Paladin Antegram

Paladin Antegram
takdir yang tidak adil


__ADS_3

"Woah ...besar sekali"


Da vinci dan Sheilla mendongak ke atas untuk melihat ukuran dari arena gladiator ini, terlihat jika orang sudah ramai mengantri untuk pergi menonton gladiator yang akan bertarung.


Dan ini adalah saat nya, Turnament gladiator akan dimulai.


Mereka mengantri untuk masuk, tetapi secara tidak terduga mereka bertemu dengan senior mereka yang berpisah sebelum nya.


"Yah, ini pasti takdir"


"Apanya yang takdir jika kita keluar dan pergi dari rumah yang sama ketempat yang sama"


Da vinci membalas ucapan Chelsea dengan kesal dimana Chelsea sedikit terkejut akan hal itu dan menatap ke arah Sheilla.


"Apa dia marah?"


"Yah, entah kenapa diitengah perjalanan emosi nya tidak terkendali"


"Begitu ya, kau pasti kerepotan"


Da vinci hanya menatap dengan masam dimana dia mengingat hari-hari nya bersama dengan Sheilla, tetapi itu adalah hari-hari dimana emosi Sheilla sedang tidak stabil dan dia selalu marah ke Da vinci.


(Ada saat nya aku perlu bersabar)


Membiarkan Sheilla tepat berada disamping Chelsea, kali ini Da vinci berada tepat disamping Williard dan Juliy.


"Jangan dipikirkan, ini sudah meniadi takdir lelaki"


Ucap Juliy sambil menepuk pundak Da vinci, lalu mereka terus berjalana dan memasuki bangunan gladiator ini.


Disudut pandang yang berbeda disaat yang sama.


Saat ini Shopia sedang duduk dilantai atau lebih tepat nya dia sedang berada didalam penjara, dia tidak ingat pernah melakukan kesalahan, jika ada sesuatu maka pengkhianatan teman nya terakhir kali adalah penyebab dia dipenjara.


(Tenanglah diriku, tidak ada gunanya kehilangan kendali saat ini, pertama aku dipisahkan dengan Ellie dan Zano, lalu kondisi Tony ... tidak ada gunanya untuk memikirkan hal itu, pria yang bernama Torano itu memasukkan ku kedalam ruangan yang dipagari geruji besi ini, kenapa dia repot-repot melakukan itu? Bahkan para pemain pemula seharusnya bisa merobohkan geruji besi ini, tetapi dia tetap memasukkan ku, lalu dibagian luar terdengar sangat meriah, aku ingat jika ini adalah arena gladiator, mungkin turnament nya sudah dimulai)


Pintu besi itu terbuka dimana suara nya terdengar diseluruh ruangan penjara ini, itu terdengar sangat bergema dimana Shopia mewaspadai hal itu.


Orang yang membuka pintu itu berjalan dimana pada akhirnya dia berdiri dihadapan ruangan dimana itu menjadi tempat Shopia dikurung.


Seorang pria dengan tatapan tenang, menatap Shopia dimana Shopia tidak yakin dengam situasi ini, pria itu memasukkan kunci kedalam gembok itu dimana dia langsung membuka geruji besi ini.


"Ikutlah dengan ku"


Hanya ucapan itu, membuat Shopia hanya bisa terdiam dimana dia berkedip beberapa kali, tetapi dia harus menuruti perintah nya dimana dia mulai berdiri dan keluar dari ruangan.


Setelah ruangan Shopia berdiri tenang dimana dia menatap pria itu yang sedang mengunci geruji itu kembali.


(Apa kubuat pingsan saja dia?)


"Mungkin kau berpikir seperti itu, tetapi menyerahlah"


Ucap pria itu dimana dia selesai mengunci geruji besi itu kembali dan berjalan keluar, Shopia hanya menatap pria itu dengan senyuman masam.


Dia mengikuti pria itu dengan tenang tanpa berpikir untuk melakukan hal yang bodoh lagi.


"Hei, kedua temanku yang lainnya baik-baik saja kan?"


"Jika kau berbicara tentang teman pria mu itu, maka dia sudah mati"


Shopia tersentak kaget dan menghentikan kaki nya, menatap dengan ekspresi sedih, marah, dan keterkejutan.


"Sialan!!!"


Lalu dia merubah nya menjadi amarah dimana dia langsung berlari ke arah pria itu, mengepalkan tinju nya untuk bermaksud meninju pria itu.

__ADS_1


Pria itu merespon dimana dia menahan tinjuan Shopia dengan satu tangan, lalu dia mengarahkan kaki nya sedikit kebelakang dan langsung menendang kaki Shopia.


