
SUDUT PANDANG SHEILLA
Sebelum nya aku berpisah dengan lyyne dan pergi dengan kereta.
Lalu sekarang aku sudah sampai dikediaman utama keluarga lohengram, satu kata untuk menggambarkan tempat ini.
"Besar sekali--"
Aku mendongak keatas untuk melihat seberapa tinggi bangunan ini.
Kh ... dasar bangsawan, mentang-mentang punya banyak uang, bisa membuat rumah sebesar ini.
Yah-- meski mansion ini tidak sebesar mansion yang kupunya dulu, heh~
Tetapi setidaknya aku merasa kalah sekarang karena mengingat rumah ku di desa musim salju.
Tidak-- karena guirde adalah bagian dari keluarga lohengram dan aku adalah anaknya.
Jadi apa bisa kukatakan jika mansion ini juga milikku?
Hmm~~
"Anda pasti noma sheilla kan?"
Disaat aku berpikir keras, ada seseorang yang mengajak ku berbicara, ia kakek tua.
Dilihat dari pakaiannnya sepertinya ia adalah pelayan, meski umurnya terlihat sudah seperti 60 tahunan.
Kh-- sial, padahal diumur segitu aku harus berjalan memakai tongkat dan selalu ada masalah dengan kesehatan pinggang ku, kau bisa menyebut itu encok.
Dan sekarang liatlah pak tua berkelas didepan ini, mempunyai tubuh yang lumayan kekar lalu rambut dan kumis yang serta putih, itu adalah karena uban nya.
"Iya-- kalau anda?"
"Mohon maafkan ketidak sopananku, namaku adalah sebastian alkhairk, pelayan utama di kediaman lohengram, saya diutus untuk mengantar nona kedalam"
Sopan sekali, benar kan? Dia adalah pak tua berkelas.
"Ng ... terima kasih, sebastian"
"Ah-- kata-kata yang sia sia untuk saya ... silahkan"
Mendengar perkataan terima kasih ku, ia langsung tersenyum puas, dan langsung mempersilahkan ku.
Ia menggerakkan tangannya untuk menunjukkan arah jalan untuk masuk kemansion ini, tidak, mungkin mulai sekarang aku harus menyebut ini adalah kediaman.
Aku berjalan santai kedalam kediaman ini sambil mengikuti pak tua sebastian yang berjalan didepan.
"Haha~~ kedua orang tua anda sudah tinggal disini sejak anda masuk rumah sakit, memamg sangat disayangkan karena kami tidak bisa menjenguk anda, mohon maaf untuk itu"
"Tidak masalah, lagipula itu bukanlah sesuatu yang perlu kau untuk meminta maaf, semua itu memang tidak bisa diperhitungkan"
"Memang benar, seperti yang diharapkan dari anaknya tuan muda guirde, dan lagi tuan besar sangat bahagia karena telah mendapatkan cucu dan ia selalu memanjakan nona elena setiap saat, jadi pasti tuan besar akan memanjakan anda juga setelah ini"
"Hu-huu--"
Aku harap si tuan besar-- maksudku si kakek tidak memanjakan ku, aku sudah terlalu tua untuk itu.
"Kami- keluarga lohengram sangat bahagia karena mendapat kabar jika tuan muda guirde masih hidup dan kami juga sangat bahagia karena ada keluarga baru di sini, benar-benar, sangat menguntungkan jika mempunyai umur yang panjang~~"
Ucap si pak tua sebastian-- ah, aku mungkin harus berhenti menyebutnya seperti itu.
Ucap sebastian seperti sedang mengenang akan sesuatu.
Aku tau perasaannya, semuanya berjalan begitu cepat ketika kau berumur 50 tahun keatas dan tidak bisa menerima jika semuanya sudah tumbuh besar.
Ng ... aku mengerti perasaanmu~~
Kami menghabiskan waktu singkat ini untuk berbicara hal yang tidak perlu dan kami sudah sampai didepan pintu masuk kediaman lohengram.
Sebastian membuka pintu yang lumayan besar itu sehingga memperlihatkan bagian dalam kediaman ini.
Sangat mewah.
Tetapi pandanganku langsung tertuju ke seseorang yang berdiri, ada 2 orang disitu.
Ia adalah quilea dan guirde yang sedang berbicara, terlihat seperti itu dan merekan kaget disaat sebastian membuka pintu ini.
"Sheilla?"
"Mama~"
Meneteskan air mata, quiles langsung berlari ke arahku, gawat ... aku juga ingin menangis disini.
Aku juga ikut berlari ke arah quilea, apa boleh buat, akan kubiarkan dia memanjakan ku seharian ini.
'Pak'
Secara tiba-tiba quilea menamparku---
"......"
__ADS_1
Itu membuatku kaget dan sedikit ada amarah didalam diriku.
Disaat yang sama juga sebastian dan guirde terkejut akan hal itu.
Tidak sampai 3 detik setelah quilea menampar wajah ku, ia langsung memelukku dengan erat dan amarahku langsung lenyap.
"Bodoh!~ kenapa kau melakukan hal yang nekat?! Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?!-- hiks!!~"
Teriak tangisan quilea sambil memelukku, ini mengingatkan ku.
