
Beberapa menit sebelum nya, ketika labirin sedang membentuk organ milik nya sendiri.
Kebanyakan party berpisah dengan anggota mereka, tetapi ada juga yang anggota mereka masih utuh, setiap kelompok yang diberikan oleh labirin tidak memiliki batas jumlah tertentu.
Dan begitu juga dengan anggota party (tanpa nama) Nezuon berada dikelompok dimana hanya ada dia sendiri, seharus nya kelompok yang ditentukan oleh labirin akan bersifat kelompok.
Tetapi hanya dia yang bersifat individu.
(Apa ini aturan dari acara? Bagaimana pun ini merepotkan, aku harus berkumpul dengan anggota yang lainnya)
Lalu diposisi yang lain, Larisa berada di kelompok yang besar dimana terdapat Michael dari party rouge dan beberapa anggota nya.
Lalu juga ada Aldies proyenti dikelompok ini, memilah situasi dengan tenang dimana hanya ada beberapa sikit anggota yang bersama dengan diri nya saat ini.
"Tuan Aldies, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Pria acak yang diduga sebagai anggota party Zegion bertanya ke Aldies, Aldies hanya menanggapi diam, tentu dia juga tidak tau apa yang harus dilakukan sekarang.
(Mencari anggota yang lainnya atau terus maju mencari raja dan ratu, apa yang harus kulakukan?)
"Perhatian, secara mendadak kita terjebak didalam labirin, tetapi ini bukan waktu nya untuk panik, pertama tama kita harus bergerak dari titik ini"
Ucap Aldies dengan tegas dimana kebanyakan orang sedikit meragukan perkataan nya, tetapi ada juga yang bersiap untuk mengikuti Aldies.
Mendengar hal itu membuat Michael mengerutkan alis nya, lalu maju ke hadapan Aldies.
"Tunggu tunggu tunggu, kenapa kau yang menjadi pemimpin disini?"
".... lalu, kau ingin mengajukan diri untuk menjadi pemimpin?"
"Sayang nya aku tidak memiliki niat untuk menjadi pemimpin, tetapi ... aku tidak melayani pemimpin yang lebih lemah dari ku"
Ucap Michael, menarik tombak yang dia simpan di pundak nya itu, melihat hal itu membuat Aldies tersenyum sambil bergumam "hooo~~"
Kesan dia terhadap Michael sedikit berubah, ke arah yang lebih baik.
"Baiklah"
Aldies memasukkan pedang milik nya kedalam sarung, melihat hal itu membuat Michael mengerutkan alis nya.
"Sialan ... kau bermain main?"
"Menurutmu?"
Aldies membuat posisi bertahan dan Michael mengikuti itu, jauh disana Larisa hanya menatap dengan senyum masam.
(Serius? Aku tidak peduli siapa yang akan menjadi pemimpin disini, tujuan ku hanya harus kembali ke tempat yang lainnya)
Setelah beberapa saat, suasana menjadi tegang, semua menatap dengan canggung akan hal itu, menunggu pertarungan Michael melawan Aldies akan dimulai.
Lalu, Michale memutar tombak milik nya bersama dengan diri nya saat ini, dengan ahli dia menggunakan tombak nya itu.
Sampai dia berputar kembali dan menebaskan tombak nya itu mengenai tanah, ujung tombak itu bersinar dan tanah bergetar.
Tanah itu akhirnya naik dan menuju ke arah Aldies dengan cepat, membuat nya melebarkan mata nya, lalu melompat ke samping.
(Cepat ... tombak itu, alat sihir ya? Lalu ... ini hanyalah tipuan)
Ketika dia menyadarinya, tanah yang lainnya sedang menuju ke arah nya, itu tidak lebih dari satu, tetapi memiliki jumlah yang banyak.
Menuju ke arah yang sama dengan kekuatan yang akan menghancurkan rumah hanya dengan sekali serang.
Dan itu memukul tanah, dengan banyak sampai seluruh penonton menatap dengan kagum, dan ketika Michael berpikir jika dia sudah berhasil menghabisi Aldies.
Dia salah, mata nya melebar dan menatap ke atas, mendapati Aldies di atas nya, menyiapkan kaki nya lalu menendang Michael.
Merespon hal itu, Michael mengangkat tombak nya ke atas untuk menahan tendangan Aldies, tetapi tendangan itu terlalu berat dan kuat.
Sampai akhirnya tombak milik Michale patah dan dia melompat kebelakang untuk memperlebar jarak antara diri nya dan Aldies.
Menatap tongkat nya itu yang terbelah menjadi dua bagian.
Lalu tersenyum masam ke arah Aldies.
"Aku kalah"
"Kau ... menahan diri kan?"
