Paladin Antegram

Paladin Antegram
musuh


__ADS_3

Didetik itu, Shopia hanya membelalakkan mata nya, bahkan dia ketakutan saat ini, mengeluarkan keringat yang banyak dimana kapak elefantos itu masih bergerak di atas nya, lalu disaat kapak itu melewati nya, terbentuk sebuah ingin dimana itu mengibar-ngibarkan rambut nya.


Dia mendorong tanah dan menendang tanah dimana dia pergi menjauh dari elefantos itu.


(Gawat gawat gawat gawat, mana mungkin aku bisa mengalahkan yang satu ini!! Kabur-- aku harus kabur!)


Shopia panik dimana dia turun dari arena dan berlari sampai di tepi arena, bersandar didinding, menyeka keringat nya, lalu menatap seluruh orang yang berada di bangku penonton.


Terdapat kekesalan dihati nya dimana semua orang sedang bersorak bahagia dan kesal, sedangkan dia berada disituasi hidup dan mati saat ini.


Diposisi Sheilla.


(Itu tidak salah lagi adalah Shopia, tidak ada kesalahan, meski rambut nya lebih pendek dari sebelum nya tetapi wajah nya tetap imut, ah ... bukan waktu nya untuk bercanda, pertanyaan nya kenapa Shopia berada di antegram? Tidak, itu pertanyaan yang konyol, yang mebingungkan adalah kenapa dia mengikuti turnamen ini?)


"Umm, Chelsea, kapan party sebelum nya dimulai?"


"Eh, ermm .. tanggal 24 oktober, memangnya kenapa?"


"Tidak ... "


Semua nya menatap bingung lalu terdengar sebuah ledakan di arena dimana semua nya langsung menatap ke arah ledakan itu.


"!!!!"


Memperlihatkan dimana asam debu menutupi arena, dilebih jelas nya, sebuah kapak tertancam di dinding dimana itu adalah lemparan kedua, suara penonton mulai meninggi akan hal itu.


Didalam debu asap itu, terdapat Shopia yang terduduk dilantai dengan ketakutan di wajah nya, menelan ludah nya dimana dia langsung menatap ke arah samping nya.


Mendapati sebuah kapak tertancam didinding, kapak merah yang besar, dia berhasil menghindari serangan itu hanya keberuntungan.


Dan tidak akan tau apa selanjutnya dia akan mendapatkan keberuntungan, atau sebalik nya.


-Bertahan hiduplah semampu mu, jika kau mati, maka teman kecil mu juga akan mati-


Mengingat perkataan pria itu, pria yang mengirim nya ke arena ini, dia mengingat perkataan itu dengan jelas, dia disuruh bertarung dan nyawa teman nya bergantung pada hasil pertarungan ini.


Dia menutupi kedua mata nya dengan kedua tangan nya itu, meringis sedih dimana air mata terjatuh dari mata nya.


"Persetan dengan tuhan"


Shopia mengenggam erat pedang nya, sebuah lingkaran tercipta di pedang nya dimana lingkaran sihir itu menyatu dengan pedang itu dan membuat nya bercahaya hijau.


Disisi lain, Elefantos itu menarik erat lantai ditangan nya dimana itu terhubung dengan kapaknbesar nya, menarik kapak itu dimana itu membuat nya melayang diudara dan pada akhirnya dia menggapai kapak itu.


Sebelum ia menyadari nya, Shopia menendang tanah dan berlari ke arah nya, menghunuskan pedang nya kedepan.


Keluar dari kabut itu dan mendapati elefantos itu berada didepan nya, Shopia menatap tajam dimana Elefantos itu sudah mengangkat tangan nya ke atas dan bersiap untuk menebas Shopia.


Serangan itu akan mengenai nya, tetapi, Shopia berpikir, jika dia mengarahkan pedang nya untuk menahan serangan itu, maka dia akan kalah.


Lebih dari itu, perbedaan kekuatan mereka jauh berbeda dimana bahkan senjata mereka tidak memiliki ukuran yang sama, jadi, didalam waktu yang singkat itu, dia memilih satu keputusan.


Menurunkan lengan nya kebawah sambil menurunkan kepala nya kebawah juga, dengan begitu serangan itu akan melewati nya, lalu dia memutar tubuh nya, mengenggam erat pedang nya itu dan langsung menebas lengan elefantos itu.


"Gheorrrr!!!!"


(Terlalu dangkal!!)


Serangan nya hanya menggores kecil ditangan elefantos itu, tidak terlalu dalam dimana Elefantos itu menyentuh tanah untuk mengatur posisi dan mundur kebelakang.


