Paladin Antegram

Paladin Antegram
masalah yang lebih besar


__ADS_3

"Nah, rapat kan gigi mu"


Dengan cepat Da vinci bergerak kebawah sampai Jacob sendiri tidak bisa mengikuti kecepatan nya.


Da vinci langsung memukul Dagu Jacob dengan kuat sampai Jacob mengeluarkan darah dimulut nya, ketika dia terjatuh ketanah, dia mendapati Da vinci yang sedang menatap nya dari atas sana.


Ketika dia menatap Da vinci, itu seperti dia menatap kematian itu sendiri, seperti menatap sesuatu mahluk yang berbeda dari diri nya.


Dengan sihir yang meluap luap keluar dari tubuh nya.


Da vinci mengarahkan tangan nya kedepan dan menyentuh dada Jacob.


Disaat yang sama sebuah tornado dari api tercipa dengan kuat, melelehkan semua jarum dimana Williard dan Larisa mendapat kesadaran nya kembali lalu kembali menatap kedepan.


"Da vinci ... kau"


Gumam kecil Williard ketika melihat hal itu.


"Keparat!!!!"


"Temukanlah siksaan yang melebihi ini dineraka"


tetapi secara mendadak Da vinci tersentak kesakitan.


Tornado api itu berhenti ketika Da vinci secara sepenuh nya kehabisan sihir didalam tubuh nya, itu habis sebelum dia bisa mengalahkam Jacob.


Itu dipandangan terakhir nya, sampai akhrinya dia terjatuh ketanah dengan kehilangan kesadaran milik nya.


"Hahahahahaha!!! Aku menang!!"


Kegilaan tersisa, Jacob berbangga dengan hal itu, merendahkan Da vinci, tetapi kapak itu datang dan membelah tubuh nya menjadi dua bagian.


"Eh?"


Dan ketika dia menyadari nya, dia telah berpisah dari tubuh bagian bawah nya.


Dibelakang nya terdapat Williard dengan kapak larisa yang dipenuhi oleh Darah Jacob disini.


"Mana mungkin kubiarkan usaha dari junior ku barakhir sia sia, seperti kata nya, terimalah siksaan yang lebih dari ini dineraka"


Ketika telah selesai mendengar hal itu, mata Jacob kehilangan cahaya nya, dan dia mati dengan keadaan mata yang tetap terbuka lebar disini.


Williard mengalihkan pandangan nya dan berjalan perlahan ke arah Da vinci, berlutut kearah Da vinci dengan telinga nya ke dada kiri Da vinci untuk mendengarkan detak jantung milik nya.


Setelah mendengar itu berdetak dengan normal, Jacob menghela nafas lega sekaligus membaringkan tubuh nya ketanah dengan lelah.


"Akhirnya selesai"


Disisi lain Larisa berjalan ke arah mereka dengan tersenyum lega disini.


Diposisi Sheilla dan yang lainnya.


Terdapat Juliy yang memfokuskan diri nya untuk memberi sihir penyembuh terus menerus ke Ellie, tetapi didalam hati nya, dia bahkan percaya jika melakukan ini adalah tindakan percuma.


Cepat atau lambat, Ellie akan segera menghembuskan nafas terakhir nya.


"Bagaimana? Keadaan Ellie"


Shopia bertanya dengan khawatir, meski dia sedikit menyimpan sedikit harapan di hati nya, tetapi Juliy merespon pertanyaan Shopia dengan gelengan kepala.


"Maaf ... sihir penyembuh macam apapun yang kuberikan, itu hanya akan menambah umur Ellie sedikit demi sedikit, kau tau? Kau perlu mempersiapkan dirimu ketika saat ini"


Mendengar hal itu membuat Shopia tersentak kaget, hampir ingin menangis, tetapi dia mencoba untuk menahan nya.


(Gadis ini tidak beruntung, sejak awal dia bukanlah tipe petarung disini, tubuh nya tidak terlatih untuk menerima luka seperti ini)


Juliy menghentikan sihir penyembuh nya, mulai berdiri dan berjalan ke arah Sheilla, dimana saat ini Sheilla sedang duduk menghadap ke Chelsea yang sedang terbaring ditanah.

