
20 agustus 710, kalender antegram - bagian utara
[6 hari sebelum acara berakhir]
Di hutan yang tenang yang damai, tetapi ini adalah tempat pemburuan monster, dimana para pemain akan datang ke hutan ini untuk berburu monster.
Meski beberapa dari mereka ada yang tewas terbunuh didalam hutan ini, tetapi mereka tidak pernah berhenti untuk mencoba.
Dan disini, sekelompok orang sedang berlari dimana mereka sedang dikejar oleb serigala raksasa yang menghancurkan pohon hanya dengan menabrak nya.
Itu adalah monster yang ada di antegram, dan masih banyak lagi jenis monster yang ada di antegram.
Kedua orang itu berlari sambil memperhatikan pijakan mereka agar tidak terjatuh, dan mereka saling memberi isyarat tanang dan mulai berpisah disatu titik dengan berlari ke arah yang berlawanan.
Membuat Serigala raksasa itu berhenti berlari dan menjadi bingung, sesekali dia menatap sekeliling nya untuk memutuskan siapa yang akan dia kejar.
Sebelum ia bisa memutuskan sesuatu, seorang menjatuhkan dirinya dari atas pohon, jatuh menuju ke serigala itu dan langsung menusuk nya menggunakan pedang yang ia genggam erat.
"Grgrfrrrr!!!"
Serigala itu kesakitan dan bergerak dengan gila, menabrak perpohonan, meski ukuran tusukan yang diberikan dan ukuran Serigala itu yang jauh berbeda, tetapi serigala itu masih merasa kesakitan karena tusukan itu.
Dan orang yang menusuk tengkuk serigala itu, mengenggam erat gagang pedang nya agar tidak terlempar karena guncangan, kemudian dia merafalkan sebuah mantra dimana tercipta lingkaran sihir diatas gagang pedang itu.
Lingkaran sihir diaktifkan dan sihir api tersalurkan melalui pedang itu dimana api itu terus masuk sampai ke dalam tubuh serigala itu.
"Grhraaaaaghh!!!!"
Serigala itu berteriak kesakitan karena organ dalam nya sedang dibakar oleh api dan api itu tidak akan padam sampai lingkaran sihir nya hilang.
Orang itu menendang tengkuk serigala itu dan melompat kebelakang dimana pedang dia tetap mengenggam pedang nya sampai tertarik keluar dari kulit serigala itu.
Dan disisi lain, ada seorang wanita yang berlari ke arah serigala itu, membawa sarung pedang nya kehadapan dan menarik pedang itu dari sarung nya.
Wanita itu bergegas menuju kesalah satu kaki serigala, pedang nya mengeluarkan cahaya kehijauan, dan wanita itu langsung menebas kaki serigala itu dimana terlukis kilatan hijau diudara disaat pedang itu ditebas.
Kaki kiri depan serigala itu terbelah, dan serigala itu berteriak dan terjatuh ketanah, wanita itu bergegas kesamping agar tidak tertimpa oleh serigala itu.
Serigala itu terjatuh ketanah dan itu menyebabkan tanah sedikit berguncang, serigala itu meraung untuk memohon ampun tanpa merasakan jika seseorang sedang berjalan ditubuh nya.
Dengan pedang yang dipenuhi darah akibat aksi sebelum nya, wanita itu akhirnya sampai diwajah serigala, serigala itu melirik dan mendapati seorang wanita dihadapan nya.
Perbedaan ukuran mereka sangat berbeda, tetapi serigala itu menganggap wanita itu sebagai ancaman, wanita itu mengangkat pedang nya ke atas dan tanpa ragu langsung menusuk mata serigala itu.
Serigala itu meringis kesakitan, tidak berhenti disitu, lingkaran sihir yang sama tercipta dan api tersalurkan kepedang dimana api itu langsung masuk kedalam mata nya.
