Paladin Antegram

Paladin Antegram
dorongan untuk berani


__ADS_3

Melenceng dari rencana awal, seharus nya mereka akan langsung kembali ke markas ketika menyelesaikan tugas khusus itu.


Tetapi karena kecerobohan yang dilakukan oleh Da vinci, itu membuat nya tidak bisa berjalan, dan dia juga tidak bisa meminta Sheilla untuk menggendong nya.


Jadi mereka memutuskan untuk tinggal di desa yang mereka selamatkan barusan.


"Maaf ya, karena telah membuat kalian menyiapkan kamar untuk kami"


"Tidak masalah, lagipula kalian sudah menyelamatkan desa, akan terlihat buruk bagi kami jika memperlakukan penyelamat kami dengan buruk"


Ucap wanita itu dengan senyuman ramah, dan Sheilla hanya bisa tersenyum masam disini.


"Nikmati waktu mu"


"O-oh ... Terima kasih banyak"


Ucap Sheilla dengan menundukkan kepala nya, dan wanita itu tersenyum dan berjalan menjauh, setelah itu, Sheilla memperhatikan sekitar dimana tidak ada siapapun.


Lalu dia masuk kedalam dan menutup pintu ruangan itu.


Berjalan perlahan ke arah Da vinci yang sedang tertidur dengan lelap, meski tubuh nya dipenuhi oleh balutan perban dan tangan kanan nya tidak bisa digunakan untuk sementara karena mengalami patah tulang.


Sheilla dengan perlahan duduk sambil menatap Da vinci, lebih tepat nya menatap wajah tidur nya.


Setelah itu, dia bersenandung sambil menggerakkan tubuh nya kekiri dan kekanan karena bosan.


(Seharus nya kubawa satu atau dua buku jika tau ini akan terjadi)


Setelah itu, sambil menghela nafas kecewa, Sheilla membawa tubuh nya ke tempat tidur yang tipis itu, dan membiarkan diri nya berbaring disitu.


Disaat dia terbaring sambil menatap atap atap, dia mengalihkan pandangan nya ke samping dimana dia menatap wajah Da vinci sekali lagi.


(17 tahun ya? Itu berarti aku sudah wanita sekarang kan?)


Jantung nya berdegup kencang, menelan ludah ketika dia menatap bibir Da vinci.


Dengan wajah yang memerah, dia mendekatkan tubuh nya dan memeluk Da vinci.


(Karena sedikit dingin ... jadi ini tidak masalahkan?)


Membawa suatu alasan dengan membiarkan selimut tidak memiliki peran nya disini, lalu dia menutup mata nya dan dia langsung tertidur.


---


18 november 713, kalender antegram - desa razulla


Ketika dia membuka mata nya, dia mendapati atap atap yang tidak dia kenal, memperhatikan sekitar dan tidak menemukan keberadaan Sheilla.


Lalu dia mulai bangun dan mendapati tubuh nya dipenuhi oleh perban, lalu dia juga memperhatikan tangan nya juga dipenuhi dengan perban yang tebal.


(Luka seperti biasa kah?)


Dan ketika dia menyadari nya, terdapat baju dengan pesan di atas nya, dia mengambil itu dengan tangan kiri dan membuka nya.


"Aku di dapur? Sungguh pesan yang singkat"


Dia meletakkan kertas itu kelantai dan mengambil pakaian itu.


Setelah memakai mengganti pakaian nya dengan pakaian itu, dia berjalan keluar, menatap daerah sekitar dimana anak anak sedang bermain kejar kejaran.


(Dapur itu .... dimana?)


Dia mendapati ruangan lainnya yang berada tepat disamping ruangan itu, ini adalah rumah yang besar dengan ruangan yang berpisah pisah seperti rumah.


Dan ada jempatan kecil ditanah untuk berjalan menuju keruangan lainnya.


Jadi dia hanya memutuskan untuk berjalan disini, hanya berjalan tanpa arah mengikuti rute yang ditetapkan ditanah.


Terus berjalan ketika akhirnya dia mendengar suara Sheilla yang sedang berbincang, menghentikan langkah nya kedepan ruangan itu.


Ketika dia mencoba untuk membuka pintu itu, itu sejara ajaib tidak terbuka, dia mendorong nya lebih kuat tetapi tetap tidak terbuka.


Sampai dia akhirnya menyadari jika itu bukanlah pintu dorong, melainkan pintu geser.


"Ah"


Setelah menyadari hal itu, dia menggeser pintu itu dan pintu nya terbuka, memberikan rasa bahagia sedikit ke dirinya karena berhasil.

__ADS_1


Dia mendapati Sheilla yang sedang berbincang dengan bahagia dengan seorang gadis yang terlihat sebaya dengan Sheilla, melihat Sheilla dengan apron polos dengab rambut yang dia akat dan poni nya dia rapi kan agar tidak nenganggu penglihatan.


