
Disebuah tempat penampungan dimana seluruh anak-anak diberi selimut dan makanan hangat, mereka memakan itu dengan penuh syukur.
Tetapi tidak bisa tenang karena ledakan yang terjadi dimana itu membuat pilar raksasa itu hancur dan jatuh kebawah.
Alice menatap dengan ekspresi khawatir diwajah nya.
Bagaimanapun itu adalah sihir skala besar, siapapun yang terkena ledakan itu sudah pasti akan mati, dan dimansion itu terdapat ketiga yang orang sangat dia kenal.
Itu tidak bisa membuat nya terus khawatir. Bahkan mansion itu sudah tidak tersisa karena dampak dari ledakan itu.
Dan disisi Da vinci saat ini, berdiri ditanah, mengembuskan nafas lelah beberapa kali dengan wajah yang dipenuhi luka.
(Sial ... apa orang ini mayat atau apa? Dia tidak tumbang meski kuserang beberapa kali, dan ... apa-apaan ledakan itu? Besar sekali dan terlihat berbahaya, bersyukur karena aku berpindah tempat disaat bertarung orang ini)
Mengenggam erat pedang ditangan kanan nya, bahkan pedang itu sudah patah dimana hanya menyisakan sedikit pedang disitu, itu sudah tidak bisa disebut sebagai pedang lagi.
Dan Abel hanya berdiri tenang dan beberapa kali akan kehilangan kesadaran disaat berdiri, dia terkekeh kecil dimana dia mengangkat pandangan nya ke arah Da vinci.
(Aku sudah dibatas ku ya? Tidak kusangkah aku akan dikalahkan oleh pemula, tetapi ...)
Abel mengangkat sedikit tangan nya dan cahaya keemasan mulai muncul dimana itu membentuk sebuah kapak.
Da vinci mewaspadai hal itu dimana dia mengetahui tentang sihir itu, bagaimana pun itu adalah sihir umum dengan pemakai yang sedikit.
(Sihir pencipta?)
Abel mengenggam erat kapak itu dan selanjutnya dia menendang tanah dengan cepat dimana dia sudah berada dihadapan Da vinci.
Da vinci menatap dengan melebarkan matanya karena terkejut dengan kecepatan itu, dimana kecepatan nya bertambah dan seharusnya tidak akan bisa dikeluarkan oleh orang yang terluka parah.
(Cepat---
Abel langsung menebas tepat keleher Da vinci, lalu itu bukan karena keinginan nya, tubuh nya merasakan bahaya lalu bergerak dengan sendiri, menghindari serangan dari Abel dengan mengarahkan leher nya kekanan.
Bagaimanapun Da vinci bahkan tidak berkeinginan untuk menghindar itu atau dia tidak sempat untuk memikirkan nya, menyadari ketika tubuh nya bergerak sendiri, itu membuat nya melebarkan mata dan mulai berpikir jernih.
--sekali!!)
Menendang tanah untuk meloncat dan menendang tubuh Abel, dengan begitu dia termundur kebelakang dan langsung melayang diudara berkat sihir terbang.
Menciptakan lingkaran sihir dan itu membentuk beberapa bola api yang kecil tetapi kuat, sihir kolasi.
Menembakkan semuanya tepat ke arah Abel, dan dengan ketangkasan nya, Abel bergerak dengan cepat dan memukul bola api itu satu persatu dan disaat ia menyadarinya, Abel berada tepat dibawah nya, menarik kaki Da vinci dengan kuat.
"!!!"
Abel menarik kaki Da vinci dan melempar Da vinci ketanah, membuat nya tergesek ditanah dan menabrak pohon dengan kuat.
Disaat dia kembali membuka mata, Abel tepat dihadapan nya, bersiap untuk menebas nya, tetapi dia berhasil menghindar dengan mendorong tanah dan membuat dirinya maju kedepan.
