
Saat ini sepertujuh dari kota telah hancur dengan menyisakan para beruntung yang bisa selamat dari serangan petir tanpa henti sebelum nya.
Petir hitam itu terus berlanjut dan menghancurkan rumah rumah dengan mudah.
Disini Sheilla, Juliy, Larisa dan Shopia berdiri dengan panik ketika petir itu terus menghancurkan area sekitar.
Tetapi hanya di area arena tidak terkena oleh dampak petir itu, dimana mereka bisa sedikit tenang disini.
"Apa yang terjadi?"
"Oi oi, ini bukanlah masalah yang bisa kita tangani lagi"
Melawan Torano, Roenji, Areash dan Jacob sudah sangat menyusahkan disini, dan itu membuat beberapa dari mereka tidak bisa melanjutkan pertarungan.
Tetapi datang suatu masalah yang melebihi musuh yang mereka hadapi sebelum nya, setidak nya mereka sangat yakin jika tidak akan bisa menang disini.
Disisi lain, Ouja mulai membuka mata nya dimana dia sedang duduk di atas bebatuan saat ini.
"Baiklah, jiwa yang harus terkumpul sudah terpenuhi"
Dia mulai bangun dan berjalan ke depan, dimana bola hitam yang berada di atas arena, menghentikan petir yang menyerang, dan semua nya bergerak dengan kecepatan yang tidak akan bisa diikuti oleh mata.
Menuju ke arah Ouja, mengarahkan jari telunjuk nya ke depan lalu gumpalan bola hitam yang menyusut menjadi kecil itu berdiri di atas jari telunjuk milik Ouja.
Sampai akhirnya Ouja merespon hal itu, menggerakkan jari nya dan bola hitam itu bergerak dan mulai menyatu dengan tangan Ouja.
Merayap di tangan nya seperti mencoba untuk melahap nya, itu terasa sangat panas dimana terasa seperti ribuan jarum yang ditusukkan ke tangan nya secara bersamaan.
Ketika merasakan rasa sakit itu, Ouja sedikit tersentak karena tusukan secara tiba tiba, dan setelah itu dia terbiasa.
Membiarkan gumpalan hitam itu terus merayap ditubuh nya.
Sampai akhirnya gumpalan iut berhenti merayap meski itu sudah berada di leher Ouja, setelaj itu berhenti secara tiba tiba, Ouja menghembuskan nafas yang ia tahan selama menahan rasa sakit itu.
Langsung saja dia mengangkat tangan nya itu kehadaan nya, menyipitkan mata nya, lalu mengarahkan tangan nya kedepan dengan menggumpalkan suatu energi ke telapak tangan nya.
Langsung saja dia menembakkan energi hitam itu ke depan nya, menyentuh bebatuan sampai akhirnya energi hitam itu merespon dan meledak dengan daya ledak yang luar biasa.
Menghempaskan angin kesegala arah, dimana angin itu mampu untuk merobohkan pepohonan yang lemah.
(Akhirnya, kekuatan ini berada di tangan ku)
"Kukuku, ini sangat menggelikan"
Sampai akhirnya Ouja merespon sesuatu bergerak ke arah nya dengan cepat, dia memutar tubuh nya kebelakang dimana terdapat anak panah dengan cahaya kebiruan mengarah ke arah nya.
Memahami hal itu, dia menggeser sedikit tubuh nya kesamping dan membiarkan anak panah itu melewati nya.
Langsung saja dia menatap ke arah depan nya, dimana terdapat Sheilla, Shopia dan Larisa disini, dimana Sheilla sedang menggenggam busur nya itu dengan kuat.
"Jadi begitu ... Torano dan Albami masih bisa dipikirkan, tetapi tidak kusangkah kalian bisa mengalahkan Jacob, kuku, menarik"
Ouja mengarahkan tangan nya kesamping, dimana gumpalan hitam itu menjolak dan membentuk sesuatu seperti tombak.
Ouja menggenggam tombak hitam itu, lalu melemparkan nya ke arah mereka.
