
"Aku baru saja mendapat informasi tentang markas party juugo, setidak nya markas mereka itu adalah mansion mewah dengan taman di sekeliling nya"
Theo mengeluarkan sebuah kertas dan itu adalah peta dari markas juugo, dari ruangan dan lantai 2 juga digambarkan dengan baik.
(Siapa sebenar nya kenalan senior?)
"Lalu dibawah mansion nya terdapat sebuah ruang bawah tanah yang sangat besar, disana adalah sumber kejatahatan nya juugo, disata terdapat penjara dan ruang penyiksa"
"Yang jadi masalah nya adalah kita yang tidak tau dimana keberadaan nona Alice"
Relugus menambahkan sambil mengerutkan dahi nya.
"Kemungkinan paling besar adalah Alice yang dikurung didalam penjara bawah tanah, tetapi akan sulit untuk melakukan misi ini tanpa menimbulkan pertarungan"
Theo menghela nafas lelah, itu tentu saja, mereka bertiga akan menyerang markas musuh.
Dimana sebelum nya mereka kalah telak hanya dengan melawan pemimpin party juugo, tetapi kali ini mereka ingin menyerang markas nya, dimana kebanyakan anggota party juugo berada.
(Ini tidak lebih dari bunuh diri)
Da vinci membuat ekspresi masam, meski ada pepatah yang mengatakan aturan ada untuk dimainkan, tetapi akan percuma jika kau tidak tau cara memainkan nya.
Terutama aturan tugas khusus ini : hanya 2 anggoga party yang diizinkan melakukan tugas.
Aturan itu sedikit merepotkan, menyerang markas musuh hanya dengan beberapa anggota? Ini seperti game master yang ingin membuat tugas khusus ini berakhir gagal.
Secara serempak, mereka bertiga menghela nafas kecewa, Theo langsung bersemangat, menampar kedua pipi nya dan langsung berdiri.
"Tidak ada gunanya, lakukan atau tidak!! Pertama-tama, Relugus"
"Hmm?"
"Kau yang bertarung melawan wakil pemimpin mereka, seperti apa kekuatan nya?"
Theo mengarahkan jari telunjuk nya ke Relugus dan Relugus langsung membuat ekspresi serius.
"Dia memakai sihir yang unik, dia menciptakan sebuah bola hitam yang kecil dengan layar sihir, dan saat dia menggenggamnya, bola kecil itu langsung berubah bentuk menjadi kapak yang panjang, itu lebih seperti bola kecil itu memanjang dan membentuk sebuah kapak yang panjang"
Theo menanggapi dengan senyum masam.
"Tidak ada yang lebih buruk daripada sihir buatan sendiri"
"Hmm? Sihir buatan sendiri?"
Da vinci bertanya dengan bingung dan Theo merespon itu dengan menggaruk kepala nya untuk berpikir.
"Yah ... selama kau memahami struktur layar sihir, maka kau bisa membuat sihir sendiri, kau sudah tau kan? Dan sihir buatan diri itu akan sangat kuat jika hanya digunakan oleh pembuat, karena dia yang menciptakan nya, jadi dia yang paling tau lebih dari siapapun tentang sihir itu"
Layar sihir adalah suatu proyeksi untuk menempatkan banyak sihir dan menyatukan mereka, tentu tidak semua sihir bisa disatukan, beberapa dari mereka akan memberi reaksi penolakan dan meledak.
Dan Da vinci mengerti itu dengan sangat baik.
"Da vinci, kau pergilah dan fokuskan untuk menyelamatkan nona Alice, biarkan aku dan Theo yang menghadapi musuh"
"Huh? Hah?! Apa maksud nya itu?"
"Yah, tenanglah, tidak ada gunanya jika kita terus bersama ketika menyusup ke markas musuh, lebih baik aku dan Relugus yang menghadapi musuh dan kau memfokuskan diri untuk pergi keruang bawah tanah"
Theo menjawab dengan tenang, dimana Da vinci mendengarkan dengan seksama, lalu Relugus melanjutkan.
"Lagipula masih ada kemungkinan jika akan ada yang menjaga Nona alice, jika seperti itu maka kau juga harus bertarung"
".... baik, saya mengerti"
##
[Markas party juugo]
Disuatu koridor dimana banyak lampu didinding dan sebuah jendela kaca, memakai karpet merah untuk melapisi lantai dan seorang gadis melangkahi nya.
Seorang gadis dengan rambut putih, kulit coklat nya dan telinga nya yang runcing, memakai gaun yang memiliki rok yang besar dimana itu memberi ruang yang banyak untuk kaki nya.
