
"Nona sheilla, biarkan saya membawakan buku anda~"
Ucap shelle yang mengejar sheilla, setidak nya sheilla akan mengalami hal ini setiap hari saat berangkat sekolah.
"Bukankah sudah kubilang tidak perlu? Dan kelas kita berbeda, lagipula hari ini adalah ..."
"Hmm? Ada apa nona sheilla?"
Hari ini adalah hari kepulangan elena, atau lebih tepat jika menyebut nya kembali ke sekolah.
Menurut kata pak kepala sekolah, elena sedang melakukan ujian untuk naik ketingkat 3.
Elena bisa naik ketingkat 3 dengan waktu yang sesingkat itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan para murid lainnya.
Dan sekarang sheilla sedang berpikir bagaimana cara untuk menyambut elena, apa yang harus dia katakan setelah bertemu dengan elena dan bagaimana seterus nya.
".... bukan apa-apa"
Disisi lain, da vinci saat ini.
Berjalan mengantuk dan seorang yang berada disamping nya adalah polua kryle.
Dia merupakan teman sekamar nya da vinci.
"Ng?"
Da vinci berhenti setelah melihat banyak kereta yang masuk kedalam sekolah.
"Kereta sekolah? Banyak juga"
"Ah, mereka kembali hari ini ya? Bagaimana aku bisa melupakan ini--"
Polua menepuk tangan nya setelah mengingat hal ini, dimana dia adalah anggota osis jadi seharus nya dia mengetahui kapan pulang nya murid yang melakukan ujian kenaikan.
Tetapi untuk melupakan hal sekecil itu sama seperti ...
"... Menunjukkan ketidak berguna nya senior"
Ucap da vinci dengan acuh tak acuh dan polua merasakan tusukan dari perkataan da vinci barusan.
"Me-menyakitkan juga perkataan mu--"
Jawab polua dengan memegang dadanya untuk menanggapi rasa sakit itu.
"Huh?"
Da vinci terkejut ketika melihat ke arah salah satu murid yang keluar dari kereta, dia adalah elena.
"Ada apa?"
Polua bertanya dengan heran sambil mencoba untuk melihat ke arah yang sama dengan da vinci.
"Tidak, aku hanya berpikir jika gadis itu cukup mirip dengan kenalan ku ... hmm, lupakan, mungkin cuman perasaan ku"
Da vinci berbalik arah dan mulai menguap.
"Hah? Kau tidak jelas kali ini, junior"
Di posisi elena.
__ADS_1
"Kau ingin langsung kembali kekediaman lohengram?"
Tanya testia dengan ekspresi heran diwajah nya.
"Ya, secepat mungkin aku akan mengirim surat itu kakak"
"Hmm, hei~ boleh aku ikut?"
"Eh? Kerumah ku?"
Elena terkejut hingga membuat suara yang cukup aneh pada kalimat nya.
"Hmm? Rumahmu?"
Testia bingung mendengar hal itu dikonfirmasi oleh seorang pelayan, elena terkejut karena menyadari kesalahan nya.
"Huh, tidak, maksud ku, ya, kau mungkin boleh berkunjung"
Elena berusaha untuk menutupi kesalahan nya dan itu dan testia memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu.
Lebih dari itu, testia khawatir karena elena masih murung dari tadi malam, sejak dia membaca surat itu.
Bahkan dia tidak nafsu makan saat sarapan pagi.
"Hmm ... kau terlihat sangat khawatir pada kakak mu, pasti kau sangat menyayangi kakak mu"
Ucap testia untuk sedikit nada genit untuk menggoda elena.
"Ya~ bagiku kakak adalah orang paling baik didunia, paling cantik, dan paling kuat. Kakak ku adalah panutan bagiku, tapi seharus nya begitu ..."
Elena kembali ceriah kembali saat menceritakan tentang kakak nya, tetapi diakhiri dengan kembali murung.
Disaat testia berpikir jika dia berhasil membuat elena kembali ceria, tetapi itu malah membuat nya menjadi tambah parah.
"... Kenapa?"
Selain itu, testia juga sedikit penasaran dengan kalimat terakhir elena.
"Aku takut dengan kakak ku"
"Takut?"
Elena dan testia menghentikan langkah mereka dan berdiam ditempat.
