
Mansion Charles - 4 agustus 710, kalender antegram
Berkat insiden beberapa hari yang lalu, kondisi mental Da vinci menjadi buruk dimana dia selalu mengurung diri didalam ruangan nya bahkan tidak akan keluar untuk makan kecuali ke kamar mandi.
Bahkan disaat dia kembali, dia langsung mengurung diri didalam ruangan, anggota lainnya merespon dengan heran dan setelah Theo menjelaskan.
Semuanya memahami hal itu, bagaimana pun Da vinci masih berumur 14 tahun, tentu mental nya akan bermasalah akibat insiden seperti itu.
Meski dia sudah menetapkan hatinya, dia masih tidak bisa menang melawan kenyataan itu.
"Hari ini juga seperti biasa kah?"
Ucap juliy dengan nada yang lemah dimana dia hanya duduk menyantai di atas sofa, hampir seluruh anggota ada disini, terdapat Salazar, Tamara, Larisa, Abi, Williard dan Chynthia.
Untuk Theo, Sheilla, Chelsea dan Nezuon sedang pergi keluar untuk berbelanja makanan, bagaimana pun hari ini adalah hari yang spesial bagi Sheilla..
"Tetapi bisa menang melawan wakil pemimpin musuh, Leonardo ternyata lebih kuat dari yang kupikirkan"
Ucap Abi sambil tersenyum bangga, seperti senang karena individu yang menjanjikan seperti Da vinci masuk ke party mereka, tidak ada yang tidak senang.
Semuanya mengangguk setuju dan Juliy merespon dengan ekspresi masam.
"Kau menyebutnya begitu, kenapa tidak memanggil nya dengan 'Da vinci' bukankah itu lebih mudah disebut daripada 'leonardo' ?"
"Yah ... itu nama keluarga nya kan? Agar lebih akrab kupikir lebih baik memanggil nya dengan nama nya sendiri"
Menanggapi perkataan juliy, Abi menutupi mulut nya untuk berpikir dan Juliy terdiam hingga akhirnya ia mendongakkan mata nya ke atas untuk mengingat sesuatu.
"Yah, kau benar tapi ... ingat, bukankah Sheilla mengenal Da vinci sejak lama? Dan dia masih memanggil nya dengan nama keluarga nya, itu karena dia berpikir jika nama keluarga nya lebih mudah disebut daripada nama nya sendiri"
Juliy membalas dan semua mengangguk setuju, dimana Salazar langsung tersenyum dan mulai berkata.
"Yah ... dia juga tidak mempermasalahkan hal itu, jadi kupikir tidak masalah jika memanggil nya dengan nama keluarga, bukan berarti dia membenci nama keluarga nya"
Semua menanggapi dengan menurut dimana didalam diri mereka sudah menganggap Salazar seperti ayah mereka sendiri, meski umur mereka tidak terlalu berbeda.
"Kami ... pulang!!!~~"
Theo membuka pintu dengan meriah dimana semua menanggapi dengan ekspresi masam, dia masuk kedalam rumah diikuti dengan Chelsea, Sheilla dan Nezuon.
"Kau ini ... bisakah kau tidak berisik ketika masuk kedalam rumah? Kau bisa menganggu tetangga"
"Yah, jangan mempermasalahkan hal kecil ... selain itu sejak kapan kita memiliki tetangga?! Itu menakutkan!!"
Mansion Charles berada ditengah hutan dimana seharusnya mereka tidak memiliki tetangga, misalnya adapun maka mereka adalah mahluk halus yang masih tertinggal didunia ini.
Mereka berempat menaruh kantung belanjaan mereka diatas meja dan duduk lelah di sofa dimana Tamara langsung mengipasi mereka dengan kipas kertas yang ia buat.
"Terima kasih atas kerja keras nya~~"
"Yaa~ kami bekerja keras~~"
Chelsea menjawab dengan perasaan yang larut kedalam kenikmatan dari angin yang diberikan oleh Tamara, dan Sheilla melirik sekitar untuk mencari seseorang dimana dia langsung memasang ekspresi masam ketika orang yang ia cari tidak ada.
(Yah ... ini tidak mengherankan sama sekali)
"Aku pergi untuk melihat kondisi nya dulu"
Berkata seperti itu, dia mulai berdiri dan berjalan menaiki tangga dimana semua orang hanya menyoraki "semoga berhasil" dan "lakukan yang terbaik" sambil mengangkat tangan mereka.
Berjalan beberapa detik dan dia sudah sampai didepan ruangan Da vinci, mengetuk pintu beberapa kali sambil bertanya "apa aku boleh masuk?" .
Setelah beberapa detik berlalu, terdengar suara "ya" didalam ruangan, dengan tanda persetujuan itu, dia tersenyum lembut dan mulai membuka pintu ruangan Da vinci.