Membakar segala nya dan beberapa detik kemudian, serigala itu berhenti bergerak, api sudah mencapai ke otak nya dan tidak ada mahluk hidup yang cukup kuat untuk bertahan dari itu.
Dia mencabut pedang nya dari mata serigala itu dan menghela nafas lelah, angin bertiup dengan sejuk dan sinar matahari menyinari wajah nya, dimana itu memperlihatkan wajah nya secara utuh.
Wanita yang tidak asing, sosok kakak bagi seseorang, tetapi dia memotong rambut nya karena itu akan menganggu pergerakan nya.
Memiliki perawakan yang cantik dengan kulit putih nya itu, bulu mata yang lebat dan tubuh yang ramping, dia menghembuskan nafas beberapa kali karena lelah akibat aksi nya tadi.
[Shopia adreline]
Dalam kasus sebelum nya, Shopia dan kelompok nya telah melakukan perjalanan menuju ke benua elrole, tetapi ditengah perjalanan, mereka terlibat kedalam lingkaran sihir yang besar dimana mereka langsung diteleportasikan secara paksa menuju ke antegram.
Penampilan Shopia sudah banyak berbeda dari sebelum nya, dan wanita yang memotong kaki kiri depan serigala itu melambaikan tangan nya ke Shopia.
"Shopia!~~ kau tadi keren sekali~"
[Ellie tertline]
Ellie mengacungkan jempol nya dan Shopia tersenyum lembut untuk itu, melompat kebawah dan mendarat ditanah dihadapan Ellie.
"Terima kasih ellie~ lalu kalian berdua juga terima kasih karena sudah menjadi umpan"
Kedua orang pria keluar dari hutan dengam ekspresi masam, dengan keadaan lelah, memegangi kepala mereka sendiri karena hal itu.
"Kau tau, aku tidak ingin menjadi umpan lagi"
[Zano]
Ucap Zano dengan jengkel sambil menunjuk ke arah shopia, dan Shopia hanya membalas dengan senyuman mengejek.
"Bukankah kita sepakat untuk memutuskan siapa yang akan menjadi umpan dengan hompimpa? Kau dan tony kalah jadi kalian menjadi umpan, selesai, rapat ditutup"
__ADS_1
"Grrrr"
Zano meringis jengkel karena argumen yang tidak bisa dibantah dari Shopia, dan Zano memalingkan pandangan nya dengan mendengus "hmph"
Lalu Ellie menatap pria itu dengan tatapan nakal nya sambil menutup mulut nya untuk mengejek.
"Fufufu~~ kau berkata seperti itu hanya karena ingin terlihat keren didepan Shopia kan? Niat mu sudah terbaca~"
Shopia menanggapi, dan Zano terkejut dengan wajah yang memerah dimana dia tergagap untuk mengeluarkan kalimat untuk membantah.
"Bu-bu-bukan seperti itu! Si-siapa juga yang mau bersikap keren"
Mendengar hal itu, membuat Shopia sedikit terdiam lalu ia tersenyum lembut, melihat hal itu membuat Zano tertegun dengan wajah memerah, lalu datang Tony dan memukul perut Zano.
"Kenapa kalian malah mesra-mesraan disini?"
"Sakit sialan, kau tidak tau kapan harus bertindak disituasi yang bagus ini?!"
"Tch ... semua orang yang memiliki kekasih meledak saja sana"
Dan beradu argumen, mereka saling bertinju, disisi lain, Ellie dan Shopia sedang berjalan dan menatap mereka dengan ekspresi datar.
"Kita pulang lho~"
###
[Kota avalon] - bagian utara
Waktu berlalu dan malam telah tiba, mereka berempat sedang berada ditempat makan yang dipenuhi oleh kebanyakan player, mereka menyantap makanan mereka dengan santai sambil menikmati suasaan ini.
"Tetapi, tersisa 6 hari lagi ya?~ akhirnya kita bisa hidup dengan damai"
Zano membuka topik dan mereka bertiga menanggapi dengan senyum masam sambil mengingat masa masa sulit mereka selama acara berlangsung.
