Paladin Antegram

Paladin Antegram
kilas balik menuju kematian


__ADS_3

SUDUT PANDANG LARISA


Dingin ... panas ... serasa ingin mati.


Ketika aku membuka mata ku, ledakan besar adalah hal pertama yang kulihat, disana mereka bertarung dengan satu orang yang sangat kuat.


Aku mengerti hanya dengan melihat nya.


Aku terluka parah, tetapi tidak terasa sakit, aku hanya bisa mengerti jika disana itu sakit, terasa dingin, sangat dingin sampai kerap kali aku merasakan panas disana.


Penyiksaan seperti neraka ini ... sampai kapan akan terus berlanjut?


"Larisa!! Bertahanlah! Aku akan mengobatimu setelah ini"


Kulihat, jika aku berada di punggung seseorang, huh? Dia ... siapa ya? Ah, aku ingat ... Aldies, bagaimana aku melupakannya.


"Aldies"


"Tenang, kau pasti akan selamat! ... kita sudah berhasil kabur"


"Begitu, kalau begitu situasi sudah aman?"


"Benar! Kita sudah selamat sekarang"


"Ya ... kau benar, uh ... aku ngantuk, biarkan aku tidur sebentar"


"......"


Ketika aku membuka mata ku, hal pertama yang kulihat adalah segelas bir yang kosong.


"Huh? Aku?"


Aku mulai bangun ketika aku menyadari jika aku ketiduran di kursi dan meja ini, aku meregangkan kedua tangan ku dan menguap.


"Mimpi yang aneh"


Benar ... mimpi yang aneh.


Aku membayar ke penjaga toko itu, dan pergi keluar.


Kuliat hari yang masih malam, kuyakin jika aku hanya tertidur sebentar sebelum nya, hari ini cuaca malam sangat bagus.


Sampai tidak ada satupun awan yang menutupi sinar rembulan.


Itu adalah pemandangan yang indah, tetapi bagiku itu hanya pemandangan sehari hari, itu tidak membekas lagi dipikiran ku.


Dan, aku mengalami sebuah pertemuan yang aneh, bahkan tidak pernah kumimpikan di masa lalu.


Kulihat seorang wanita yang berdiri di pagar jembatan ini, menghadap ke depan dengan tekad yang hampir tidak ada.


Bahkan tidak ada ekspresi diwajah nya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Bunuh diri"


"Huh?"


"Mengakhiri hidup ku"


"Aku mengerti apa itu bunuh diri, tetapi kenapa kau ingin melakukannya?"


Gadis itu menatap ku dan menbuat kesimpulan "apa kau mabuk?"


"Yah, sedikit"


"Kuliat umur mu belum cukup untuk itu"


"Kupikir aturan itu tidak berlaku di Antegram"


"Mungkin"


"Bunuh diri itu tidak bagus lho~~"


Aku berjalan kedepan lalu ku genggam kaki nya, dia menatap ku tanpa ekspresi seperti biasa.


"Apa yang kau lakukan?"


"Mencoba untuk menahan mu"


"Meski aku tidak meminta nya?"


"Meski kau tidak meminta nya"

__ADS_1


Gadis itu hanya terdiam, lalu menatap kedepan, menghela nafas sekali lalu melompat ke arah sebalik nya.


"Aku berubah pikiran, aku tidak akan bunuh diri saat ini"


"....."


Dan seperti itulah, pertemuan yang sedikit mengubah hidup ku, tentang pertemuan ku dengan nya, Chynthia laurel.


Bahkan setelah itu, kami sering bertemu, dari yang kuketahui, dia sama seperti ku, yaitu pejuang di Antegram.


Meski dia selalu menyembunyikannya, aku tau jika dia sangatlah kuat, bahkan kuyakin aku tidak akan bisa mengalahkannya.


Ketika kutanyai darimana dia berasal, dia berkata "entahlah, kau mungkin tidak akan mengenal nya" dan berakhir tanpa sedikit petunjuk.