__ADS_1


(Kondisi nya baik baik saja? Apa aku bisa mempercayai hal itu?)


"Nah, sekarang aku penasaran dengan keadaan Da vinci dan Williard"


Ucap Juliy dengan membuat sebuah topik, dimana Sheilla tersentak kaget ketika mendengar hal itu.


"Yah ... kau benar, ini sudah cukup lama tetapi tidak ada kabar dari mereka"


Bunyi ledakan ledakan seperti sebelum nya sudah tidak ada, itu menandakan jika pertarungan telah berakhir disisi sana.


Tetapi siapa yang menang masih belum jelas.


"Nah, apa kau khawatir? Maksud ku, tentang Da vinci~~"


Ucap Juliy dengan menggoda, lalu Sheilla tersenyum khawatir disini.


"Yah, mungkin kau benar"


Mendengar hal itu membuat Juliy tertegun kaget, mengalihkan pandangan nya kesamping dengan senyuman masam.


(Ya ampun, katakan itu ketika dia ada disini kau tau, aku tidak tahan dengan kisah percintaan kalian)


Lalu secara tiba tiba, suara langkah kaki terdengar, dimana Sheilla dan Juliy meningkatkan kewaspadaan mereka ketika hal itu.


"ah, ternyata disana"


Ucap seorang wanita dengan melambai ke arah mereka, ketika melihat lebih jelas san mengenali wanita itu, mereka berdua tersentak kaget.


""Larisa?!!""


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Nah, aku datang dan bertarung bersama dengan leon dan Williard sebelum nya"


Mendengar nama Da vinci, membuat Sheilla terpancing lalu maju kedepan.


"Yah, itu pertarungan yang sulit, Leon berada dikondisi yang cukup parah, tetapi dia bisa diselamatkan"


Mendengar hal itu membuat Sheilla sedikit khawatir, sekarat, orang sekuat Da vinci sampai mengalami hal itu, meski itu pernah terjadi sebelum nya.


Tetapi dia menyadari perbedaan kemampuan antara mereka.


"Huf, karena kau telah datang seharus nya kapten dan yang lainnya telah sampai kesini, akhirnya aku bisa tenang"


"Ng? Kapten tidak akan datang--- huh? Chelsea?"


Larisa tersentak kaget ketika melihay Chelsea yang terbaring ditanah, lalu Juliy merespon dengan "ah" lalu mulai untuk menjelaskan.


"Yah, kami juga melawan musuh yang kuat juga, dan karena keterlambatan ku, Chelsea harus menghadapi dua musuh seorang diri, aku merasa bersalah akan hal itu"


"Aku tidak peduli dengan rasa bersalah mu atau keterlambatan mu, aku bertanya apakah Chelsea baik baik saja?'


Ucap Larisa dengan tegas dimana Juliy mengerutkan alis nya dan tersenyum masam disini.


"Pedas juga perkataan mu, gadia kecil, ah, dia baik baik saja, meski dia perlu beristirahat panjanh setelah ini, tetapi ..."


Juliy berhenti bicara dan menatap ke arah Ellie, dimana Larisa hanya menyipitkan pandangan nya melihat hal itu.


"Sampai berapa kalipun aku masih tidak terbiasa dengan kematian seseorang"


"Gadis kecil, aku juga sama dengan mu"


 


Waktu berlalu, dan disisi lain diluar Area barier milik Ouja, Tamara tanpa henti mencoba untuk menguraikan barier milik Ouja ini.


Dan yang lainnya hanya bersantai disini karena mereka bahkan tidak memiliki hal untuk dilakukan.

__ADS_1


(Aku penasaran dengan apa yang terjadi didalam)


Duduk dikursi dengan mengerutkan dahi nya, dan yang lain menatap Nezuon dengan tatapan canggung.


