Paladin Antegram

Paladin Antegram
kepulangan yang tertunda


__ADS_3

Ini baru buat ku, maksudku aku baru pertama kalinya berjalan-jalan ditengah kota seperti ini.


Bukan berarti sebagai kareth aku belum pernah tetapi ini pertama kalinya dikehidupan kedua.


Semua orang berkerumunan bahkan ada kereta kuda, apa kami akan menaiki kereta itu? Kemungkinan tidak.


Aku baru saja keluar dari rumah sakit jadi aku tidak mempunyai baju tertentu, aku hanya memakai pakaian lama.


Disaat aku terluka setelah melawan minotaur, aku langsung dibawa ke rumah sakit ini, dan yah ... karena luka ku sangat parah jadi mereka membuka baju ku.


Uh--- itu memalukan.


Kesampingkan hal itu, guirde dan quilea dilarang untuk menjengukku, yang kemungkinan mereka masih berada di kediaman maxwell sekarang.


Setidaknya sampai beberapa hari kedepan aku belum bisa bertemu dengan mereka.


Dan karena dilarang untuk menjenguk, aku tidak mempunyai pakaian ganti dan dengan terpaksa aku harus memakai pakaian musim dingin disini.


Berhutang budi kepada pekerja dirumah sakit itu karena sudah memperbaiki baju ku yang robek.


Dan sekarang lihat kedepan, maksud ku ke wanita ini.


Wanita ini hanya menyuruhku untuk mengikutinya ... tanpa memperkenalkan dirinya sendiri.


Apa dimiliter dia tidak diajarkan tata krama?


Yah, kesampingkan hal itu, wanita ini mempunyai rambut bewarna keemasan, singkat kata jika ia itu pirang.


Bagus, aku tidak membenci wanita dengan rambut pirang, bahkan jika digabungkan dengan seragam militer yang dipakainya itu membuatku sedikit terangsang.


Padahal dulu ketika aku menjalani kehidupan kedua, aku sama sekali tidak terangsang ketika melihat tubuh wanita bahkan tubuh quilea sekalipun.


Tetapi sekarang aku langsung terangsang karena hal ini dan bahkan akhir-akhir ini aku mempunyai ketertarikan seksual yang berlebihan terhadap tubuhku sendiri.


Sepertinya masturbasi yang kulakukan 1 tahun yang lalu telah membangkitkan monster yang ada didalam tubuhku.


Untuk sekarang mari hentikan kegiatan rutinitas untuk sementara waktu.


"Kau penurut juga"


Wanita itu melirik ke arah ku sebentar dan langsung mengatakan hal itu.


"Apa begitu? Aku hanya diberitahu untuk pergi kemiliter, dan aku sudah mengetahui sudut besar dari apa yang militer inginkan dariku"


"Hooo~~ untuk seorang gadis kecil, kau bisa juga bersikap rasional"


Dia memujiku ... hmm, apa itu benaran sebuah pujian.


Aku tidak tau apa yang membuat wanita ini tertarik--


Kami sudah berjalan cukup lama, tetapi masih jauh dari tujuan.


"Umm, kenapa tidak menggunakan kereta?"


Aku mengajukan pertanyaan dan wanita itu kembali melihatku dan langsung melihat kedepan.


"Tidak, aku tidak ingin membuang buang uang hanya untuk itu"


"Heee"


Yah, sepertinya dia mempunyai kondisi tersendiri jadi mari berhenti untuk bertanya.


"Apa? Tidak puas?"


"Tidak, sejujurnya ini melelahkan"


"Begitu ... yah, anggap saja ini sebagai pemanasan atau sesuatu"


Aku tidak mengerti apa yang wanita ini katakan.


Yah, sudahlah, tidak ada gunanya untuk bersilat lidah dengan wanita ini.


Aku didalam kondisi yang tidak menguntungkan disini, sangat tidak mungkin untuk membuat suatu argumen.


Bagaimana dengan lelucon? Tidak, hanya dengan melihat aku sudah tau jika wanita ini tidak mempunyai selera humor.


Sungguh hidup yang membosankan, aku merasa iba dengan kehidupan yang ia lalui.


SUDUT PANDANG NARATOR


Sejak awal pertemuan wanita itu belum memperkenalkan dirinya, jadi untuk sekarang mari sebut dia "wanita itu"

__ADS_1


Sheilla juga menyebutnya seperti itu, kesampingkan hal itu.