Dengan cepat, tombak itu terhempas ke arah mereka dimana mereka merespon hal itu dengan panik.
Sampai akhirnya tombak itu mencapai mereka dan disaat yang sama, Ouja menggenggam erat tangan nya.
Tombak itu mengeluarkan suatu energi bewarna ungu dan meledak ditempat, menghancurkan area sekitar dengan mudah nya.
Menghancurkan tanah dan bebatuan sampai tidak menyisakan debu mereka. Dan Ouja tersenyum sinis dengan kekuatan luar biasa yang barusan dia kerahkan.
(Kuku ... dengan ini aku pasti bisa membunuh dewa itu)
Debu mengelilingi area sekitar ledakan itu, dan ketika debu itu perlahan menghilang, Ouja melebarkan mata nya dengan melihat apa yang terjadi.
Mendapati seorang Sheilla dengan armor besar dihadapan nya, melindungi semua nya sampai ledakan besar itu sama sekali bukan masalah bagi mereka.
(Ledakan nya ... ditahan?)
Sesuatu menyentuh kaki nya, dan dia langsung menatap kebawah dimana terdapat suatu lingkaran sihir yang menempel dikaki nya.
Lalu seorang Juliy yang menghilangkan diri nya dengan masuk kembali kedalam sayatan hitam itu.
__ADS_1
Ketika dia memahami situasi, lingkaran sihir itu aktif dan meledak dengan kekuatan yang besar.
Disisi lain Juliy berlari sejauh mungkin untuk menghindari ledakan itu, menatap kebelakang untuk memastikan apakah ledakan itu berhasil mengalahkan Ouja atau tidak.
Tetapi hanya ada ledakan disitu jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas.
"Kemana kau menatap?"
Ucap seseorang dimana ketika mendengar hal itu Juliy memutar pandangan nya kedepan dengan panik dan menemukan Ouja dihadapan nya.
Mengepalkan tangan nya dengan badan yang sedikit membungkuk, Ouja langsung saja memukul tubuh Juliy.
Membuat nya bertekuk lutut ditanah sambil memegangi perut nya.
Dan Ouja hanya menatap nya dengan tatapan merendah, sampai akhirnya Juliy kembali bangkit, mengambil kembali belati nya.
Menyerang Ouja dan Ouja menghindari hal itu, di penglihatan nya, Juliy hanya berjalan lambat disini, atau hanya dirinya yang lebih cepat dari yang seharus nya.
Membuat Juliy menyerang angin, mendecahkan lidah nya lalu memutar tubuh nya untuk serangan kedua.
Tetapi Ouja menahan tangan Juliy, mengepalkan tinju nya dan memukul wajah Juliy.
Membuat Juliy termundur dan hampir terjatuh, tetapi dia tetap berusaha untuk berdiri, meludahkan darah dari mulut nya dan menatap waspada ke Ouja.
(Hmnn~~ kemampuan fisik ku sama seperti sebelum nya, apa hanya gumpalan hitam itu yang kudapat)
"Sudah cukup, ini membuat ku bosan"
Ucap Ouja dengan mengarahkan tangan kiri nya kesamping, jauh disana dimana terdapat pecahan dari gumpalan itu berjolak.
Hingga akhirnya mereka bergerak secara bersamaan dan terbang dengan cepat ke arah Ouja, lalu secara mendadak mereka berhenti tepat disekitar Ouja.
Ouja tersenyum kecil lalu mengarahkan seluruh bola hitam itu ke arah Juliy dengan kecepatan yang setara dengan kilatan petir.
Juliy merasa terintimidasi tentang hal itu, tetapi dia tidak bisa mundur atau menghindar, jadi dia mengambil belati nya yang satu lagi.
Lalu membelah satu bola hitam dihadapan nya, dengan belati hitam itu, dengan mudah membelah bola hitam yang seharus nya tidak bisa dibelah itu.
