Paladin Antegram

Paladin Antegram
kehebatan dari alkimia


__ADS_3

Didetik terakhir, Da vinci mencoba untuk melarikan diri, tetapi serangan sihir dari Jacob memiliki jangkauan area yang sangat luas.


Dan hampir mustahil bagi Da vinci untuk menghindari hal itu.


Dengan senyum masam diwajah nya, dia mengucapkan satu hal "sial"


---booomm---


Meledak dan menghancurkan area sekitar dengan instan.


Menyisakan Jacob seorang diri dipusat ledakan itu, secara ajaib nya dia tidak terkena dampak dari ledakan itu, mungkin itu terkandung dari mantra yang dia rafalkan.


Tersenyum puas akan hasil nya dan tertawa terkekeh "kukuku"


"Ya ampun, hari ini sudah berapa kali aku berurusan dengan ledakan"


"!!!"


Jacob merespon kaget setelah mendengar hal itu, seingat nya itu bukanlah suara dari Da vinci, ada orang lain disana.


Merasakan perasaan muak bergejolak didalam hati nya karena amarah, debu yang menutupi area sekitar perlahan menghilang dan memperlihatkan seorang Williard yang menggendong Da vinci di pundak nya.


"Kau ... yang sebelum nya"


Williard hanya tersenyum dan setelah beberapa waktu, Da vinci mendapatkan kesadaran nya kembali dan membuka mata nya.


(Huh? Aku masih hidup?)


Setelah dia membuka mata nya dengan jelas melihat area sekitar, mendapati dirinya sedang digendong oleh Williard.


"Senior? Apa yang .... urg"


Sebelum Da vinci menyelesaikan perkataan nya, Williard menjatuhkan Da vinci ketanah.


"Sepertinya aku tidak perlu berterima kasih lagi"


"... kudengar, kau pemimpin dari party dolea?" (Pantas saja itu terasa tidak asing ditelinga ku, party dolea, hampir tidak ada catatan didalam mereka, semua informasi mengenai mereka adalah nol yang berarti seperti mereka menghapus jejak mereka dengan sangat bagus, lalu sedang apa pemimpin nya berada disini? Apa mereka mempunyai hubungan tertentu dengan party Drunhilde?)


Suara langkah kaki terdengar dimana Da vinci dan Williard mengarahkan pandangan nya kebelakang, mendapati seorang Larisa yang berjalan dengan santai ke arah mereka.


".... aku kagum kau tidak terluka meski mendapat serangan seperti itu? Tubuh mu terbuat dari apa?"


"Pak tua, jika kau melihat nya seharus nya kau menolong ku"


Dan disaat yang sama, lantis melompat tepat ke arah Jacob dan berlutut dihadapan nya dimana Jacob hanya melirik dengan tatapan tajam.


"Maafkan kami tuan jacob, kami gagal membunuh musuh"


"Gagal membunuh musuh dan kau kehilangan adik mu, sungguh lucu, tidak kompeten ada batas nya juga"


"..... maafkan saya"


Ucap Lantis dengan penuh penyesalan, dan Jacob mendecahkan lidah nya disini.


"Lantis"


"Baik?"


"Hadapi anak muda berambut putih itu, sisa nya akan kuurus, jika kau gagal maka ucapkan selamat tinggal pada kampung halaman mu"


"..... baik"


Lantis menarik kedua belati nya yang berada dipinggang, berada diposisi menyerang dan dia langsung bergerak dengan cepat menuju ke arah Da vinci.


Mengarahkan belati nya dan itu hampir mencapai leher Da vinci, tetapi Da vinci menyadari hal itu dan dengan spontan menghindar.


Menundukkan kepala nya kesamping, tetapi Lantis tidak membiarkan itu berakhir, dia memutar tubuh nya dan menendang Da vinci.


Tepat mengenai perut nya dan Da vinci termundur kebelakang dimana Williard berada diposisi yang siap untuk menyerang.

__ADS_1


(Dia ini ... cepat!!)


Lantis memiliki kecepatan yang tidak normal karena tubuh nya yang pendek, dan karena tubuh itu dia selalu mudah dalam menghindar.


Tetapi kali ini dia tidak mencoba untuk menghindari serangan Williard.


Karena Jacob sudah berada tepat dihadapan Williard sekarang.


(Lagi?! ... sama seperti sebelum nya, bagaimana dia bisa muncul secara tiba tiba?!)


