Paladin Antegram

Paladin Antegram
kisah yang bagus


__ADS_3

diperjalanan kembali, guirde berterima kasih kepada rui karena telah membantunya dalam kesepakatan tadi.


"Hmm? Harga nya sesuai? Haha, apa yang kau bicarakan, kau sangat rugi tadi"


"Eeehhh-- bukankah kau tersenyum padaku tadi?"


"Jangan mengucapkan nya seperti itu, menjijikan saja, yah ... apa ya, itu pelajaran buat mu"


"Hah? Pelajaran?"


"Hm ... disetiap kesepakatan, tidak semuanya saling untung, karena itulah kau benar-benar perlu memahami situasinya"


"Situasi?"


"Hm .. necromancer tadi berkata jika dirinya akan dalam bahaya ketika membuat kesepakatan dengan mu, sebenar nya itu bohong"


"Eh... bohong?!"


"Yap ... sudah kubilang kan, meskipun itu kekaisaran sekalipun, mereka tidak akan pernah bisa menyentuh dunia bawah, jadi meskipun kekaisaran mengancam necromancer tadi, itu akan percuma, jika kekaisaran langsung saja membunuh necromancer itu, maka seluruh dunia bawah akan menganggap kekaisaran sebagai ancaman dan perselisihan akan terjadi, itu akan menjadi kerugian besar bagi kekaisaran jika menjadi musuh dari dunia bawah"


Mendengar perkataan itu dari rui, guirde langsung menelan ludah nya. Dan rui melanjutkan perkataan nya.


"Karena itulah, necromancer akan menawarkan satu solusi jika dihadapkan disituasi seperti itu"


"Solusi?"


Tanya guirde dengan bingung.


"Benar, necromancer akan menjual informasi tentang dirimu dengan harga yang layak"


"Hah? Dia akan mengkhianatiku?"


"Haha, apanya yang mengkhianati, necromancer sejak awal tidak menjalin suatu hubungan dengan mu, kesepakatan nya hanya untuk membuat jasad tiruan mu, didalam kesepakatan tidak ada kontrak yang melarang untuk menjual informasi tentang klien, karena itulah kau telah jatuh"


Guirde langsung menatap serius, dan rui menatap nya dan kembali tersenyum.


Itu adalah murni dari kesalahan guirde dan rui memang tidak seharusnya membantu guirde, itu dilakukan karena rui ingin guirde memahami cara kerja dunia perdagangan.


Dan guirde memahami hal itu dan tidak bisa menyalahkan rui atas hal tadi. waktu berlalu dan jasad tiruan sudah selesai.


Kembali ke hari membakar mansion, guirde menaruh jasas tiruan itu diruangan nya dan menbiarkan jasad itu terbakar hangus.


Itu adalah jasad dari buatan necromancer yang berpengalaman, jadi jika jasad itu diidentifikasi dengan DNA asli guiede, maka jasad itu tetap akan terbukti jika jasad itu adalah guirde, dan pada akhirnya guirde akan dianggap mati.


Kebakaran mansion dari anak kedua keluarga lohengram, yaitu guirde, membuat heboh masyarakat dan berita itu sudah sampai keujung-ujung kerajaan paron.


Dan disaat yang sama di pagi hari, rui menyiapkan segala hal yang diperlukan guirde untuk mulai menjadi pedagang, seharus nya 30% uang guirde yang tersisa tidak akan cukup untuk membayar hal itu dan jasa bantuan rui.


Tetapi rui tidak mempermasalahkan hal itu, bukan berarti sisa nya itu gratis tetapi ia akan mengambil sisanya jika guirde sudah mempunyai cukup uang.


"Apa kau yakin?"


"Jangan membuat ku mengulanginya, bayar sisa nya setelah kau punya uang, kau akan bangkrut jika memulai perdagangan tanpa membawa satu pun uang"


"....." mendengar perkataan rui, guirde hanya terdiam, dan langsung saja guirde menjawab "aa ... hutang budi ini akan kubalas suatu saat nanti"


"Heh ... pastikan kau sukses~~"


Dengan begitu, guirde dan rui mulai menempuh jalan mereka masing-masing.


Rui adalah pria yang baik, dan guirde sangat menghormatinya, kata terima kasih tidak akan cukup untuk mengungkap rasa hormat guirde kepada rui.