Membuat Shopia berada diudara dalam waktu yang singkat dimana pria itu menarik lengan Shopia dan melempar Shopia kedepan, menabrak dinding batu dan langsung terjatuh kelantai.


"Setelah sadar, pria itu mengamuk, dan kapten kami sangat membenci kebisingan, itu salahnya sendiri"


Disaat dia mencoba untuk bangun, terdapat kesedihan diwajah nya, mengeluarkan air mata yang banyak dimana itu sampai terjatuh ketanah.


"Kenapa ... semua nya ... berakhir seperti ini?" (Kenapa aku selalu berakhir seperti ini, nenek meninggal, aku menjadi petualang, tetapi malah terlempar kedunia yang tidak jelas seperti ini, dipaksa untuk memainkan permainan yang tidak jelas, dan berkat itu Daniel dan Stella meninggal, hanyq Zano, satu-satunya teman yang tersisa ... tetapi--- ah, sudahlah, aku lelah dengan segala nya, aku hampir gila, aku ... ingin mati)


Menyerah akan segala nya akan ketidakpuasan dalam kehidupan, berteriak ingin mati, ingin pergi meninggalkan segala nya, ingin tenang, tetapi ... didalam keputusasaan itu, mengingat satu hal.


Kilas balik ingatan.


"Se-selamat siang, nama saya adalah Ellie tretline, saya sangat senang bisa bergabung dengan party kalian!"


"Sebenar nya aku memiliki dua adik kembar, kami sangat miskin kai tau? Bahkan untuk makan aku sampai mengemis ditengah jalan hanya untuk roti yang melewati tanggal kadaluarsa"


"Apa kita bisa bertahan hidup sampai permainan ini berakhir?"


Sebuah ingatan dimana dia menghabiskan waktu nya dengan teman kecil nya, dia mengingat nya, sebuah cahaya harapan telah menerangi pikiran nya dimana dia bisa berpikir secara rasioanal.


Dan dia menyadari, jika pria iti tidak mengungkit tentang Ellie sama sekali, dia ... masih belum sendirian.


"Ellie ... Ellie!! Gadis itu baik-baik saja kan?!"


Shopia berdiri menghadap ke arah pria itu dengan wajah yang ingin diberi suatu harapan, jika dia mendapatkan keputus asaan, maka dia tidak akan bisa kembali lagi.


Pria itu menghela nafas lelah dan berjalan melewati Shopia.


"Tenang saja, senior Torano mengatakan untuk tidak menyentuh nya, kesampingkan hal itu, cepatlah, kami tidak menerima ketelatan"


Shopia terdiam dimana hati nya merasa lega, dia masih memiliki rekan, dengan alasan itu dia bisa tetap berdiri dengan tegar, dia menyeka air mata nya dan langsung mengikuti pria itu berjalan.


Mereka terus bejalan dimana mereka sampai di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh senjata, pedang, belati, kapak, tombak, tameng, armor bahkan terdapat panahan disini.


"Pilihlah senjata yang kau sukai"


"Huh?"


"Jangan membuatku mengulanginya"


"Baik"


Pria itu menatap dengan datar dimana Shopia berkeliling dengan heran, memilih senjata yang ingin digunakan nya, dia lebih memakai pedang karena itu cocok untuk nya, bagaimanapun dia pernah bersekolah di akademi xirius dimana dia diajarkan untuk memakai pedang disitu.


Jadi dia menatap ke bagian pedang dengan bingung, mengambil salah satu nya dengan mata yang berkaca-kaca.


(Berapa tahun aku harus menabung untuk bisa membeli pedang ini?)


"Kau sudah memilih nya?"


"I-iya, aku sudah memilih nya, dan ini juga"


Dia mengambil pedang itu dan mengambil sebuah belati dimana dia memasukkan belati itu ke sarung yang berada dipaha nya.


Pria itu membuka sebuah gerbang yang terbuat dari besi dihadapan nya dimana itu terlihat sebuah terowongan kecil, lalu cahaya matahari.


Mendorong masuk Shopia keluar dan menguncinya gerbang besi itu.


"Bertahan hiduplah semampu mu, jika kau mati, maka teman kecil mu juga akan mati"


"Huh? Apa maksud ---- Hah?"


Shopia berada didalam arena, berdiri dimana ribuan penonton melihat nya sambil menyoraki, Shopia masih bingung dengan situasi ini.

__ADS_1


"Ghwooowwrrr"


Sekeor monster mengaung keras dimana Shopia merespon kaget dan mendapai seekor monster jauh didepan nya.


