
Sheilla duduk tenang di atas pohon sambil melihat Albus yang terus bersembunyi dibalik pohon dan berpindah kepohon satu nya.
(Apa kubiarkan saja ya?)
Suatu godaan datang didalam hati gelap Sheilla untuk tetap membiarkan Albus berlarian kepohon dan ke pohon satunya lagi.
Setidak nya dengan begitu, tidak akan terjadi pertarungan dan semua berakhir bahagia, selain itu sheilla sedang malas untuk bertarung.
Saat ini dia menutup mulut nya yang sedang menguap, dia mengantuk saat ini.
(Jika bisa aku ingin tidur dan menyerahkan pertarungan ini ke diriku di hari esok)
Sheilla kembali menatap ke arah Nezuon dan lainnya, terlihat jika Xion sedang berada didepan mereka, dan Sheilla hanya menatap bingung akan hal itu.
(Kenapa dengan mereka)
Kyuurr~ perut sheilla berbunyi dan sheilla memegangi perut nya dengan prihatin.
(Ya ampun, kapan terakhir kali perut ini menelan sesuatu?)
Sheilla berdiri dengan malas dan menjatuhkan dirinya ketanah sambil menguap, mengambil injakan yang bagus ditanah agar kakinya tidak sakit.
Menunduk untuk menahan momentum hingga akhirnya dia perlahan mulai berdiri.
Menghilangkan busur yang ia pegang dan mengubahnya menjadi senjata.
Berjalan perlahan menghampiri Albus.
"Permisi"
Ucap sheilla dengan sopan, menundukkan kepala nya dan Albus merespon kaget akan hal itu, dan tubuh Albus bergerak sendiri dimana dia mulai menundukkan kepala nya.
"Ya, halo--- tidak, siapa kau?!" (Wanita?)
Merasa aneh akan sesuatu, Albus secara kaget melompat kebelakang dengan posisi bertahan, disaat yang bersama cahaya bulan menerangi mereka dan memperlihatkan wajah sheilla secara utuh.
Bagaikan seorang malaikat yang baru saja turun dari surga, setidak nya itu kesan pertama Albus.
Dimana jantung Albus berdetak lebih kencang dari biasanya dan wajah nya yang memerah, menatap sheilla dengan seluruh hati nya.
Sheilla tersenyum dan mengarahkan jari telunjuk nya ke arah kiri.
"Jika anda mencari seorang pemanah, maka dia baru saja berlari ke arah sana"
Ucap sheilla dengan lemah lembut dan Albus sedikit terkejut akan hal itu dimana dia menundukkan kepala nya.
"O-oh, Ya! Terima kasih banyak"
Langsung saja Albus berlari kearah yang ditunjuk sheilla, dan sheilla hanya melihat nya berlari saat ini.
(Wow ... tidak kusangkah ini akan bekerja)
Pikir sheilla dengan nada sombong dan mengabaikan hal itu, dia langsung membalikkan badan nya dan mulai berjalan menuju ke arah Nezuon dan Chelsea.
Disuatu saat, Albus mengentikan kakinya dengan menahan tanah dan berbalik arah dengan cepat.
"Mana mungkin begitu!!"
Ucap nya dengan pedang menusuk kebelakang dan dia menembakkan pedang nya ke arah sheilla.
"Tch ... merepotkan"
Gumam sheilla dengan kesal dengan berbalik ke arah pedang itu menerjang ke arah nya, mengarahkan tangan kiri nya ke arah pedang itu dengan menciptakan sesuatu.
Disaat pedang itu sampai, sheilla langsung mencengkram nya dengan kuat hingga pedang itu pecah bagai sebuah kaca.
"!!??'
Dan Albus merespon kaget akan hal itu.
__ADS_1
Disisi sheilla, tangan nya dipenuhi oleh armor yang mengeluarkan cahaya biru cerah dimana setiap ujung jari nya bagaikan jari monster yang berdesakn tajam.
(Dia mematahkan pedang ku?!)
Albus menatap heran dengan melihat ke arah tangan kiri sheilla itu, dan sheilla juga terganggu dengan tangan kiri nya.
(Desain nya norak ... tch, seharus nya tidak kubuat)
Pikir sheilla dengan masam dan menghilangkan armor ditangan kiri nya itu.
"Kenapa kau menyerang? Musuh mu adalah si pemanah kan? Bukankah aku tidak termasuk target mu?"
Sheilla bertanya dengan senyuman di wajah dan dengan nada halus dimana itu membuat jantung Albus berdetak lebih cepat.