__ADS_1
"Itu berlaku untuk kita berdua"
Michael menjawab dengan senyum lembut, dan Aldies hanya menanggapi hal itu dengan bangga.
(Eh? Berakhir? Bukankah itu terlalu cepat?)
Pikir Larisa dengan ekspresi masam, dia berpikir jika Aldies dan Michael adalah individu yang lebih kuat dari nya.
Dan dia juga mengharapkan pertarungan yang hebat antara mereka, tetapi seperti nya dia terlalu berharap banyak tentang hal itu.
Sampai akhirnya dinding disamping mereka retak dan hancur, lalu beberapa boneka dewa keluar dari dinding yang hancur itu.
Beberapa dari mereka mengarah ke arah Aldies, Michael dan yang lainnya, lalu dua lainnya mengarah ke arah Larisa.
Aldies merespon dengan panik, menarik pedang milik nya lalu menerjang ke arah lima boneka raja yang bergegas ke arah mereka.
Mengayunkan pedang nya, dan membelah boneka dewa itu, dengan api yang sangat panas sampai boneka dewa itu meleleh.
Lalu dia melompat dan berputar sekaligus menendang boneka dewa yang lainnya sampai hancur, disisi lain Michael juga bergegas dan membunuh beberapa dari mereka.
Mengangkat tangan nya, lalu tanah meremuk boneka dewa itu dengan mudah, yang digunakan oleh nya bukanlah sihir.
Dia selalu memakai alkimia, sejak pertarungan dengan Aldies, dia memasukkan rumus alkimia tanah ke ujung tombak nya.
Dan dia menggunakan itu dengan instan hanya dengan menyalurkan sihir ke tombak nya.
Lalu disini, Aldies telah membunuh boneka dewa yang lainnya, lalu menatap ke arah Larisa dengan khawatir.
Berpikir jika Larisa adalah kelompok kroco yang tidak bisa menghadapi boneka dewa, tetapi ketika dia menatap nya.
Pikiran nya berubah, Larisa tidak termasuk kedalam kelompok itu.
Disini, dua boneka dewa yang menerjang ke arah Larisa semua nya telah dikalahkan.
Satu dikalahkan Larisa dengan tubuh nya yang terbelah belah menjadi beberapa bagian berkat sabit milik nya.
Larisa termasuk individu yang ganas, dia sering menggunakan senjata yang berbeda beda, tetapi karena gaya bertarung nya yang terlalu liar.
Dia tidak cocok dengan pedang, panah dan tombak.
Jadi karena itulah dia lebih nyaman dengan menggunakan sabit raksasa dan kapak raksasa seperti sebelum nya.
Lalu boneka dewa yang kedua dikalahkan dengan lebih keras, larisa menginjakkan kaki nya ke tubuh boneka dewa itu dan membuat nya hancur.
Dia menyadari jika itu bukan lah manusia, dia tidak perlu memikirkan jika darah akan mengotori tubuh nya.
Jadi dia mengalahkan mereka dengan lebih ganas dari biasa nya.
"Haha ... kau ingin melakukan pertandingan ulang dengan nya?"
Ucap Michael ke Aldies, dimana Aldies hanya menanggapi dengan senyum masam, dia tidak yakin bisa memukul wanita.
"Tidak perlu ... aku tidak peduli dengan siapa yang jadi pemimpin nya, pada akhirnya ini akan berakhir ketika kita bertemu dengan rekan kita yang lain"
Ucap Larisa ketika dia mendekat ke arah mereka berdua, dan mereka berdua hanya menanggapi dengan canggung.
****
Di posisi Sheilla saat ini, berpisah dengan Da vinci, dan bergabung dengan kelompok yang bahkan tidak dia kenali disini.
Tetapi mungkin tidak, karena secara kebetulan Tamara juga berada dikelompok milik nya.
"Bagaimana ini? Kita lanjut berjalan dan mencari anggota yang lainnya?"
Sheilla bertanya dan Tamara berpikir tentang hal itu, sambil menatap beberapa orang yang berada didepan sambil duduk ketakutan.
Mereka percaya diri bisa mengalahkan raja dan ratu, karena mereka lupa jika raja dan ratu adalah orang yang berdiri di puncak antegram.
Setelah terseret ke dalam labirin acak ini, mereka menjadi yakin jika raja dan ratu bukanlah lawan yang bisa mereka hadapi.
Berakhir gila dan mencoba untuk kabur, tetapi itu percuma, karena labirin ini dibentuk dengan sihir yang lebih rumit, bisa menyatukan kembali dinding yang hancur.