Setelah itu, guirde memasuki umur 18 tahun dan dia sudah bisa melunasi hutangnya dengan rui, itulah mau nya, tetapi setelah guirde mendatangi rumah rui, rui menolak uang itu.


"Eh ... kenapa?"


"Haha, mungkin kau tidak akan memahaminya, bagiku hidup seperti ini saja sudah cukup"


Rui berkata itu sambil melihat kedalam, dan guirde langsung menyadari jika didalam rumah ada seorang wanita yang sedang hamil dan seorang gadis kecil yang mendekatkan telinganya keperut wanita itu, terlihat jelas jika mereka adalah istri dan anaknya rui.


Guirde hanya menatap sambil memikirkan apa yang dirasakan nya, sekaligus terdapat perasaan ingin akan sesuatu yang kuat didalam hati guirde.


Guirde juga tidak mengerti apa yang dirasakannya, tetapi yang pasti, dia mendambakan kehidupan seperti ini.


Terus menatap tanpa berhenti dan rui menyadari hal itu dan tersenyum, lalu rui menepuk pundak guirde sambil mengatakan.


"Masuklah, sebentar lagi makan malam, ikutlah makan malam dengan kami"

__ADS_1


Dan seperti terbawa oleh arus, guirde menerima tawaran dari rui.


Keluarga rui menerima baik guirde ketika makan malam, dan guirde sempat berpikir apakah dia berhak untuk menganggu waktu makan malam keluarga ini.


Setelah makan malam guirde pergi keluar.


"Aku pergi sebentar"


Ucap rui sambil memakai sepatu nya.


Dan istrinya yang diawal hanya menatap langsung tersenyum ramah dan berkata.


"Hati-hati dijalan"


Menatap istrinya lalu rui kembali menatap kearah depan, sambil mengatakan "aku pergi dulu"


Rui mempunyai kebiasaan aneh ketika dia malu dia akan memalingkan wajah nya.


Rui tidak perlu berkeliling untuk mencari guirde, karen rui sudah tau kemana guirde akan pergi.


"Sudah kuduga kau disini~"


Ucap rui yang menatap guirde yang sedang berbaring didalam kereta nya.


"Uh, aku lebih nyaman disini"


"Begitu ..." permbicaraan berhenti dan rui menatap langit untuk melanjutkan perkataan nya "guirde, berhentilah menjadi pedagang"


"Hah?, berhenti menjadi pedagang? Kau pikir berapa banyak usaha yang kulakukan untuk menjadi pedagang?"


Jawab guirde dengan lesuh.


"Jangan mengelak, kau hanya bekerja keras untuk kabur dari kekangan sang putri, kau tidak bekerja keras untuk menjadi pedagang, jadi bukankah selama kau bisa terus kabur dari putri kau tidak harus menjadi pedagang?"


Dan guirde hanya merespon diam sambil menatap arah samping, menatap kumpulan barang yang selama ini dia jualkan.


"Dan lagipula, ini sudah 3 tahun kau tau? Aku yakin si putri itu bahkan sudah menikah dan mempunyai anak sekarang"


Mendengar perkataan rui, guirde tiba-tiba terkejut dan langsung duduk untuk menatap rui, yang guirde liat hanyalah punggung rui.


"Seseorang~~"


Dan guirde hanya membalas seperti dia berkata seseorang itu tidak pernah ada.


"Menikah itu enak kau tau, kau tidak perlu memasak lagi, setiap kau tidur kau tidak memerlukan guling lagi dan yang paling penting--"


Rui berhenti sebelum ia menyelesaikannya.


"Paling penting?"


"Kau bisa berhubungan seksual sepuasnya~"


"Se-sepuasnya?"


Ucap guirde dengan wajah memerah, membayangkam kejadian seperti itu, dan itu cukup untuk membuatnya terangsang seperti pria normal lainnya.


"Yap~~"


Rui mendengus dengan bangga.


Aku mengerti, jadi ini sebabnya guirde bersemangat setiap malam.


Dan pembicaraan antar pria selesai, besok paginya guirde pergi membawa semua uang yang ia rencana untuk diberikan kepada rui.


Rui berkata agar guirde menggunakan uang itu untuk melamar seseorang yang disukainya nanti.


Dan seperti yang sudah kukatakan, dalam waktu 2 bulan, guirde pergi kedesa musim salju dan langsung jatuh cinta kepada quilea.