Memasuki ruangan dan menutup kembali pintu nya, mendapati seorang Da vinci sedang duduk dikasur sambil menatap keluar jendela tanpa mencoba untuk menatap Sheilla.
Dan Sheilla langsung duduk dikursi yang berada disamping tempat tidur nya.
"Umm ... bagaimana kondisimu?"
"... yah, lumayan"
"Begitu ... syukurlah kalau begitu"
"...."
"...."
"...."
"Umm ... hari ini ada perayaan? Yah seperti itulah, mau ikut serta?"
"... maaf ... lain kali saja, aku sedang tidak mood"
Da vinci menjawab dan Sheilla menanggapi dengan ekspresi berat diwajah nya, menghela nafas dan mulai berdiri dari tempat duduk nya.
"Datang saja jika kau ingin, kami semua menunggumu"
__ADS_1
"Ya ... dan, satu lagi, ... maaf"
Da vinci menjawab dan menambahkan permintaan maaf diakhir nya, Sheilla menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Da vinci, lalu dia tersenyum lembut dan menjawab.
"Ya ... sampai nanti"
Berkata seperti itu, Sheilla menutup pintu dan meninggalkan Da vinci seorang diri didalam ruangan ini, merespon hal itu, Da vinci berbalik menatap ke arah pintu dengan ekspresi canggung.
(Gah!! Aku bodoh!! Aku yang terburuk!! Bunuh aku!!)
Menyesali perbuatan nya, Da vinci menggeliat ditempat tidur dan langsung meringis kesakitan ketika tangan kanan nya tertimpa tubuh nya dan berhenti bergerak.
(Kenapa aku malah menolak nya mentah-mentah dan apa-apaan perminta maaf diakhir itu, itu bukan karakter mu, Da vinci!! Haah~~ aku mau tidur)
Setelah beberapa saat Da vinci langsung tertidur dikasur nya dan 4 jam berlalu dimana malam hari telah tiba.
"Oy, Da vinci, apa kau didalam? Aku masuk ya"
Theo membuka pintu dan masuk kekamar Da vinci sambil menghidupkan lentera yang tertempel didinding.
"Urk"
Da vinci terkejut karena cahaya yang hidup tertiba-tiba dan mulai membuka mata nya, mendapati Theo disamping nya dengan keadaan yang masih mengantuk.
"Maaf ... aku tidak tau jika kau masih tidur"
"Yah ... tidak masalah"
Da vinci mulai bangun dan duduk ditempat tidur nya sambil mengusap mata nya, lalu ia menatap kembali Theo dengan ekspresi masam.
"Um ... ada apa?"
"Kukuku ... kerja bagus karena telah bertanya" berkata seperti itu, Theo langsung membuat pose aneh sambil mengarahkan jempol nya ke arah pintu, dan dia melanjutkan "ini adalah hari yang spesial, kita mengadakan pesta!~~ keluarlah untuk ikut merayakannya!!~~"
Theo berkata dengan ceriah, dan Da vinci menanggapi dengan ekspresi masam dan kembali berbaring ditempat tidur sambil menyelimuti tubuh nya kembali.
"Aku sedang tidak mood"
Mendengar jawaban Da vinci, membuat Theo terdiam hingga akhirnya dia berhenti berpose aneh dan menatap Da vinci dengan ekspresi masam..
"Kau ini ... kau menyukai Sheilla kan?"
"Burf! ... a-apa hubungan nya dengan itu dan pesta?!"
Da vinci bangun dari temoat tidur dan duduk diatas nya dengan wajah memerah.
"Yah ... setidak nya"
"Dan kau menyukai nya?"
"Sudah kubilang apa hubungan nya dengan itu dengan pesta ini?"
"Kau tidak membantah nya ya? Yah lupakan ... kau seriusan tidak tau hari ini hari apa?"
"... sama sekali tidak tau"
Da vinci menjawab dengan ekspresi heran diwajah nya dan Theo merespon sambil menghela nafas kecewa, mengarahkan jempol nya kepintu dan berkata.
"Hari ini ... adalah ulang tahun nya Sheilla"
Da vinci terdiam, merubah ekspresi nya menjadi datar, lalu berubah kembali menjadi terkejut..
"Huh?"
Dan di ditengah ruangan tengah saat ini, dimana banyak makanan berada dimeja, dinding dihiasi dengan berbagai dekorasi dan semua orang memegang gelas mereka masing-masing.
"Kalu begitu, mari kita--
"Sheilla!!!"
Sheilla berhenti berbicara dimana Da vinci berteriak ke arah nya, dia membalikkan badan nya untuk melihat kearah suara itu berasal dan disaat ia berbalik, Da vinci mengenggam kedua tangan nya dimana Da vinci sedikit mendesak nya dan itu membuat Sheilla terkejut dan mundur selangkah.
"Kau hari ini ulang tahun?!"
