Paladin Antegram

Paladin Antegram
belati yang menembus suatu ruang


__ADS_3

Sebelum nya Shopia membuat suatu perjanjian dengan Torano, yaitu dia akan menuruti mereka demi keselamatan Ellie.


Dan sekarang, Shopia melakukan suatu tindakan dimana dia hampir melanggar perjanjian itu, jika perjanjian dibatalkan maka Ellie akan segera dibunuh.


Menyadari kebingungan Shopia, Areash tersenyum tipis dimana dia mengarahkan tangan nya kedepan, dimana tangan itu mengenggam sebuah belati yang baru saja dia bersihkan.


"Jika kau mau akan kubuat satu pengecualian khusus"


Shopia tersentak kaget mengenai pernyataan Areash, lebih dari itu, dia merasa suatu harapan dibenak nya.


"Kau atau gadis itu, pilihlah, aku akan membunuh salah satu dari kalian termasuk ke jawaban mu"


Sebuah harapan kecil, berubah menjadi kekecewaan besar, antara dirinya atau Ellie, siapa yang berhak mati.


Dan disisi lain mendengar pernyataan Areash, Sheilla berada dipuncak emosi nya, menerjang ke arah Areash dengan sebuah belati yang dibuat dari material paradeos.


Areash merespon itu dengan tenang, bahkan dia berkedip sekali sampai dimana dia mengarahkan tangan nya untuk menahan lengan Sheilla.


Menggeser arah serangan Sheilla sedikit kekiri dan setelah itu dia mengarahkan belati yang berada ditangan kiri nya itu untuk menusuk leher Sheilla.


Tetapi sebelum itu menusuk Sheilla, serangan nya berhenti, lebih dari itu, dalam sekejap dia terdorong kebelakang.


Sampai dia menyadari jika dia ditendang oleh Sheilla tepat diperut, dan tendangan itu cukup kuat untuk mendorong jauh Areash kebelakang.


Tanpa menyia nyiakan kesempatan, Sheilla memutar tubuh nya dan menendang Areash dengan kaki kiri nya yang menyilang kesamping tepat ke leher.


Tetapi dengan paksa, Areash mengangkat lengan kiri nya untuk menahan tendangan itu, meskipun dia tidak cukup kuat untuk menahan sepenuh nya.


Dia memanfaatkan arah tendangan Sheilla dan memutar tubuh nya, mengatur pegangan belatih nya dan langsung menerjang tepat ke arah Sheilla.


Mengarahkam pisau itu dan bersiap untuk menusuk Sheilla, tetapi sekali lagi, tangan nya dihentikan.


Disaat dia menyadari nya, ada Chelsea tepat memegangi lengan Areash dengan kuat untuk menahan nya.


Menarik lengan Areash dimana mengikuti itu, Areash mengatur langkah kaki nya dan langsung menendang kedua kaki Chelsea dimana Chelsea secara spontan berada diudara saat ini.


Terjatuh ketanah, tetapi dia langsung mengatur tubuh nya dan memutar balikkan tubuh nya untuk meloncat kebelakang.


(Pria ini ... memiliki reflek yang luar biasa, dia dapat menangani serangan dari dua musuh dengan tenang bahkan bisa mengambil keputusan selama bertarung)


Areash mengangkat sedikit pandangan nya ke atas lalu menghela nafas pendek.


"Aku tidak ingat pernah melakukan sesuatu terhadap kalian, bisa dibilang hubungan kita bisa dikatakan sebagai orang asing, tetapi tiba tiba menyerang orang asing dengan niat membunuh bukankah tidak sopan? Aku memiliki batas kesabaran, aku bisa kesal jika harus melakukan sesuatu yang tidak seharus nya kulakukan, itu tidak berguna, aku tidak akan serius, tetapi kuberikan keputusan, pergilah dari sini tinggalkan wanita itu, dengan begitu kalian tidak akan kubunuh"


Ucap Areash dengan nada yang tidak menentu dimana dia tenang dan kesal disaat bersamaan, bahkan dia mengerutkan alis nya dimana dia hanya terlihat kesal saat ini.


Mendengar hal itu, membuat Sheilla mengerutkan alis nya, berniat untuk berteriak marah tetapi dia mengambil nafas yang dalam dan menghembuskan nya untuk menenangkan diri.


Setelah itu dia tersenyum.


"Hah, aku tidak paham apa maksud perkataan mu"


Ucap Sheilla sambil mundur beberapa langkah lalu mengambil sebuah pedang yang terpasang didinding, disisi lain, Areash hanya diam.


