Paladin Antegram

Paladin Antegram
perencanaan untuk kencan


__ADS_3

19 agustus 710, kalender antegram - mansion charles


-ting ting ting ting--


"Sudah pagi, waktunya sarapan"


Dipagi yang cerah, Theo berkeliling rumah sambil mengetuk panci untuk memasak makanan beberapa kali dengan keras, dia menggunakan spatula.


Ini masih pagi yang cerah dimana seharusnya semua anggota masih tertidur dan hari ini adalah hari dimana Theo yang memasak sarapan.


Itu bunyi yang keras dimana itu membangunkan Da vinci yang tertidur nyenyak, dia membuka mata nya dengan lelah, lalu dia menatap seorang gadis disamping nya.


Dia adalah Sheilla, tidur dengan nyenyak sambil menggunakan tangan Da vinci sebagai bantal, dan saat dia menatap Sheilla, jantung nya berdebar kencang tetapi dia tetap membuat wajah nya tetap tenang.


(Biar kuperjelas, kami masih belum berpacaran, tapi kami sedang tidur diruangan yang sama, di tempat tidur yang sama dan saling bersentuhan ini adalah kejadian yang tidak terduga, tidak ada kesalahan disini, Sheilla tidur diruangan ku dengan keinginan nya sendiri)


Da vinci menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan tenang.


(Yah, kejadian nya tepat dikemarin malam, itu bukanlah hari yang khusus tetapi entah kenapa kami berpesta saat itu, dan Sheilla tidak sengaja meminum wine milik kapten, dan dia berakhir menjadi liar, memukul ku beberapa kali dan dia langsung mengatakan kalimat yang berbahaya 'aku ingin tidur dikamar mu' aku sudah berjuang untuk menolak tetapi dia mengamuk setelah itu dan beginilah jadinya, aku tidak yakin jika aku akan masih bisa hidup jika Shei bangun saat ini, jadi .... mari lari)


Da vinci dengan lembut, melepas lengan Sheilla yang memeluk tangan kiri nya, setelah itu, dia turun dari tempat tidur, lalu dia berjalan dengan perlahan ke arah pintu, membuka pintu dengan perlan dan keluar dari ruangan dimana dia langsung menutup pintu itu.


Tetapi dia kembali membuka pintu dan sekali lagi melihat wajah Sheilla dengan ekspresi memerah.


(Sial, dia sangat imut)


Merasa puas dengan itu, dia kembali menutup pintu dan terus berjalan kelantai satu sambil menguap.


Saat berjalan, dia bertemu dengan Chyntia, dimana Chintia keluar dari ruangan nya saat ini, menutup mulut nya untuk menguap dimana dia langsung menyadari Da vinci.


"Pagi, Leon"


"Pagi senior" (Leon?)


Mereka terus berjalan dan sampai didapur dimana kebanyakan anggota sudah sampai, dimana Theo mengurus makanan dan Chelsea membantu untuk menyiapkan piring nya.


"Eh, Da vinci, kemana Sheilla?"


Theo menyadari jika Da vinci datang sendirian kesini dimana semua anggota tau jika mereka tidur bersama semalam.


"Tolong jangan mengungkit hal itu"


Terlukis ekspresi jengkel dengan wajah memerah diwajah nya dan Da vinci langsung duduk dikursi nya saat ini.


"Yo, Da vinci, apa tadi malam menyenangkan?"


Da vinci terkejut dan mengantukkan kepala nya ke meja dengan kuat dimana dia langsung bangun dengan ekspresi memerah.


"Kami tidak melakukan apapun oke? Aku masih tenang disini"


Disisi lain, diruangan Da vinci, Sheilla membuka mata nya dimana dia langsung merasa pusing akan sesuatu, mulai bangun dan duduk ditempat tidur itu sambil memegangi kepala nya.


