Paladin Antegram

Paladin Antegram
di atas nasib buruk


__ADS_3

Dia selalu menjadi yang terbawah, bahkan didalam keluarga nya sendiri, dia diperlakukan seperti sampah yang hanya ada disana.


Tentu, sampah akan selalu menjadi pemandangan yang menjijikan.


Itulah keseharian yang ia habiskan disaat kecil.


Rumia starlight, terlahir dikeluarga bangsawan terkemuka, tetapi meski begitu, dia terlahir di cabang yang salah.


Dari awal, identitas nya hanya satu, yaitu [pelayan] keluarga yang sudah di didik untuk menjadi seorang pelayan dari pewaris.


Setidak nya, itu lebih merujuk ke [budak]


Dia tidak mengeluh, dia tidak memiliki hak untuk mengeluh, tetapi yah, benar juga, jika tentang penyesalan, maka dia ada satu.


(Kenapa aku terlahir sebagai wanita?)


Sebagai wanita, dia tidak bisa bertarung, dia bahkan tidak bisa memutarbalikkan kedudukannya didalam keluarga.


Begitulah wanita, seorang yang lemah dan hanya bisa melakukan pekerjaan rumah.


Tetapi, pemikiran itu langsung hilang diumur nya yang ke 17.


"Tidak ada yang salah dengan wanita, temukan saja potensi mu untuk menjadi kuat, jangan selalu berpiki [kenapa] tetapi kau harus memikirkan [harus]"


Itu adalah apa yang dikatakan oleh seorang pria yang baru saja dia temui didunia yang tidak jelas ini.


Berkat perkataan pria itu, dia menyadari jika selama ini dia hanya malas, menggunakan alasan jika dia adalah wanita, dan berakhir menyerah sebelum mencoba.


Tetapi mulai sekarang dia akan berubah, agar bisa berdiri setara dengan pria itu, dia harus menjadi kuat.


Aku mencintai mu ... Nezuon val.


■■


Ledakan besar terjadi dan menghancurkan tanah, lalu didalam ledakan itu keluar Rumia yang dipenuhi oleh darah.


Itu adalah darah milik nya sendiri, setelah dia mendarat ditanah, dia meludahkan darah yang ada dimulut nya.


"Rumia!! Kau terlalu nekat!"


Juliy datang dan Rumia hanya menatap nya tajam, dia tau jika dia nekat sebelum nya, tetapi jika dia tidak nekat, dia tidak akan bisa mengalahkan monster itu.


"Berisik"


"...."


Juliy menggaruk kepala nya, lalu merafalkan sihir penyembuh untuk Rumia.


"Hentikan itu tidak perlu"


"... dengar Rumia, hentikan sikap egois mu itu, kita sedang bertarung dalam kelompok sekarang dan akan bermasalah jika kau tumbang di awal!"


"...."


(Ya ampun, sifat naif nya itu yang tidak cocok untuk menjadi pemimpin)


Sebelum nya Rumia marah besar ketika seluruh anggota nya dibunuh oleh Arcel, dan itu adalah kesalahan.


Dia merasa bersalah ketika berpikir orang orang itu mati karena mengikuti diri nya sampai kesini, dan itu adalah pemikiran yang naif untuk seorang pemimpin.


Dia harus berpikir secara rasional, rasa bersalah tidak perlu untuk seorang pemimpin, jika itu terlalu kejam untuk mu.


Maka tahanlah emosi itu dan lepaskan di waktu yang tidak penting.


Emosi pribadi tidak diperlukan didalam pekerjaan.

__ADS_1


"Dia tidak bergerak"


Juliy membuka pembicaraan selagi penyembuhkan Rumia dan Rumia menatap kembali ke arah Arcel.


Memang, benar, dari awal pertarungan, Arcel sama sekali tidak bergerak dari atas monster aneh itu.


Entah kenapa dia melakukan itu, tidak ada yang tau.


"Apa mungkin dia lemah? Maksud ku, dia hanya menyerang dengan tantakel raksasa itu, dan sebelum nya dia hanya mengeluarkan satu sihir"


Setelah itu, Arcel bahkan tidak melakukan serangan lainnya, apa dia menahan diri atau kekuatan nya hanya segitu.


Yang jelas, saat ini mereka harus hati hati, tidak penting Arcel menahan diri atau tidak, karena pada kenyataan ini mereka masih belum bisa menyerang Arcel.


Dan, penyembuhan Rumia telah selesai dimana dia mulai membersihkan darah yang masih melekat diwajah nya.


"Rumia, jika situasi terburuk datang, kita hanya bisa lari"


"Apa maksud mu? Kau berkata kita harus lari?!"


"Benar, saat ini kita berada diposisi yang tidak menguntungkan, jumlah kita sedikit dan hampir tidak memiliki peluang untuk menang, kabur dan berkumpul bersama rekan rekan yang lain lebih diutama kan saat ini"


"...."


Rumia menyadari hal itu, saat ini dia hanya digerakkan oleh keegoisan nya, dan keegoisan itu bisa menyebabkan kematian bagi dirinya dan rekan nya.


"Aku mengerti"


Juliy tersenyum ketika Rumia menyetujui hal itu, dan mereka mulai bersiap untuk pertarungan, meski saat ini Juliy berada dikondisi yang cukup buruk.


Dimana kaki nya retak akibat serangan dan sulit untuk berjalan dengan normal, tetapi dia memaksakan kaki nya dan mencoba untuk menutupi hal itu.