Testia bingung dengan kalimat "takut" yang dikatakan oleh elena, bahkan kalimat itu membuat nya lebih bingung daripada sebelum nya.
"Benar" (bagiku kakak adalah seorang yang paling kuhormati, tetapi, sejak saat itu, sejak terjadinya insiden minotaur itu, saat melihat kakak bertarung mati-matian, itu membuat ku kagum dan juga terasa takut, tidak, mungkin aku hanya menggunakan rasa kagum itu untuk mengurangi rasa takut ku ke kakak)
Elena tidak bisa memberitahu apa perasaan nya saat ini ke testia, meskipun mereka dekat.
Tetapi hanya itu yang tidak bisa dia beritahu ke testia.
Dan testia saat ini sedang kebingungan untuk mencari kata-kata penghibur yang tepat untuk membuat elena kembali ceria.
Disaat seperti ini ...
"Hei! Kau sangat keras kepala, bukankah sudah kubilang jika tidak perlu!!"
Seseorang berteriak dengan keras sampai-sampai dia menjadi pusat perhatian saat ini, berlari dengan kecang dan ada seorang yang mengejarnya dari belakang.
__ADS_1
"Ah~ nona sheilla, 1 buku! Setidaknya izinkan saya menbawa 1 buku~"
Mereka adalah sheilla dan shellee.
Dan ketika sheilla berlari, dia berlari tepat didepan elena.
"Ka---kak?"
Menyadari ada elena disamping nya, sheilla mulai berhenti berlari, dengan wajah kaget, dia mulai menghadap kebelakang.
"Elena ... ?"
Melihat hal itu, membuat shellee berhenti berlari dan bingung dengan suasana ini, bahkan testia juga bingung dengan hal ini.
(Kakak nya elena? Hmm, tu-tunggu sebentar, Seorang murid dengan seragam putih? Dan selain itu sebuah pedang di pinggang kiri? Bukankah akademi ini hanya mewajibkan tingkat 4 keatas untuk menyimpan pedang dan yang belum ditingkat 4 ke atas dilarang keras untuk menyimpan pedang, apa maksud nya ini?)
Testia bahkan tidak mengerti lagi, seluruh bayangan sheilla yang selama ini dia bayangkan sangat berbeda.
Bahkan tidak ada yang sama dari bayangan nya.
Dan pertanyaan yang muncul dikepala testia selanjutnya adalah (jika kakak nya seorang murid dengan seragan putih, lalu kenapa elena seragam hitam?)
Mulut sheilla tidak terbuka, dia bahkan tidak memprediksi hal ini dimana dia belum melakukan persiapan apapun.
Disisi lain, elena serang bergetar diseluruh tubuh nya, tapi dia bukan menangis, melainkan amarah.
"Pa-padahal elen sangat mengkhawatirkan kakak!!"
Teriak elena dengan nada yang nyaring. Dan bersamaan, elena memeluk sheilla.
"Huh?"
Sheilla, tidak, semua orang terkejut dengan hal itu.
"Padahal elen sangat khawatir, selama ini, setiap saat, aku seperti orang bodoh saja-"
Sheilla menjadi bingung karena apakah barusan elena marah atau khawatir.
Atau mungkin keduanya.
Menyingkirkan kebingungan itu, sheilla kembali memeluk elena dan sedikit wajah memerah dari elena.
(Gawat ... a-a-apa yang harus kukakatan?)
"Kapan kakak masuk ke akademi?"
Elena bertanya secara tiba-tiba dan itu membuat sheilla tersentak kaget.
"Huh? Umm, 4 hari yang lalu"
Sheilla berusaha menjawab, dan elena hanya terdiam.
Tidak ada respon lainnya, sehingga dia meneteskan air mata, membuka mulut nya dan berkata .
"Begitu"
Gumam elena dengan nada yang kecil.
(Sebelum nya quilea sengaja tidak memberi tau elena agar bisa memberi sebuah kejutan, tapi sepertinya itu percuma, huuh~ aku seperti orang bodoh saja karena kegirangan saat itu)
__ADS_1
Sebelum nya saat pertama kali masuk ke akademi sheilla sangat tidak sabar untuk mengejutkan elena, tetapi kegirangan itu tidak berguna.
Atau mungkin akan berguna karena barusan saja sheilla berhasil mengejutkan elena meskipun itu terjadi karena ketidaksengajaan.