya ... tetapi, hanya itu pekerjaan dengan bayaran yang tinggi, berkali-kali aku melakukannya ... terkadang aku menikmati hal itu dan terkadang dipenuhi oleh penyesalan, aku bahkan tidak mempunyai wajah untuk bertemu dengan nenek dan setiap kali aku masuk keruangan ini untuk menemui nenek, aku selalu berdiri didepan ruangan untuk melupakan segalanya dan kembali menjadi shopia yang merupakan anak biasa .... ah, maaf"
Ucap permintaan maaf shopia ketika ia terbawa oleh emosi seiring dia bercerita tentang itu, itu mungkin karena hatinya menolak untuk bercerita tetapi ia tetap bersikeras untuk bercerita.
Itu sudah seperti, dia ingin ada seorang yang memarahinya.
"A-apa kau menyesali hal itu?"
"......" Shopia tidak menjawab, hingga akhirnya ia membuat senyuman yang berat sambil berkata "Ah ... maaf, karena telah menceritakan hal yang aneh, dah .. aku pergi dulu"
Shopia memasukkan pisau kedalam keranjang nya dan langsung bergegas keluar.
"Tu---"
Sebelum aku memanggil nya, shopia sudah pergi meninggalkan ruangan ini, tetapi tetap membiarkan pintunya terbuka lebar.
Jujur aku tidak mempunyai hal apapun untuk membalas cerita shopia tadi, aku menolak untuk memikirkan hal itu.
Jauh dilubuk pikiran ku yang masih seorang lelaki, aku selalu memandang jijik seorang pelacur disuatu distrik prostitusi.
Mereka melakukan itu untuk bertahan hidup ... dan aku tidak mengerti kenapa mereka rela memberikan tubuh mereka hanya untuk bertahan hidup.
Kini aku menyadari jika--- ah, aku tidak ingin meneruskan ini ... jadi, apa aku terlihat sedang memandang shopia seperti ketika aku melihat pelacur yang ada didistrik prostitusi?
.
.
.
Waktu berlalu, dan sejak saat itu, shopia tidak pernah datang untuk mengungjungiku.
Tetapi ada sebuah surat yang dikirimkan untukku, itu adalah surat dari shopia.
(Hei, shei ... maaf tentang kemarin, aku terbawa oleh emosi ketika sedang bercerita ... sekarang aku sudah tidak berada dikerajaan paron lagi, seperti yang kuputuskan, aku menjadi seorang petualang, kau ingin berkata jika aku tidak cocok kan? Aku tau itu, karena itulah!! Akan kubuktikan jika pekerjaan ini cocok untukku!! Yah, mungkin untuk seterusnya kau harus memanggilku dengan sebutan "kakak" karena aku sudah menganggapmu sebagai adikku, sampai jumpa lagi, dari : shopia adrelina)
Pada akhirnya aku tidak tau ini berakhir bahagia atau tidak, tetapi yang pasti aku ingin memukul wajahku sendiri untuk memberi pelajaran kepada perjaka menyedihkan ini.
Tetapi yah, shopia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan "kakak" dasar, padahal umur kami hanya berbeda 3 tahun ...
Sekarang aku masih belum mengerti, apa perasaanku terhadap shopia adalah perasaan menganggapnya sebagai teman atau perasaan untuk menganggapnya sebagai kakak.
Aku tidak berpikir menganggap shopia sebagai teman itu salah, apalagi tentang aku yang menganggap shopia itu sebagai kakak.
Tetapi ini sudah membuatku merasa puas .... tidak ada lagi kekangan pikiran, aku akan berdoa- ups, aku salah.
Aku akan percaya jika shopia akan kembali suatu saat nanti, dan sampai saat itu ... kami akan berhubungan jarak jauh.
.
.
.
Hari-hari berlalu tanpa masalah dan surat shopia yang kedua telah sampai, hmm ... mana-mana, coba kubaca.
(Untuk adikku, shei) kh membaca ini membuatku malu, selanjutnya (mumgkin kau tidak percaya tetapi aku membunuh binatang iblis!! Meski itu pertama kalinya tetapi aku sangat senang. Yah, meskipun itu membuatku hampir mengompol, tetapi ada rekan yang bisa kuandalkan disini. Besok kami akan pergi kebenua elrole, jadi mungkin aku tidak bisa mengirim surat dalam waktu dekat, tetapi akan langsung kukirim jika sudah sampai dibenua elrole, pasti!! Kesampingkan hal itu, aku tidak akan tau surat ini akan sampai dihari apa, tetapi jika kau menerimanya berarti kau masih berada di rumah sakit, desa musim saljukan? Surat selanjutnya akan kukirim kesana, dari : shopia adreline)
Begitu ya, jika aku keluar dari rumah sakit ini, shopia tidak akan tau dengan alamat pastiku, sekarang dia pasti sedang didalam perjalanan kebenua erolre atau mungkin sudah sampai?
