
Waktu berlalu dan 7 tahun dari sekarang.
Sheilla yang ada digambaran itu sudah berumur 10 tahun, tidak, lebih tepat nya ia baru berumur 9 tahun 364 hari, 1 hari menuju ke umur 10 tahun.
Seperti biasa, sheilla dan elena hanya menghabiskan waktunya dengan bermain dengan teman-temannya.
"Selamat ulang tahun, sheilla~"
"Ulang tahun ku besok, shelly~"
Jawab sheilla dengan nada candaan, di hari ini adalah hari yang sibuk dimana semuanya bersiap-siap untuk melakukan perayaan besok.
Tetapi sheilla hanya bersenang-senang dengan semuanya, seperti biasa mereka menjelajahi desa hutan dan beristirahat ketika lelah.
Malam hampir tiba dan semuanya memutuskan untuk pulang, memberikan salam perpisaran mereka masing-masing dan kembali kerumah.
Sepulangnya, sheilla dan elena langsung mandi dengan air hangat dan makan ketika guirde pulang kerumah.
Hanya kehidupan normal yang biasa saja, tetapi dimata gadis itu, sudah seperti kebahagiaan yang terlalu berlebihan untuk diterima.
Mata gadis itu berbinar-binar dan hati nya berdegup kencang.
Suatu saat terjadi masalah dikeluarga nya, yaitu kemunculan maxwell, sheilla sangat khawatir tetapi kekhawatiran sheilla tidak diperlukan karena masalah itu langsung selesai ketika ia membuka matanya dipagi hari.
Waktu berlalu dan sheilla sudah berumur 15, hari itu adalah hari minggu, dia selalu menunggu datangnya hari itu karena ayah nya berjanji untuk ikut membawanya kekerajaan.
Tentu elena juga ikut, mereka bersiap paginya dan langsung berangkat setelah sarapan. Quilea hanya menunggu dirumah, dikarenakan ia menolak untuk ikut.
Butuh 8 jam perjalanan untuk sampai kekerajaan, itu adalah kerajaan paron, tempat lahirnya guirde, jadi karena itulah mereka sebisa mungkin untuk tidak menarik perhatian.
Kesan pertama sheilla ketika sampai dikerajaan adalah ketidaktahuan, sheilla tidak pernah menyangkah jika kerajaan adalah seperti ini, tentu saja ia bahagia, karena masih banyak hal yang belum diketahui oleh nya.
Melirik kesebuah toko yang menyediakan sebuah gaun, didalam hati sheilla berkata menginginkan hal seperti itu.
Dan kali ini sheilla melirik kearah adik nya, elena hanya menatap dengan kagum sekeliling nya, kereta kuda, orang berjalan, dan aroma harum dari toko roti.
Ia menyukai semua itu dan membuat sheilla berpikir untuk menahan diri, dia adalah kakak jadi dia tidak boleh bertindak egois, itulah yang dipikirkan oleh sheilla.
Harga gaun yang dilirik sheilla sangatlah mahal, jadi jika ia memohon kepada ayahnya untuk dibelikan itu, tentu guirde akan membelikan.
Tetapi itu akan menghabiskan seluruh uang guirde dan karena hal itu, elena tidak bisa menikmati hal yang ingin dia lakukan, jadi dengan pikiran seperti itu, sheilla mengalah.
Apalagi gaun dengan setipis itu tidak akan bisa dipakai di desa musim salju, sejak awal sheilla sudah mengetahui hal itu dan pada akhirnya ia bisa menang dari hasrat nya.
Sheilla menyentuh kepala elena dan mengajaknya untuk berkeliling sambil melihat-lihat, dan elena menyetujui usulan kakak nya.
Mereka pergi berjalan-jalan dengan bahagia, membeli makanan dan beristirahat, lalu melanjutkan jalan-jalan nya lagi.
Hingga mereka sampai ke satu tujuan utama kenapa mereka pergi kekerajaan, yaitu untuk mengunjungi mansion utama keluarga lohengram.
__ADS_1
Mereka sangat disambut dan pertama-tama guirde dipukul oleh ayah nya, atau kakek nya sheilla dan elena.
Sheilla hanya menatap kasihan ayah nya yang diceramahi oleh kakek nya, terima atau tidak guirde telah menerima hukumannya.
Disaat memasuki mansion utama, sheilla dan elena tidak berhenti terkagum kagum dengan betapa luas nya, bahkan ada taman bunga untuk bersantai disitu.
Semua itu mustahil untuk dilakukan di desa musim salju karena faktor cuaca. Itu cukup mengecewakan bagi sheilla dan elena.
Karena mereka adalah saudari yang mengimpikan kehidupan seperti pemeran utama di novel yang quilea ceritakan, meski diumur 15 dan 13, mereka berdua masih belum terlalu bisa membaca dengan lancar.
Disini guirde berpisah dengan sheilla dan elena, karena guirde harus membicarakan masalah yang penting dengan ayah dan kakak nya.
Disisi lain sheilla dan elena diantar keruangan yang penuh gaun, dan itu membuat sheilla terkejut.
Sebelum nya guirde telah meminta beberapa pelayan untuk mengantar sheilla dan elena keruangan gaun, karena guirde terus memperhatikan tingkah sheilla yang tampak menginginkan gaun yang ada ditoko.
Ayah yang baik.
Sudah 15 tahun sejak si kakek dan gadis itu melihat gambaran masa depan, mereka tidak akan berhenti melihat sampai kematian sheilla.