Sheilla hanya mencoba untuk membual disini, karena target Albus adalah pemanah yang menyerang nya barusan, memanfaatkan hal itu sheilla mengganti panah nya dengan pedang.
Jadi seharus nya dia bisa menghindari hal itu, atau mungkin tidak.
"Untuk si pemanah akan kubiarkan terlebih dahulu, pertama adalah kau yang muncul disini sangat mencurigakan, kau rekan mereka kan?"
Mendengar hal itu membuat sheilla terdiam (dia ini, serius tidak menyadari jika aku adalah si pemanah?) Dan sebuah godaan muncul untuk membuat sheilla mengaku jika dirinya tidak mempunyai hubungan apapun dengan Nezuon dan Chelsea.
Dengan berbohong begitu seharus nya dia akan menghindari pertarungan ini, tetapi untuk suatu alasan Sheilla mengurungkan niat nya itu.
Dan mengubahnya menjadi ...
"Jika saya mengatakan jika saya tidak memiliki hubungan dengan mereka, apa yang akan kau lakukan?"
Membalikkan pertanyaan dengan pertanyaan, mengacaukan pikiran lawan dengan mengatakan itu.
Albus terdiam akan hal itu dan Sheilla menambahkan.
"Lalu, bagaimana jika saya bekerja sama dengan si pemanah untuk melawan mu, apa yang akan kau lakukan?"
Disuatu titik, sheilla hanya tersenyum dan memfokuskan pandangan nya ke satu titik arah dibelakang Albus, Sheilla mengangguk ke arah itu.
Dan Albus merespon panik dengan berbalik ke arah yang dipandangi oleh sheilla.
Mengarahkan tangan nya kesamping dan sebuah layar sihir tercipta, sembari menunggu serangan dari pemanah itu.
Albus hanya berdiam dengan patuh, dan akhirnya Albus menyadari hal itu dan berbalik dengan panik ke arah sheilla.
(Gawat---
Dan sebuah tendangan sudah diberikan tepat ke arah Albus, disisi itu, sheilla hanya tersenyum girang.
Tetapi senyum itu tidak bertahan lama ketika dia melihat jelas dan merasakan jika tendangan nya berhasil ditahan oleh Tangan kanan Albus.
(Dia menahan nya)
Dan Albus hanya menatap tajam dimana layar sihir yang dibuat nya itu mengeluarkan sebuah cahaya yang cerah dan siap menembak tepat ke arah sheilla.
Merespon hal itu, sheilla manjatuhkan dirinya kebalakang, menahan tanah dengan kedua tangan nya dan mendorong tanah itu hingga dirinya berhasil menghindar dengan salto kebelakang.
Mengambil posisi berdiri dengan seimbang dan sheilla menciptakan busur ditangan kiri dengan menggabungkan tangan kanan yang menciptakan anak panah.
(Haha ... wanita dengan penuh kebohongan)
Pikir Albus dengan masam dan mengambil langkah dan mendorong tanah hingga akhirnya saat Sheilla melepas kan tali dan anak panah itu tertebak ke arah Albis.
Albus menghindarinya di detik-detik terakhir dengan memanfaatkan saat-saat itu, Albus menciptakan sebuah lingkaran sihir ditangan kanan nya dan dimana itu adalah sihir angin yang tidak cocok untuk pertarungan jarak jauh.
Tetapi, Albus tidak berniat untuk menggunakannya untuk menyerang, Albus menendang tanah dan melompat pendek, ditambah dengan angin itu yang menembak seperti ledakan.
Membuat Albus terhempas kebelakang tetapi Albus mengendalikan keseimbangan dengan baik sehingga dia tidak terhempas kesegala arah.
Memanfaatkan angin itu untuk pergi dari area jangkauan nya sheilla.
(Wah ... ternyata sihir angin juga bisa digunakan seperti itu)
__ADS_1
Pikir sheilla dengan kagum sambil menggabungkan tangan kanan ke dagu nya itu.
Disisi lain, Albus perlahan turun dan menginjak tanah dengan lembut dimana lingkaran sihir ditangan nya itu menghilang.
(Pedang nya sudah kuhancurkan, apa dia berniat untuk menyerang hanya dengan sihir? Tidak, apa sihir nya lebih kuat daripada pedang?)
Sheilla mulai waspada dan disisi lain, Albus menarik nafas yang dalam sampai dia menghembuskannya.
"Teknik sihir ... ionia"
Sebuah lingkaran sihir yang lumayan besar tercipta di bawah Albus sampai akhirnya lingkaran sihir berubah bentuk dan beralih ke kedua tangan Albus.
