
Kembali ke pertarungan Da vinci melawan Lantis.
Didalam kotak tanah yang diciptakan oleh, terjadi pertarungan satu lawan satu antara Da vinci melawan lantis.
Beberapa kali Lantis terkena tipuan dari trik sederhana dari alkimia tanah, adamantyte, dengan tinju nya, Da vinci memukul tepat didagu Lantis.
Membuat nya terhempas jauh dan menabrak dinding.
Baik Da vinci maupun Lantis mengeluarkan nafas yang terengah engah karena lelah.
Lantis mengenggam erat belati nya, begitu juga dengan Da vinci yang bersiap dalam posisi untuk menyerang.
Da vinci maju terlebih dahulu dimana Lantis mengikuti, mereka berhadapan dan Lantis menebaskan belati nya.
Da vinci menghindari hal itu sekaligus melancarkan pukulan ke arah Lantis dimana menyadari hal itu, Lantis mundur kebelakang.
Setelah nya sebuah pilar tercipta, Da vinci sedikit melebarkan mata nya dimana setelah itu dia maju dan sekali lagi mereka berhadapan.
(Dia sudah tau trik nya?)
Da vinci memukulkan tangan kanan nya kesamping dimana Lantis mengikuti arah gerakan tangan itu, dan dia kembali menatap kedepan.
Tanpa ragu dia menusukkan belati nya kedepan dimana untuk menghindar hal itu, Da vinci menaikkan tangan kanan nya ke atas dengan panik.
Pilar tanah muncul dan menghadang serangan dari lantis.
Da vinci maju dan memukul Lantis dengab lengan kiri nya kesamping dimana Lantis masih bisa menghindari hal itu.
Lalu Da vinci memutar tubuh nya dan kembali memukul Lantis dengan tangan kanan dimana Lantis menahan serangan dari Da vinci dengan melindungi wajah nya dengan kedua lengan nya.
Seperti sedang menganalisa sesuatu, Dengan insting nya, Lantis menghindar dengan salto kebelakang beberapa kali dimana pilar tanah tercipta dan itu hampir mengenai Lantis.
(Aku tau ... trik nya)
Da vinci menanggapi hal itu dengan senyum masam dengan wajah nya yang kelelahan.
(Sepertinya menggunakan Alkimia disini akan menjadi sia sia, baiklah, waktu nya itu)
Seketika kedua lingkaran sihir yang masing masing berada dilengan Da vinci menjadi Hancur, Melihat hal itu membuat Lantis melebarkan mata nya.
Da vinci melepas pakaian nya dan hanya menyisakan kaos hitam nya disini sambil menghembuskan nafas nya beberapa kali untuk mempersiapkan diri nya.
(Ini akan menjadi pertama kali aku menggunakan sihir itu di pertarungan nyata, sihir ciptaan ku, sihir yang hanya aku sendiri bisa gunakan)
Entah dia menyadari nya atau tidak, tetapi wajah nya saat ini sedikit memerah dan tersenyum lebar karena perasaan senang yang dia dapatkan.
Lebih dari yang mereka kira, Da vinci adalah individu yang menikmati sihir lebih dari siapapun, dan memakai hal itu dipertarungan nyata ... adalah hal yang luar biasa bagi nya.
(Baiklah, waktu nya bersikap keren)
"Nah, satu hal"
Lantis merespon dengan heran sambil menaikkan kewaspadaan nya.
"??"
"Jangan mati dulu"
Ucap Da vinci dengan sombong dimana Merespon hal itu, membuat Lantis merasa takut akan sesuatu, sesuatu yang berbeda dari sebelum nya.
(Apa apaan? Dengan energi sihir ini? Semuanya berkumpul disatu tempat)
Lantis membelalakkan mata nya dimana hanya dengan insting nya, aura disekitar Da vinci sedikit berbeda.
Sedikit mundur kebelakang tetapi, Da vinci menundukkan sedikit tubuh nya, dengan tatapan tajam, seperti seekor serigala yang sedang menatap mangsa nya.
(Sihir yang kukembangkan mengikuti refrensi dari sihir yang selalu Shei pakai)
Meski itu terlihat susah, tetapi Da vinci mengerahkan seluruh sihir nya di 4 titik yang berbeda, kedua tangan dan kedua kaki.
Dan di daerah tubuh selain itu, sama sekali tidak didiami oleh satu pun energi sihir.
Hanya dengan itu, membuat organ nya berhenti bekerja, darah yang mengalir lebih lambat dan sesak nafas yang berlebih.
__ADS_1
Mengarahkan tangan kiri nya kesamping dimana Sebuah sihir tercipta, Da vinci melihat dengan mata yang melebar.