Dia bisa meminta Salazar untuk menyembuhkan itu, tetapi saat ini Salazar bertugas sebagai tameng tim.


Dan jika Salazar mundur dari pertarungan selama beberapa menit, itu akan berakhir buruk.


Disisi lain, Salazar dan Alman masih bertarung dengan Arcel, atau lebih tepat nya dengan tentakel yang dikendalikan oleh Arcel.


"Apa kau masih bisa bertarung? Salazar?"


Alman bertanya tepat disamping Salazar, mereka sedang kelelahan saat ini dan sebagai tameng, Salazar jauh lebih kelelahan dibanding Alman.


"Ya, tidak masalah"


"Maaf karena telah menunggu".


Juliy dan Rumia datang dan berkumpul bersama dengan mereka berdua.


Alman melirik ke arah Rumia dan menemukan jika dia telah tenang saat ini, dan Alman mendengus dan kembali menatap Arcel.


"Ayo lupakan tentang menyerang Arcel, saat ini ayo lakukan sesuatu tentang tentakel itu"


"Aku setuju"


Alman menyetujui saran dari Juliy dan mereka mengangguk bersama, sampai saat ini pergerakan mereka selalu ditahan oleh tentakel rekasasa itu.


Jadi mereka harus mengurus nya untuk bisa sampai ke Arcel.


Ukuran tentakel itu besar, dan lumayan keras seperti bebatuan, serangan biasa tidak akan bisa menghancurkan nya.


"Rumia, kami serahkan serangan terakhir kepada mu"


Alman meminta hal itu terhadap Rumia, dan Rumia menatap pedang satu tangan milik nya, sekarang tidak ada pilihan lain.


"Baiklah, serahkan pada ku"

__ADS_1


"Baiklah ... pertama satu tentakel"


Dua tentakel datang dan mulai untuk menyerang dari atas dan kiri mereka, dan pertarungan kembali dimulai.


Pertama, Salazar maju dan menahan tentakel yang datang dari kiri, dengan perisai nya, dia menahan serangan tentakel itu.


Lalu Alman, Juliy dan Rumia mulai bergegas untuk menghindari tentakel yang datang dari atas.


Tentakel itu terus bergerak dan menghancurkan tanah, lalu disisi lain, dengan seluruh tenaga nya.


Salazar memukul kembali tentakel pertama yang dia tahan, lalu bergegas ke arah tentakel kedua.


"CORNELLIAAAA!!"


Perisai yang ia genggam, menjadi sangat besar bahkan itu 5 kali lipat besar dari perisai awal nya.


Dan, tidak hanya itu, dimana sebuah armor tangan muncul ditangan Salazar, tetapi, kekuatan besar itu memiliki dampak yang besar bagi tubuh.


Dimana darah keluar darinmata kiri Salazar dan dia hanya bisa menahan rasa sakit dari penggunaan kekuatan yang berlebihan itu.


Saat ini, dia mengerahkan segala yang ia milikki, dan memukul tentakel kedua, sampai membuat tentakel itu terhempas.


Disana, Rumia sudah bersiap untuk menyerang, mencegah hal itu, tentakel ketiga, keempat dan kelima mulai bergerak.


Tetapi Alman dan Juliy bersama sama, mencoba untuk menahan ketiga tentakel itu, selagi Rumia fokus untuk menghancurkan tentakel yang pertama.


Dia mulai merafalkan mantra sihir dimana lingkaran sihir bermunculan dipedang nya, muncul menghilang dan kembali muncul dengan rumus yang berbeda.


"Alpha"


Bergumam kecil, Rumia mulai maju dengan cepat, ke arah tentakel kedua, kali ini dia sangat fokus bahkan sampai membuat dia tidak mendengar sekeliling.


Tetapi itu bukan masalah, melainkan dia jauh lebih tenang dari sebelum nya.


Kali ini dia bisa, dia bisa memotong tentakel itu.


Dengan pedang cahaya itu, dia mulai menebas Tentakel, dan cahaya itu memanjang sampai melewati tentakel itu.


Dan membelah nya menjadi dua.


Tantakel kedua berhasil dikalahkan, membuat Salazar, Juliy dan Alman sedikit tersenyum atas keberhasilan kecil itu.


Dan disana, Arcel mulai menatap ke arah mereka.


"Bagus, pertarungan memang harus begitu"


"Sepertinya kau kerepotan, Arcel"


Seseorang mengatakan itu, sesaat, seluruh ruangan menjadi hening, membuat Salazar, Rumia, Juliy dan Alman membatu.


Atau lebih tepat nya, mereka hampir telat bereaksi terhadap itu.


Sesuatu sedang mengarah ke arah mereka, dan saat ini mereka menyadari, jika dia ... adalah terkuat.


Mereka bisa menyadari itu dari intimidasi yang dia berikan, bahkan jauh melampaui milik Arcel.


Rumia menarik nafas dan menghembuskannya, dan dia dengan enggan memutar balik pandangan nya untuk melihat sosok itu.


Seorang pria, dengan armor penutup mata dikepala nya, dan sebuah tombak yang ia genggam dengan tangan kanan.


"Killia"


Arcel bergumam kecil, dan mereka sudah tamat.


Kenapa? Kenapa keberuntungan mereka sangat buruk disini? Tidak hanya menghadapi Arcel ... tetapi kali ini sosok yang melampaui Arcel?

__ADS_1


Mereka hanta bisa tertawa di atas kesialan mereka.


__ADS_2