Sampai akhirnya dia menghela nafas kecewa nya.


"Yah, lupakan"


Areash melemparkan belatih yang ia genggam ke arah Sheilla, merespon hal itu, dengan cepat Sheilla mengarahkan pedang yang ia ambil dan menangkis serangan Areash.


Dikesempatan itu, Chelsea bergegas dan mencoba untuk menebas Areash, memperhatikan hal itu, Areash mengangkat lengan kiri nya dan menahan tebasan dari Chelsea dengan sedikit sihir barier.


Mengangkat kaki nya dan berniat untuk menendang kaki Chelsea, tetapi Chelsea mengangkat kaki nya untuk menghindari tendangan Areash.


(Trik yang sama tidak akan mempan)


Disisi lain, Sheilla menyalurkan kekuatan yang berlebihan ke pedang nya itu dan membuat nya bersinar.


Dia menendang tanah dan langsung menerjang ke arah Areash, dan dia merespon itu hampir dengan keterkejutan, tetapi dia mencoba untuk bersikap tenang saat ini.

__ADS_1


(Kekuatan yang sebelum nya, mungkin akan berbahaya jika terkena secara langsung)


"Caelli, ante"


Sebuah lingkaran sihir tercipta dengan cepat, membuat tubuh Areash sedikit terangkat pada akhirnya dia mundur kedepan.


Menghindari tebasan Sheilla dan meski begitu dia tetap berpikir dengan tenang saat ini.


(Kekuatan nya lebih lemah dari sebelum nya, itu faktor dari material yang digunakan)


Disisi lain, semua nya merespon dengan terkejut karena Areash berhasil menghindari hal itu, lebih dari itu, dia seperti sedang terjatuh saat ini.


Tetapi dengan arah yang berbeda, dia terlihat sedang terjatuh kedepan, dan didalam kesempatan itu, dia menggapai lengan Shopia dan menarik nya.


Hingga akhirnya dia sampai didinding dan berdiri di dinding itu, dimana dia menarik Shopia dengan sedikit kasar dan Shopia saat ini berada ditanah.


Semua nya menatap diam ke arah Areash, yang sedang berdiri di sebuah dinding.


"Ga ... Shopia!" (Apa apaan itu? Kenapa dia berdiri di atas dinding, lupakan itu! Yang lebih penting saat ini Shopia sedang bahaya!)


"Pada akhirnya ini hanya akan berakhir dengan mudah jika aku mengambil wanita ini"


Areash mengangkat tangan nya ke atas, atau lebih tepat nya kedepan dalam sudut grafitasi yang sebenar nya.


"Involvere, posto"


Tubuh bagian belakang Juliy, Shopia, Chelse dan Sheilla tercipta sebuah lingkaran sihir, dan secara perlahan tubuh mereka sedikit terangkat sampai akhirnya mereka terhempas kebelakang dan akan menabrak dinding.


"Huh?!"


"Apa apaan ini?!"


"Grafitasi nya"


"Sheilla!"


Shopia berteriak karena khawatir tentang Sheilla dimana dia menabrak bagian dinding yang dipenuhi oleh senjata tajam, tetapi sebelum dia benar benar terjatuh, dia mengatur posisi tubuh nya.


Shopia saat terpengaruh oleh itu, jika lengan nya sedang tidak ditahan oleh Areash pasti dia akan terjatuh.


"Inrita"


Sebuah lingkaran sihir tercipta di punggung Shopia dan Areash, dimana mereka kembali ke grafitasi yang seharus nya.


Sheilla mulai berdiri dan mengangkat kepala nya ke atas untuk melihat kondisi Shopia, disisi lain Chelsea dan Juliy juga ikut bangun dan duduk didinding itu.


"Pertarungan telah berakhir, tidak ada gunanya melanjutkan pertarungan yang sia sia, huh?"


Sebuah panah api tertembak tepat ke arah wajah Areash, dimana menyadari hal itu, dia menghindari nya dengan menggeser sedikit kepala nya kesamping.


Menatap kedepan dan mendapati Juliy dengan sebuah busur api tepat ditangan nya, meski tangan nya akan terbakar jika bersentuhan secara langsung dengan api itu, jadi sebelum dia menggunakan sihir api.


Dia melapisi lengan nya dengan beberapa sihir pelindung.


"Maaf saja, tetapi kau tidak akan kubiarkan kabur"


Ucap Juliy dengan tersenyum dimana itu membuat Areash sedikit mengerutkan alis nya.