Pikir Larisa dengan panik, membiarkan diri nya melihat Jacob memukul Williard dengan sekali serangan.


Itu cukup untuk membuat tulang Williard retak, tetapi secara reflek, dia menangkap tangan Jacob.


Merespon hal itu, Jacob sedikit tersentak dan menyadari jika Larisa mendekat untuk melancarkan serangan dengan kapak besar nya itu.


Jacob berada diposisi dan mulai melompat kesamping untuk menghindar dan langsung saja dia bergerak kembali ke arah Larisa untuk memukul perut nya dengan tektik pukulan menggunakan telapak tangan nya.


Membuat Larisa memuntahkan liur ketika terkena serangan itu dan terhempas kebelakang, tidak berhenti disitu, Williard melompat dan siap untuk memukul Jacob.


Tetapi Jacob berhasil menghindari hal itu dengan menunduk kesamping dan dia mengucapkan rafalan sihir.


"Omnimust"


Sebuah lingkaran sihir muncul, dan langsung saja Jacob memukul Williard dengan lingkaran sihir itu sampai ketika api dengan warna ungu gelap melahap Williard.


Dan Jacob mundur kebalakang untuk menjauh agar tidak terkena dampak dari api hitam itu.


Tidak memberinya waktu luang, Larisa dengan kapak nya sudah siap untuk kembali menebas Jacob.


Dan Jacob menghindari hal itu sambil menangkap kembali kapak Larisa, mengangkat tangan nya ke atas dan siap untuk memukul kapak Larisa.


Memukul nya dengan keras dan bahkan itu hanya berbunyi, tidak ada retakan atau apapun yang terjadi.


Jacob merespon hal itu dengan panik dimana Larisa tersenyum mengejek disini.


"Keparat"


Lengah akan sesuatu sampai Jacob terlambat menyadari jika Williard sudah melancarkan tendangan tepat ke wajah nya, menerima tendangan itubdan dia termundur kesamping.


Disisi lain, beberapa detik yang lalu, Da vinci terjatuh ke tanah dimana dia langsung mengatur posisi nya dan kembali bersiap siap untuk menghadapi musuh.


Bersiaga ditanah tetapi ketika dia menyadari nya, lantis sudah dihadapan nya dengan sebuah pisau yang hampir musuk pupil mata nya itu.


(Ce----pat!!)


Tetapi dia bisa menghindari hal itu dengan panik, selanjutnya dia merafalkan mantra sihir sampai sebuah pedang keemasan tercipta dihadapan nya.


Dia mengambil pedang emas itu dan bersiap dalam posisi bertahan.


Setelah mengamati satu sama lain, mereka berdua langsung bergerak dan saling menyerang satu sama lain dimana Da vinci terpaksa untuk melawan dua belati disini.


Jadi dia harus bergerak lebih cepat dari biasa nya, pedang dan belati saling memukul mengeluarkan dari gesekan itu.


Lantis menebaskan belati nya dan Da vinci menghindar dengan sedikit menundukkan tubuh nya ke tanah, dan langsung bergerak untuk menebas ke atas.


Lantis merespon dengan sedikit tergesa gesa da hingga akhirnya dia menghindari kesamping,


Menginjak tanah dengan kuat, dia langsung menerjang ke arah Da vinci, membuat Da vinci sedikit panik.


Memutar tubuh nya dengan paksa dan sekali lagi dia berhasil menangkis serangan dari Lantis.


Meski karena putaran itu dia kehilangan keseimbangan nya dan berakhir jatuh ketanah.


Lantis menatap dengan sedikit angkuh, mulai berjalan ke arah Da vinci dimana Da vinci hanya tersenyum masam akan hal itu.


(Gawat ... aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku)


Lantis mendekat tanpa keraguan, dan penuh dengan pertimbangan, Da vinci merafalkan mantra dimana menyadari hal itu, Lantis tersentak kaget dan mulai bergerak secepat mungkin ke arah Da vinci.

__ADS_1


Tetapi secara tiba tiba tanah bergetar dan sebuah dinding menjulang ke atas dimana dinding itu memisahkan antara Da vinci dan Lantis.


Da vinci memutar balikkan badan nya ke posisi terlentang, mengangkat kedua tangan nya, lalu dia menepuk kedua tangan nya itu.