Ini adalah pertama kalinya quilea menangis seperti ini dan ini juga pertama kalinya quilea menamparku.
Yang kuingat hanyalah omelan dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, tetapi seberapa marahnya quilea tidak pernah menamparku.
Ini pertama kalinya-- dan ini membuatku sadar kembali tentang apa yang kulakukan.
Aku terlalu sombong--- aku berpikir jika aku adalah yang terkuat dan aku tidak pernah memikirkan perasaan orang yang berada disampingku.
Aku tidak pernah berusaha untuk memikirkannya.
Dan sekarang aku menyadari kebodohanku, ini membuat air mata keluar dari mataku.
Aku kembali memeluk quilea.
"Maaf, mama~"
Jujur sangat memalukan untuk bersikap seperti ini, tetapi aku sudah terbawa oleh perasaan ini, air mata ku tidak berhenti mengalir.
Untuk sesaat aku melupakan berapa umur asli dari mentalku.
.
.
.
Yah, tadi itu ... seriusan, sangat membuatku malu--
Setelah itu semuanya berlalu begitu saja, aku tidak mendapat omelan dari quilea, tetapi aku sudah mendapat tamparan, menurut ku itu seimbang.
Aku juga bisa melihat sisi quilea yang tidak kuketahui, itu juga untung untukku.
Sekarang kami berada diruang makan, karena sekarang adalah waktu makan.
"Ooh!! Jadi ini cucuku sheilla!!"
"... senang bertemu dengan mu~"
Kau sangat bersemangat kakek, apa kau melupakan umur aslimu?
"Oh! Elena mana"
Setelah kupikir kembali, tidak ada elena disini, bahkan ketika seluruh keluarga berkumpul disini, hanya elena yang tidak ada.
Itu membuatku semakin penasaran.
"Begitu ya, karena sheilla menghabiskan waktunya dirumah sakit jadi dia tidak tau"
Ucap quilea seperti sedang mengingat sesuatu, aku mengerti ... banyak hal yang telah terjadi selama aku terbaring ditempat tidur rumah sakit.
"Benar juga, sheilla!~ apa kau mau sekolah?"
Tanya si kakek dengan bersemangat.
Selain itu, sekolah? Apa itu sekolah?
Tidak, aku bercanda, tentu saja aku tau sekolah, tetapi kenapa aku harus repot-repot untuk bersekolah?
"Umm ... untuk apa?"
"Bukankah sudah jelas, aritmatika, sastra, alkemist dan sihir, itu semua diajarkan disekolah kau tau?"
"Tapi aku bisa menghitung dan membaca, dan aku tidak tertarik dengan alkemist dan masih terlalu cepat untuk menggunakan sihir"
Maaf kakek, aku tidak punya pilihan selain ini.
Jujur sekali jika aku tidak ingin sekolah, aku sudah bisa menghitung dan membaca, untuk apa lagi sekolah? Lagipula untuk memakai sihir terlalu cepat untukku.
Bukankah sudah begitu peraturannya didunia ini?
"Umm, shei~ memang sihir dilarang digunakan sebelum berumur 15 tahun, tetapi bangsawan diizinkan untuk menggunakan sihir jika sudah berumur 10 tahun, dan tidak hanya itu, kau bisa mempelajari tentang sejarah yang tidak tertulis dibuku yang ada dirumah"
Ucap guirde untuk mencoba meyakinkan ku, tetapi, bangsawan lagi? seberapa tinggi nya derajat bangsawan didunia ini?
Yah, kuakui jika perkataannya sedikit membuatku ingin sekolah.
Tetapi itu masih belum cukup untuk membuat ku pergi kesekolah!!
Sayang sekali guirde, kau kalah kali ini, hahaha!
"Dan lagi karena situasiku, kami hanya bisa membuat cerita palsu yang mengatakan jika dirimu adalah anaknya kakak, jadi didalam cerita itu elena tidak termasuk sebagai anaknya kakak karena akan sangat sulit jika membuat cerita seperti itu lagi, jadi untuk sekarang status elena adalah anak pelayan dari keluarga lohengram, dan papa sangat yakin jika shei ini pintar, kau mengertikan?"
__ADS_1
Hah? Mengerti apanya?
"Umm, aku belum mengerti"
Mendengar jawabanku guirde langsung berwajah masam, kenapa? Apa dia tidak ingin mengatakan lebih dari itu?
Contoh nya adalah sesuatu yang ia tidak ingin quilea mendengarnya.
Dan guirde menghela nafas nya.
"Huu~ apa boleh buat, akan kukatakan dengan jelas, disekolah adalah tempat dimanan hanya terdiri dari anak bangsawan, menurut cerita yang kita buat, perbedaan status elena dengan anak-anak lainnya itu bagaikan langit dan bumi, artinya ... akan terjadi pembulian, karena itulah papa ingin shei juga ikut sekolah karena papa khawatir dengan keadaan elena disana"
Hah? Kau! Kau sialan, kau menempatkan elena ditempat yang berbahaya seperti itu.