Menyadari kedatangan Da vinci, Sheilla memutar tubuh nya dan menatap ke arah Da vinci dan mulai tersenyum.


"Nah ... akhirnya kau bangun, tapi sayang, kau perlu menunggu sebentar sampai ini segera dimasak, duduk saja dilantai"


Ucap Sheilla dengan mengatur seperti dia yang mempunyai rumah ini, membuat Da vinci sedikit canggung akan hal itu.


Lalu menyadari jika gadis yang berada disebelah nya tampak khawatir akan suatu hal.


"Umm ... bukankah dia masih terluka, apa tidak masalah untuk membuat nya beraktivitas seperti ini?"


Gadis itu membisikkan sesuatu ke Sheilla dan Sheilla hanya terkekeh.


"Tidak masalah, dia tidak akan mati hanya karena itu, lagipula jika tentang luka maka itu sudah terbiasa dengan nya"


Gadis itu hanya tersenyum masam ketika mendengar hal itu dari Sheilla.


Ketika itu mereka selesai memasak, dan Sheilla membawa sup didalam panci itu ke meja makan, disisi lain, Gadis itu menatap dengan mata yang berkaca kaca.


"Luar biasa, saya kagum kamuu bisa memasak nya dengan begitu baik"


"Jika terbiasa memasak maka itu bukanlah masalah"


Itu adalah rebusan dengan memasukkan sayuran dan jamur didalam nya, lalu dia juga memasak sup merah yang terbuat dari tomat dan roti panggang.


Terpancing dengan bau itu, seorang pria datang dengan pakaian berkebun nya.


"Itu aroma yang menyenangkan, Lily, bawa menek mu kesini"


Ucap pria itu dimana Lily mulai berdiri sambil berkata "baik" dan dia berjalan leluar dari ruangan.


"Maaf, karena telah membuat anda memasak untuk kami"


"Tidak masalah ... kalian sudah kerepotkan berkat kami"


Sheilla melepas apron nya, meletakkan itu dimeja dan dia duduk dikursi sebelah Da vinci, begitu juga dengan dua anak yang bermain kejar kejaran tadi datang karena aroma masakan yang harum itu.


"Itu terlihat lezat~~"


Ucap pria-- atau kau bisa menyebut nya dengan "gus" mendengar hal itu, membuat dua anak itu berkata "baik" dan mulai berlari ke arah dimana mereka akan membersihkan tangan mereka.


Lalu Lily datang dengan seorang nenek yang berada diumur nya, menahan tangan nenek itu dan berjalan dengan perlahan mengikuti kecepatan si nenek.


Melihat hal itu membuat Sheilla sedikit mengingat tentang seseorang.


Membawa nenek itu ketempat duduk nya, setelah itu Lily bergegas ke tempat duduk nya dimana anak anak yang lain selesai mencuci tangan mereka dan mulai duduk dikursi mereka.


"Nah ... mari kita panjatkan doa untuk dewa yang agung"


Mereka semua mengepalkan tangan mereka, kecuali Da vinci dan Sheilla.


Da vinci memiliki tuhan nya sendiri tetapi dia tidak begitu memperdulikan hal itu, disisi lain Sheilla sejak awal bahkan memutuskan untuk tidak memiliki tuhan sama sekali karena pengaruh ingatan Kareth.


Tetapi dia menghormati mereka, tersenyum dan menutup mata nya ketika keluarga itu sedang memanjatkan dia.


"Nah ... waktu nya kita memakan ini"


Setelah selesao berdoa, mereka mulai mengambil roti mereka, merobek roti itu dan membawa nya ke mulut mereka.


Ketika sedang melakukan hal itu, Sheilla menyadari keberadaan Da vinci yang sedang kesusahan, tangan kanan nya mengalami patah tulang jadi dia hanya bisa menggunakan tangan kiri nya disini.


Dan tangan kiri bukanlah keahlian nya, ketika dia kesusahan, dia mendengar Sheilla yang mengatakan "ini, katakan aaaaa"


Mengalihkan pandangan nya kesamping dan mendapati Sheilla dengan sendok yang berisi sup tomat, membuat Da vinci tersipu.


Menelan ludah nya, dan dia membiarkan diri nya termakan oleh godaan itu, membuka mulut nya dan membiarkan Sheilla menyuapi nya.


(Sakit adalah yang terbaik)


Melihat hal itu, memberikan respon yang berbeda dari keluarga itu, kedua anak itu melihat hal itu dengan mata yang berkaca kaca, dan gus hanya tersenyum ramah, disisi lain Lily melihat hal itu dengan wajah memerah.


"Itu enak?"


"Enak sekali"


"Kalian pasangan yang sangat serasi"

__ADS_1


Ucap gus dengan senyum ramah nya, mendengar hal itu membuat Da vinci tersentak kaget dan Sheilla tersenyum mengejek ketika melihat reaksi yang diberikan oleh Da vinci.


