Paladin Antegram

Paladin Antegram
datang dengan heboh


__ADS_3

Kadal itu memukul dan menghempaskan Da vinci dengan kekuatan nya, sampai didetik dimana dia akan mati ketika menabrak dinding.


Tetapi dia mencoba untuk mempertahankan posisi nya dan berhasil bertahan hidup.


(Coba kulihat ... dia ini burung atau kadal? Sial, sebaiknya aku kabur)


Da vinci menatap naga itu dengan ekspresi masam, dan naga itu membuka kembali mulut nya, di area sekitar leher atau tenggorokannya bersinar seperti itu akan terbakar kapan saja.


Tetapi tidak, dia menciptakan api yang cukup untuk melelehkan bangunan, dan berniat untuk mengarahkan api itu ke arah Da vinci.


"Oi oi ... seriusan?"


Naga itu berniat untuk menghembuskam nafas api nya itu, tetapi, sebelum dia berhasil melalukannya, sebuah kilatan memukul wajah naga itu, membuat nya berhenti menghembuskan nafas api.


Sampai akhirnya nafas api itu menggumpal dimulut nya dan meledakkan bagian atas kepala naga itu.


Disituasi yang singkat itu, Da vinci menonton dengan ekspresi kaget, tubuh nya menggigil karena hal itu.


(Naga nya ... dikalahkan dengan mudah?)


"Wow ... itu meledak dengan hebat"


"!!!?"


Da vinci membalikkan pandangan nya kesamping dan mendapati seorang Williard yang menatap mayat naga itu dengan tatapan kagum.


Perasaan panik nya langsung berubah menjadi kelegaan ketika mengetahui itu adalah Williard.


"Senior Williard?"


"Hmm? Apa apaan ekspresi mu itu? Seperti sedang melihat hantu saja"


Williard menjulurkan lidah nya dengan bertingkah konyol dimana Da vinci menyelah hal itu dan menanyakan "tidak, aku bertanya kenapa senior ada disini?"


"Kau ini ... setidaknya ikutilah lelucon ku, dasar junior yang tidak imut"


"Aku tidak akan senang jika dikatakan imut ... dan bukankah umur senior sudah terlalu tua untuk bertingkah seperti itu?"


"Tahun ini aku 37 tahun, kupikir aku cukup muda"


"Jika begitu aku masih bayi sekarang"


"Jika begitu putriku masih [kesalahan ketik] sekarang"


"Senior ingin melanjutkan percakapan ini? Selain itu, Williard senior punya putri ya?"


Da vinci tidak mengetahui hal itu, mereka sudah mengenal hampir 4 bulan tetapi dia bahkan belum mendengar apapun tentang anak nya Williard.


Williard terdiam sebentar sampai akhirnya dia tersenyum, terlihat ekspresi ketabahan di wajah nya.


"Yah ... terakhir kali aku bertemu dengan nya adalah 6 tahun yg lalu saat dia berumur 7 bulan, sisa nya tanpa kujelaskan kau sudah mengerti kan?"


"....."


Disaat mereka melalukan percakapan, Ouja merespon jika si burung sudah mati akibat nafas nya sendiri.


Setelah itu, dengan menghela nafas kecewa, Ouja mengambil sebuah belati, dan langsung menebas lengan kiri nya.


Sebuah tebasan kecil tetapi itu cukup untuk membuat beberapa darah mengalir keluar, disisi lain, Torano dan Roenji hanya melihat dengan mengerutkan dahi mereka.


Ouja berjongkok, mengarahkan lengan kiri nya kelantai lalu dia menyentuh tanah, darah mengalir ketanah dan setelah itu Ouja mengarahkan jari nya kebeberapa arah.


Sampai akhirnya dia sedang menggambar sebuah lingkaran sihir yang dibuat sendiri, seharus nya lingkaran sihir akan tercipta dengan sendiri nya dengan energi sihir yang ada.


Tetapi tidak harus dengan energi sihir, selama ada lingkaran sihir dan bagaimana kau membuat nya ... itu cukup untuk menciptakan sebuah sihir.


"Alfish"


Lingkaran sihir yang terbuat dari darah nya itu bersinar terang hingga akhirnya lingkaran itu perlahan lenyap.

__ADS_1


Disisi lain, sebuah lingkaran sihir muncul tepat diwajah burung itu, wajah nya yang hancur bahkan hampir memperlihatkan bagian dalam kepala nya.