Apa dia mencoba untuk menyembunyikan tempat asal nya? Kenapa? Kuyakin jika aku mengenal beberapa wilayah disana.


Dari petualangan ku yang dimulai sendiri, kali ini aku melakukannya bersama dengan cynthia, kami menjadi teman akrab? Yah seperti itulah.


Lalu, 2 tahun setelah pertemuan itu.


"Dari dulu aku ingin menanyakan ini, tetapi tidak pernah sempat untuk kutanyakan"


"??"


"Kenapa saat itu kau ingin bunuh diri? Putus cinta?"


"Apa aku terlihat seperti orang yang tertarik dengan sesuatu seperti percintaan?"


"Entahlah, mungkin saja begitu"


Saat ini kami sedang duduk saling berhadapan di tempat makanan langganan kami.


Dia memasukkan roti ke mulut nya lalu menatap ke beberapa orang acak disamping.


"Aku hanya sudah lelah"


"Lelah?"


"Benar ... aku ... bisa memprediksi waktu kematian seseorang"


"Kematian seseorang?"


"Benar, entah kenapa, hanya dengan melihat orang itu, aku tau kapan dia akan mati, dan itu dengan waktu yang tepat"


Setelah nya, tidak ada pembicaraan lebih lanjut tentang itu.


Besok nya, kami pergi berburu seperti yang sudah kami rencanakan, kerja sama kami sudah sangat bagus.


Ketika aku maju kedepan dengan kapak raksasa ini, dia membantu ku dari jauh, bahkan terkadang dia akan maju kegaris depan.


"Hei, kapan aku akan mati?"


Di tengah tengah pertarungan, aku mertanyakan hal itu kepada nya, dan dia tetap terfokus dengan monster dihadapan nya.


"....."


Kami selesai tanpa dia menjawab pertanyaan ku.


"Aku tidak ingin memberi tahukannya kepada mu"


"Begitu ... aku penasaran bagaimana aku akan mati nanti"


"Seharus nya reaksi normal disitu adalah kau menangis ketakutan"


"Haha, aku tidak akan melakukannya ... tapi ... aku taku, sangat"


Angin bertiup kencang dan dia menatap ku dengan mata yang sedikit berkaca.


"Hei, apa menurutmu kehidupan kedua itu ada?"


Dia bertanya kepada ku, hanya untuk topik tidak berguna, tetapi tidak ada yang salah dengan topik yang tidak berguna itu.


Aku masih hidup, saat ini, dan sampai ketika aku mati dikemudian hari.


Aku akan hidup dengan bangga.


Perlahan lahan, keseharian kami yang pergi berburu berubah, ketika kenalan Cynthia yang bernama Nezuon val datang mengunjungi kami.


Dia menawarkan kami untuk masuk ke party yang dia buat.


Disaat aku memikirkannya, Cynthia tanpa berpikir lama langsung menjawab "baiklah, aku akan masuk"


Dan, seperti terseret oleh Cynthia, aku ikut masuk ke party itu.

__ADS_1


Awal nya ada 6 anggota awal, yaitu Nezuon val, Chelsea locknear, Thierry theo, Tamara naoe, Abi moore, dan terakhir Salazar mayer.


Dan dengan bergabung nya kami ke party itu, membuat nya menjadi 8 anggota.


Itu adalah Party yang buruk, dimana kami hanya bermalas malasan sambil menunggu waktu yang tepat untuk berburu.


Dan Cynthia terlihat sangat menikmati kehidupan seperti itu, apa dia tidak terbebani? Oleh kekuatan misterius nya yang bisa memprediksi kematian seseorang?


Seperti nya dia hanya mencoba untuk tetap tenang disini, semakin banyak teman, semakin terbebani pikiran nya, atau mungkin saja kami semua disini memiliki umur yang panjang?


Benar! Mungkin begitu, karena itulah dia bersikap tenang.