Lalu menusuk perut Abel dengan pedang yang patah nya itu, bagaimana pun pedang yang patah masih bisa digunakan untuk membunuh seperti menggunakan botol wine yang dipecahkan.
"Argg!!"
Abel mengerang kesakitan dan Da vinci menambah kekuatan pada tusukan itu, lalu Abel mengarahkan tangan nya ke Da vinci, mengepalkan tinjuan dan memukul wajah nya dimana dia berada dalam posisi tidak bisa menghindar.
Tinjuan yang sangat kuat tetapi tidak berhenti disitu, tetapi karena itu, Da vinci mengenggam erat gagang pedang nya itu sampai dia mencabut pedang itu dari tubuh Abel dimana Abel mengerang kesakitan untuk itu.
Abel mengenggam kepala bagian belakang Da vinci dengan telapak tangan yang besar nya itu.
Lalu melempar Da vinci jauh kesamping dimana Abel menciptakan lingkaran sihir lalu menembakkan petir ke arah nya.
Da vinci membuka mata nya dengan susah dan dibatas kemampuan, dia mengaktifkan kembali sihir terbang untuk menghindar petir itu dengan terbang ke atas.
Petir menyambar pepohonan dan menghancurkan semuanya, di atas udara, Da vinci beberapa kali bernafas dengan kencang dan mata nya beberapa kali hampir tertutup untuk kehilangan kesadaran.
(Gawat ... ini sudah diambang batas ku, haaah-- selalu seperti ini ... )
"Namamu Abel kan?"
Da vinci bertanya dengan nada yang keras dimana bisa didengar oleh Abel yang berada dibawah, Abel merespon hal itu.
__ADS_1
"Yaa ... lalu, namamu?"
"Leonardo da vinci"
Da vinci menjawab lalu mengarahkan tangan nya ketengah lalu kesamping dan menciptakan layar sihir dihadapan nya, Abel merespon waspada dengan memasang posisi bertahan dengan kapak besar nya itu.
Hanya dengan bertukar nama, mereka saling mengakui sama lain, sebagai lawan yang kuat, lalu mereka sudah paham, jika tubuh mereka diambang batas dan tidak akan heran jika akan pingsan meski itu 1 detik dimasa depan.
Karena itulah, mereka akan mengakhirinya sekarang juga.
"Wahai engkau pencipta surga dan neraka, awal dari sifat, pemuja kebajikan, berikan kehormatan mu untuk melepaskan kekangan abadi..."
Da vinci berhenti merafal dan hanya terdiam, menarik nafas panjang dan mengeluarkannya, Abel hanya menatap heran dimana dia berpikir Da vinci akan melepaskan sihir tingkat tinggi.
Tetapi lebih dari itu, dengan tangan nya yang masih mengenggam erat gagang pedang yang patah itu, Da vinci meregangkan tubuh dan membiarkan dirinya jatuh.
Membiarkan layar sihir tetap berada di atas langit dan Abel merespon panik untuk itu.
(Dia tidak jadi menyerang?!)
Pemikiran Abel salah, karena Da vinci mengencangkan tangan nya dipedang yang ia percayai, menantang Abel untuk berduel senjata, Abel tersenyum, mengarahkan kapak nya kebelakang lalu langsung menebas ke arah Da vinci disaat Da vinci berada dihadapan nya.
Da vinci merespon dengan tenang lalu dia berhenti terjatuh sebelum kapak itu mengenainya, Abel merespon panik dan menghentikan kapak nya ditengah.
Dengan tanggap Da vinci mencengkram kapak Abel dan menarik tubuh nya untuk menjangkaui Abel, lalu menyiapkan pedang nya untuk menusuk leher Abel.
Dengan panik, Abel mengepalkan tangan kiri dan meninju Da vinci sebelum Da vinci menusuk leher nya, merespon tinjuan Abel tepat disamping, Da vinci berhenti, mendorong tubuh nya kebawah san mengitari tangan kanan Abel.