Mengikuti arus yang sama, sekarang gadis itu juga terlihat seperti berumur 15 tahun, karena pertumbuhan sheilla juga beresonansi dengan pertumbuhan gadis itu.
Bagi mereka berdua konsep waktu tidak terlalu berguna untuk mereka, sebab satu emosi dari mereka telah dicabut, yaitu ketidaksabaran.
Dengan dicabutnya ketidaksabaran, konsep waktu tidak terlalu berguna untuk mereka yang hidup diruangan abadi ini.
Ruangan yang disebut 'awal' untuk seluruh mahluk hidup yang akan segera lahir.
Dan sekarang, 3 tahun berlalu, sheilla yang digambaran masa depan telah berumur 18 tahun.
Banyak yang telah terjadi, sheilla sedang bersiap untuk debut nya menjadi bangsawan, hal itu sudah dibicarakan baik-baik oleh guirde bersama dengan kakak dan ayah nya.
Persoalan untuk mengangkat sheilla dan elena menjadi bangsawan, meski begitu elena masih belum menjadi bangsawan sebelum berumur 18 tahun.
Dan diumur 19 tahun, perjodohan sheilla sudah diputuskan, meski begitu mereka masih harus merahasiakan tentang guirde.
Jadi mereka mengungkapkan jika sheilla dan elena adalah anak dari maxwell dan diumur 20 tahun, bersama dengan debut nya elena, sheilla menikah dengan tunangan nya.
Kini sheilla sudah dikenal diseluruh negeri, perawakan nya yang cantik yang menarik seluruh perhatian.
Seperti sheilla, kini gadis itu juga terlihat sangat cantik ... meskipun pertumbuhan sheilla dan gadis itu beresonansi.
Bukan berarti gadis itu juga menerima seluruh pengalaman sheilla, meski sheilla terluka, gadis itu tidak.
Mereka terus melihat, tanpa hanti dan kini adalah kematian sheilla. Sheilla terbaring lesuh dikamar nya, itu adalah malam hari sehingga tidak ada yang menyadari itu.
Sheilla sudah tua, jadi dia sudah terlalu pikun untuk mengingat nama nya sendiri, berusaha untuk tetap bernafas dan mata yang melihat kemana-mana.
Hingga akhirnya sheilla meninggal dunia.
__ADS_1
Kematian yang sangat ironis bagi sheilla karena tidak ada yang berada disampingnya.
"Jadi ini ... kematian ku"
Ucap gadis itu, gadis itu juga menyadari jika kematian seperti itu akan menyedihkan baginya, tetapi gadis itu tetap menerima. Penampilan gadis itu sama persis seperti sheilla, berumur 78 tahun.
Gambaran masa depan menghilang dan mereka berhenti untuk melihat.
Si kakek hanya menatap kearah gadis itu.
"Itulah akhirnya" ucap kakek itu dan melanjutkan perkataan nya setelah berhenti beberapa detik "apa kau tidak puas?"
"Tidak .... itu sudah cukup memuaskan bagiku, kehidupan aku itu dipenuhi oleh kebahagiaan, jadi menurutku tidak akan salah jika merasakan kesedihan sedikit saja"
Si kakek menatap dan langsung menjawab.
"Begitu ya"
Mereka berhenti berbicara dan mulai melihat ke arah belakang mereka, masih ada gambaran masa depan, itu bukanlah gambaran masa depan dari gadis itu, tetapi gambaran masa depan nya sheilla yang berada didalam pikiran gadis itu.
Kali ini diruangan awal ini, efek menghalangi kemampuan berpikir telah dihapus dan sheilla sudah bisa berpikir dan bertanya-tanya ada dimana ini.
"Nah, kakek ... ?????? Pergi dulu ya~"
Ucap gadis itu dengan bahagia, dan si kakek langsung menatap ke arah gadis itu dan langsung tersenyum.
Yang ada didepan nya bukanlah gadis itu yang berumur 78, tetapi berumur 30.
"Aaa ... jalani kehidupan yang bahagia untukku juga"
Mendengar perkataan si kakek, gadis itu tersenyum hingga akhirnya ia berbalik dan berjalan.
Kini penampilan nya bukan lagi seperti 30 tahun, tetapi seperti 20 tahun.
Kini penampilannya 15 tahun, dan seiring berjalan waktu berubah menjadi 7 tahun, dan yang terakhir menyentuh 1 tahun.
Gadis itu menyentuh sebuah cahaya dan dirinya menghilang bersamaan dengan cahaya itu.
Kini diruangan awal itu hanya ada si kakek, begitulah pikirnya ... tetapi didepan gambaran masa depan kedua, ada sosok sheilla yang berdiri tanpa ekspresi.
Si kakek berjalan kearah sosok itu dan bertanya.
"Kau siapa?"
Sosok sheilla itu tidak menjawab, tetapi masih bisa berpikir.
(Aku siapa? Lagipula bukankah kakek ini adalah aku? Apa maksud nya ini?)
Dan seperti membaca pikiran, kakek itu menjawab.
__ADS_1
"Aku bukanlah kau, kau juga bukan aku, pikiran kita sama tetapi tidak dengan jiwa, aku hidup diunia A dan kau hidup didunia B, aku terlahir dengan 1 takdir dan kau terlahir dengan 2 takdir, kenali dirimu sendiri, sheilla"
Sosok itu sedikit terkejut hingga akhirnya semua pandangan menjadi putih dan si kakek menghilang, tidak ... bukan si kakek, tetapi pikiran sheilla lenyap dari sosok itu.