Mereka sudah sampai didepan kantor pusat militer, entah kenapa mereka menempatkan kantor pusat militer ditengah-tengah kota.


Apa itu untuk membuatnya terlihat lebih mencolok? Selain itu, istana kerajaan paron tepat berada diujung.


Istana itu berada didekat sebuah tebing yang besar, dan istana itu sangatlah besar.


Meski sheilla hanya pernah melihatnya dibalik jendela, tetapi istana itu terlihat jelas.


Sheilla ingin tau apakah keluarga lohengram mempunyai cukup kekuatan untuk bisa masuk ke istana.


Mengingat jika guirde pernah bertunangan dengan putri istana itu.


Dan sepertinya putri itu sudah menikah dan mempunyai seorang putra yang seumuran dengan elena.


Untuk pasangannya, adalah colceus de alford, sheilla tidak terlalu mengenalnya, tentu saja.


Tetapi itu menjadi kebahagian dan penghinaan tersendiri bagi keluarga alford.


Ups, melenceng jauh, kembali ke awal.


Disini sheilla menatap tinggi kantor pusat militer.


(Besar)


Hanya itu pikiran sheilla untuk menggambarkan kantor pusat itu, dan tanpa disadarinya, wanita itu sudah masuk duluan kedalam kantor itu.


"Oi ... apa yang kau lakukan? Cepat masuk"


"Ah .... baik!"


Jawab sheilla dengan gugup.


Sheilla masuk melewati pintu kaca, sheilla terkagum melihat pintu yang terbuat dari kaca itu.


Ketika masuk sheilla dibuat kagum oleh ruangan dalam kantor pusat militer.


"Apa-apaan tempat ini?, mereka bukanlah anjing militer kampungan, tetapi anjing militer bangsawan"


Cukup mewah untuk sebuah kantor pusat militer, sheilla berpikir apa tentara dikerajaan paron ini hanya terisi oleh bangsawan.


Didunia A, meski sedang berperang, para bangsawan masih terbawa oleh ego mereka dan bepikir jika mereka adalah yang paling harus diselamatkan.


Bahkan tindakan mereka telah membunuh beberapa penduduk setempat, kerakusan mereka mungkin adalah penyebab utama perperangan.


Kareth berpikir (selagi ketiga ras lainnya bersatu dengan ras mereka masing-masing, hanya ras manusia yang masih sempat untuk berdebat sesama ras ... huuu~~ apa aku telah salah lahir?"


Begitu juga sebelum kareth menjadi pahlawan, didalam militer ia selalu diinjak-injak kehormatannya oleh para tentara lainnya.


Mereka adalah bangsawan dan mendapat pangkat hanya dengan meminta.


Mereka diberi pasukan dan pergi berperang dengan pangkat yang dihasilkan dari koneksi, bukan dari kemampuan individu itu sendiri.


Karena itulah sampai beberapa saat terakhir, manusia dipandang sebagai ras terlemah dan hampir tersingkirkan didalam perang abadi.


Setidaknya itulah yang terjadi sebelum kareth mendapatkan gelar pahlawan.


Disini sheilla sedang duduk sambil menunggu wanita itu menjemputnya.


Yah, tempat ini tidak terlihat seperti tempat militer, melainkan seperti rumah sakit. Setidak nya dengan banyak nya orang-orang dengan seragam milliter yang berkeliaran disini adalah bukti jika ini adalah tempat milliter.


Dan disaat sedang duduk bosan, datang wanita itu telah selesai menyelesaikan urusanya dengan resepsionis dan mulai berjalan ke arah sheilla.


"Ikuti aku"


"I-iya"


Sheilla mengikuti nya dan masuk kedalam ruangan, tetapi juga bukan ruangan karena tidak ada atap disini dan lapangan nya luas.


Kau bisa menyebut ini sebagai arena latihan, melewati daerah ini sambil melihat-lihat orang sedang berlatih berpedang.


(Ini tempat latihan atau arena?)


Tanya heran sheilla didalam hatinya karena ia melihat ada sebuah area untuk penonton di setiap pojok arena ini.


Dan mungkin hanya salah lihat tetapi memang pasti terlihat oleh sheilla jika semua tentara yang sedang berada di arena menatap sombong ke arah sheilla.