"Y-yah ... ya, hari ini aku ulang tahun, eh, apa aku belum pernah memberi tahu mu?"
Sheilla menjawab dengan wajah yang sedikit memerah karena wajah nya hampir berdekatan dengan wajah Da vinci, dan Chelsea menatap hal itu dengan ekspresi nakal.
"Eh ... kupikir kau pernah memberi tahu ku, atau juga tidak? Arkk!! Aku tidak ingat, maaf ... dan, selamat ulang tahun"
Da vinci berkata dengan ekspresi canggung dan Sheilla lebih memerah dari sebelum nya.
(Jangan lupakan dirimu sebenar nya, kakek)
Mengingat sesuatu, Sheilla memalingkan pandangan nya sambil menjawab "ya, terima kasih" bahkan tangan nya bergetaran dan dia pasti akan jatuh kelantai karena rasa malu itu.
Setelah beberapa saat, Da vinci menyadari hal itu, dan wajah nya memerah dimana dia melepaskan kedua tangan Sheilla dan mundur kebelakang sambil menggaruk kepala nya.
__ADS_1
"Ma-maaf"
Da vinci meminta maaf, dan Sheilla menanggapi dengan susah dimana dia terhuyung dan terduduk disofa yang lembut.
"Oy oy, apa yang kau lakukan pada pemeran utama di pesta ini?"
Ucap july dengan ekspresi mengejek dan Da vinci merespon dengan malu untuk itu, dimana Theo tiba dan menepuk pundak Da vinci.
"Mulai sekarang kau kupanggil Sheicon ya?"
"Huh? Apa-apaan julukan itu?"
"Yah, Sheicon dari Sheilla complex, itu cocok untuk mu"
"Aku tidak menerima hal itu!!"
Disisi lain, Juliy dan Abi tertawa terbahak-bahak karena mendengar hal itu sambil memegangi perut mereka.
"Bwahahaha ... tu-tungg sebentar, Sheicon itu-- cocok untuk mu, bwhahahaha!!!"
Juliy mengelap air mata yang keluar karena tertawa terbahak bahak, berbaring di sofa nya sambil menepuk-nepuk meja dengan kasar.
"Oy, Sheicon, ambilkan aku botol wine disitu, pfft"
"Tu-tunggu, Abi, jangan lanjutkan hal itu, itu berdampak buruk pada perutku, hahahaha"
Juliy tidak bisa berhenti tertawa dan Abi merespon dengan senyuman nakal diwajah nya.
"Sheicon"
"Pfft, bwhahahaha, he-Hentikan, hahahhaha"
"Oy kalian, hentikan hal itu, Da vinci sudah dipuncak amarah nya saat ini"
Menunjuk Da vinci dimana dia memasang ekspresi marah dengan wajah yang memerah karena malu.
Menghela nafas nya dan dia langsung duduk disofa yang tepat disamping Sheilla dengan jengkel.
"Dan, Da vinci ... selamat datang kembali"
Ucap Nezuon sambil menawarkan Da vinci segelas wine ke arah nya, Da vinci tertegun dan tersenyum hangat.
"Ya, aku kembali ... tapi, kapten, aku tidak meminum wine kau tau?"
"Eh, serius?"
"Sudah sudah semua, pesta nya jadi tertunda, nah Sheilla, berikan beberapa kata"
Dan semua nya terus berjalan seiring waktu, semua kesedihan, penyesalan dan kemarahan bagaikan kebohongan belaka.
Semuanya tertawa lepas begitu juga dengan Da vinci dimana dia melupakan segala penyesalaan nya dan belajar untuk membebaskan diri dari pengekang nya.
Waktu berlalu, pesta telah berakhir, segala sesuatu pasti ada akhirnya.
Semuanya tertidur pulas setelah itu, tidak tidur diruangan mereka, tetapi tidur diruangan tenah karena rasa senang mereka.
Lalu, Da vinci dan Sheilla tertidur pulas sambil saling mengenggam tangan tanpa mereka sadari.
Waktu berlalu dan acara sudah berada dipuncak nya, dimana ... semuanya kembali berjalan.
.
.
.
note author : ini adalah akhir dari part 3, tetapi cerita tidak akan berakhir begitu saja
batas waktu acara perang antar party tersisa 6 hari lagi, dan itu akan menjadi puncak dari acara perang antar party
kemunculan seorang yang dianggap telah mati, pertemuan yang ditakdirkan, dengan begitu party noname akan terlibat ke arena gladiator
part selanjutnya akan menjadi puncak dari acara perang antar party
musuh nya adalah salah satu top party diantegram.
[arena gladiator arc]
.
.
eps selanjutnya akan dirilis pada tanggal 28 juli 2021.
hari dimana kedua dunia mengalami bencana terbesar dan terparah dalam sejarah masih jauh
__ADS_1