Paladin Antegram

Paladin Antegram
memulai bercerita


__ADS_3

-ditempat peristihatan-


Guirde sedang bersiap-siap untuk kembali pulang bersama dengan yang lainnya, dan terlihat wajah bahagia darinya, hmm? Jika dilihat lebih terliti ternyata mereka menangkap 1 babi hutan.


Jadi ternyata karena itu dia senang? Aku tau, dia senang karena besok bisa libur.


Dan sekarang aku sudah sampai ditempat peristirahatan, melihat guirde yang sedang asik mengobrol dengan yang lain.


"Pa-papa!"


Elena memanggil nya, aku sangat gugup karena mengingat apa yang sudah kulakukan tadi. Dan langsung saja elena berlari ke arah guirde dengan panik.


Lalu guirde menyadari elena yang berlari kearah nya, membuat nya kaget dan tak lama elena langsung memeluk erat guirde.


"Elena? Dan ... sheilla! Apa yang kalian lakukan disini?"


"So-soal itu~~"


Aku berhenti bicara, sisanya biar guirde saja memahami situasi ini.


Menganggap aneh jawaban ku, guirde langsung menyadari ada seseorang yang berada disamping ku. Dan sekejap, wajah guirde dipenuhi keringat.


"Ka-ka-kakak?!"


"Yo, guird, bagaimana kabar mu? Hmm? Sepertinya kau cukup senang tinggal disini~"


Uwah ... maxwell tetap tersenyum sedari tadi dan itu membuat ku merinding, seperti yang kukakatan, senyumannya mirip dengan quilea yang sedang marah.


"Kakak ... apa yang kau lakukan disini?"


"Apa ... hanya pergi melihat keadaan adik manis ku, cukup merepotkan untuk mencari mu kau tau? Bahkan sampai memakan waktu 15 tahun"


Ha? Mencari? Guirde?


"Heee~~ ... sepertinya kakak kerepotan~~"


"Kau pikir salah siapa?"


Mendengar jawaban singkat maxwell, guirde langsung menundukkan kepalanya?


Dan aku melupakan mereka, teman-teman berburu guirde, mereka sedari tadi hanya menatap bingung akan situasi yang terjadi didepan mereka.


"Maaf~"


"Katakan alasan mu nanti, setidak nya pikirkan seberapa repotnya aku dan ayah dalam menyelesaikan masalah pertunangan mu dengan putri karen"


Hmm? Tunangan? Apa maksud nya? Netorare? Selingkuh? Poligami? Apa maksud nya itu?!!


Disaat yang sama, quilea sedang duduk diruang makan, karena hari sudah sore, jadi dia mengkhawatirkan kenapa aku dan elena masih belum kembali bahkan melewati waktu makan siang.


.


.


.


Waktu berlalu dan kami semua memutuskan untuk pindah tempat kerumah kami, tempat dimana quilea ada. Waktu sudah malam ketika kami sampai dirumah.


Diwaktu pulang, quilea yang menunggu didepan pintu rumah, telihat raut wajah khawatir darinya, tetapi itu langsung menghilang ketika melihat ada guirde dibelakang kami.


Tetapi itu tidak melepas kami dari omelan quilea, kh ... dan yang lebih penting, masalah tadi masih belum selesai, dan aku lebih khawatir karena quilea akan ikut serta kedalam masalah ini.

__ADS_1


Telihat jelas juga wajah guirde yang berkeringat, kasihan sekali, pulang kerja dan langsung dihadapi dengan setuasi seperti ini.


Kami duduk dengan serius diruang makan, karena hanya diruang makan dimana ada kursi disitu, dan maxwell terus terusan melihat seisi rumah dengan wajah yang datar.


Tetapi karena sudah menjadi sifat dasar quilea, jadi dia menyiapkan makanan dan menaruh nya dibagian meja kami.


"Maaf, pak maxwell, tetapi sheilla dan elena sedang kelaparan jadi mereka harus makan sekarang, begitu juga dengan suamiku"


"Tidak masalah"


Quilea, sekarang dia masih belum mengetahui apa-apa karena pembicaraan belum dimulai. Aku khawatir dengannya.


Dan sepertinya maxwell sedikit tidak menyukai quilea, mungkin itu karena quilea adalah istri dari guirde.


"Ah ... tidak masalah jika ingin berbicara sekarang"


Quilea menambahkan.


"Aa ... akan kulakukan"


Jawab acuh tak acuh dari maxwell.


eeeh~~ serius akan dibahas sekarang?, aku sedang makan kau tau? Nafsu makan ku akan langsung hilang jika kau memulai nya sekarang.


Dan tanpa menghiraukan ku, maxwell langsung memulai pembicaraan, ini adalah bahasan penting yang harus diikut serta oleh quilea, karena quilea adalah istri resmi guirde.


Dari apa yang dikatakan oleh maxwell, sepertinya mereka adalah bangsawan dari kerajaan paron, dan suatu hari tepat nya disaat umur maxwell berumur 18 tahun, dan guirde berumur 15 tahun.


Guirde terpaksa untuk menjalin hubungan sebagai tunangan dengan putri karen, putri pertama dari sang raja.


Dan pertunangan itu sudah mutlak dan tidak bisa dibatalkan secara sepihak, inti nya jika guirde dan putri karen menikah, guirde otomatis akan naik takhta menjadi raja dikerajaan paron.


Tetapi guirde tidak mempunyai pilihan lain selain menerima, berbeda dengan putri karen, putri karen dari awal memang tidak menentang pernikahan itu.


Bahkan yang mengatur pertunangan itu adalah putri karen sendiri, itu dikarenakan putri karen adalah pengagum guirde. Yah ... jujur jika guirde sedikit tampan.