__ADS_1
Kalau tidak salah untuk sampai kebenua elrole memerlukan waktu 15 hari, yah ... jadi dia masih berada didalam perjalanan.
Apa boleh buat, akan kutunggu surat selanjutnya.
.
.
.
Hari ini adalah hari dimana aku keluar dari rumah sakit, dan sekarang aku sedang melakukan peregangan tangan.
"Bagaimana, kondisimu?"
"Sudah lebih dari baik"
"Begitu ya, hm ... coba lihat"
Dokter bergerak ke arahku dan membuka perban yang ada diwajahku.
"Yah ... hm, tidak ada luka yang membekas, syukurlah"
Dokter melanjutkan melepas perban diwajahku dan hanya membiarkan perban itu terjatuh kelantai.
Oh, ada cermin disini, aku maju perlahan ke arah cermin itu untuk melihat wajahku.
"Hm ... seperti biasa aku cantik~"
Baru-baru ini aku menyadari jika terlahir sebagai wanita mempunyai daya tarik tersendiri, ini adalah salah satunya.
"Oh, benar juga ... ada surat untukmu"
"Surat?"
Dokter menunjukkan sebuah surat dan aku bergerak untuk mengambil surat itu, setelah itu aku langsung mencari kursi dan mendudukinya.
Dari siapa ya? Surat milik shopia baru saja sampai kemarin.
Disaat aku memilah surat itu, tercium bau yang harum, ini parfum?
Dan surat ini mempunyai desain yang mewah, disaat aku melihat nama pengirimnya disitu tertulis "iinette yaulen"
"Iinette?"
Aku membuka surat itu dan langsung membacanya.
(Hari yang cerah, sheilla~, bagaimana kabarmu? Apa kau sudah keluar dari rumah sakit? Kalau aku sudah berada di kerajaan asahris, sudah kuduga jika berada disini lebih terasa nyaman dan aman, kesampingkan hal itu, setelah aku keluar dari rumah sakit, aku baru saja tau jika kamu ternyata adalah anaknya tuan lohengram, apa aku pernah berbicara yang tidak sopan? Fufu, itu gurauan ... cukup sampai disini, selanjutnya aku menantikan surat darimu, dan jangan lupa untuk memanggilku dengan sebutan "kakak"~~ dari : iinette yaulen"
"U-uh ... akan kubiasakan"
Disini aku dengan wajah masam membalas perkataan terakhir iinette.
Diruangan ini, aku mengalami pertemuan dan perpisahan yang menyentuh hati, gahaha, padahal aku sudah terlalu tua untuk terharu dengan ini.
.
.
.
Waktu persiapan keluar dari rumah sakit telah selesai kukerjakan, merepotkan juga jika harus mengurusi semacam itu hanya untuk keluar dari rumah sakit.
Aku sedang berada dipintu depan rumah sakit ini, didepan dipenuhi oleh berbagai bunga, hmm?
"Tanaman obat disini tumbuh dengan subur"
Ucap seorang yang sedang berbicara dengan temannya dari kejauhan, tetapi suaranya cukup terdengar ditelinga sheilla.
Ternyata itu semua tanaman obat---- yah, aku yang salah karena kurangnya pengetahuan.
Disaat aku melihat-lihat bunga-- maksudku tanaman obat disekitar, ada seorang yang berjalan ke arahku.
Oooh, itu wanita, dan terlebih wanita itu seperti memakai sebuah seragam yang bewarna putih dengan berbagai desain keemasan, itu dan beberapa lencana, apa itu seragam militer?
"Anda pasti sheilla, kan?"
"Y-ya"
"Kalau begitu ikutlah denganku"
__ADS_1
Ah ... aku tau, wawancara dari militer, aku benar-benar melupakannya, jadi apa wanita cantik ini juga merupakan anjing militer?
Wanita ini juga tampak tidak bersahabat. Huuuu~ aku ingin kabur dari sini.