Paladin Antegram

Paladin Antegram
bergeraknya roda takdir


__ADS_3

Disuatu ruangan putih, putih sekali dimana hanya ada 2 kursi diruangan itu, kursi pertama sudah diduduki oleh seseorang pria tua, atau kau bisa menyebutnya sebagai kakek-kakek.


Untuk saat ini mari sebut dia "si kakek"


Lalu orang kedua baru saja muncul, dia adalah seorang bayi, bayi yang baru lahir.


Si kakek menatap ke arah kehidupan baru itu, menatap nya dan mengamati.


Mempelajari dan memprediksi, lalu si kakek berhenti menatap.


Disaat si kakek menatap kembali, kehidupan baru itu berubah menjadi gadis kecil yang terlihat seperti berumur 1 tahun.


Didunia B, gadis ini dikenal sebagai sheilla, terlahir dari pasangan guirde dan quilea.


Dalam garis waktu asli, sheilla menikah dengan seseorang bangsawan dari koneksi ayah nya.


Dan adik nya, elena, menikah dengan pangeran dari kerajaan paron.


Sheilla tumbuh tua, dan pada akhirnya ia meninggal diumur 78 tahun.


Dan si kakek, dikenal sebagai kareth vanielasims, sebagai pahlawan terkuat di dunia A, dikagumi, hormati dan disegani oleh seluruh mahluk.


Menghentikan perang abadi dan meninggal diumur 78 tahun.


Dan disini si kakek tidak sebagai kareth, begitu juga dengan kehidupan baru itu, dia disini tidak sebagai sheilla.


Karena pada nyatanya ini hanyalah mimpi dari sheilla yang mendapatkan seluruh ingatan utuh dari kareth.


Disini sheilla melihat semuanya dari sudut pandang kehidupan baru itu, tetapi tidak bisa bergerak, berbicara ataupun merasakan.


Yang bisa dilakukannya hanya mengamati apa yang dilihatnya, beberapa kali dia mencoba untuk berpikir tetapi itu dilarang.


Didunia mimpi ini, kemampuan berpikir dari sesuatu telah dihentikan.


Karena mimpi ini hanya ditujukan untuk mempertemukan si kakek dan kehidupan baru.


Apa ini mimpi atau bukan, tetapi yang pasti ini hanyalah awal dari segala eksitensi yang telah ditetapkan.


Sekarang mari mulai semuanya.


Si kakek membuka mulut nya dan berkata.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


...


Tidak ada jawaban tidak ada respon dan bahkan tidak bergeming.


Lalu kehidupan baru membuka mulut nya dan berkata.


"Aku hidup, menjalani kehidupan, hingga akhirnya kematian datang dan disini aku berada"


...


Si kakek terdiam beberapa menit hingga akhirnya ia menjawab.


"Aku mengerti"


.....


Waktu tetap berjalan, 1 detik, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 tahun, sampai akhirnya 1000 tahun telah berlalu.


Dan kehidupan baru membuka mulut nya.

__ADS_1


"Objek tidak diketahui, apa tujuan dari kursi ini?"


Si kehidupan baru bertanya sambil menatap sebuah kursi yang ada dibelakang nya.


Mengamati, mengumpulkan informasi hingga akhirnya bertanya.


1 menit terlewat hingga akhirnya si kakek membuka mulutnya.


"Eksistensi 2, kau harus duduk, itulah kegunaan dari kursi itu"


Disini adalah dunia mimpi dimana semuanya tidak mempunyai nama hingga akhirnya si kakek dikenal sebagai eksistensi.


Dan kehidupan baru dikenal sebagai eksistensi 2.


Begitulah mereka menamai diri mereka sendiri dan memulai pembicaraan.


20 menit terlewat, hingga akhirnya kehidupan baru menjawab.


"Aku mengerti"


Disaat kehidupan baru mencoba untuk duduk, ia menerima informasi dan berpikir jika tubuh yang ia gunakan tidak bisa digunakan untuk duduk dikursi.


2 hari berlalu, dan akhirnya kehidupan baru berhasil menyelesaikan semua informasi.


Dan dalam waktu 1 detik, tubuh nya berubah menjadi gadis berumur 3 tahun.


Kehidupan baru memanjati kursi itu dan mendudukinya.


Kali ini kehidupan baru mendapatkan informasi baru, yaitu senyuman.


Lalu setelah memilah informasi itu, kehidupan baru melebarkan senyumannya.


"Praktek gagal, memilah ulang"


Kali ini hanya butuh setengah hari agar kehidupan baru memilah informasi itu, dan disaat mempraktekkannya, kehidupan baru menunjukkan sebuah senyuman tulus diwajahnya.


Dan 200 tahun berlalu.