Disisi lain Lantis menatap dengan dengan pucat.
(Membuat sihir tanpa rafalan ....
1 detik atau bahkan lebih lambat dari itu, Da vinci bergerak dengan sangat cepat hingga akhirnya dia tepat berada dibelakang Lantis.
(Membuat sihir tanpa rafalan ....memangnya itu adil?)
Petir menyambar keseluruh area dan menghancurkan sekitar begitu juga dengan Da vinci yang memukul perut Lantis dengan gumpalan petir ditangan nya.
Terkena oleh serangan itu, membuat Lantis memuntahkan darah, dan setelah itu, Da vinci meninjunya lebih kuat sampai Lantis terhempas jauh.
Menabrak dinding dan menghancurkannya sampai dia berada diluar, berguling guling ditanah dengan luka yang parah ditubuh nya.
Disisi lain, Da vinci menatap diam disini.
(Heebaaaat!!!! Tapi ini sakit sekali, berada di dalam mode ini adalah rasa sakit yang tidak pernah kurasakan sebelum nya? Apa? Nyeri sihir? Kesampingkan hal itu, sudah kuduga, mengeluarkan sihir dengan cara seperti ini sama sekali tidak terpengaruh ke tubuh, meski tangan kiri ku dilapisi oleh petir, aku sama sekali tidak merasakan dampak dari sengatan nya, aku bisa mengatakan ini dengan bangga, ini adalah penemuan terbesar dalam sejarah!!)
Dengan kesusahan, Lantis mencoba untuk bangun disini, menatap kedepan dimana terdapat Da vinci yang hanya berdiri.
Itu jelas karena dia bahkan tidak bisa melakukan pergerakan yang percuma, itu hanya akan memberi rasa sakit ke tubuh nya lebih dari itu, jadi dia hanya memutuskan untuk diam.
Disaat Lantis menunduk, dia terbatuk batuk dimana darah keluar dan mengenai tanah dibawah.
(Aku tidak pernah mendengar ini!! Sihir ... yang bahkan tidak dilapisi dengan rafalan sihir, sebenar nya siapa yang sedang kuhadapi saat ini)
Hanya bocah penggila sihir.
Tetapi bocah ini, berada diambang batas nya, pandangan nya menjadi buram diikuti dengan pusing yang luar biasa.
Membuat nya secara tidak sengaja menonaktifkan sihir baru yang dia ciptakan, menghilangkan petir yang berkeliaran disekitar.
(Sial ... lebih dari ini adalah hal yang mustahil, apa yang kurang dari ini?)
Da vinci terengah engah tanpa henti dimana dia bahkan mimisan saat ini, darah keluar dan jatuh dari hidung nya dimana setelah menyadari hal itu membuat Da vinci sedikit terkejut dan membersihkan hidung nya dari mimisan dengan cepat.
Melihat hal itu membuat Lantis menatap dengan heran, tetapi satu hal yang dia mengerti, yaitu pertarungan masih belum berakhir.
(Mari kita lihat, sihir apa lagi yang masih kupunya? Sihir yang sebelum nya itu berbahaya, jadi mari segel dulu sampai waktu yang tepat untuk menggunakan nya)
Lantis mulai berdiri dengan tegak, menghembuskan nafas nya dengan panjang, lalu menundukkan tubuh nya dengan tatapan tajam kedepan.
Tanpa menunggu lebih lama, dia mulai berlari kedepan dimana Da vinci tersentak kaget, dan dengan pasrah ikut bergegas kedepan.
Lantis menyiapkan belati nya dan Da vinci baru saja membentuk sebuah belati dengan sihir penciptanya.
Lantis merafalkan sihir dimana lingkaran sihir muncul dan melingkari belati nya dimana menggunakan hal itu, Lantis menebas udara dua kali dengan arah tebasan yang berbeda.
Disaat yang bersamaan sebuah angin mulai muncul dan terhempas dengan kuat ke arah Da vinci.
(Sihir angin?!)
Da vinci mendecahkan lidah nya, tidak seperti sihir pada umum nya, sihir angin bahkan tidak memilih bentuk nyata untuk dilihat.
Jadi itu hampir transparan dimana Da vinci terpaksa untuk berpikir keras.
(Jarak antara kami, kekuatan tebasan, arah tebasan, kecepatan sihir)
Memaksa otak nya untuk bekerja lebih dari itu, dan ketika waktu nya, Da vinci melompat diudara untuk menghindari kedua tebasan angin itu.
Hanya dengan perhitungan singkat, Da vinci berhasil menghindari ketika sihir itu mencapai diri nya.
Lantis mendecahkan lidah nya dengan kesal, dan mulai menebas belati nya kedepan dimana Da vinci juga menebaskan belati nya kedepan.