Lalu dengan tanggap ia langsung menusuk ke leher Abel, tetapi Abel tidak membiarkan hal itu dimana sebelum pedang Da vinci mencapai leher nya, Abel mengenggap erat tangan kanan Da vinci untuk menghentikan nya, lalu menarik lengan itu untuk bersiap melempar Da vinci.
Tetapi Da vinci sudah dua kali dilempar oleh Abel, jadi dia tidak akan termakan untuk ketiga kalinya.
Melemaskan genggaman pada gagang pedang nya dan melempar pedang itu diudara, lalu langsung diambil Da vinci kembali dengan tangan kiri nya
Menusuk lengan kiri Abel dimana Abel langsung berteriak kesakitan dan melepaskan genggaman pada tangan kanan Da vinci.
Memanfaatkan saat saat itu, dengan tangan kanan nya, Da vinci mencengkram tangan kiri Abel dan menarik tubuh nya untuk menerjang.
Tanpa belas kasih, Da vinci langsung menusuk tepat keleher Abel, dimana Abel langsung memuntahkan darah, Da vinci menekan pedang itu dan menendang tubuh Abel untuk menjauh.
Meninggalkan pedang nya tepat dileher Abel dan melihat abel berjongkok ditanah sambil menahan darah keluar di leher nya.
(Meski ditusuk leher nya dia tidak mati? Yah lupakan, serangan utama ku bukan itu)
Da vinci berhenti melayang diudarah dan turun ketanah, lalu layar sihir yang ditinggalkan Da vinci diudara, langsung jatuh tepat kehadapan Da vinci dengan cepat.
Dan Da vinci melanjutkan rafalan dengan mengarahkan tangan nya ke layar sihir itu untuk menopang kekuatan yang ada.
"Kolosyni!!"
Sebuah sinar tercipta membentuk bintang lalu menyatuh berbentuk bulat dimana disaat Da vinci menekan tangan kanan nya pada layar sihir itu, sinar itu membesar dan menembak ke arah Abel.
Didetik terakhir nya, Abel menatap kedepan dimana cahaya yang besar melesat kearah nya.
(Ah ... jadi ini, yang dinamakan kematian---
Cahaya itu melahap habis Abel dan sekitar nya, melubangi gunung dan menghancurkan sungai tanpa memperlihatkan perubahan untuk berhenti keluar.
Disaat ini, Da vinci memuntahkam darah karena menahan kekuatan itu, dan tulang di tangan kanan nya langsung retak.
"Argrkkkksrgg!!"
Da vinci berhenti mengarahkan tangan kanan nya pada layar sihir itu dimana cahaya yang besar itu langsung menyusut dan berhenti tertembak, lalu layar sihir dihadapan nya juga menghilang.
Bagaimanapun, itu adalah sihir yang tidak seharusnya digunakan oleh anak berumur 14 tahun, tetapi Da vinci mampu menggunakan nya meski itu menghabiskan seluruh sihir ditubuh nya, mengakibatkan muntah darah dan tulang tangan nya retak.
"Aku ... menang"
Da vinci terjatuh ditanah dan kesadaran nya sudah tidak mampu bertahan dimana Da vinci langsung kehilangan kesadaran.
Dan disudut pandang lain ditempat mansion berada.
__ADS_1
Dimana Pho menatap semuanya dengan tatapan dingin, tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak.
"Aku adalah yang terkuat!!! Bhwahahahah!!"
Menurunkan dirinya ketanah dan hanya menatap sekeliling nya, sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki tepat dibelakang dan Pho berbalik dengan panik.
Mendapati dua orang sedang berjalan perlahan ke arah nya, bukan mereka bukanlah Theo dan Relugus, melainkan peserta yang lainnya.
"Geh ... berantakan sekali disekitar" Ucap seorang dengan wajah pucat.