Dimana itu mengeluarkan sebuah uap yang dinging, Albus memasang sebuah kuda-kuda bertarung hingga akhirnya dia berlari kencang ke arah Sheilla.
"?!"
Sheilla menunduk sedikit untuk berlari, menyiapkan sebuah pedang ditangan kanan dan mengarahkan nya kedepan.
Mereka berdua sampai dititik untuk saling berhadapan dan sheilla tanpa ragu untuk menebas Albus, dan Albus juga bersiap untuk meninju sheilla.
Itulah yang dipikirkannya sampai dia menyadari jika yang datang bukanlah tinjuan, tetapi kaki Albus berada disamping sheilla dengan lingkaran sihir yang seharusnya berada di tangan kanan nya.
(Lingkaran sihir nya .... berpindah?)
Diwaktu yang singkat, tendangan Albus lebih dulu mengenai tangan kiri sheilla dan saat itulah sihir nya aktif, sebuah bongkahan es tercipta dan terus maju dengan cepat, sampai membuat pohon dihadapan nya hancur.
Disisi lain tangan kiri Sheilla melekat di es itu sampai membuat nya terikut es itu didepan.
Rasa panas mulai terasa meski itu adalah es yang sangat dingin, tetapi karena itulah membuat tangan kiri nya menjadi panas dan hampir mati rasa.
Es ini tidak berhenti bergerak dimana bagaikan sheilla terus terbang tanpa menyentuh tanah, meringis kesakitan.
Hingga akhirmya dia memusatkan seluruh konsentrasi ke tangan kiri nya itu, tangan kirinya mengeluarkan cahaya biru sampai membuat es itu retak dan pada akhirnya hancur.
Sheilla melompat kesamping dan terjatuh ditanah dimana dia mencoba untuk berdiri lagi dan melihat kedepan seberapa jauh dia dibawa oleh es itu pergi.
Hutan-hutan tumbang yang membuat sheilla tidak bisa melihat lebih jauh, tetapi telinga nya mendengar sesuatu.
Sesuatu datang dimana suara pohon jatuh terdengar dimana-mana.
"Hah ... seriusan?"
Sheilla bergumam dengan senyum masam disaat dia melihat sebuah es yang sama besar nya sedang mengarah ke arah nya dan di atas nya terdapat Albus yang mengendalikan es itu.
(Kekuatan yang merepotkan ... tapi, itu hanya berlaku jika pengguna tidak diketahui keberadaan nya)
Untung saja pengguna sihir tepat berhadapan dengan dirinya saat ini, itu akan semakin susah jika musuh tidak memperlihatkan dirinya dan hanya terus menyerang Sheilla sepuas nya.
Disini, Albus membuat kaki nya tertelan oleh es ini agar tidak terjatuh di kecepatan yang cepat ini, dan albus juga tidak bisa membuat nya jauh dari dirinya.
Sebagai ganti, dia juga merasakan panas yang menusuk dikedua kaki nya, tetapi dia mencoba untuk menahan nya.
Hingga akhirnya keberadaan Sheilla sudah didepan mata dan sesaat sheilla sudah ditabrak oleh es yang terus melaju saat ini.
"Huh?"
Albus terkejut dengan itu dan membuat bongkahan es ini berhenti ditempat.
(Sudah kalah? Semudah itu?)
Albus mengeluarkan keringat dingin dimana dia tidak yakin apakah musuh masih hidup atau tidak, tetapi lebih dari itu, kecemasan nya telah membuat dirinya tidak sombong saat ini.
Karena sheilla masih menempel di dinding es ini, membenamkan kedua kaki dan kedua tangan nya didalam es itu agar bisa tetap menempel, tetapi sebelum itu ia menciptakan sebuah sepatu yang terbuat dari besi dan melapisi mereka dengan itu.
Itu dibuat lumayan besar sehingga jika mereka dihilangkan.
"Aku bisa meloloskan dari dengan mudah~"
Sheilla menghilangkan sebuah sarung besi ditangan kanan nya itu, dimana sarung tangan itu menghilang dan sheilla bisa dengan mudah meloloskan tangan kecil nya itu dari es.
__ADS_1
Sehingga sheilla menciptakan sebuah belati yang tajam dan menusuk nya di es itu, kemudian dia melakukan hal yang sama terhadap tangan kiri nya.
Dia membebaskan nya dengan mudah dan menciptakan belatih yang sama dan menusuk nya di dinding es itu.