"Sebenar nya ... malam besok, desa akan melakukan tradisi lama, dimana kami akan menari satu sama lain, bagaimana? Kalian bisa ikut untuk saling berdansa disitu"


Mendengar hal itu membuat Da vinci berdegup kencang, menelan ludah nya dengan wajah memerah, lalu dia mengintip ke arah Sheilla.


Mendapati Sheilla yang sedang berpikir saat ini, dia sedikit mengharapkan reaksi yang berbeda dari Sheilla, tetapi itu sepertinya percuma.


Lalu Sheilla tersenyum dengan mengatakan "maaf, tapi seperti yang kalian lihat, pria ini sedang sekarat, jadi untuk saling berdansa sepertinya akan sedikit sulit"


Mendengar hal itu membuat mereka terdiam, begitu juga dengan Da vinci, dimana dia sedikit-- tidak, dia sangat mengharapkan untuk berdansa dengan Sheilla.


Dia ingin memukul dirinya dimasa lalu yang mengatakan jika sakit adalah hal yang luar biasa.


Lalu Gus hanya tersenyum canggung ketika mendengar jawaban dari Sheillla.


"Begitu ya ... maaf karena tidak memperhatikan hal itu"


Lalu, mereka melanjutkan sarapan dengan sedikit perbincangan bersahabat lainnya.


***


Waktu berlalu dan malam telah tiba, saat ini diruangan mereka, Da vinci dan Sheilla sedang membaringkan tubuh mereka di tempat tidur yang tipis itu.


Membiarkan mereka terjaga sedikit lama dengan mengobrol beberapa topik.


"Mereka keluarga yang baik ya"


"Benar ... terlalu baik sampai sangat disayangkan karena mereka hidup di antegram"


"... daripada itu, kita akan pulang pagi lusa"


"Hei, selama aku aku selalu penasaran ... ketika semua ini berakhir, kita akan kembali ke dimensi asli kita, tetapi bagaimana dengan penduduk yang menetap di antegram? Mereka lahir dan hidup disini"


"Itu ... "


Selama antegram diselesaikan, dan semua pemain yang ada akan kembali ke dunia mereka, tetapi untuk para penduduk, jika mereka juga terikut ke dunia asli dari leluhur mereka.


Mereka akan kesulitan untuk bertahan hidup, tidak ada tempat untuk mereka didunia itu, mereka hanya kesendirian disana.


Sheilla memutar tubuh nya ke arah dinding, dan mulai memejamkan mata nya.


Sambil berdoa untuk yang terbaik di hari besok.


***


19 november 713, kalender antegram - hari tradisi


"Huh? Serius? Kalian masih belum menjalin hubungan?"


Ucap gus dengan wajah tidak percaya dengan apa yang terjadi, mereka begitu mesra tetapi mereka bukan sepasang kekasih?


Itu cukup untuk membuat nya terkejut, saat ini mereka berada dikebun pribadi milik Gus, dia menamam beberapa sayuran untuk keseharian dan selebih nya dia akan menjual nya ke kota.


"Yah ... saya terlalu takut untuk melamar nya"


"U-uh ... tetapi dari yang kulihat, sepertinya dia juga menyukai mu, kalian masih belum ada kemajuan karena kau!, sebagai pria, seharus nya kau yang menyatakan nya lebih dulu"


Berkata dengan bangga dan Da vinci sedikit tertegun malu ketika mendengar hal itu.


"Yah ... "


Da vinci bergumam kecil dengan canggung, menyadari hal itu Gus, terdiam dan mulai menatap langit.


"Terdapat waktu didalam kehidupan, ketika waktu nya waktu itu akan habis, di antegram ini, kematian adalah hal yang biasa, kudengar kau sering terluka? Pernahkah kau sekalipun memikirkan perasaan dia ketika melihat mu kembali dengan keadaan terluka?'


Mendengar hal itu membuat Da vinci tersentak, dan mengalihkan pandangan nya kebawah, sekalipun dia tidak pernah memikirkan hal itu.


"Malam ini adalah malam tradisi, semua orang akan berkumpul di alun alun desa, dari kondisi mu sepertinya kau tidak akan bisa berada disana, jadi berdiam dirilah bersama dia dirumah, ketika waktu nya akan ada kembang api Lho, kau tau? Kembang api? Itu meledak dengan indah di langit malam, ketika saat itu, cobalah untuk menyatakan perasaan mu"


Gus berjalan maju ke arah Da vinci dan menepuk bahu nya dua kali sambil berkata "ingatlah, kesempatan tidak datang dengan sendiri nya, kau lah yang membuat kesempatan itu"


Lalu dia berjalan menjauh dengan bersikap keren, tersentuh dengan perkataan nya, dia mulai menghormati Gus dan menundukkan kepala nya.


"Pak gus! Aku akan mengikuti mu selama nya!"


"Oh!! Buat lah aku merasa bangga dengan kemajuan dari hubungan kalian"

__ADS_1


__ADS_2