[Sieg satarus - anggota party zegion]
Dan disamping nya adalah Alman, wakil pemimpin party Zegion, berjalan dengan perlahan ke arah Pho dan berhenti.
"Siapa kalian ini?"
"Maaf tapi, kau harus mati disini"
"Hah ... bicara apa udang ini?"
Pho mendengus sombong dan Alman hanya tersenyum untuk menanggapi, mengangkat tangan nya ketengah dan menciptakan lingkaran sihir, lalu dengan cepat dia mengarahkan itu ke Pho dimana banyak petir yang keluar dan menyambar ke arah Pho.
Pho merespon panik dan mengarahkan tangan nya ketengah untuk melindungi diri karena dia tidak sempat untuk menghindar, jadi dia menciptakan sebuah barier dihadapan nya.
Tetapi dengan aneh nya, petir yang keluar hanya menyambar tanah, bahkan tidak ada satupun yang mengenai barier nya.
Menyadari sesuatu, Pho membelakakan mata nya dan merespon panik kesamping dimana terdapat Alman yang berada disamping dengan menarik pedang dari sarung, lalu alman menebas kan pedang nya dan membelah tangan kanan Pho.
"Arrgrhg!!"
Mengeluarkan banyak darah, Pho hanya berteriak kesakitan lalu Alman menendang punggung Pho dimana itu membuat nya terjatuh ketanah, disaat ia ingin membalikkan tubuh nya.
Alman terlebih dahulu menendang punggung Pho dengan kuat dimana Pho tidak bisa membalikkan badan nya ataupun berdiri, lalu dengan wajah pucat, Pho melirik ke kebelakang nya dimana itu terdapat Alman.
Alman membalikkan pegangan pada pedang nya dan menatap tajam ke arah Pho.
"Ada perkataan terakhir?"
"Aku!!! Adalah raja!!! Tempatku tidak seharusnya berada dibawah!!! Kau tidak boleh membunuh ku, lancang sekali kau!!!" (direndahkan seperti ini, bagaimana mungkin aku terima!! Benar, para sampah, Tidak adil jika mereka bisa tetap hidup, benar, aku harus membunuh mereka, pasti, akan kubunuh kalian!!)"
Mendengar perkataan Pho, membuat Alman mengerutkan alis nya dan menghela nafas lelah.
"Omong kosong"
Tanpa basa basi lagi, Alman langsung menusuk tepat ke jantung Pho dimana Pho membelalakkan matanya, dan Pho langsung tewas dimana mata nya masih tetap terbuka.
Dan Alman bukanlah manusia suci, jadi dia tidak memiliki keinginan untuk menutup mata Pho.
Mencabut kembali pedang nya, lalu Alman mulai berjalan kembali ke arah Sieg, dimana saat ini Sieg sedang menggali tanah dengan sihir tanah dan mendapati Theo dan Relugus yang terkubur ditanah.
Tetapi mereka masih bernafas dimana Theo membuka matanya.
"Umm ... kalau tidak salah kau ini"
"Sepertinya keadaan kalian baik-baik saja, itu patut disyukuri"
Ucap Sieg dengan menghela nafas lega dan Alman hanya menatap mereka dengan ekspresi jengkel dan menendang pelan tubuh Theo dengan kakinya beberapa kali.
"Kalian ... apa kalian sadar apa yang kalian lakukan? Hah? Rencana yang kami siapkan dengan matang menjadi tidak berguna karena kalian, apa kalian tidak berpikir jika kami kerepotan?!"
"Aduh duh, sakit sakit, apa yang kau lakukan pada orang sakit?"
Theo menatap dengan ekspresi masam dan alman hanya mendengus kesal.
"Itu bayaran atas kecerobohan kalian, dasar"
"Seperti biasa kau sangat kasar kepada orang lain selain aldies"
"Tentu saja!! Lagipula panggil tuan Aldies dengan menggunakan 'tuan' !!"
"Mana aku mau!!"
__ADS_1