"Tidak, akan berbahaya jika kita melanjutkan perjalanan hanya berdua, lebih baik kita bawa mereka, meski mereka lemah tetapi mereka berguna untuk dijadikan umpan"
Ucap Tamara tanpa dosa diwajah nya, dimana Sheilla hanya menatap masam disini.
" .... Kau iblis"
__ADS_1
"....."
***
Lalu diposisi berbeda, di tempat Shopia, Cynthia dan Chelsea.
Mereka bertiga tetap bersama ketika pengelompokan labirin ditentukan, itu sangat menguntungkan bagi mereka.
"Umm ... sekarang bagaimana?"
Shopia bertanya dimana Cynthia duduk ditanah sambil menghela nafas lelah.
"Aku lelah"
"Meski ini baru dimulai?"
"Meski kita berdiri tidak ada yang bisa kita lakukan, sekarang kita hanya harus duduk untuk menyimpan tenaga sambil menyiapkan rencana untuk kedepan nya"
"Itu masuk akal"
Menyetujui opini Cynthia, Shopia mulai duduk ditanah tempat dia berdiri, lalu menatap Chelsea dengan bingung karena dia tetap berdiri dengan wajah yang serius.
"Chelsea?"
"Ah, maaf"
Merespon dengan canggung, Chelsea mulai dudik ditanah sambil menghadap mereka.
"Pertama yang harus kita pikirkan bukanlah tentang mencari yang lainnya atau mengalahkan musuh"
Ucap Cynthia dimana Shopia dan Chelsea merespon dengan bingung.
"Maksud mu?"
"Lihat, kita terperangkat dibawah tanah, dan kita tidak tau kapan kita bisa menyelesaikan acara ini, jadi yang harus kita pikirkan adalah tentang makanan"
Mendengar hal itu mmebuat Chelsea dan Shopia tersentak kaget, dengan wajah mereka terungkap jika mereka tidak memikirkan hal itu.
"Be-benar juga" (chelsea)
"Bagaimana aku tidak memikirkan hal itu" (shopia)
"Yah, jangan panik, ini bukanlah akhir dari hidup kita"
"Huh? Cynthia! Ungkap semua yang kau pikirkan"
Ucap Chelsea dengan antusias dimana Cynthia merespon hal itu dengan canggung.
"Ini adalah labirin yang simpel, kau ingat tentang bagaimana ada pohon buah buahan disekitar kita dan tentang makanan? Nah, termasuk kita, banyak party lainnya yang membawa makanan untuk pasokan mereka, tetapi tidak ada satupun makanan disekitar kita"
"Yang berarti?"
"Kesampingkan tentang ini adalah permainan membunuh raja dan ratu, sebelum kita memulai nya, kita harus menemukan pasokan makanan sebelum ditemukan orang lain"
".... kau jenius, langkah apa yang harus kita ambil setelah ini?"
"Coba kulihat" ucap Cynthia sambil menunjukkan jari nya ke arah sekelompok pejuang didepan mereka, lalu dia melanjutkan "kita harus berpisah dengan mereka"
"Huh? Tetapi---
"Shopia ... saat ini makanan adalah prioritas, jumlah mereka terbatas dan kita perlu menghemat nya, tidak ada waktu untuk memikirkan orang lain, lagipula menurumu berapa banyak orang yang kehilangan nyawa mereka ketika mengikuti acara? Ah aku lupa, ini bukanlah acara tetapi neraka, dan tentunya kau tau jika hal itu sudah pasti, memikirkan rekan kita dan diri kita lebih baik daripada mereka yang menyerah di awal, musuh jauh lebih kuat dari itu, bagaimanapun juga mereka akan mati ketika berhadapan dengan musuh"
Ucap Cynthia dengan tegas, menginjak injak pikrian naif dari Shopia, dan Chelsea menepuk pundak Shopia ketika dia tersentak kaget.
"Cynthia benar, sejak kau masuk ke party kami, tidak, sejak kau menjadi pejuang di antegram ini kau sudah harus menetapkan hati mu, jangan selamatkan, membunuh, dan melewati kedua hal itu"
Shopia menggigit bibir nya sendiri, sampai itu berdarah, dia tidak bisa menyalahkan Chelsea dan Cynthia secara sepihak.
Mereka benar, sangat benar ... meski sudah mengetahui hal itu, itu tetap membuat nya tidak terima.
Tetapi ketika memikirkan hal itu, tentang bagaimana masa depan, jika pasokan makanan habis, mereka kelaparan, dan musuh menyerang.
Sudah pasti dia akan mati ... termasuk dengan Sheilla dan semua orang yang dia hormati..
Jadi dengan berat hati dia menerima hal itu.
"Baik ... aku mengerti"
__ADS_1
Hidup secara menyedihkan dengan mengorbankan keselamatan orang lain ... mungkin tidak buruk.