Mengatur nafas nya dimana Shopia juga mengatur nafas nya, luka gores seperti itu tidak masalah bagi Elefantos itu, dia percaya diri dengan ketahanan tubuh nya.


Dan Shopia bisa melukai nya, meski hanya segores, dia mewaspadai individu kecil dihadapan nya itu.


(Sial ... tangan ku tidak berhenti bergetar)


Tangan nya tidak berhenti bergetar, itu karena dia sedang takut saat ini, bahkan jantung nya berdebar lebih cepat dari biasa nya.


Dia menarik nafas lalu menghembuskannya, mengepal kan tangan nya lalu mengenggam erat pedang nya itu.


Di suatu tempat di arena, dimana dari sudut pandang ini, seluruh pertandingan bisa dilihat dengan jelas.

__ADS_1


Diruangan ini terdapat dua kursi dimana itu diduduki oleh dua orang, satunya mempunyai tubuh yang sangat besar dimana dia memiliki rambut yang panjang bewarna hitam, menguap karena bosan dan terlihat jika seluruh gigi nya memiliki bentuk yang runcing, itu seperti gigi hiu.


[Jacob lumintas] [pemimpin party dolea]


Dan orang yang duduk disamping nya, menonton pertandingan dengan wajah yang hampir tidak perduli, memiliki rambut bewarna kemeasan dimana dia hanya memakai baju kaos polos berwana hitam


[Ouja van iioun] [pemimpin party drunhilde]


Dan tepat dibelakang mereka, terdapat dua orang yang dimana mereka adalah ajudan nya kedua pemimpin ini.


Disisi Jacob terdapat dua orang pria dimana mereka berdua adalah kembar berkulit hitam dengan rambut keriting yang diikat dengan rapi.


[Lantis duriq] dan [sount duriq]


Mereka berdua adalah ajudan pribadi dari Jacob, dan disisi Ouja terdapat satu orang lelaki dan satu orang wanita.


[Torano albami] dan [rouenji]


"Membosankan!!! acara paling populer di avalon adalah ini? Sungguh mengecewakan!!"


Jacob mengoceh dengan kesal dimana pertandingan bahkan tidak terlalu menarik, tidak ada kesan yang menarik dari pertandingan itu.


"Yah, tunggu saja ... sebentar lagi sesuatu yang menarik akan muncul"


"Hmm? Apa? Kau berkata seperti kau yang mengatur acara ini?"


Ouja tersenyum kecut dengan mengendurkan alis nya selagi Jacob menatap nya dengan penasaran.


"Yah ... hanya sedikit beberapa ikut campur"


Diposisi arena, Shopia berlari ke arah elefantos itu, lalu Elefantos itu mengarahkan kapak nya kebelakang dan langsung melempar nya kembali ke arah Shopia.


Tetapi, sebelum itu terlempar jauh, Elefantos itu menahan rantai nya dimana kapak itu tersentak dan berhenti diudara.


Disaat yang sama juga, Shopia merespon dengan waspada dimana kapak itu berhenti sebelum mengenai nya, kapak itu terjatuh lantai dan menghancurkan nya dengan mudah.


Elefantos itu mengeratkan otot betis nya lalu melompat ke atas, mendorong tanah dengan kuat dan menghancurkan nya.


Begitu juga dengan Shopia yang mendongakkan kepala nya ke atas, dia hanya memikirkan satu hal.


(Ah ... kali ini aku akan mati)


Tetapi, meski hanya sesaat, atau apa, Shopia melihat sebuah kilatan biru yang melesat dengan cepat mengenai tubuh Elefantos itu, menembusnya dengan mudah dan langsung menghilang.


Semua penonton terdiam, membelalakkan mata nya, begitu juga dengan Jacob dan Ouja yanh sedang menonton, mereka melihat itu dengan jelas bagaimana anak panah dengan cahaya biru itu melesat dan menembus tubuh Elefantos itu.


Elefantos itu terjatuh ketanah dengan menyedihkan tanpa bisa melakukan aksi heroik nya berkeat seseorang.


Dan disisi lain, Da vinci, Chelsea, Juliy dan Willard menatap dengan pucat ke arah teman mereka, dia adalah Sheilla.


Orang yang barusan menembakki Elefantos itu dengan anak panah.


"A-a-apa yang kau lakukan?!!"


Chelsea berteriak dengan panik dimana ketiga yang lainnya mengeluarkan keringat.