"Urg, kepala ku pusing sekali, huh? Ini ... bukan ruangan ku"


Menatap sekeliling dengan ekepresi masam, lalu Sheilla mengingat jika ini adalah ruangan Da vinci, dengan panik ia menatap ke tubuh nya.


(Eh-- eh? Aku diruangan Da vinci? Tunggu tunggu tunggu, apa yang sebenar nya terjadi tadi malam?)


Dia mencoba untuk mengingat kejadian yang terjadi tadi malam dengan keras, lalu dia melirik keselangkangan nya.


(Kami tidak melalukan itu kan?)

__ADS_1


Itu percuma, dia tidak mengingat apapun kejadian tadi malam, dia terdiam dan perlahan ekspresi nya memerah, menggertakkan gigi nya, mengenggam erat selimut yang menyelimuti nya.


Lalu, selanjut nya ...


Diposisi Da vinci dimana dia sedang berada didapur saat ini, meladeni perkataan para anggota yang lain dengan ekspresi kesal dimana wajah nya sangat memerah.


"DA VINCI!!"


Seorang wanita berteriak dimana itu membuat Da vinci terkejut, wajah nya menjadi pucat dimana dia hanya terdiam saat ini, itu suara yang sangat kenal dan suara itu terdengar sangat kesal.


Bagaimanapun kau mendengar nya, itu hanya terdengar seperti seorang yang sedang marah, lalu seorang dia menurini tangga dan sampai didapur.


"Apa kau lakukan pada ku tadi malam?!"


Da vinci bangun dari tempat duduk nya dengan panik dan menghadap ke arah belakang nya, menemukan seorang Sheilla dengan ekspresi kesal dan memerah dimana dia hampir ingin menangis.


"S-Shei ... tenanglah, oke? Akan kuceritakan, pertama tama mari hilangkan pedang itu"


Da vinci menatap takut ke arah tangan Sheilla dimana dia sedang mengenggam pedang yang ia ciptakan, dan Da vinci mengetahui seberapa tajam nya pedang itu dan memilih untuk tidak melawan nya.


"Ya, mari kita dengarkan alasan mu"


Sheilla tersenyum kecut dimana dia memiliki senyuman yang sama dengan Quilea, senyuman yang ia takutkan, mungkin dia tidak akan pernah menyadari jika dia juga memiliki senyuman itu..


Da vinci menyadari betapa seram nya senyuman itu saat ini dan memilih untuk menurut.


Beberapa waktu berlalu, untuk suatu alasan, waktu sarapan ditunda, saat ini Da vinci sedang duduk bersilah dilantai dimana dihadapan nya terdapat Sheilla sedang duduk dikursi.


"Jadi ... kau serius tidak melakukan apapun kan?"


"Aye"


Sheilla memprovokasi dimana Da vinci sesekali melirik ke arah nya dan menemukan sebuah pedang masih berada ditangan nya, dia tidak berniat untuk menghilangkan pedang itu.


"Serius"


Sheilla menghela nafas lega, dimana dia menghilangkan pedang itu.


"Begitu, kalau begitu tidak masalah"


"Eh ... kau tidak marah?"


"Yah ... itu adalah kesalahan ku pada awal nya, lagipula itu bukan pertama kali nya bagi kita untuk tidur bersama"


Da vinci tertegun, tetapi dia menyadari sesuatu tentang "bukan pertama kali" yang dikatakan oleh Sheilla.


(Apa maksud nya yang bukan pertama kali?)


Disaat dia sedang kebingungan tentang itu, Theo mengitari tangan nya dileher Da vinci dengan keras dimana dia tersenyum lebar saat itu.


"Syukurlah ya, kau tidak jadi putus dengan Sheilla"


"Kami tidak putus oke? Lagipula kami bahkan belum berpacaran"


"Eh, serius?"


Theo menatap ke arah Sheilla dengan ekspresi heran, menyadari hal itu, Sheilla mulai tersenyum mengejek.


