
SUDUT PANDANG ELENA
"Hn, kalau tidak salah disekitar sini"
Selepas kejadian yang aneh tadi, aku hanya bisa berjalan seperti biasanya.
Tadi itu apa ya?
Budak ... kosakata yang tidak kukenal.
Apa kakak mengetahui nya? Jika belum aku ingin memamerkan ini nanti.
Kesampingkan hal itu, sekarang aku sedang melihat-lihat sekitar dimana aku mencoba untuk mengenali sekitar.
Didepan ku ada sebuah ruangan kelas dan bahkan diatas nya tertulis [SASTRA] jadi kuyakin ini adalah kelas ku.
Dan ada juga beberapa murid yang keluar dan masuk kedalam ruangan itu.
Sekarang belum waktunya kelas dimulai jadi semua orang sedang bersantai dan bersiap untuk menghadiri kelas.
Aku penasaran apa aku bisa bertemu dengan testia, dia sedikit aneh pagi tadi.
-ting tong ting tong-
Suara bel muncul dan tanpa diberitahupun aku langsung mengetahui jika itu adalah tanda kelas akan dimulai.
Bahkan semua murid dengan panik bergerak kekelas mereka masing-masing.
Begitu juga aku yang langsung memasuki kelas sastra, saat aku masuk ada sebuah meja yang disusun seperti tangga dibelakang sana.
Dan semua murid menduduki meja mereka masing-masing.
Aku hanya mengikuti apa yang mereka lakukan dan aku hanya duduk ditempat yang kupilih.
Aku tidak tau apakah aku salah satu tidak, ini membuatku takut.
Dan seorang guru masuk kekelas dengan memperhatikan semua murid.
Dia adalah seorang pria dengan janggut yang belum dicukurnya sejak lama mempunyai ekspresi yang sedang mengantuk.
Begitulah semua orang menggambarkannya.
Dia terus memperhatikan dan menaruh sebuah papan kecil dimejanya.
"Ya ... apa ada yang absen?, hmm? Kamu--"
Guru itu menunjuk ke arahku dan spontan aku berdiri terkejut.
"I-iya!"
"... tidak perlu segugup itu, kau murid baru kan? Kepala sekolah sudah memberitahuku, yah ... ini hari pertamamu, jadi apa kau bisa pergi kedepan sini dan memperkenalkan dirimu?"
Guru itu menyuruhku untuk kedepan sana.
Bagaimana ini ... aku takut dan gugup, apa kakak akan menerima nya dan langsung untuk kedepan sana?
"Ba-baiklah"
Dari sini aku bisa mendengar orang-orang berbisik bisik dibelakang ku.
"Apa, dia mengenal kepala sekolah?" "Oi oi, koneksi super macam apa yang dipakainya?" "Yah, itu mungkin karena keluarga lohengram" "dia tikus got yang beruntung"
"....."
Aku hanya terdiam, apa yang mereka katakan itu salah.
Atau juga tidak, memang benar jika aku tidak akan bisa bersekolah disini jika bukan karena kakek.
Kakek sudah memberiku tempat, dan sebastian sudah memberiku tujuan ... maka!!
"Perkenalkan, namaku adalah -----
SETELAH KELAS
Fiiuuuhh~~ tadi itu memalukan sekali, tetapi aku bersyukur karena kelas hari ini berjalan dengan lancar.
Kakak~ adikmu telah berhasil.
"Elena"
Pak guru memanggilku, apa dia berencana untuk menegurku?
Apa aku melakukan kesalahan?
Dimana?!!
"I-iya?"
"Untuk hari pertamamu, kau sudah melakukannya dengan baik, kerja bagus"
Aku tertegum, baru pertama kalinya aku dipuji disini.
Itu membuatku bahagia dan membuatku lebih percaya diri.
"Iya!~ terima kasih"
.
__ADS_1
.
.
Waktu berlalu dan aku bahkan sudah melewati kelas keduaku dengan sangat baik, hehe ... aku bangga akan diriku.
Berpikir seperti itu, aku lalu berhenti ditengah jalan ketika ada kerumunan yang banyak sekali didepan ku.
Sejujurnya ini mengangguku untuk berjalan.
Ah! Bukankah itu ...
"Testia!"
Aku menepuk pundah testia dari belakang, dia pergi duluan dari tadi pagi dan aku belum pernah menemuinya diluar sekolah.
" ... elena"
"Panggil aku elen, daripada itu ... ada apa didepan sana?"
"Entahlah"
Dengan wajah yang berat, testia pergi meninggalkan ku.
Ia pergi tanpa mencoba untuk mencari tau apa yang terjadi didepan.
Disaat aku mencoba untuk mengikutinya ...
"Tolong ampuni saya, tuan astarus!!--'"
Teriak seorang wanita dengan nada yang putus asa dan aku langsung spontan melihat ke arah dimana suara, tidak, teriakan itu muncul.
Astarus--
Orang yang tadi pagi ...
Aku menguatkan hatiku dan mencoba untuk masuk kedalam kerumunan itu.
"Permisi"
Disaat aku mencoba untuk melewati kerumunan itu, orang lain hanya membiarkan ku lewat, tidak ... mereka tidak menyadariku.
Dan ... terdapat senyuman menjijikan diwajah mereka.
Disaat aku menyadarinya ... apa yang kulihat didepan ku, adalah astarus yang sedang berdiri dihadapan seorang wanita.
Wanita yang tadi pagi ... dan wanita itu tidak memakai pakaian apapun.
Banyak luka berada ditubuh nya.
Aku spontan berteriak seperti itu sambil berlari ke arah wanita itu.
Wanita itu menangis kesakitan.
Betapa kejamnya.
"Oi oi, tikus kecil dari lohengram ... apa yang kau lakukan?