Melanjutkan Juliy terus bertahan dengan membelaj kebanyakan bola dan menghindari beberapa dari mereka, meski beberapa dari mereka juga sedikit mengenai ujung tubuh Juliy.
Ouja mendengus dengan sombong sampai akhirnya dia menyadari jika jauh disana, Sheilla keluar dari bebatuan dan bergegas ke arah nya.
Sheilla melemparkan pedang nya itu ke arah Ouja dengan mendadak, dan tidak susah bagi Ouja untuk menghindari itu, setelah menghindari nya, Ouja memutar tubuh nya sekaligus menyempatkan diri untuk mengambil pedang yang dilempar oleh Sheilla barusan.
Memutar tubuh nya dan langsung menebas kedepan dimana terdapat Sheilla dengan menggenggam belati besi ditangan nya.
Pedang itu hampir menyentuh leher Sheilla, dan sebelum itu terjadi, pedang itu tiba tiba menghilang menjadi abu dan Ouja tersentak akan hal itu.
Langsung saja Sheilla mencoba untuk menyerang Ouja disini, meski Ouja dengan cepat memundurkan tubuh nya.
Tidak berakhir disitu, Sheilla memutar tubuh nya sekaligus melompat dan menendang Ouja dua kali dengan kaki nya meski itu semua berhasil ditahan oleh Ouja.
Sheilla mendarat ketanah dan bersiap untuk menyerang Sheilla sekali lagi.
Tetapi ketika dia menyadari nya, beberapa bola hitam kecil itu mengarah ke arah mereka dan tepat untuk terfokus ke Sheilla.
Sheilla berhenti dengan menahan tanah, mengangkat kedua tangan nya ke atas lalu menciptakan suatu tameng dimana dia langsung memukulkan ujung tameng itu ketanah dengan satu tangan.
Membuat nya agar tetap berdiri, dan bola hitam itu mengenai tameng itu, meski beberapa dari mereka terpental menjauh.
Ouja melebarkan mata nya dengan apa yang terjadi, dengan waspada, dia mulai bergegas ke arah Sheilla untuk menyerang lebih dulu.
(Tidak kusangkah ada kekuatan yang melebihi kekuatan yang kudapatkan)
Sheilla melepaskan tangan nya dari tameng itu dan mulai kembali bergegas kearah Ouja, memyerang Ouja dengan belati itu, dan Ouja menghindari nya dengan mudah.
Menyempatkan diri nya, Ouja menangkap lengan Sheilla dan menahan nya dengan kuat.
"Dari mana kau mendapatkan kekuatan itu?"
"Kuh ... mana kutahu"
Ucap Sheilla dengan acuh tidak acuh sembari menahan rasa sakit dari tangan nya yang ditahan itu, dan secara mendadak, Juliy melompatkeluar dari asap dan mulai menyerang Ouja.
Ouja terpaksa melepaskan Sheilla untuk menghindari serangan Juliy, ketika dia mendarat ketanah, Juliy langsung melancarkan tendangan ke arah Ouja.
__ADS_1
Lalu ketika Ouja menghindari hal itu, Juliy mendecahkan lidah nya, menarik lengan Sheilla dan membawa nya kabur.
Mengikuti hal itu, Sheilla mulai berlari dengan mengikuti kecepatan Juliy, menatap kebelakang dimana terdapat Ouja yang menatap mereka dengan diam.
"Jika kalian menang menginginkan nya, maka akan kuladeni kalian"
Menghela nafas lelah, lalu Ouja mengangkat tangan nya kedepan lalu mengarahkan nya kesamping dimana layar sihir tercipta dihadapan nya.
Mengatur lingkaran sihir didalam nya, lalu dia mengarahkan layar sihir nya itu keatas. Suatu sinar cahaya mulai menggumpal menjadi suatu seperti panah.
Dan tanpa menunggu lebih lama, Ouja menebaskan hal itu kedepan dimana cahaya itu memanjang dan menyadari hal itu dengan panik.
Tetapi ketika hal itu terjadi, Larisa datang ke arah mereka, menarik tubub Juliy dsn Sheilla dan mulai melompat untuk menghindari cahaya itu.
