Paladin Antegram

Paladin Antegram
dikendalikan oleh emosi


__ADS_3

Disaat Killia berjalan mendekat ke arah mereka, mereka hanya bisa pasrah dengan kematian, bagaimanapun mereka bahkan tidak bisa menggerakkan tubuh mereka karena takut.


Kenapa sosok itu bisa ada? Sosok yang kuat seperti itu, kenapa ada didunia ini?


Killia semakin mendekat, perlahan mendekat dan ketika dia sudah dihadapan Rumia, Rumia hanya bisa menutup mata nya.


Mengharapkan pertolongan yang sia sia.


Tetapi, Killia hanya melewati mereka, membuat mereka terkejut dengan itu.


Bahkan Rumia pun, tersentak kaget akan hal itu, dia berbalik dan menatap dimana Killia terus berjalan.


"Killia, disana itu adalah jalan buntu"


"Aku tau, tetapi ini adalah rute tercepat untuk mencapai target selanjut nya, aku atau kau harus membunuh orang itu"


"...."


Mereka bertukar kata singkat dan setelah itu tidak mengatakan apapun lagi, dimana Killia terus berjalan tetapi ... dia berhenti.


"Kenapa? Kalian tidak akan melanjutkan pertarungan nya?"


Killia berbalik dengan mempertanyakan itu ke mereka, seperti mengatakan.


[Aku hanya numpang lewat, jadi kalian lanjutkan saja pertarungan ini tanpa memperdulikan diriku]


Tetapi, itu mustahil, bahkan mereka tidak memiliki semangat lagi untuk melanjutkan pertarungan.


"Sungguh merepotkan, dan sungguh menyebalkan"


Sesaat, Killia menghilang ditempat, dan disaat dia muncul kembali, dia berada dihadapan Rumia, membuat Rumia tersentak kaget.


Kehilangan keseimbangan dan terjatuh ketanah dengan posisi duduk.


"Rumia starlight, Salazar mayer, Juliy aghata, lalu Alman, bagus, mungkin ini adalah suatu takdir"


Secara mendadak, Killia menyebut nama mereka dan mereka bereaksi kecil akan hal itu.


"Sebelum nya, aku melakukan pertarungan kecil dengan kelompok yang serupa, Lariaa sicienti, Aldies proyenti, dan terakhir Michaelangelo buonarroti, aku bertarung dengan mereka dan menang"


Sesaat, mereka berempat terdiam, Salazar dan Juliy, ketika nama Larisa disebutkan, mereka tersentak kaget.


Itu tidak mungkin, mereka tidak ingin memikirkan lebih jauh, tetapi.


"Oii--- apa yang terjadi terhadap mereka?"


Juliy bertanya, dimana dia membuang rasa takut nya dan berdiri menghadapi Killia.


(Manusia itu ... sangat mudah untuk dipengaruhi oleh emosi mereka)


"Michaelangelo buonarroti, tewas, aku bisa memastikan hal itu, lalu Larisa sicienti, dia mengalami luka yang parah, kemungkinan dia sudah tewas saat ini"


Rumia tersentak kaget, Michael, itu adalah salah satu dari bawahan nya yang setia, dan saat ini, dia telah mati?


Tanpa Rumia ketahui? Disisi lain, Juliy sudah tidak ada disana.


Ketika mereka menyadari itu, dia sudah bergegas ke arah Killia, dengan emosi yang memengaruhi pikiran nya, dan air mata yang keluar di kedua mata nya.


Dia mulai menyerang Killia.


Mengaktifkan sihir skala besar dan dia langsung menembakkan itu ke arah Killia.


Killia melompat untuk menghindar, seperti memprediksi gerakan Killia, Juliy sudah berada disana.


Dengan puluhan lingkaran sihir yang aktif dibelakang nya, dia mulai menembakkan itu ke arah Killia.


Secara bersamaan, dan Killia mulai menangkis tiap bola sihir yang mengarah ke arah nya dengan tombak.


Itu sampai ketika dia menyadari Rumia yang mendekat ke arah nya dengan pedang yang siap ditebas.


Tanpa ragu, Rumia mulai menebaskan pedang nya ke arah Killia, dan Killia menahan itu dengan tombak nya, lalu menendang Rumia sampai terhempas jauh.


