Paladin Antegram

Paladin Antegram
sebuah bualan dalam ramalan


__ADS_3

Sheilla tetap berada disamping Da vinci, dia melihat lihat sekeliling dengan wajah yang bahagia dimana dia bisa saja mencoba semua stan yang ada.


Disisi lain, Da vinci menatap ketiga orang yang berada didepan nya itu dengan ekspresi masam.


(Kenapa menjadi seperti ini? Yah, bersyukur anggota lainnya tidak ikut pergi dengan alasan malas dan menjaga markas, tetapi aku penasaran kenapa Senior Theo juga tidak pergi, padahal kupikir dia akan pergi kesini)


Dia melirik ke arah Sheilla dimana tinggi Sheilla bertepatan dengan bahu nya, jadi dia perlu sedikit menunduk untuk melihat nya, melirik dengan wajah memerah.


"Hey kalian berdua, jangan hanya diam disitu, kemarilah"


Chelsea memanggil mereka berdua dimana Sheilla tersenyum dan menarik lengan baju Da vinci sambil mengatakan "ayo" Da vinci mengikuti nya dengan patuh dimana mereka sampai ditempat Chelsea, Juliy dan Williard.


Saat ini mereka sedang berada di stan makanan dimana mereka masih harus mengantri disini.


Dia tepat berada disamping Chelsea dimana dia mendekatkan mulut nya ketelinga Chelsea.


"Tunggu senior, bukankah ini tidak seperti yang direncanakan?"


"Eeeh?~~ yang ingin pergi ke festival bukan hanya kau saja, aku juga ingin pergi, tenang saja, kau nikmati saja waktu mu dengan Sheilla, aku akan memastikan untuk memberi kalian waktu sendirian"


"Kata kata itu, bisa kupegang kan?"


"Serahkan padaku~~ ah, sekarang giliran kita"


Berkata seperti itu, Chelsea maju kedepan dan mulai memesan, Sheilla melirik ke arah Da vinci dimana Da vinci menyadari hal itu.


"Ng? Ada apa?"


"Hmm ... apa yang kau bisikkan ke Chelsea?"


"Yah, bukan sesuatu yang penting"


"Begitu"


Sheilla menatap ke arah depan lagi dimana Da vinci memasang ekspresi bingung saat ini, bahkan Sheilla belum berniat untuk melepaskan tangan Da vinci saat ini, memikirkannya berulang kali, Da vinci menyadari hal itu dimana dia langsung memerah.


(Apa dia cemburu? Tidak, tenanglah diriku ... kau tidak memiliki bukti, jadi saat ini awasi saja terlebih dahulu)


"Kenapa kau menyeringai seperti itu?"


Sheilla menatap Da vinci dengan ekspresi masam dimana Da vinci panik saat mendengar pertanyaan itu dari Sheilla, dia memalingkan pandangan nya kesamping sambil mengatakan "bukan apa apa"


"Nih, bagian untuk kalian berdua"


Chelsea membawa 3 porsi makanan dimana 2 porsi lainnya dia berikan ke Da vinci dan Sheilla, mereka mengambil nya dan menemukan sebuah roti ditempat itu.


Roti yang dilapisi oleh madu yang sangat manis, makanan ini populer dikalangan para gadis.


"Hmn~~ enak"


Chelsea membelah roti itu dan memasukkannya kedalam mulut dimana rasa manis dari madu itu menyebar keseluruh mulut nya, tidak ada wanita yang membenci sesuatu yang manis.


"Benar~ roti nya lembut dan tawar tetapi rasa manis dari madu membuat rasa tawar itu tidak masalah dan tekstur lembut nya itu sangat membantu rasa manis dari madu, yah, tekstur lembut dan rasa manis, itu kombinasi yang menakutkan"


Williard mencicipi roti itu dimana dia memberikan pendapat nya yang luar biasa.


"Foodie di party kami memang sesuatu"


"Kukuku ... jangan remehkan aku jika menyangkut tentang makanan"


Williard menyeringai sombong, meski dia berumur 35 tahun dan wajah nya cukup tua, tetapi dia menyukai makanan dan dia bisa memberikan pendapat yang luar biasa tentang makanan yang ia cicipi.


Disisi lain, Da vinci mencoba untuk memakan roti itu dan mengangguk setuju dengan argumen panjang yang diberikan oleh Williard barusan, dia melirik ke arah Sheilla dimana Sheilla juga memakan roti itu.


Karena dia ingin memakan nya, jadi dia memutuskan untuk berhenti mengenggam erat lengan Da vinci, dia memakan roti itu dengan wajah bahagia.


Dia seorang gadis, jadi pastinya dia menyukai makanan yang manis, sejak terjatuh dari tebing, sepertinya itu membentur kuat kepala nya dimana dia merubah sifat nya menjadi seorang gadis yang utuh.