Dia adalah Alice, memasang ekspresi masam dan terus berjalan dengan lesuh.
(Apa-apaan tempat ini?)
__ADS_1
Meski sudah berjalan beberapa menit, dia masih belum bertemu dengan satupun orang.
(Ini markas musuh? Sekarang juga sudah malam-- apa aku seorang sandera disini?)
Tetapi untuk seorang sandera, perlakuan yang diberikan ke Alice tidak terlihat seperti itu, menempatkannya di kamar luas dan mewah, dimana mereka membiarkan Alice tidur di kasur yang empuk.
Mau dipikir bagaimana pun juga, itu bukanlah perlakuan yang diberikan kepada sandera.
Meski mengganti pakaian nya adalah hal tidak dimaafkan!!
(Uuuh~~ aku ingin pulang)
###
[Di markas party juugo - ruangan pribadi Pho]
"Oi, Pho, ada 3 orang yang memasuki perbatasan sihir, bagaimana selanjutnya?"
"Mereka masih hidup ya?"
Pho meneguk segelas wine sambil menyeringai, disisi lain, Abel hanya menatap tajam ke arah nya.
"Kenapa kau menginginkan gadis itu?"
Abel bertanya dengan nada serius dan Pho mulai meletakkan gelas kaca itu ke meja, menatap Abel dengan ekspresi serius, lalu dia mulai tersenyum.
"Aku ... ingin menjadi penguasa didunia ini, semuanya akan kubuat menjadi milikku, tapi pikirkanlah, bukankah penguasa itu sama seperti raja? Maka raja harus memiliki ratu, karena itulah aku memilih gadis itu"
"Tidak tidak tidak, kau tidak mengatakan bagian terpenting nya, kenapa harus gadis itu?"
Abel mengerutkan alis nya dan Pho menanggapi dengan tatapan dingin, lalu ia mulai berdiri dan berjalan tepat kesamping Abel.
"Untuk apa aku harus menjawab bagian itu? Sadari tempat mu, sampah"
Melontarkan kata-kata yang pedas, lalu Pho mulai meninggalkan ruangan, menanggapi hal itu, Abel terdiam dan mencengkram botol wine itu, meminum nya sampai habis lalu dia melempar botol itu kedinding.
-Crink-
Botol wine itu pecah menjadi kepingan kecil, disini Abel mengangkat poni nya sambil duduk menyilangkan kaki.
Abel mulai berdiri dari kursi itu dan mulai meregangkan tangan nya.
"Baiklah ... mari mulai memburu penyusup"
###
Disuatu hutan, seseorang berlari seorang diri, memegangi pedang satu tangan nya dengan erat tanpa takut sekalipun ditatapan nya.
Dia adalah Da vinci.
Sebelum nya mereka memutuskan untuk berpencar setelah memasuki jangkauan sihir area party juugo.
Theo dan Relugus akan menyerang dari depan dan Da vinci menyusup dari belakang, itu adalah rute teraman untuk dijangkau.
Bahkan tidak ada penjaga yang bepatroli disekitar, semuanya telah terfokus ke penyusup yang membabi buta didepan, jadi mereka tidak memiliki pemikiran untuk menjaga bagian belakang.
Berkat itu, Da vinci bisa memasuki mansion dengan mudah, memakai sihir terbang dan dia mulai menaiki salah satu jendela.
Da vinci duduk dijendela itu dan mengambil sebuah peta disaku nya.
(Hmm ... rute menuju ke ruang bawah tanah-- ini adalah jalan yang tepat kan?)
-BOOMM!!!-
Suara ledakan terdengar dari arah depan, dan Da vinci diam-diam mengkhawatirkn mereka yang menggila didepan.
(Semoga kalian baik-baik saja)
Da vinci hanya bisa berharap mereka baik-baik saja dan mulai melanjutkan tugas nya untuk mencari Alice.
"Ah ... ternyata ada satu ekor disini"
"!!!!!"
Dalam saat ini, dia memperhatikan suara itu dikoridor disamping nya, mendapati seorang dengan tubuh yang berotot, memiliki senyuman yang licik, dia adalah Abel.
__ADS_1
Da vinci panik tetapi dia tidak bisa mengelak untuk ini.
Serangan Abel datang sebelum Da vinci bisa membalikkan tubuh nya, menendang perut Da vinci dari bawah, dan Da vinci terangkat akan hal itu.
"Gah!"
Tanpa berhenti, Abel mengangkat kaki nya ke atas dan melempar Da vinci ke atap-atap, menghantam atap-atap itu membuat Da vinci kesakitan.