Serangan mereka ditangkis satu sama lain dimana mereka memasuki bentrokam selanjutnya, menangkis satu sama lain dengan teknik mereka masing masing.
Dimana hingga akhirnya lantis menangkis dari tebasan Da vinci, lalu dia melompat ke atas dengan memutar tubuh nya dan menendang wajah Da vinci.
Membuat Da vinci terhempas menjauh dimana dia berguling ditanah beberapa kali dan disaat itu berhenti dia menggunakan sihir terbang dan mulai kembali menysul ke arah Lantis.
Lentis mengarahkan tangan nya kedepan lalu menggerakkan nya kesamping dengan cepat, sampai akhirnya layar sihir tercipta dan dengan senyuman sinis.
__ADS_1
Lantis mulai mengucapkan mantra.
"Alpha"
Sebuah api keluar seperti tebasan dimana itu mengarah ke arah Da vinci dengan cepat, Da vinci berhenti diuadara sampai api itu mencapai diri nya.
Tetapi sihir itu masih mempunyai tahap kedua dalam ramuan dimantra nya.
-dbooomm-
Api itu meledak dengan kuat sampai menghembuskan angin ke arah yang berbeda dengan kencang.
Lantis mendengus dengan bangga, tetapi senyuman sinis nya itu menghilang ketika menyadari sesuatu diatas nya.
Terdapat Da vinci yang terbang dengan layar sihir dihadapan nya.
Lalu dia merafalkan mantra.
"Kolasi"
Beberapa bola api tercipta dimana itu memadat menjadi bola, dan dengan aba aba Da vinci, mengarahkan tangan nya kedepan dan beberapa bola api itu mulai bergerak dengan cepat menuju ke arah Lantis secara berurutan.
Dengan panik, Lantis mengarahkan tangan nya ke atas dimana sebuah barier muncul.
Bola api itu mengenai nya dan tetap menghancurkan area sekitar dengan melelehkan mereka.
Dimana satu persatu bola api itu mengenai barier Lantis, ketika itu retak dan pecah, Lantis mulao melompat kebelakang dan menciptakan barier yang baru dengan putus asa.
Sampai akhirnya serangan bola api itu berakhir dan Lantis terengah engah karena lelah.
Sampai akhirnya disuatu asap dibelakang Lantis, Da vinci melompat keluar dengan belati ditangan nya.
Lantis menyadari itu dan menghadap kebelakang dengan cepat sampai Da vinci mencapai nya dan menjatuhkannya kebawah.
Menduduki tubuh Lantis dengan sekuat tenaga mencoba untuk menusuk dada Lantis, tetapi dengan keinginan bertahan hidup nya yang luar biasa, Lantis menahan serangan Da vinci dengan sekuat tenaga dengan berteriak keras.
"Aaaaarrrrrggggh .... mingggirrr!!!!"
(Tidak akan kubiarkan lepas)
Dengan sekuat tenaga, mereka mencoba untuk membunuh dan melindungi diri.
Tetapi disuatu titik, Lantis mengingat akan satu hal.
Yaitu tentang adik nya, Sount, sampai akhir hidup nya dia digunakan sebagai alat sekali pakai, bahkan itu oleh diri nya.
Tujuan mereka adalah membuat Desa nya mendapatkan kekayaan yang normal dengan menyebarkan nama desa nya, karena itulah mereka memutuskan untuk mengikuti para Anoir dalam permainan.
Sebagai penduduk asli, mereka berhak untuk ikut dan tidak ikut kedalam permainan.
Melemahkam otot nya, dan tanpa halangan siapapun, dia melepaskan genggaman nya pada belati Da vinci.
Lalu ... sampai belati itu menusuk tepat kejantung nya.
Da vinci merespon dengan tersentak kaget akan hal itu.
"Kenapa ... semua nya berakhir seperti ini?"
Ucap lantis dengan penuh kesedihan, dimana air mata mengalir keluar dari mata nya dan jatuh ketanah.
Dan ... tanpa berkata apa apa lagi, Lantis menghembuskan nafas nya untuk terakhir kali.
Disini Da vinci melepaskan genggaman nya pada belati itu dan membiarkan nya menghilang.
Berdiri dan mundur kebelakang untuk menatap Lantis dengan penuh iba.
(Aku tau ... jika semua akan berakhir seperti ini, tetapi)
"Mau berapa kalipun aku merenggut nyawa seseorang, aku masih belum terbiasa dengan ini"
(Perasaan ....yang menjijikan ini)
Da vinci berjalan, mulai berlari dengan cepat dan lebih cepat lagi menuju ke tempat Williard dan Larisa.
__ADS_1