"Sheilla! Apa yang kau lakukan?! Apa kau ada masalah?! Jika ada cerita padaku!"


Da vinci menggoyang bahu Sheilla dimana Sheilla menghilangkan busur yang ditangan nya.


"Aku tidak ada masalah kau tau?"


"Minta maaf! Ayo kita minta maaf bersama-sama!"


"Ini cukup gawat, sepertinya"


Ucap Williard dengan senyuman masam nya dimana semua melirik ke arah nya dengan tatapan heran.


"Hmm? Kenapa?"


"Yah, ini dari informan ku dan ini bisa dipercaya, sebenar nya, yang mengatur turnament gladiator ini adalah party drunhilde"

__ADS_1


"Jadi, maksud mu?"


"Tindakan Sheilla barusan sudah seperti pernyataan perang kepada mereka"


Semua orang selain Sheilla menatap dengan wajah pucat dan panik, Sheilla hanya melirik kembali ke arah arena itu seperti itu bukan masalah nya.


"Bukankah itu gawat?"


"Benar kan? Kapten bisa marah"


"Kh ... aku tidak ingin membersihkan toilet!!"


(Apa yang mereka takutkan?)


Da vinci hanya menatap masam ke arah 3 senior nya itu, lalu sekali lagi dia menatap ke arah Sheilla yang terfokus ke arena.


"Sebenar nya, orang itu adalah kenalan ku"


Ucap Sheilla dimana semua menanggapi, lalu Da vinci berhenti memegangi bahu Sheilla, semuanya menyadari, jika sampai Sheilla turun tangan untuk menyelamatkannya.


Berarti orang itu sangat penting bagi nya, Sehingga Chelsea, Juliy dan Williard saling menatap dan mulai tersenyum.


"Yah biarlah ... semua sudah terjadi"


"Tetapi, perang ya? Yah, mungkin melakukan kegiatan acara sebelum ini berakhir tidak buruk juga"


"Tetapi kita pasti tidak akan bisa keluar dari kota Avalon ini"


Melihat ketiga senior nya itu berbincang dengan santai seperti ini bukanlah masalah besar, membuat Sheilla dan Da vinci menatap dengan heran.


"Tunggu, ini perang kalian tau? Semuanya akan terlibat karena ini"


Ucap Sheilla dengan tidak yakin seperti mengharapkan ketiga senior nya itu mengatakan "tidak masalah"


Lebih dari itu, semua nya tersenyum ke arah Sheilla.


"Memangnya kenapa? Bukankah itu yang dinamakan dengan party?"


"Tenang saja, meski kita tidak memiliki cukup anggota tetapi kami sangat kuat"


"Benar, lebih dari itu, Val adalah salah satu pemain terkuat di antegram, tidak ada yang perlu ditakutkan"


Mendengar hal itu, membuat Sheilla dan Da vinci tertegun, mereka menatap satu sama lain dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.


Ketiga senior itu hanya menatap dengan heran.


"Berbicara hal yang keren ... itu tidak cocok dengan kalian"


Ucap Da vinci sambil menahan perut nya sendiri.


"Oi oi, kupukul kalian"


Disisi arena, Shopia hanya menatap ke arah Elefantos itu sengan bingung karena situasi yang tidak jelas, sesuatu menembus perut Elefantos dan meski begitu, dia masih belum mati.


Lebih dari itu, Elefantos itu masih mencoba berdiri meski darah mengalir dari lubang diperut nya itu, menahan rasa sakit yang luar biasa dimana dia mencoba untuk bertarung.


Tetapi, sebuah suara gerbang terbuka, Shopia menatap ke arah belakang nya dimana seorang sedang berjalan diterowongan itu.


Menyeret sebuah pedang yang sangat besar dilantai itu dan membuat nya berbunyi dengan keras, dia akhirnya keluar dari terowongan itu dan memperlihatkan dirinya.


Mempunyai tubuh yang besar, memakai sebuah helm pelindung yang terbuat dari besi dimana itu tidak memperlihatkan wajah nya, lebih dari itu, dia memakai jubah merah tetapi tidak dengan baju.


Dia telanjang dada saat ini, tetapi dia masih nemakai celana dimana itu dibalut dengan beberapa armor.


[Izaghi]


Saat ini, Shopia sudah dikepung dari sisi depan dan belakang nya, didepan terdapat Elefantos dan dibelakang nya terdapat pria misterius yang masuk kedalam arena.


(Musuh? Atau ... sekutu? ... yang mana?)


__ADS_1


__ADS_2