"Perang antar party, dalam 3 bulan ini bagaikan neraka bagi party kecil seperti kita"
Tony menatap atap-atap dengan ekspresi masam sambil menyeka air mata yang keluar dari mata nya, lalu semua menanggapi dengan anggukan kepala.
"Benar, setiap hari kita harus selalu bertindak dengan hati-hati agar tidak terlibat ke perperangan"
"Bagi party kecil seperti kita, tidak akan punya kesempatan untuk menang melawan party yang besar, betapa tidak beruntung nya kita di acara ini"
Semua nya serempak menghela nafas lelah, dan Ellie teringat akan sesuatu dan melirik tajam ke Zano.
"Lagipula itu adalah salah kau yang menyarankan untuk mengikuti acara ini, apa kau ingat?"
"Hah?! Aku hanya menyarankan kan?! Yang memutuskan adalah kalian"
"Grrrrr"
"Grrrr"
Mereka berdua melempar makanan mereka dimana mereka menghindar dengan handal, lalu Shopia berdiri dan langsung memukul kepala mereka berdua.
"Jangan membuang-buang makanan"
""Maafkan kami""
Mereka berdua memegangi kepala mereka yang benjol karena pukulan keras dari Shopia dan Shopia mulai duduk dikursi nya dengan menghela nafas lelah.
Shopia bergumam "dasar" dan kembali memasang ekspresi sedih, memperhatikan hal itu, mereka bertiga saling menatap satu sama lain dan kembali tersenyum ke arah Shopia.
"Ada apa? Mengingat adik kecil mu lagi?"
Ucap Zano dan Shopia sedikit terkejut karena hal itu, setelah beberapa saat dia tersenyum lembut sambil mengaduk-aduk white stew nya itu.
"Yah, bukan adik ku sih, tetapi sudah kuanggap seperti adik ku sendiri"
"Fufu~ kami sudah tau itu"
Ucap Ellie sambil menyandarkan dirinya ke Shopia dengan manja dan Shopia hanya membalas dengan senyuman lembut.
"Yah, kami tidak berkata kepada mu untuk jangan terlalu memikirkan nya, karena kau ada kami kan?"
Zano menambahkan sambil tersenyum lebar, Shopia membelalakkan mata nya dan dia langsung memberikan senyuman hangat.
"Ya ... terima kasih"
__ADS_1
Mendengar dan melihat senyuman hangat Shopia, membuat Zano tertegun, memasukkan sendok yang berisikan white stew kedalam mulut nya dan memalingkan pandangan nya kesamping.
"Ah!~ aku ingat jika besok ada festival di sini"
Ellie dengan semangat membuka topik baru, kota avalon adalah salah satu kotas terbesar didalan antegram, dimana festival yang akan datang itu adalah perayaan lahir nya kota avalon yang ke 278 tahun.
"Oh, aku juga mendengar nya tadi siang"
Shopia teringat sesuatu dan mengungkapkan nya, disini Ellie tersenyum dengan bersemangat ketika mendengar hal itu, dia langsung berdiri dari kursi nya dan langsung mengenggam kedua tangan Shopia.
"Jadi ... ayo kita pergi ... ke festival!!~~"
Shopia merespon dengan kesusahan dimana dia melirik ke arah Tony dan Zano, mereka menyadari dan mengacungkan jempol nya.
Merespon hal itu membuat Shopia kembali tersenyum lembut dan menghadap ke arah Ellie.
"Yah ... jika hanya sehari, seharusnya tidak masalah jika kita bersenang-senang"
"Horee!!!~~~"
Ellie melompat dengan girang sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas, semuanya tersenyum menanggapi hal itu dimana mereka semua setuju untuk menganggap Ellie sebagai adik mereka.