Tetapi tidak lama setelah nya, lingkaran sihir itu membuat kepala nya terbentuk kembali.


Daging mulai terbentuk dan membentuk wajah nya, hingga akhirnya itu menjadi wadah yang cocok untuk dimasukki oleh burung.


Naga itu mendapatkan kesadaran nya kembali, memukul tanah untuk memopang tubuh nya berdiri.


Lalu membuka mulut nya itu dan berteriak kencang.


Williard dan Da vinci merespon dengan kaget dimana Da vinci merespon lebih kaget dari Williard, mata nya membelalak.


"Uwah ... apa apaan itu? Zombie? Menjijikan"


Williard bergumam dengan wajah nya yang pucat sambil mengeluarkan sebuah gulungan kertas.


"Senior ... aku punya pertanyaan" ucap Da vinci sambil menciptakan sebuah pedang keemasan dengan sihir pencipta, merespon hal itu Williard menatap ke arah da vinci, lalu Da vinci melanjutkan "apa mayat hidup bisa dibunuh"


Mendengar hal itu membuat Williard tersenyum masam, dan menghela nafas pasrah.


"Entahlah, setidak nya aku belum pernah membunuh mayat sebelum nya"


Disaat bersamaan, Naga itu membuka mulut nya, tenggorokannya memanas dan sebuah gumpalan api tercipta dimulut nya, setelah itu dia menutup kembali mulut nya sampai akhirnya dia menghembuskan nafas api itu.


Tetapi itu sedikit berbeda, jika sebelum nya itu hanua semburan api, maka ini adalah sebuah laser api yang membelah apapun yang menyentuh nya.


Membuat tanah mendidih dan pada akhirnya hancur, dan ditengah tengah hal itu.


Da vinci dengan lihat menghindar kekiri dan Williard berlari kekanan.


Dimana tanpa membuang waktu lagi, Da vinci mulai berlari ke arah naga itu, menggenggam erat gagang pedang nya sampai akhirnya dia melempar pedang nya itu ke naga.


Merespon hal itu, si naga menutup mulut nya, dan laser api otomatis terhentikan, menahan lemparan pedang Da vinci dengan kulit nya yang keras sampai memantulkan kembali pedang itu.


Tetapi disisi tersembunyi, terdapat Williard yang sedang merafalkan suatu mantra, lingkaran sihir tercipta dan selanjutnya, sebuah gunung tanah mulai terbentuk dan memukul naga dengan daya serang yang kuat.


Hanya dengan ekor, bebatuan hancur dan disaat yang bersamaan, Williard merafalkan suatu mantra pelindung, memiliki warna keemasan dan Williard siap untuk menahan serangan ekor naga.


Ketika mereka saling berhantaman, tanah menjadi retak dan terbesti dipikiran edward.


"Sial ... aku tidak bisa menahan yang ini"


Pada akhirnya lingkaran sihir itu pecah dan membiarkan ekor itu memukul diri nya, membuat nya terhempas jauh sampai itu membuat tulang rusuk nya retak.


"Gah!!"


Da vinci berhenti berlari dan merespon hal itu dengan panik.


"Senpai!!"


Tetapi dia sedikit lengah dan menyadari di detik detik terakhir, jika ekor naga itu sudah mencapai diri nya, sedikit melebarkan mata nya.


Mengangkat kedua tangan nya ke atas dengan niat untuk menahan serangan ekor, tetapi itu percuma.


Ekor itu memukul dan membuat Da vinci terhempas jauh, menabrak beberapa batu dan itu membuat tulang tangan kiri dan kaki nya retak.


"Gah ... bagaimana bisa dia memiliki kekuatan yang melebihi sebelum nya?"


Kekuatan naga itu jelas jelas meningkat dibanding sebelum nya, sekarang dia sudah memiliki kulit sekeras baja sampai bisa membuat nya menangkis pedang.


Dan kekuatan otot yang mampu untuk menghancurkan bebatuan.


Jelas monster di antegram memiliki kekuatan yang sangat kuat, tetapi naga ini adalah puncak dari seluruh monster diantegram.


Da vinci mencoba untuk bangun dan berada di posisi bersujud disini sambil menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuh nya.


"Urrgg"


Pada akhirnya dia merasakan mual yang ditenami rasa sakit, lalu darah keluar dari mulut nya dimana dia menahan hal itu dengan tangan nya.