"Oi, kapten mengerutkan dahi nya lagi"


"Aku tau, dia mengerutkam dahi nya ketika keadaan sedang gawat, contoh nya ketika dia kepergok sedang mengintip gadis mandi"


Theo membalas dengan membual dimana itu bahkan tidak benar, mendengar hal itu membuat Nezuon mengerutkan dahi nya, menatap ke arah mereka dengan kesal.


Lalu Theo dan Abi mengalihkan pandangan nya kesamping sambil bersiul untuk mengalihkan perhatian.


Nezuon menghela nafas lalu tersentak ketika menyadari ada satu kesatria yang berlari ke arah mereka, dia mulai bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah barier dengan cepat.


Membiarkan Tamara terus berkonsentrasi dengan pekerjaan nya, Nezuon berhento didepan barier itu, sampai ketika kesatria itu sampai dan langsung memukul barier dengan terengah engah.


"Tolong kami!!"


Itu membuat Tamara sedikit tersentak dan tetap berkonsentrasi, membuat Nezuon menatap dengan dan memahami hal itu.


"Tolong tenangkan diri anda, nah, sekarang katakan, apa yang terjadi didalam?"


Kesatria itu menjelaskan apa yang terjadi didalam kota, diawali dengan muncul nya naga, bagaimana seorang wanita membunuh naga itu, lalu ledakan yang besar didalam arena glatiator dan sekitar nya.


Bahka arena itu tidak memiliki bentuk awal nya bangunan nya hancur dan hanya menyisakan puing puing.


"Terima kasih banyak, tunggu sampai 1 jam ketika kami berhasil menonaktifkan barier ini, sampai saat itu perintahkan para penduduk untuk tetap bersabar"


"Kau tidak mengerti!! Para penduduk telah putus asa, kebanyaka dari mereka mengunci diri mereka dirumah karena takut dengan apa yang terjadi"


"Aku mengerti, kalau begitu .... huh?"


Nezuon tersentak kaget ketika menatap ke arah depan nya.


Jauh disana, terdapat bola hitam yang berada di atas arena, semua nya menatap bola itu dengan rasa penasaran mereka.


Begitu juga dengan posisi Sheilla dan Da vinci saat ini dimana Williard menatap bola hitam yang tepat di atas nya itu dengan waspada.


Kembali ke posisi Nezuon, mengerutkan alis nya ketika melihat bola hitam itu, sampai akhirnya dia tersentak kaget ketika mengingat sesuatu dan memukul barier.


"Jangan jangan itu ... oranos?!"


Bola hitam itu bergejolak, lalu hingga akhirnya mengeluarkan petir hitam nya dan menyambar ke arah kota.


Menghancurkan bangunan, membunuh para penduduk dengan sangat mudah sampai mereka langsung mati ketika bersentuhan dengan petir hitam itu.


Nezuon dan yang lainnya menatap dengan kaget ketika melihat hal itu, sampai akhirnya salah satu petir mengarah ke arah mereka.


Menyadari hal itu membuat Kesatria itu berteriak untuk meminta pertolongan dengan air mata yang mengalir keluar.


Tetapi percuma, petir itu menyambar sekaligus menghancurkan tanah dengan mudah, membunuh kesatria itu bahkan tanpa menyisakan sedikit tulang nya.


Tetapi Nezuon dan yang lainnya tidak terkena dampak petir itu karena mereka dilindungi oleh barier milik Ouja.


Sampai akhir nya petir itu berhenti, dan mulai menyerang yang lainnya.


"Oi oi, ini sudah menjadi masalah yang serius"


Ucap Salazar dengan mengerutkan dahi nya, dan Nezuon hanya menanggapi dengan kesal.


"Ada seseorang yang mencoba untuk menjadi dewa"


"Hahahaahhajahahahahahahhahahahahh!!!"


Di tengah bola hitam itu, Ouja tertawa dengan keras, kehilangan kewarasan nya karena informasi yang terus masuk kedalam kepala nya tanpa henti.


Untuk mendapatkan kekuatan yang mendekati dewa itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2