Kali ini tidak sama seperti sebelum nya, semua informasi telah selesai dipraktekkan dan kehidupan baru tidak mempunyai apapun lagi untuk dipraktekkan.


Buang nama kehidupan baru dan eksistensi 2, sekarang panggil dia dengan sebutan gadis itu.


"Nee~~ kakek sedang apa?"


Tanya gadis itu.


Lalu si kakek menjawab.


"Apa ... tidak ada yang bisa dilakukan setelah kematian, jadi kakek tidak melakukan apapun"


"Hee~~ jadi apa ???? Juga sudah mati?"


Tanya gadis itu dengan polos nya.


"Tidak, kau baru akan terlahir"


"Begitu ya~ .... kehidupan itu apa?"


Gadis itu bertanya, gadis itu tidak mengetahui kehidupan ... karena ia masih belum terlahir.


Gadis itu belum menjalani yang namanya kehidupan, dan kali ini dia bertanya tentang kehidupan, apa itu kehidupan? Apa dengan berpikir secara alami bisa disebut kehidupan?


Kita punya si kakek yang sudah mati didunia A, meskipun sudah mati dia masih mempunyai pemikirannya tersendiri, apa itu masih bisa disebut sebagai hidup?

__ADS_1


Dan disisi lain kita punya kehidupan baru yang berevolusi gadis itu, saat ini gadis itu mempunyai pemikiran dan akal untuk bertanya tentang sesuatu.


Jadi apakah itu bisa disebut sebagai kehidupan?


"Itu hanya permainan kata untuk menggambarkan bahwa kita ada disini"


Si kakek menjawab dengan sedikit tawaan diawal.


Gadis itu menanggapi dan memahami, kemudian melihat hal yang sama seperti si kakek.


Itu disuatu rumah di desa yang selalu dipenuhi salju, saat itu pada malam hari sedang terjadi malam, dan seseorang sedang melahirkan.


Dan anak yang terlahir itu adalah sheilla, penentu dari 2 takdir.


Takdir pertama akan diperlihatkan secara virtual disini.


Bayi itu menangis setelah melahirkan dan itu menandakan bahwa bayi itu sehat, digendong oleh ibunya yang bernama quilea.


Bayi itu adalah kehidupan baru yang masih polos.


"Itu adalah kamu"


Ucap si kakek.


"Aku~"


Gadis itu hanya memperhatikan dan ada suatu perasaan didada nya.


"Benar ... ini adalah gambaran dari kehidupan mu, dan kau akan melupakan semua yang kau lihat setelah lahir, seharus nya kau melihat gambaran ini sendirian, tetapi takdir yang kau pegang itu ada 2, karena itulah aku ada untuk menuntun kau kemasing-masing takdir yang ditetapkan untukmu"


"Ada 2?"


"Benar, yang kita lihat saat ini adalah takdir mu yang pertama"


Berkata seperti itu, si kakek dan gadis itu mulai melihat kembali ke gambaran visual itu.


Dan waktu berlalu, 3 tahun terlewatkan. Si kakek dan gadis itu terus melihat gambaran masa depan itu, mengamati dan memahami.


Saat ini, mereka sedang melihat dimana sheilla sedang bermain bersama adik nya yang masih bayi.


Apapun itu, sheilla hanya bermain dengan bahagia bersama dengan adik nya, elena.


"Sheilla~~"


Ada seseorang yang memanggil dengan suaranya yang mungil, itu adalah emma.


"Emma~~"


Sheilla dan emma telah berteman sedari kecil, dan saat ini emma ikut bermain bersama sheilla dan elena.


Meskipun itu disebut bermain, nyatanya elena masih terlalu kecil untuk memahami tindakan yang sheilla dan emma lakukan.


Terkadang elena menangis dan quilea akan datang untuk menenangkan, terkadang elena tertawa lalu sheilla dan emma juga ikut bahagia.


Gadis itu hanya mengamati sambil berpikir jika ia akan mengalami hal yang sama, itu membuat jantung nya bertedak lebih cepat dari biasanya.


Itu adalah "ketidaksabaran" saat ini gadis itu sudah sangat ingin menjalani hal yang sama seperti yang dilihatnya digambaran masa depan itu.


Kesenangan, sekaligus rasa penasaran ... saat ini gadis itu tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh sheilla saat bermain dengan elena dan emma.


Karena itulah, gadis itu berpikir jika dirinya telah lahir dan menjadi sheilla seutuh nya, maka ia akan mengerti apa yang dirasakan oleh sheilla saat itu.


Gadis itu tidak mengalihkan pandangannya dari gambaran itu, dan si kakek menatap gadis itu dengan senyuman diwajah nya.

__ADS_1


Itulah "kasih sayang"


__ADS_2