Tanya astarus kepadaku dengan ekspresi jengkel diwajah nya.
Bahkan nadanya bergetar, ia sedang marah.
"Apa kau yang melakukan ini?!"
Aku juga dipenuhi emosi seperti ini.
Tidak pernah kusangka ... ada kekejaman seperti ini.
Ini tidak seperti apa yang kubaca dinovel tentang kerajaan ... semuanya berbeda.
Mendengar pertanyaanku yang dipenuhi oleh emosi, wajah astarus semakin memerah dari sebelum nya.
"Memangnya kenapa, hah? Aku melepaskan mu hari ini karena kau mempunyai hubungan dengan lohengram, tetapi ... kau membuatku marah, dasar munafik"
"Meskipun begitu, seharusnya kau tidak melakukan hal yang mengerikan seperti ini!!"
Tegas aku.
Meski dia sedang marah saat ini, tetapi begitu juga denganku.
Dan terlihat wajah tidak senang dari kebanyakan murid yang menonton ... apa yang mereka lihat?
Kenapa mereka melihat hal seperti ini dan masih tetap melihat nya dengan wajah yang tenang?
"Oi!! Apa yang kalian lakukan?!!"
Teriak seorang pria dengan nada yang besar dan mendengar hal itu semua murid dengan panik mulai mencoba untuk lari.
"Tch ... hari ini kau beruntung, tapi tunggu besok, kau sialan"
Berkata seperti itu, astarus mulai manarik sebuah rantai yang terhubung dengan leher wanita itu.
"Ikuti aku wanita jalang!!"
Mendengar teriakan itu, membuat wanita itu merinding dan hanya bisa menurutinya.
Ia berdiri dan berjalan tanpa memakai pakaian apapun.
__ADS_1
Dan aku hanya bisa terduduk tanpa bisa berdiri lagi.
Apa wanita itu selalu mengalami hal seperti ini? Setiap hari?
Apa aku bisa bertahan dari perlakuan seperti itu? ... tidak, aku tidak ingin mengalaminya.
Guru mulai berdatangan ke arahku dan bertanya apa yang terjadi ... aku menjawab apa yanh sebenar nya.
Hanya itu yang bisa kulakukan, setidaknya untuk membantu wanita itu.
Aku mulai kembali ke asrama tempat ku tinggal ... disini ada testia yang tinggal bersama ku.
Apa testia mengetahui apa yang terjadi itu dan memilih untuk pergi?
Kenapa ia tidak membantunya?
Apa kami memang bisa berteman?
Aku membuka pintu dimana pintu itu tidak terkunci.
Aku mendorong pintu itu dan ada testia didalamnya, sedang mengganti pakaian.
"Ah-- selamat datang kembali"
Mendapat salam hangat dari testia, membuatku senang dan bingung dengan sikapnya dari seharian ini.
Apa kami memang bisa berteman?
"Ng ... aku kembali"
Tidak tau ... tetapi aku hanya harus mencoba untuk bisa berteman dengan testia.
Besok paginya ... astarus dikeluarkan dari sekolah bersama dengan wanita itu. Tentu saja karena hal yang dilakukan oleh astarus sangat dilarang disekolah ini.
Dan beberapa kejadian yang serupa atau lebih parah tetapi kepala sekolah tidak bisa mengeluarkan astarus dari sekolah tanpa bukti yang kuat.
Karena seluruh siswa yang melihat selalu menolak fakta itu, itu sederhana.
Mereka disogok dan diancam oleh astarus, karena keluarga astarus yaitu de cerious sangatlah berpengaruh.
Dan meskipun kepala sekolah memiliki pengaruh yang lebih besar, tetap saja kepala sekolah tidak bisa mengeluarkan astarus tanpa bukti yang nyata.
Dan disisi lain, wanita itu tetap mengikuti astarus meskipun diperlakukan seperti itu.
Apa yang dia pikirkan?
Seharusnya ia lari selagi itu masih sempat.
Seharus nya dia ...
"Aku pergi dulu"
Aku menutup pintu dan melihat kesamping.
" ... sudah kuduga tidak ada"
Kemana perginya testia? Trik apa yang digunakannya?.
Seharusnya membutuhkan 1 menit untuk sampai dibelakang koridor dan ia bahkan sudah tidak ada didetik ke--6.
.... SUDUT PANDANG NARATOR
Semua yang terjadi dimasa depan tidak akan pernah diketahui oleh seseorang.
Masa depan tidak bisa dirubah selagi kau masih berada dititik awal.
Kau harus kemasa lalu untuk bisa merubah masa depan.
Elena masih belum mengetahui ... jika ia hanyalah suatu sosok kecil yang tidak dapat berbuat apa-apa.
Itu memperlihatkan status yang ia punya saat ini.
Ia harus mendapatkan kekuasaannya sendiri ... disisi lain sheilla.
Hanya hidup tanpa memperdulikan semua itu.
Sheilla mempunyai pengetahuan yang dapat membuatnya mendapatkan kekuasaannya sendiri.
Tetapi itu tidak mudah, tidak ada yang mudah didunia ini.
Sama seperti wanita itu.
Bahkan mencoba untuk mengakhiri hidupnya saja ia tidak bisa.
Karena ia dilarang untuk itu.
Kontrak jiwa, dimana ia dilarang untuk mencoba bunuh diri.
Tidak ada yang tau apa yang terjadi kepada wanita itu kedepan nya.
Beberapa rumor ia berhasil lepas dari kontrak jiwa.
Dirumor satunya berkata ia dibunuh oleh astarus.
Dirumos satunya lagi berkata ia tidak sengaja terjatuh kedalam jurang dan berhasil mati.
Ataupun dirumor lainnya ... ia menghilang, tanpa diketahui oleh seorangpun.
__ADS_1