Aku penasaran apakah dia bisa memprediksi waktu kematian nya sendiri, jika benar bisa, maka itu akan sangat menyedihkan.


Setelah nya, party kami menambah anggota baru, yaitu dengan masuk nya Juliy aghata di party ini, membuat nya jadi lebih ramai dari biasa nya.


Lalu Williard bergabung, dan dalam kurun waktu 1 tahun kemudian, kami mendapatkan dua anggota baru.


Yaitu Sheilla von lohengram dan Leonardo Da vinci, mereka berdua adalah anggota yang menjanjikan.


Terutama dengan Leonardo!! Hanya dalam waktu beberapa minggu setelah masuk ke party dan dia ditugaskan bersama Theo untuk menyelidiki distrik prostitusi.


Dia mampu bertahan, bahkan dikatakan musuh nya cukup kuat.


Bagaimana mengatakan nya, perkembangan nya terus berjalan, bahkan Kapten mengatakan sesuatu seperti "dia memiliki potensi tidak terbatas" jadi kupikir kapten berharap banyak terhadap nya.


Lalu juga sepertinya dia menyukai Sheilla.


Perasaan nya terlalu terbuka sampai kami semua mengetahui hal itu hanya dengan melihat.


Dan sungguh sesuatu karena Sheilla seperti mengabaikan atau berpura pura tidak menyadari perasaan Leonardo.


Aku merasa iba dengan nya, tetapi hubungan mereka berdua tidak berhenti sampai disitu, mereka pasti akan menjadi pasangan dimasa depan!!


Lalu pasangan lainnya adalah Theo dan Tamara, mereka sudah berkencan jauh sebelum masuk ke Antegram.


Lalu Chelsea yang menyukai Nezuon, mereka memperlihatkannya terlalu jelas.


Aku ... menyayangi mereka semua!!


Kami berjalan bersama sama, tertawa bersama sama sambil membahas sesuatu yang konyol dan tidak penting.


Itu adalah waktu yang paling kunikmati, dari lubuk hatiku.


Ketika aku menyadari nya, sesuatu menyentuh pundak ku dan aku menoleh ke arah belakang.


Tidak ada siapa siapa disana, lalu ketika aku menolah kembali kedepan, aku mendapati semua nya terus berjalan.


"Cynthia?"


Aku memanggilnya, tetapi dia tidak merespon, terus berbicara seolah dia tidak mendengar ku sama sekali.


Firasat buruk mulai menghantui pikiran ku, dan aku mulai berlari ... untuk mengejar mereka.


Tetapi ... secepat apa aku berlari, aku tidak penah sampai ke tempat mereka.


"Tunggu! ... jangan tinggalkan aku!!"


Ketika aku mengatakan hal itu, Cynthia berhenti lalu menoleh ke arah ku, dia tersenyum, dan mengulurkan tangan nya.


Dengan bahagia, aku menggapai tangan nya.


"Aku senang karena bisa bertemu dengan mu, Larisa"


"?? Aku juga~"


Rasanya ... seperti aku memimpikan ... mimpi yang sangat panjang.


****


Di posisi Cynthia saat ini, dia membuka mata nya, dengan ekspresi kosong seperti biasa nya.


"Begitu ya ... Larisa ... telah mati ya"


Dia yang paling mengetahui hal itu ... lebih dari siapapun, dialah yang paling dekat dengan kematian.


Kehancuran ... setelah dimulai.


Dan ini hanyalah tahap awal dari neraka itu.


Diposisi Aldies saat ini, dia menatap ke satu batu dihadapan nya, dengan sebuah sabit besar yang ditempatkan disamping batu itu.


"Aku bersumpah ... aku tidak akan mati ... masih belum, aku tidak akan mati sampai aku bisa membunuh bedebah itu dengan tangan ku sendiri!!"

__ADS_1


22 november 713 -- [Larisa sicienti : kehilangan nyawa didalam pertempuran]


__ADS_2