"Kenapa papa menempatkan elen ditempat seperti itu?"
Aku tau jika guirde itu payah, tetapi tidak kusangkah dia sepayah ini.
"Guirde~~ aku juga ingin mendengar hal itu"
Dan disini, quilea mengucapkan sesuatu dengan nada tenang, wajah senyum ... tidak, itu senyuman iblis.
"I-iya, akan kujelaskan secara rinci, jadi mari hentikan senyuman itu--"
Ucap guirde yang takut dari senyuman quilea.
Yah ... setidaknya ia masih menjadi suami takut istri dan itu membuatku senang.
"Pada akhirnya rahasia kematian guirde akan terungkap, dan dengan status keluarga lohengram, kami tidak bisa membantu guirde, tetapi kami masih bisa membantu anak-anak nya, menyekolahkan mereka adalah tujuan utama saat ini, biarkan mereka mendapatkan kekuasaan mereka sendiri dan mereka akan meneruskan keluarga lohengram, ini hanya kemungkinan terburuk nya-- rahasia kematian guirde terungkap dan guirde menjadi buronan, mau lari kemana kalian? Setidaknya untuk saat ini kita masih bisa melakukan persiapan untuk memisahkan sheilla dan elena dari kalian, atau jangan-jangan kau ingin melibatkan sheilla dan elena dalam karma yang guirde dapatkan?"
Tegas maxwell yang perkataan nya itu ditujukan ke quilea, sepertinya ia masih tidak menyukai quilea.
Dan maxwell melanjutkan perkataannya.
"Atau ada juga jalan yang ini, sheilla dan elena hanya akan diasuh oleh kau didesa musim salju sendirian, sedangkan diwaktu yang sama guirde sedang menjadi buronan, dengan mengatakan kau tidak ada hubungannya dengan guirde, maka kau masih bisa terselamatkan, tetapi saat itu juga kami tidak memiliki hubungan apapun denganmu"
Mendengar perkataan maxwell membuat quilea menjadi bimbang dan disaat yang sama, guirde menyadari kebimbangan quilea dan menggenggam tangannya agar quilea tidak menjadi bimbang.
Dasar pasangan mesra~~
Aku harap mereka berhenti bermesraan didepan anak nya.
Dan setelah maxwell kali ini adalah si kakek yang angkat bicara.
"Dengan tidak ada hubungannya dengan guirde dan kami, bagaimana desa musim salju akan berjalan? Bagaimana kau akan menghidupi sheilla dan elena seorang diri? ... sayangnya kita sudah menbuat keputusan yang paling tepat saat ini, tidak ada jalan yang lebih baik dari ini, bagi guirde, bagi kau, bagi kami, bagi desa musim salju lalu bagi sheilla dan elena, ini adalah jalan terbaik yang bisa diambil"
Benar juga ... semua ini terjadi bukan karena kebetulan? Atau ketidaksengajaan.
Titik awal nya adalah disaat aku mulai keluar dari rumah dan memilih untuk keluar.
Apa itu ada hubungannya?, setelah itu maxwell muncul dan rahasia terbongkar-- itu masih bisa ditutupi.
Tetapi dengan terjadinya insiden minotaur, kami sudah tidak memiliki pilihan lain, ini seperti kami terpaksa memilih.
Rahasia kematian guirde perlahan mulai terbongkar, dan semua itu berawal di saat aku mulai menerima--
Tidak, apa memang itu pemicunya? Sebelum nya aku pernah pingsan karena memakai kekuatan ilahi.
Apa semua ini dimulai dari titik itu?
Alasan kenapa aku bisa bereinkarnasi menjadi sheilla? apa ada alasan yang pasti disitu?--
Lalu, percakapan yang dilalui oleh diriku(kareth) dan diriku(sheilla) dan setelah itu aku mengalami fenomena yang dinamakan datang bulan.
Dan terjadi insiden minotaur dimana aku berakhir hampir mati, tidak ... itu adalah akhirnya, seharusnya aku mati disaat itu, tetapi tidak.
Lalu pendengaran yang kudengar didalam mimpi itu, apa semua ini terhubung?
"Baiklah! Aku akan sekolah!"
Aku menegaskan, memang benar jika sudah tidak ada pilihan lain selain ini.
Sial-- pada akhirnya aku diperbudak oleh takdir.
"Shei~ apa kau yakin?"
Tanya ragu-ragu dari guirde, ya ampun, dia sendiri yang mengusulkan dan kali ini ia berkata seperti ini adalah ide yang buruk.
sampai kapan kau ingin membuat ku kecewa?
"Iya! Dengan begitu aku bisa melindungi elen kan?"
Mendengar jawabanku membuat semua orang tertegum.
"Bagus!! Itu baru cucuku!! Benar, sheilla!! Hajar semua orang yang mengganggu elen!!"
"Apa boleh kubunuh?"
Bagaimana pun juga, meskipun pembicaraan ini menjadi serius dipertengahan, tetapi untung saja bisa berakhir dengan lancar.
Meskipun begitu-- aku jadi tidak nafsu makan setelah terlibat kedalam pembicaraan serius--
__ADS_1