Kembali kepembahasan awal.


Perasaan itu tidak bisa disimpan nya terus, pada akhirnya dia memanfaatkan kesempatan itu untuk bertunangan dengan guirde.


1 tahun setelah bertunangan, putri karen sering kali mengajak guirde untuk pergi ruangannya, dan guirde tidak mempunyai pilihan lain untuk pergi ke ruangan putri karen.


Tentu saja mereka akan melakukan hal itu, tetapi mereka tidak pernah sampai ketahap reproduksi, itu dikarenakan guirde menolak hal itu.


Yah ...tentu saja akan berdampak buruk pada keluarga kerajaan jika putri karen hamil diluar pernikahan, jadi mereka hanya setuju untuk tidak melewati batas itu.


"Aku mencintaimu, guirde~"


Ucap karen yang menggoda diatas ranjang, karen mengucapkan itu tepat disamping telinga kanan guirde.


Dalam keadaan biasa jika ada seorang lelaki yang digitukan oleh seorang wanita yang menawan, mereka akan terangsan dan menjadi buas.


Tetapi guirde tidak, tatapan nya kosong, dan guirde menjawab.


"Aa ... aku juga-"


Guirde menyadari, jika dirinya sudah menyerah dan ingin semua ini berakhir, cara apapun tidak masalah, demi mengakhiri ini, apapun akan kulakukan.


Pada akhirnya, guirde putus asa dan pergi ke-bar, disitu dia bertemu dengan rui, seorang pedagang veteran, dan disitu guirde mendapat berapa nasihat dari rui dan pada akhirnya guirde memutuskan untuk menjadi pedagang.


Kabur dari rumah, membuang nama lohengram, dan dengan arahan rui, guirde mendapatkan ilmu yang diperlukan untuk menjadi pedagang.

__ADS_1


"Apa anda yakin?"


"Haha ... jangan dipikirkan, kau harus sadar jika aku hanya mengincar uang mu~"


"Meski begitu!" Ucap guirde dengan nada yang tinggi, dan rui menatap nya dengan tatapan serius, dan guirde langsung melanjutkan kata-kata nya "anda sudah membuat jalan untuk ku agar bisa kabur, anda harus tau betapa bersyukur nya saya"


Mendengar dengan seksama, pada akhirnya rui mengalihkan pandangan nya kebelakang sambil mengatakan "iya iya, aku tau, dasar~ anak muda zaman sekarang begitu bersemangat"


Meski tidak terlihat seperti begitu, rui memalingkan pandangan nya kebelakang agar bisa menutup wajah senang nya, dia begitu malu karena ada seseorang yang begitu menghormatinya sebagai seseorang.


Dan begitulah, rui membantu guirde.


Tentu itu semua tidak gratis, sebelum hari x dimana guirde memutuskan untuk kabur, guirde mengambil semua uang yang dimilikinya dan guirde langsung membakar mansion nya itu.


Itu sudah direncakan sebelum nya disaat berdiskusi dengan rui, rui sangat profesional dalam pekerjaan nya, guirde yakin jika umur mereka tidak jauh berbeda, rui bahkan tidak menanyakan alasan kenapa guirde ingin kabur.


Begitulah dia menghormati privasi dari klien nya.


Lanjut kerencana dimana guirde membakar mansion nya.


Tetapi itu belum bisa membuat kematian palsu guirde, jadi karena itulah rui memperkenalkan guirde ke seorang dari dunia bawah.


"Eh ... dunia bawah?"


"Apa .... kau tidak tau dunia bawah?"


"Saya tau, jangan mengejekku, saya hanya bertanya kenapa harus dunia bawah?"


"Dunia bawah sangat dalam bahkan kekaisaran tidak bisa menjangkau nya, karena itu lah kita harus terhubung dengan dunia bawah, jika kau ingin kabur maka kau harus menghapus jejak mu sebersih mungkin, lagipula aku ingin memperkenalkan kau dengan seseorang"


"...."


Guirde hanya menatap dengan bingung sekaligus kagum.


Orang yang akan diperkenalkan rui kepada guirde adalah seorang necromancer.


Rui meminta bantuan orang itu untuk membuat jasad tiruan guirde, dan dengan bayara yang setimpal, necromancer itu setuju untuk membantu.


Hanya saja harga dari necromancer itu tidak menentu karena ia selalu memperkirakannya dari situasi, sekarang situasi dirinya adalah dikenalkan ke guirde yang merupakan seorang bangsawan dan tunangan putri.


"Aku akan langsung dalam bahaya begitu kau menerima kesepakatan ini, jadi mengertilah"


Necromancer itu berbicara dengan nada yang rendah dan tampak lemah.


"...."


Dan didalam pikiran guirde, dia sudah siap akan kehilangan separuh uang nya, itu membuktikan bahwa seingin nya guirde ingin kabur dari genggaman putri karen.


Tetapi karena kurang nya pengalaman, guirde tidak mengetahui apakah itu harga yang normal, dan dengan ekspresi yang bingung dan tertekan, guirde menatap kearah rui.


Setelah menyadari guirde menatap nya, rui langsung tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


Itu berarti harga nya sesuai, dan guirde langsung saja dengan percaya diri menerima kesepakatan itu.


"Kalau begitu .... kesepakatan selesai"


Ucap necromancer itu dengan nada yang seperti tadi.


Bahaya yang timbul dari kesepakatan itu sangat besar, karena itulah necromancer itu mengambil 70% uang yang dimiliki guirde saat itu.


Setidak nya hanya dengan 10% kau bisa hidup berfoya-foya selama sebulan tanpa takut kehabisan uang, untuk sekarang perkirakan saja seluruh uang guirde berjumlah 200 koin emas.

__ADS_1


__ADS_2