###
Waktu berlalu dan mereka berempat mulai tinggal dipenginapan, mereka bukanlah party yang besar ataupun kaya, jadi mereka terpaksa tidur dipenginapan di kota dimana biaya nya bisa dijangkau dengan 3/10 dari hasil yang didapat mereka perhari.
Setidak nya mereka sudah puas dengan kehidupan seperti itu, tentu mereka memesan 2 kamar dimana itu memisahkan antara lelaki dan wanita, itulah peraturan nya.
Ellie duduk ditempat tidur dengan tersenyum puas, dimana mereka baru saja kembali dari pemandian umum karena penginapan ini tidak menyediakan tempat mandi, dan saat ini mereka hanya memakai pakaian yang santai untuk tidur.
"Tadi enak sekali~~ air hangat memang yang terbaik~~"
Ellie menjatuhkan dirinya ke tempat tidur dimana dia berguling disini, 1 ruangan hanya menyediakan 1 tempat tidur, tetapi itu cukup untuk memuat 2 orang sekaligus.
Bagaimana pun mereka berada disituasi dimana mereka harus banyak menghemat uang.
Shopia datang menghampirinya dan didik tepat disamping Ellie berbaring, Shopia membersihkan atau mengeringkan rambut nya dengan kain putih yang lembut.
"Festival~ aku sudah tidak sabar lagi~"
Ucap Ellie dengan senang dan Shopia menanggapi dengan senyuman lembut.
"Ini waktunya tidur, perbaiki posisi tidur mu"
"Baik~~~"
Ellie membalas dimana dia memutar tubuh nya dan meluruskan tubuh nya ditempat tidur, lalu Shopia menaruh handuk putih nya di atas meja dan dia langsung menyelam ditempat tidur tepat disamping Ellie.
Hanya pembicaraan diantara kita, Shopia saat hanya memakai baju kaos bewarna hitam dimana itu sedikit ketat dibagian dada dan tidak memiliki lengan dimana itu berakhir dibahu nya.
Lalu untuk bagian bawah dia hanya memakai ****** ***** bewarnah putih, dimana itu memperlihatkan ke elok an kaki nya dengan sempurna.
Kesampingkan hal itu, Ellie menarik selimut dan menyelimuti mereka berdua secara bersamaan, setelah itu mereka menatap satu sama lain dan tersenyum hingga akhirnya mereka menatap atap-atap.
"Hei shopia"
Ellie menyebut Shopia dimana Shopia merespon dengan "ng?" Dan dengan ekspresi murung, Ellie mulai melanjutkan.
"Apa kita bisa bertahan hidup sampai permainan ini berakhir?"
Ellie mempertanyakan pertanyaan umum dimana hampir semua pemain annihilation game pernah menanyakan itu, pertanyaan yang menyedihkan dimana mereka meminta seseorang menjawab "ya, pasti bisa" meski orang yang menjawab tidak terlalu yakin.
Bagaimana pun mereka hanya ingin hati nya didorong oleh sesuatu, dimana mereka bisa bertahan di antegram dengan kesadaran diri yang teguh sampai akhirnya.
Tetapi ... annihilation game bukanlah permainan yang bisa diakhiri dengan begitu, tidak ada cara untuk menyelesaikan, dan game master merahasiakan hal itu.
Dia membuat kenyataan jika annihilation game tidak akan bisa berakhir tanpa mencapai koordinat, jika itu tersebar, tatanan antegram akan kacau.
Disini, Shopia tertegun oleh pertanyaan Ellie, perasaan sedih sedikit muncul dihati nya, dia tersenyum berat dan mengenggam erat tangan ellie, membawanya tepat kehadapan wajah mereka.
"Tenang saja, aku akan terus berada disisimu"
Ellie menanggapi dengan senyuman berat lalu dia menjawab nya.
"Ya ... terima kasih"
Mereka terus bergenggaman tangan, mereka berakhir tidur dan mereka berada didalam mimpi masing masing.
__ADS_1