"Kitab alkimia bab 2, tanah kesucian, wahai dewa thanatos yang menciptakan seluruh tanah, namaku adalah Leonardo Da vinci, adamantite"


Kedua lingkaran sihir tercipta dan masing masing dari mereka bergerak dan melapisi kedua tangan Da vinci.


Menghela nafas lelah, Da vinci menurunkan tangan kiri nya dan menaikkan tangan kanan nya sedikit.


Dimana lingkaran sihir itu mulai bersinar lebih terang dari yang seharus nya.


Tanah bergerak dan sebuah pilar tercipta dimana Da vinci berada di atas pilar itu, pilar itu tidak setinggi pergunungan tetapi itu sedikit lebih tinggi dari rumah.


Lantis menatap hal itu dengan panik dan mulai melompat kebelakang untuk mundur.


(Apa apaan itu?)


Dia atas nya, Da vinci berbaring terlentang melebarkan kedua tangan nya dimana dia menutup kedua mata nya disini.


(Langit yang cerah, angin yang sejuk, seharus nya ini adalah hari yang sempurnah, hanya jika tidak ada kadal raksasa yang bisa terbang menyerang, selain itu dia juga mayat hidup, sungguh, semua nya hampir ada di antegram ini, dan tentu, musuh juga ada)


Da vinci membuka mata nya dan menatap kebelakang dimana terdapat seorang lantis yang berdiri sambil bernafas terengah engah.


"Kau tidak bisa kabur lagi"


".... nah, apa kau tau? Jika Alkimia adalah sihir buatan dari manusia, meski trik didalam nya sangat simpel, tetapi jika pengguna alkimia melakukan nya dengan baik, maka ... tidak ada sihir yang bisa menandingi Alkimia"


"Huh?"


Da vinci secara sepihak menjelaskan tentang kehebatan dari Alkimia, tetapi bahkan seorang Lantis akan merasa bingung akan hal itu.


Da vinci tertawa kecil sampai akhirnya dia menggenggam tangan kanan nya, menatap bingung dan hingga akhirnya tanah tempat mereka berpijak.


Atau lebih tepat nya pilar itu sendiri bergejolak, hingga akhirnya turun kebawah, dimana Lantis hampir kehilangan keseimbangan nya dalam berpijak.


Meski pilar itu telah kembali turun ketanah, tetapi Da vinci masih menyisakan dinding di pilar itu dimana mereka tertutup disini.


Tetapi karena Da vinci membutuhkan cahaya matahari untuk bisa melihat dikegelapan, jadi dia tidak berniat untuk menutup atau secara keseluruhan.


"Apa yang kau lakukan sialan?!"


(Aku masih ingin istirahat, tetapi ... akan lebih baik jika kulakukan setelah mengalahkan orang ini)


Da vinci mengangkat tangan kanan nya sedikit dimana sebuah pilar kecil terbentuk ke atas tepag dihadapan Lantis.


"?!"


Sebelum dia sempat menghindar atau untuk menyari nya, suatu pilar kembali terbentuk dipilar itu dan memukul perut Lantis dengan keras.


Da vinci membalikkan tubuh nya dengan cepat dan mulai terbang dengan ketinggian di tepat diatas tanah.


Lantis terjatuh ketanah tetapi dia kembali bangun dan bersiap untuk menghindari serangan berikut nya.


Da vinci menerjang tepat ke arah nya, menonaktifkan sihir terbang nya dan memukul Lantis.


Meski hanya dengan pukulan seperti itu bisa ditahan dengan mudah oleh Lantis, menyingkirkan tangan Da vinci, Lantis mulai mengarahkan pedang nya ke Da vinci.


Da vinci berhasil menghindari hal itu dengan konsentrasi nya dalam bertindak, memutar tubuh nya, lalu mulai kembali memukul Lantis dengan tangan kiri nya.


Mendecahkan lidah nya, dengan kesal Lantis mundur kebelakang untuk menghindar.


"Percuma!!"


Ucap Lantis dan Da vinci hanya tersenyum mengejek disini dengan penuh percaya diri, disaat dia akan menyadari nya, sebuah pilar tanah memukul tepat ke tubuh nya.


"Arg"


Da vinci kembali menginjak tanah, menundukkan tubuh nya untuk melewati pilar itu dari bawah, lalu dia mulai berlari ke arah Lantis.

__ADS_1


__ADS_2