Serangan selanjutnya, yaitu dari Juliy yang sudah di atas Killia, dengan lingkaran sihir skala besar lainnya.


Dan sihir itu mengeluarkan cahaya yang besar mencakup seluruh area disekitar Killia.


"Kalian melawan target yang salah, bodoh"

__ADS_1


Disana, Killia sudah disamping Juliy dan sebelum Juliy sempat bereaksi, Killia langsung menendang Juliy sampai terhempas jauh.


"Jangan mencuri lawan orang"


Arcel bergumam kecil sampai membuat nya menghembuskan nafas lelah.


"Oi"


Alman disana, berada dibelakang Killia, tanpa melakukan serangan apapun.


"Bagaimana dengan Aldies proyenti?"


"Entahlah, dia kabur seperti pecundang sebelum aku sempat membunuh nya"


" ... begitu"


Untuk saat ini ... dia bisa tenang, tetapi berkat itu, ketakutan nya terhadap Killia sudah menghilang.


Disana, Juliy bergegas dan mulai ingin menyerang Killia, tetapi sebelum Killia sempat bereaksi, Alman datang dan meninju perut Juliy.


Membuat nya terhempas jauh dan memuntahkan darah.


"Alman!! Apa yang kau perbuat?!!"


Alman menghela nafas kecil dan berjalan perlahan ke arah Juliy.


"Menghentikan orang bodoh"


"Sialan kau!!"


Juliy bangun dan mencoba untuk memukul Alman, begitu juga dengan Alman yang mengepalkan tinjuan nya, dan mereka saling menerima tinju diwajah masing masing.


Tidak berhenti disitu, mereka mulai melanjutkan saling bertukar tinju.


"Sadarlah bodoh!! Apa kau lupa tentang rencana untuk kabur?!"


"Yaa!! Aku tau itu!! Tetapi apa?!!"


Alman meninju wajah Juliy, dan Juliy memukul perut Alman.


"Ya!! Benar!!!"


Dipukulan terakhir, membuat Juliy terjatuh ketanah sambil bernafas terengah engah.


"Saat ini kabur adalah prioritas!! Tidak ada gunanya jika kita melawan mereka, itu hanya akan mengulangi kejadian yang sama"


Melawan mereka adalah buruk, tidak hanya Arcel, tetapi membuat Killia menjadi lawan disaat yang sama adalah keputusan yang buruk.


Alman menatap ke arah Killia, dimana Killia tidak memperdulikan mereka dan hanya berjalan menjauh.


Alman tidak tau kenapa dia tidak menyerang balik, tetapi bagaimanapun itu adalah keberuntungan bagi mereka.


Tetap seperti itu, Dan mereka bisa kabur.


"Kau tidak akan mengerti"


"Huh?"


"Aku megatakan kau tidak akan mengerti sialan!!"


Juliy berdiri dan memukulkan kepala nya ke dagu Alman, membuat Alman kesal dan pada akhirnya dia terjatuh ketanah.


Tidak sampai disana, Juliy mulai menduduki Alman, menarik kerah baju nya dan memukuli wajah Alman.


"Rekan ku!! Terbunuh!! Dan kau masih bisa merasa tenang karena rekan mu berhasil kabur!! Kau!!!"


Membiarkan dirinya dipukul berkali kali, itu sangat sakit, tetapi benar seperti perkataan Juliy.


Tetapi ...


"Oi!! Itu sakit sialan!!"


Alman mengepalkan tinjuan dan memukul wajah Juliy, dan posiai terbalik ketika Alman meduduki Juliy dan memukul wajah nya.


"Yaa aku akui!!! Aku bahagia karena Tuab Aldies tidak mati!! Tetapi kenapa?!!! Aku bisa menjadi tenang karena itu!! Karena itulah!! Aku memiliki kewajiban untuk menenangkan kalian!! Dasar sialan!!!"


Dia memukul wajah Juliy, dan dia mulai berhenti memukul.

__ADS_1


Saat ini, Salazar, Rumia dan Juliy telah kehilangan rekan mereka, mengetahui fakta itu sangat menyakitkan.


Sampai membuat Rumia dan Juliy bertindak berdasarkan emosi mereka.