.


.

__ADS_1


.


(Apa-apaan tadi itu?)


Sheilla tidak mengerti apa yang barusan itu dan hanya melewatinya, ia berpikir jika itu tidal berhubungan dengannya jadi dia membiarkan.


Pada akhirnya mereka terus berjalan dan tiba didepan pintu, ini adalah ujungnya, tidak ada jalan lagi.


Ruangan yang ada didepan adalah ujung dari koridor ini.


Sambil berjalan sheilla hanya memperhatikan lencana-lencana penghormatan yang dipajang didinding, koridor ini sangat luas bahkan bisa mencakup 7 orang jika berdampingan sejajar.


Kau bisa menyebut jika luas nya sekitar 5 meter. Itu sangat luas hanya untuk sebuah koridor.


Dan saat ini, wanita itu mengetuk pintu dan setelah itu ia membuka pintunya.


"Permisi, komandan"


Terlihat jika ruangan yang didalam sangatlah luas, mungkin sekutar 9 meter dan banyak buku yang berserakan dilantai.


"Oh ... kau datang-- masuklah"


Wanita itu sudah masuk sedari tadi dan berarti kata-kata barusan itu ditujukan ke sheilla.


Menanggapi ajuan pria yang didalam, sheilla langsung masuk dengan gugup.


Pria itu sangat kacau, dimana sepertinya ia baru saja terbangun dan seragam nya juga longgar dengan rambut acak-acakan.


Dia sudah cukup tua, mungkin seumuran dengan maxwell.


"Jadi kau yang bernama sheilla"


"....."


Ucap pria itu sambil melihat sebuah kertas, dan kertas itu adalah biodata penuh dari sheilla.


Dimana tertulis jika sheilla anak tunggal dari maxwell dan terlahir dari seorang palacur di distrik prostitusi.


Mungkin dengan biodata seperti itu akan membuat semua orang berpikir jika maxwell pernah pergi ke distrik prostitusi dan itu akan mencoreng nama nya sebagai bangsawan.


Tetapi itu lebih baik daripada rahasia kematian guirde terungkap dan itu akan membuat kehancuran total bagi keluarga lohengram.


Disini sheilla hanya terdiam dalam menanggapi pertanyaan pria yang disebut komandan itu.


Karena sheilla berpikir jika itu adalah pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab.


Disaat seperti itu, pandangan sheilla selanjutnya adalah lantai--- dimana ia merasa tiba-tiba terjatuh.


Dan tidak lepas dari pikiran seperti itu, punggung sheilla ditekan dan tangan kanannya dikunci kebelakang untuk mengekang sheilla.


"Hah?!"


Disaat sheilla terjatuh kelantai seutuhnya, dia merasa semua pandangan mulai kembali cepat dan masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


Sheilla menghadap kebelakang untuk melihat orang yang mengekang tangannya, dan disitu adalah wanita itu.


Menatap dingin ke arah sheilla.


"Komandan bertanya dan kau harus menjawab nya, sadarilah posisimu, dasar anjing kampung"


Pria itu melirik ke depan hingga akhirnya dia memalingkan pandangannya ke kertas biodata yang dia baca.


".... sudah cukup, lepaskan dia"


"Dimengerti"


Wanita itu melepaskan tanganya dan langsung berdiri.


Dan sheilla berdiri sambil menatap dingin ke wanita itu.


(Pertama kalinya dalam hidup, aku mendapat penghinaan seperti ini, wanita ini akan kubunuh-- canda deh~~ mau nya begitu tetapi akan sulit jika berhadapan dengan wanita ini bahkan dengan persiapan penuh ku, dan lagi komandan ini, mengeluarkan aura yang mengintimidasi, aku tidak boleh salau mengambil langkah, jika bisa aku ingin kabur dari sini)


"Pilihlah kata-katamu sebaik mungkin, anjing"


"Baik~"


Saat ini sheilla hanya bisa mengikuti perintahnya, bagaimanapun ia tidak bisa salah mengambil langkah.


Itulah aturan disini, jika sheilla melanggarnya, kemungkinan terburuk sheilla akan dibunuh.


(Sepertinya aku sedikit meremehkan tentara disini)

__ADS_1


__ADS_2