Setelah itu guirde pergi kekaisaran untuk membeli cincin, karena hanya dikekaisaran guirde bisa mendapatkan cincin yang berkualitas, setidaknya guirde mempunyai cukup uang untuk membeli yang termurah ditoko itu.


Bahkan bagi guirde yang merupakan mantan bangsawan juga kaget saat melihat harga nya, "ini tidak lain adalah pemerasan!!" Itu yang dipikirkan oleh guirde.


Dan langsung saja setelah itu guirde kembali kedesa musim salju untuk melamar quilea.


"Me-menikahlah denganku!!"


Ucap guirde dengan gugup dan penuh keringat diwajah nya, yang padahal sangat dingin disini.

__ADS_1


Ucapan guirde barusan telah membuat semua orang berhenti terdiam dan langsung berteriak panik, dan para wanita berteriak sambil meloncat-locat dan para pria hanya seperti berpikir tentang sesuatu.


Tetapi guirde tidak mempunyai waktu untuk melihat semua itu karena ia bahan tidak memperhatikan semuanya.


"De-denganku? Anda yakin?"


Ucap quilea dengan wajah memerah sambil mencoba berusaha untuk tersenyum.


"Iya--aku sudah tertarik padamu!"


"Eeeh~~"


Karena ucapan guirde tadi membuat kalangan wanita ikutan memerah.


Begitu juga dengan quilea yang semakin memerah, dan setelah itu quilea menaruh tangan nya didagu untik berpikir. Lalu quilea berkata dengan cemas.


"Desa kami sangat miskin, saya juga tidak bisa meninggalkan desa ini dan meski begitu apakah kamu bersedia untuk menerimaku?"


Dalam pertanyaan itu, jawaban quilea sudah diberikan, tetapi guirde yang harus memberikan jawaban sekarang.


Kehilangan perasaan gugup nya, guirde langsung berdiri.


"Hmm? Kenapa?"


"Yah, itu tentu saja karena banyak keluarga saya disini, jadi--....."


"Tidak tidak, bukan itu, maksud ku, kenapa kau memastikan hal itu?"


"Yah~~"


Quilea tidak mampu membalas dan memalingkan wajah nya yang memerah.


"Aku sudah memutuskan untuk melamar mu, dan jika kau mau tentu aku akan tinggal didesa ini juga"


"Sudah kubilang, desa ini sangat miskin, jadi--"


"Akan kuubah"


"Eh?"


Quilea kehilangan kegugupannya disaat mendengar pernyataan guirde barusan.


"Aku pedagang dan aku mempunyai cukup kemampuan untuk mengubah desa ini menjadi lebih baik, apa itu masih belum cukup?"


Mendengarkan dan tanpa disadari quilea mengeluarkan air mata.


"Kenapa kau melakukan hal itu?~"


Tanya quilea sambil mengelap air matanya.


"Sudah kubilangkan, aku mencintaimu, alasan itu cukup untukku mendengarkan satu atau beberapa keegoisan mu, bukankah begitu tugas seorang pasangan?"


Mendengar jawaban guirde, quilea hanya menatap diam dan setelah itu langsung tersenyum.


"Apakah kau mencintaiku?"


Tanya guirde dengan sedikit dorongan.


"Meski kita baru bertemu 2 kali dan kau masih bertanya tentang itu kepadaku?"


Guirde memalingkan pandangan nya, itu karena guirde terlalu malu untuk mengatakan hal itu.


"Setidak nya aku adalah contoh nyata dari jawaban yang kuinginkan"


Ucap quilea dengan semangat untuk memaksa guirde.


Dan guirde tersudut, lalu mencoba untuk memalingkan pandangan nya lagi ... setelah itu guirde menghembuskan nafas dengan lesu dan berkata.


"Iya~ .... aku mencintaimu"


Setelah mendengar perkataan itu dari quilea, dan guirde langsung memerah, setelah itu quilea memeluk guirde, dan guirde tersenyum sambil mengulangi pembicaraan ke titik awal..


"Apa kau bersedia untuk menikah denganku?"


"Baik~ aku bersedia~"


Dan begitulah dari awal sampai akhir cerita perjalanan guirde. Butuh waktu 30 menit penuh dan makanan ku sudah habis, awal nya aku tidak mempunyai nafsu untuk makan, tetapi dipertengahan aku langsung bisa makan.

__ADS_1


__ADS_2