Tetapi Abel cukup kuat untuk melempar nya, karena itulah, Da vinci terus menembus atap-atap dan pada akhirnya dia menabrak atap-atap terakhir dan menemukan dirinya jika dia berada di atas mansion saat ini.
(Sial)
"Serangan ku bukan hanya itu lho~"
Disaat Da vinci melayang diudara, Abel mengepalkan tinjunya dan membentuk sebuah lingkaran sihir, tidak hanya satu.
Lebih dari lima berada tepat ditangan kanan Abel.
Seluruh lingkaran sihir itu mempunyai warna dan kebesaran yang berbeda, tetapi ... itu adalah versi lain dari layar sihir.
Abel meninju ke atas, sebuah angin mulai melaju ke atas, tetapi bukan itu sihir nya, sihir itu memberi reaksi yang lambat dan selanjutnya adalah dinding dan atap-atap terkelupas dan terbang ke atas.
Reaksi selanjut nya adalah, pijakan Abel atau lantai itu retak dan dinding juga retak, dimana reaksi itu berlanjut ke tahap kehancuran.
Sekeliling Abel hancur dimana seluruh kehancuran terbang ke atas.
Itu adalah sihir gravitasi, mirip seperti sihir aea yang digunakan oleh Da vinci saat bertarung melawan pria besar, tetapi sihir aea hanya terfokus untuk mengunci pergerakan lawan.
Tetapi sihir ini, sihir berelos ini, mempunyai daya kehancuran yang besar dimana kehancuran yang disebabkan bisa mencapai 10 meter.
Tentu, seluruh bagian mansion ini telah runtuh karena sihir berelos, berdiri Abel ditanah melihat ke atas, tetapi dia tidak menemukan keberadaan Da vinci.
(Menghilang?)
Abel mendengus kecewa dan menghilangkan sihir berelos, dimana itu menyebabkan seluruh reruntuhan dari mansion ini yang melayang di atas diudara mulai berjatuhan ketanah.
Disisi lain, dimana Da vinci berada saat ini, berlari sambil terus menerus menghembuskan nafas.
Terlihat beberapa luka dilengan nya dan dipinggang nya.
(Sial, musuh sangat kuat, mari memfokuskan diri untuk menyelamatkan Alice, tapi yah ... tidak kusangkah akan bertemu dengan wakil pemimpin party juugo, betapa tidak beruntung nya aku)
###
Pho sedang berjalan di koridor, meski terjadi pertempuran didepan mansion, dia tidak memperdulikan hal itu.
Dia sedang menuju keruangan Alice tidur, pergi untuk melihat kondisinya, disaat sampai dia menemukan seorang wanita berdiri diruangan Alice dengan ekspresi pucat.
Melihat hal itu, Pho menyipitkan matanya.
"Ada apa?"
"Huh?! Tu-tuan Pho, ti-tidak ... hanya saja disaat aku pergi untuk beristirahat, nona Alice tidak ada dikamar nya"
Pho melihat ke arah ruangan dimana baju berserakan dilantai dan tidak ada keberadaan Alice ditempat tidur, dia tersenyum tipis dan bergumam.
"Sepertinya tidak akan mudah untuk mendapatkannya, kuku, tidak masalah"
Pho mulai berjalan dan memegangi wajah wanita itu, wanita itu tetap diam dengan ekspresi takut diwajah nya, mengeluarkan keringat dingin dan mendapati Pho sedang menatap nya dengan tatapan dingin.
"Aku tidak butuh budak yang tidak kompeten"
Sebuah lingkaran sihir tercipta, dan wanita itu ketakutan dan mencoba untuk melepaskan, menabrakkan dirinya kedinding dengan menggila tetapi Pho tidak melepaskan genggaman nya.
Sampai akhirnya lingkaran sihir itu aktif dan wanita itu berteriak kesakitan.
"Aaaaaargthkkkks!!!!"
Wanita itu menggila karena respon dari rasa sakit dan terduduk dilantai, Pho hanya mengikuti hal itu dengan berjongkok dan tetap menekankan sihir itu kewajah wanita itu.
Tangan wanita itu terangkat dan itu adalah pemandangan yang buruk sampai tangan wanita itu terjatuh lemas kelantai, dia berhenti berteriak kesakitan dimana menyadari hal itu, Pho menghilangkan lingkaran sihir ditangan kiri nya.
Melepaskan genggaman nya dan terlihat jika wajah wanita itu sudah hangus, bahkan kulit nya terbakar terlalu hangus dimana itu memperlihatkan tengkkorak wajah nya secara jelas.
Pho hanya menatap dingin sampai akhirnya dia meninggalkan mayat wanita itu dan terus berjalan untuk mencari Alice.
__ADS_1