Monster yang bernama elefantas, sekeor monster gajah yang memiliki tubuh humanoid, inti nya dia adalah gaja yang berjalan dengan dua kaki.


Tubuh nya dilengkapi oleh baju armor dimana hidung nya itu sangat panjang bahkan itu sampai ke perut nya, mengenggam erat sebuah kapak yang besar ditangan kiri nya.


Sebuah kalung besi terikat dileher nya dimana itu terdapat sebuah rantai yang sangat kuat dimana rantai itu terpusat ditengah-tengah arena.


Itu untuk mencegah elefantas mengamuk dan pada akhirnya dia melompat ke para penonton, dengan adanya kalung rantai dileher nya, dia hanya bisa bergerak di arena ini.


Dan Shopia menatap itu dengan ekspresi kaget.


(tunggu, tunggu, tunggu, tunggu ... bukankah itu Elefantas?! Apa maksud nya ini?!!)


Disisi lain dibangku penonton, Sheilla, Da vinci, Chelsea, Juliy dan Williard baru saja tiba.


"Sial, itu sudah hampir akan dimulai, ayo cepat!"


Dengan terburu-buru, Juliy mencari kursi kosong berjumlah untuk lima orang, mereka bahkan membawa cemilan disini.


Itulah penyebab mereka terlambat dimana mereka pergi untuk membeli cemilan terlebih dahulu, itu untuk bisa menikmati pertunjukkan.


"Baiklah para hadirin hadirin, pertunjukkan yang kalian tunggu akan dimulai, pertarungan hidup dan mati, bertarung layak nya seorang gladiator, mari sambut seorang dari pihak yang melawan, sang gladiator hari ini!! Seorang gadis kecil yang mengenggam sebuah pedang dengan mudah nya!!"


Semua mata penonton tertuju ke arah Shopia dimana wajah Shopia memerah karena hal itu, itu pertama kalinya baginya dilihat oleh ribuan orang seperti itu.


"Lalu disisi lain, seekor elefantas, dengan kepala gajah dan tubuh humanoid, tetapi dia adalah kesatria yang terus mengenggam erat senjata nya, pihak yang dilawan, dengan gagah dia berani menerima tantangan dari pihak yang melawan, seekor monster yang memiliki tinggi 248 cm!! Baiklah!! Siapa yang akan menang di antara mereka, itu tergantung mereka sendiri"


Elefantos itu mengangkat kapak nya ke atas lalu, mengatur otot-otot kaki nya dimana pijakan nya bahkan menjadi hancur.


"Pertandingan ... Dimulai!!!"


"Ghwororowrrr!!"


Elefantos itu langsung melempar kapak nya ke arah Shopia dimana Shopia merespon panik dan menghindari kesamping dimana dia langsung menunduk.


Kapak itu mengenai dinding dan menghancurkannya.


"Pertarungan nya sudah dimulai~~"


Sheilla duduk dengan nyaman dikursi dan langsung menikmati pertandingan, tetapi setelah beberapa saat, dia membelalakkan mata nya dan langsung berdiri dengan panik.


"Itu..."


".... kenapa?"


Da vinci menatap heran dimana Sheilla hanga terdiam disini, disisi lain didalam arena, Shopia menarik pedang itu dari sarung nya dan langsung membuang sarung itu ketanah.


Lalu ia mulai berlari sambil menghunuskan pedang nya itu kedepan.


(Aku tidak tau apa yang terjadi, tetapi sesuatu yang pasti adalah aku harus bertarung dengan monster ini!)


Elefantos itu terdiam lalu menguatkan otot lengan kanan nya dimana seluruh urat nya keluar, disini terdapat sebuah rantai di lengan nya, menarik kuat rantai itu dimana kapak yang tertancap didinding itu langsung tergerak dan tertarik dengan kuat ke arah mereka.


Menyadari sesuatu datang dari belakang nya, dia menghentikan kaki nya untuk mencoba memeriksa keadaan belakang, tetapi itu terlambat dimana kapak itu langsung melewati nya dengan cepat dimana itu membuat angin yang sangat kuat.


Mengibar-ngibarkan rambut Shopia dimana dia membelalakkan mata nya saat ini, menatap ke arah depan nya dimana elefantos itu sudah berlari ke arah nya.


Mengenggam erat kapak nya itu dan langsung menebas Shopia dari arah menyamping.


Merespon panik, Shopia berhenti berlari, menundukkan tubuh nya dan hampir berlutut dilantai dimana kapak elefantos itu melewati tepat di atas nya.


Jika dia tidak bersujud, dia pasti akan terbelah menjadi dua bagian.

__ADS_1


(Sial ... monster ini, sangat kuat!)



__ADS_2