Tetapi berbeda dengan Alman, mengetahui Aldies tidak terbunuh, dia cukup tenang dengan itu.


Tetapi bagaimana jika Aldies terbunuh? Mungkin, Alman akan bereaksi seperti Juliy dan Rumia.


Dibutakan oleh amarah dan bertindak mengikuti emosi mereka.


Karena itulah, sebagai seorang yang bisa tenang saat ini dan tidak termakan emosi, dia memiliki kewajiban untuk menuntun rekan rekan nya agar tidak bertindak terlalu jauh.


Saat ini kabur lebih penting daripada membalaskan dendam.


"Itu sakit, bisa kau menyingkir?"


Juliy mengatakan itu dengan nada lemah, dan Alman menyadari itu dan langsung berdiri untuk menyingkir dari Juliy.


Juliy mulai memejamkan mata nya, mengingat kenangan keseharian yang dia habiskan di mansion charles.


Itu sangat damai, dimana mereka hanya hidup untuk menikmati hari ini dan menantikan hari esok.


Bahkan sekalipun tidak pernah terpikirkan oleh mereka, jika akan ada waktu dimana mereka akan berpisah.


Dia, Juliy aghata, adalah anak dari suatu bangsawan, dimana dia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan.


Tetapi, itu tidak sampai ketika dia terkirim ke antegram di umur nya yang ke 14.


Disana, adalah neraka, dimana semua nya menjalani hari hari hanya untuk bertahan hidup.


Dia kesulitan disana, tidak ada orang yang dia kenal atau apapun, bahkan di antegram memiliki mata uang yang berbeda membuat dirinya tidak bisa mendapatkan apapun.


Tetapi itu berubah ketika dia mulai cara lain, menggunakan kecerdikan nya, dia mencuri untuk bertahan hidup.


Sampai akhirnya dia mampu membeli apapun yang ia inginkan.


Di umur nya yang ke 17 adalah saat dimana dia sudah tidak khawatir lagi dengan uang di antegram.


Tetapi itu berakhir ketika suatu party mendapatkan tugas khusus untuk menghancurkan organisasi yang didirikan oleh Juliy.


Party tak dikenal yang terdiri dari delapan orang, dan Juliy kalah telak dengan mereka.


Selama ini dia sudah mencari tau tentang party yang kuat dan sebisa mungkin menghindari mereka.


Tetapi, kenapa dia melewatkan party ini? Nah, itu karena party ini hampir tidak dikenal oleh orang orang.


Bahkan ketika kau bertanya ke orang orang tentang party ini, mereka hanya akan menggelengkan kepala mereka dan mengatakan "tidak tau"


Seperti dihubungkan oleh takdir, itu adalah pertemuan pertama Juliy dengan party nya sekarang, benar, party tanpa nama.


Setelah itu dia dipaksa untuk masuk kedalam party oleh wanita tomboy yang kebetulan tertarik dengan nya, dia adalah Abi moore.


Awal nya dia mencari segala cara untuk bisa kabur dari party itu, tetapi itu selalu gagal, dan perlahan, dia mulai berhenti untuk kabur.


Sejak saat itu, untuk pertama kali nya dia merasa seperti dirumah.


Itu adalah party kacau dimana mereka berpesta meski tidak ada hal khusus untuk dirayakan.


Bermalas malasan tiap hari dan akan pergi bekerja ketika kehabisan uang dan stok makanan.


Tapi, itu tidak buruk.


Dari kenalan, teman ... sampai Juliy menganggap mereka seperti keluarga.


Seberapa berharga itulah party tanpa nama bagi Juliy.


Rekan rekan yang tidak tergantikan, dan disini, mungkin dia akan kehilangan beberapa dari mereka.


Tetapi, dia harus terus maju, tidak, orang orang yang berhasil bertahan hidup, memiliki kewajiban untuk terus maju.


Dan kali ini dia akan memenuhi kewajiban itu.


"Alman, terima kasih"


Alman terdiam lalu dia mulai mendengus senang.


Mereka mulai berdiri, dan memutuskan untuk kabur bersama sama, setidak nya sebelum situasi bertambah sangat buruk.

__ADS_1


__ADS_2