Bahkan sejak saat itu, dia tidak pernah berperilaku seperti seorang pria, entah itu suatu kemajuan atau kemunduran bagi nya, tetapi tidak ada yang salah dengan itu.


Dan sesekali, dia mencoba untuk bersikap manja dengan Da vinci, dia bagaikan seorang yang berbeda saat ini, tetapi tidak ada yang salah dengan itu, benar, tidak ada yang salah.


"Kalau begitu, kita berpencar disini"

__ADS_1


"Eh ... kenapa--- urg


Willird bertanya dengan bingung tetapi juliy dan Chelsea langsung meninju perut nya dimana itu membuat nya terbungkuk ditanah sambil bergumam "kalian sialan"


"Dah, sampai jumpa ditempat ini saat pulang nanti"


"Nikmati waktu kalian berdua"


Chelsea menarik kerah baju Williard dimana dia berjalan sambil menarik Williard yang terbungkuk ditanah, memberikan salam perpisahan dimana Juliy menambahkan suatu kalimat diakhir nya.


Dan saat ini Da vinci memberikan mereka berdua sebuah hormat penuh dimana dia berpose hormat ke arah Chelsea dan Juliy.


(Sungguh senior yang peka ... aku akan menghormati kalian seumur hidupku)


"Mereka pergi, sekarang bagaimana?"


Sheilla melirik ke arah Da vinci sambil menanyakan pendapat Da vinci, Da vinci menyeringai gugup ke arah Sheilla.


"Benar juga ... kemana kita akan pergi ya~~?"


Da vinci menyeringai senang sambil menatap sekeliling nya, mencari tempat yang bagus untuk kencan mereka, meski Sheilla tidak menganggap ini sebagai kencan.


Sheilla melirik ke suatu poster yang tertempel di dinding rumah disamping nya, dia menarik lengan Da vinci dan menuntun Da vinci ketempat itu, Da vinci hanya tersentak kaget disaat Sheilla tiba-tiba menarik lengan nya dan dengan patuh mengikuti Sheilla.


Mereka tiba di rumah itu dan memperhatikan poster yang tertempel didindinh rumah itu.


"Gladiator? Ternyata ada yang beginian di antegram"


Glatiator adalah pertarung bersenjata untuk mengibur para penonton, mereka akan bertarung melawan monster yang ditangkap disini.


Pertarungan hidup dan mati, pemenang akan pendapat hadiah yang dimana banyak yang mengikuti turnament ini untuk mengincar hadiah nya.


"Ng, hari ini ya? Dan masih ada tersisa 3 jam sebelum turnament dimulai"


"Kalau begitu, kita masih memiliki cukup waktu untuk menikmati festival"


Da vinci mengenggam erat tangan Sheilla sambil mengucapkan hal itu, Sheilla menatap dengan sedikit memerah dimana Da vinci menarik lembut tangan nya dan Sheilla mengikuti hal itu.


Bahkan mereka memasuki hiburan dimana itu adalah perpustakaan, para pustakawan membuka perpustakaan secara gratis dimana mereka bahkan menyediakan makanan disini.


Itu adalah waktu surga bagi Da vinci meski mereka hanya bisa berlama selama 30 menit.


"Da vinci, ayo pergi kesana~~~"


Sheilla terbawa suasana dalam kesenangan ini dimana dia menarik lengan Da vinci dan berlari ke salah satu stan.


Disaat mereka sampai, Sheilla sangat bersamangat dan Da vinci terengah-engah karena Sheilla sangat bersemangat.


"Selamat datang, nona manis~~ apa anda ingin diramal?"


Seorang bibi dengan jubah yang menutupi tubuh nya, sebuah kain yang menutupi mulut nya dan topi yang besar dimana dia terlihat mencurigakan disini.


(Peramal palsu?)


Da vinci menatap dengan ekspresi meragukan dimana wanita itu memalingkan pandangan nya dan mengambil sebuah kartu dengan cepat.


"Saya bisa meramal anda dengan ini"


Da vinci menghela nafas dimana dia mencoba untuk melirik ke sekeliling nya, tetapi Lengan baju nya ditarik oleh sesuatu dimana ketika ia melirik ke arah nya, dia mendapati seorang Sheilla yang menarik lengan baju nya sambil menatap nya dengan senyuman.


"Aku ingin mencoba ini"


Itu adalah senyuman yang manis dimana jantung Da vinci berdetak sangat cepat, dengan senyuman itu ... tidak mungkin dia bisa menolak nya.


Pada akhirnya dia memberikan uang ke wanita itu dan membiarkan wanita itu untuk meramal sesuatu, pada akhirnya dia tidak akan percaya dengan ramalan itu, tetapi setidak nya dia bisa menikmati senyuman Sheilla.


Itu sama sama untung baginya.