"Ah, aku tidak bisa membayangkan hari dimana aku dan Da vinci berhubungan sebagai kekasih, malahan aku tidak ingin membayangkannya" (toh, tidak mungkin aku berhubungan dengan lelaki)


"Pffft ... bwhaahahaha, kau-- -kau ditolak!! Bwhaahha"

__ADS_1


Theo tertawa terbahak-bahak dimana itu membuat Da vinci sangat malu dan berpikir untuk menghilang dari dunia, lalu juliy datang sambil menepuk pundak Da vinci dengan lembut dan dia tersenyum lembut.


"Tenang saja, kami akan menemanimu minum malam ini"


"Kh" (aku ingin memukul mereka)


####


Waktu berlalu dan malam telah tiba, meski dia baru saja ditolak oleh Sheilla secara tidak langsung, tetapi dia tidak berkecil hati, dia sudah menduga hal itu, lebih dari itu, dia bersyukur karena belum menyatakan perasaan nya.


Saat ini dia sedang berada didapur sambil meminum wine di gelas kaca yang kecil.


"Ini enak juga~"


Dia tidak meminum hal itu karena patah hati, melainkan dia sudah mulai meminum itu sejak seminggu yang lalu, seharus nya dia tidak bisa meminum itu sampai diumur 15 tahun, tetapi dia mencoba untuk curang disini karena antegram tidak memiliki aturan khusus yang melarang hal itu.


Dia berjalan keluar dari dapur dan menemukan anggota lainnta diruang tengah, begitu juga dia menemukan Sheilla yang sedang duduk sambil membaca suatu kertas.


Dia berjalan dan duduk disamping Sheilla, mengintip ke arah kertas itu dan mendapati sebuah poster disitu.


"Festival?"


Merespon hal itu, Sheilla melirik ke arah Da vinci dan tersenyum sambil mengangguk kecil.


"Ya, itu untuk merayakan ulang tahun dari kota tertua di antegram"


"Hmm ... kau mau pergi ke situ?"


"Yah, jika bisa, itu terlihat menarik"


Da vinci diam-diam melirik ke arah Sheilla dengan wajah yang sedikit memerah, entah itu karena malu atau karena dia mabuk saat ini tidak ada yang tau hal itu, tetapi dia memikirkan satu hal.


(Bukankah ini kesempatan ku?)


"Nah, mau pergi bersama?"


"Eh?"


"Yah, maksud ku, jika kau mau?"


Sheilla tertegun diam selagi mata nya saling menatap ke mata Da vinci, wajah nya mulai sedikit memerah lalu ia memalingkan pandangan nya ke poster itu.


"Yah, itu sepertinya bagus, ayo pergi"


Mereka saling bertukar senyum, tetapi ... Juliy dan Theo menghampiri mereka, merespon hal itu, Da vinci mulai sedikit panik.


(Gawat, ini mengenai mereka berdua, jika mereka berdua memutuskan untuk ikut, waktu kencan ku dengan Shei akan kacau, aku memerlukan bantuan"


Da vinci melirik tajam ke arah Chelsea, menyadari Da vinci melirik nya, dia menatap ke arah Da vinci dimana saat ini Da vinci mengangguk untuk bertukar kata.


(Tolong bantu aku, sos)


Bagaikan telepati, sebuah listrik masuk kedalam kepala nya dimana dia tersentak lalu mulai mengangguk sambil mengacungkan jempol nya.


(Oke, kau ingin tidak ada yang menanggu kencan kalian kan?)


Chelsea mulai berdiri dan dimana Da vinci menatap nya dengan penuh syukur, Chelsea mulai membantu dan hari kencan telah tiba, tetapi ...


21 agustus 710, kalender antegram - kota avalon


"Wah!~ banyak sekali orang disini"

__ADS_1


Ucap Chelsea dengan girang, berkeliling sambil melihat banyak nya stan, dia diikuti oleh juliy dan williard disisi lain Sheilla tepat berada disamping Da vinci.


(Kenapa malah berakhir seperti ini?)


__ADS_2