Ketika merea menghindari nua, Cahaya itu mengenai tanah dan menghancurkan nya dengan mudah, disisi lain, dengan tangan nya kebawah, Ouja menghembuskan nafas nya sekali.
(Nah, itu jauh lebih kuat dari sebelum nya)
Ketika Sheilla dan Juliy mencoba untuk bangun, mereka mendapati jurang dihadapan mereka, disisi lain Shopia membuka kembali mata nya karena cahaya itu, lalu ketika dia menyadari nya.
Jurang tepat berada disamping nya, itu sangat sempit dimana jika sedikit menyamping maka itu akan melenyapkan Shopia dengan mudah.
Takut akan hal itu, Shopia termundur kebelakang dan terjatuh ketanah, dengan nafas yang terengah engah, dia mengalami pusing dan mual disaat yang bersamaan.
"Dasar, kenapa kalian tidak mencoba untuk menghindar?"
Ucap Larisa yang terbaring lelah ditanah.
"Maaf, aku tidak bisa berkutik dengan itu"
"Kami telah merepotkan anda"
"Haaah- sudahlah, selain itu, sepertinya kita sedang menghadapi monster nya para monster yang berbeda dari sebelum nya"
Sheilla dan Juliy menelan ludah mereka untuk menyetujui hal itu, Ouja bukanlah musuh musuh seperti sebelum nya, Ouja ada di atas mereka.
Selesai dengan hal itu, Ouja kembali menarik semua gumpalan hitam itu dan menjadi kan mereka menjadi satu dengan membentuk tongkat disini.
(Nah, waktu nya percobaan)
Ouja mengangkat tongkat nya itu ke atas dan melepaskan nya, meski tongkat itu tetap berada diatas meski tidak dipegang oleh Ouja.
Setelah itu, Ouja mengarahkan tongkat itu ke arah mereka, dengan semakin cepat, tongkat itu terbang ke arah mereka.
Sheilla mulai berdiri, lalu menciptakan pedang dan menangkis tombak itu dengan pedang nya.
Tongkat itu mengarah kesamping dengan berputar beberapa kali, lalu kembali menyerang Sheilla dimana Sheilla menahan tongkat itu, lalu Larisa datang dan menyerang tongkat itu dengan kapak nya.
Tongkat itu menahan serangan Larisa dengan mudah tanpa goresan, Ouja menggerakkan tangan nya dan tongkat itu merespon.
Mundur lalu kembali menyerang untuk menyerang, ketika Sheilla mencoba untuk menahan tongkat itu, Juliy melempar batu ke arah tongkat itu.
Dan secara mengejutkan batu itu melahap habis tongkat itu tanpa sisa, dimana Sheilla dan Larisa merespon dengan kaget.
Ketika mereka menyadari nya, terdapat suatu goresan dibatu itu, dan dengan cekatan Juliy langsung menghilangkan goresan dibatu itu.
Membiarkan tongkst hitam itu terus berada didalam dimensi asing.
"Sungguh lucu"
Gumam kecil Ouja tanpa rasa kesal meski tongkat hitam milik nya telah ditelan oleh batu acak.
Selebih nya, dia hanya merasa jika itu hanyalah suatu lelucon yang hampir tidak lucu sama sekali.
"Woh, hebat juga kau Juliy"
"Ckckck, itulah yang terjadi jika aku serius"
Disaat kebanggaan nya, Juliy merasakan intimidasi yang sebelum nya, ketika dia menyadari nya, sssuatu mencoba untuk membuka portal dengan paksa dari dalam dimensi.
Mengoyak pembatas sampai itu menghasilkan petir kemerahan, dan ketika Juliy mengetahui hal itu, tanah mulai robek, dan keluar suatu tongkat yang langsung menusuk perut Juliy.
Membuat nya kaget dan memuntahkan darah, melihat hal itu membuat Larisa dan Sheilla tersentak panik.
"Juliy!!"
__ADS_1