"Baiklah, akan saya mulai"


Wanita itu membongkar kartu itu dimana dia mengarahkan kartu itu ke Sheilla, dan mengatakan "coba ambil tiga kartu secara acak"


Dengan arahan itu, Sheilla mengambil 3 kartu secara acak dan memberikannya kembali ke wanita itu, membiarkan wanita itu untuk memeriksa nya.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum lembut dan membiarkan mereka berdua untuk melihat nya.


"Pertama adalah kartu ini"


Wanita itu mengarahkan kartu yang memperlihatkan kaki yang berdiri ditanah, hanya kaki, mereka berdua melihat kartu itu dengan bingung.


"Coba perhatikan lebih teliti"


Sheilla berpikir sambil mengerutkan, lalu ketika ia menyadari hal itu dia langsung kembali bersemangat.


"Kaki nya berbeda!!"


"Benar! di sebelah kanan memperlihatkan kaki kiri dan yang disebelah kiri memperlihatkan kaki kanan, itu artinya ini memperlihatkan dua orang, dan ini memiliki makna yang dalam yaitu [akan terus bersama] mereka berjalan dijalan yang sama dan akan terus bersama, seorang yang selalu berada disisi anda"


Wanita itu melirik ke arah Da vinci dengan senyuman sombong dimana itu membuat Da vinci tersentak kaget dan mulai berpikir.


(Itu aku kan?)


Lalu wanita itu memperlihatkan kartu kedua dimana itu memperlihatkan dua tangan yang saling ingin menggapai.


"Kali ini akan saya jelaskan secara langsung, kartu ini memperlihatkan kedua tangan yang saling ingin menggapai, ini bisa mengartikan [aku ingin bertemu dengan mu] tetapi juga bisa mengartikan [perpisahan]"


Selagi Sheilla menanggapi dengan bersemangat, wanita itu melirik Da vinci dengan senyuman mengejek.


(Pe-perpisahan ... katamu?! Aku ... dan Sheilla?! Berpisah?!)


Da vinci termundur kebelakang dimana wanita itu mengambil kartu ketiga, itu memperlihatkan sebuah daun dan tanah, atau lebih tepat nya sebuah gambar daun yang jatuh dan menyentuh tanah.


"Akan saya jelaskan, pertama persoalan tanah, tanah adalah sesuatu yang menumbuhkan pohon, pada akhirnya pohon akan terus tumbuh membesar dan pohon akan menumbuhkan dedaunan, ini memiliki arti yang dalam yang berarti [pertemuan yang ditakdirkan] seperti pada musim nya, daun akan gugur dan jatuh ketanah, bukankah itu seperti pertemuan yang ditakdirkan? Daun yang gugur hanya akan terjatuh katanah, itu sudah melambangkan takdir itu sendiri"


"Jadi begitu"


Selagi Sheilla menanggapi dengan ekspresi senang, wanita itu menatap Da vinci dengan ekspresi prihatin dimana Da vinci saat ini sangat panik.


(Kebersamaan, perpisahan, dan pertemuan ... tidak mungkin)


"Kesimpulan nya adalah, kekasih yang selalu bersama anda selama ini, akan berpisah dengan anda, lalu anda akan bertemu dengan seseorang yang ditakdirkan untuk anda"


"Heee~~ tapi mungkin ramalan anda salah"


"Hmm? Kenapa bisa begitu?"


"Yah, soal nya saya tidak memiliki kekasih"


"Pffft, ah, maaf, saya tidak menyangkah tentang itu"


Wanita itu mencoba untuk menahan tawa nya dimana Da vinci mencoba untuk menahan amarah dan rasa malu nya, dia mengabaikan hal itu, membalikkan badan nya dan langsung pergi.


"Aku pulang!"


Sheilla tersentak kaget dimana Da vinci tiba-tiba pergi, dia menundukkan kepala nya ke wanita itu dan langsung berlari untuk menyusul Da vinci.


"Tunggu, kenapa kau tiba-tiba pergi?"


"Bukan apa-apa!"


"Ah ... apa kau marah?"


"Bukan!!"


"Aku tidak tau kenapa kau marah, tetapi membaiklah"


Ucap Sheilla sambil mengelus kepala Da vinci, dan amarah Da vinci meredah dimana itu hanya menyisakan kesedihan.


(Sial ... siapa yang akan mempercayai ramalan itu!! Tidak mungkin ramalan itu nyata, benar ... sejak awal sudah salah karena mencoba pembual itu, lagipula daun bisa juga jatuh ke air!!)


Setelah itu, Da vinci menjadi lebih baik setelah kepala nya dielus oleh Sheilla.


Kebersamaan, perpisahan dan pertemuan, adalah ramalan yang mereka dapatkan hari ini.


Itu adalah ramalan yang salah, tetapi ... bagaimana jika kau mengubah urutan itu, maka ...


Itu akan menjadi ramalan yang nyata.

__ADS_1


__ADS_2