__ADS_1


"Sial"


Dan disisi lain, Williard hanya terbaring ditanah sambil menatap langit langit yang cerah, tetapi situasi sedang tidak mendukung untuk hal itu.


"Ya ampun, mungkin aku sudah terlalu tua sekarang"


Williard mulai bangun sambil memegangi kepala nya, disaat dia menyadari nya, naga itu mengangkat tangan nya dengan cakar nya itu ke atas langit.


Memukul nya dengan kuat ke arah Williard, dan dengan lihat, Williard melompat kesamping, lalu mendorong tanah dengan kuat sampai dimana dia berlari dengan kencang.


Tidak membiarkan Williard hanya dengan itu, naga itu mulai mengangkat ekor nya dan mengarahkan nya dengan keras ke arah Williard.


Tetapi serangan itu juga dibaca oleh Williard dengan melompat sekaligus memutar tubuh nya diudara untuk menghindar.


Disaat dia mencapai tanah, lingkaran sihir mengelilingi lengan kanan nya, dan dia menebaskan lengan kiri nya itu seperti pedang dari kejauhan.


Sampai disaat sebuah cahaya keemasan terbentuk, terus bergerak menebas sampai itu membelah ekor naga menjadi dua bagian.


Naga itu berteriak dengan kencang karena rasa sakit yang diterima nya.


Memukul mukul tanah beberapa kali sampai menyababkan gempa kecil di sekitar, disisi lain Da vinci mulai bangun, mengelap darah dimulut nya dan mulai berlari ke arah naga.


(Ekor yang merepotkan sudah diurus oleh senior, serangan tangan juga bisa dihi dari dengan mudah, lalu untuk nafas api itu, dia tidak akan bergerak selama mengeluarkan nafas itu, selama bisa dihindari, kesempatan akan datang)


Naga itu mulai mundur dengan mengarahkan kepala nya ke bawah sebagai tindakan untuk mewaspadai musuh.


Menyadari jika Da vinci sedang berlari ke arah nya, dan dia juga menyadari jika Williard sedang berlari ke arah nya.


Dia sudah cukup merasakan rasa sakit untuk takut dengan mereka berdua, naga ini menyadari, jika dia tidak akan bisa menang.


Meninggalkan harga diri nya, dan dia mulai membalikkan tubuh nya sampai akhirnya dia merayap dengan cepat untuk kabur.


"!!!, sial, dia kabur"


Naga itu menabrak dinding bangunan dari arena gladiator ini dan mulai mengarah kekota, para tentara dan noir bahkan anoir ketakutan ketika melihat naga yang melarikan diri itu.


Da vinci dan Williard berlari dengan sekencang mungkin untuk mengejar naga itu.


"Ini gawat, akan bermasalah jika dia --- urg!"


Disaat mereka sedang berlari, suatu kejadian yang tak terduga muncul, seseorang menendang tepat ke badan Williard, dan menekankan otot kaki nya untuk menambah kekuatan dari tendangan itu.


Menghempaskan jauh Williard kembali kedalam arena.


"Senior!"


"Selanjutnya kau"


Da vinci merespon dengan ketakutan dan melihat pria besar dihadapan nya dengan kaki nya yang di atas, bahkan tanpa bisa melihat wajah nya sekilas.


Kaki pria itu sudah memukul Da vinci dengan keras sampai dia terhempas jauh.


Pria yang melakukan itu adalah jacob lumintas, pemimpin dari party dolea, seorang pria yang bahkan bisa membunuh beruang hanya dengan tangan kosong.


"Nah, sekarang kadal raksasa itu, sudah melarikan diri, tugas nya sudah selesai kan?"


--boooommmm---


"!!!!???"


Sebuah ledakan terjadi di arah kota, dan Jacob merespon itu dengan kaget melihat jauh ke arah kota.


Terdapat bangkai naga yang sudah hancur, dan seorang gadis di atas nya, tersenyum dengan bangga dengan kapak raksasa di pundak nya.


"Dengan kekuatan yang sangat besar"


Ucap gadis itu sambil mengangkat tangan nya ke atas, dimata Da vinci dan Williard, mereka mengenal gadis itu.


Dia adalah Larisa sicienti, anggota nomor 7 dari party charlemagne.

__ADS_1


__ADS_2