"Chelsea, Sheilla, ... dalam waktu 5 detik aku akan mengambil kembali Shopia? Itukan nama nya, dan setelah itu larilah, serahkan pria itu pada ku"


Ucap Juliy dengan nada rendah agar tidak terdengar oleh Areash, dan disisi lain Sheilla menatap Juliy dengan ekspresi heran dimana Chelsea tersenyum masam saat ini.


Menyadari dari ekspresi Sheilla, Chelsea mengarahkan mulut nya ke telinga Sheilla dimana dia bermaksud untuk membisikkan sesuatu.


"Kita ikuti saja arahan nya"


"Huh? Senior yakin?"


"Haha ... aku tau jika kau sedikit meragukannya, tetapi di antara anggota party, Juliy adalah orang yang merepotkan untuk dilawan, tenang saja, meski sifat nya begitu tetapi dia sangat kuat, meski tidak sekuat val"

__ADS_1


"Haaa"


Sheilla hanya menanggapi dengan diam dimana dilihat dari manapun, Juliy bukanlah seorang yang terlihat kuat, tetapi sebelum nya dia bisa menahan semburan api naga itu meski itu sedikit membakar lengan nya.


(Kupikir tidak baik menilai orang dari sifat mereka)


Juliy mengarahkan kaki nya ke lantai, mengambil belati yang berada dipinggang nya, belati bewarna hitam pekat, lalu ia menggores lantai itu dimana goresan nya terbelah menjadi hitam.


"3-2-1 ... sekarang"


Juliy merobek bekas dari goresan nya itu dimana pada akhirnya dia masuk kedalam goresan nya itu, semua melihat dengan terkejut dimana hanya Shopia yang seperti sudah terbiasa.


(Dia masuk kedalam? Bagaimana bisa? Sihir ruang? Tidak ... apa sihir ruang memang ada?)


"Ini kejutan, anda sedang hulang tahun?"


Sesuatu menarik kaki nya dimana Areash dengan cepat menatap ke arah tanah dan menemukan Juliy dengan setengah badan nya yang masih didalam goresan, dan dia langsung menarik kaki nya.


Lalu setelah itu Juliy masuk kembali masuk kedalam goresan dan muncul didinding dibelakang Areash, disaat Sheilla dan Chelsea masih bertarung dengan Areash.


Dengan pikiran "untuk berjaga jaga" dia sudah menyiapkan beberapa goresan dibeberapa titik dan sekarang pikiran itu tidaklah sia sia.


Juliy keluar dan mendorong tubuh Shopia dengan pelan.


"Serahkan disini padaku dan pergilah"


"A-iya, terima kasih banyak"


Areash mengerutkan alis nya, situasi yang menjengkelkan baginya, bahkan setengah kaki kiri nya berada didalam goresan dimana butuh upaya besar untuk melepaskan diri dari itu.


"Permisi, ada serangan naga saat ini, bisakah anda mengikuti barisan yang rapi untuk menyelamatkan diri?"


Ucap Juliy dimana dia sedang berada dihadapan, dengan kesal, Areash mengepalkan tangan nya dan langsung memukul Juliy meski Juliy kembali masuk kedalam goresan hitam itu lagi.


"Permisi pelanggan yang terhormat, dilarang adanya kekerasan ditoko kami"


Ucap Juliy dimana dia berada di dinding sebelah Areash dimana mendengar hal itu, Areash mengerutkan alis nya, mengambil belati dan melemparkan nya ke arah Juliy.


"Menjengkelkan!"


Juliy menghindar dengan masuk kembali kedalam goresan dimana belatih Areash ikut masuk kedalam goresan nya Juliy.


"Permisi, anda menjatuhkan ini"


Dan Juliy kembali muncul di goresan yang berada dibawah Areash, meletakkan belati yang Areash lemparkan tadi dengan lembut di lantai, bahkan dia tersenyum lembut saat ini.


Dengan kesal, Areash kembali menendang dan Juliy kembali masuk kedalam goresan, keluar dari goresan yang berada di belakang Areash.


Menggapai kepala Areash dimana Juliy saat ini keluar seutuhnya dari goresan hitam, mencekik Areash dengan kuat.


"Sudah kubilangkan? Dilarang adanya kekerasan"


Areash kembali mengambil belatih yang berada dipinggang nya, mengarah kan itu ke Juliy dan dengan cepat Juliy menghindar dengan menjatuhkan diri nya ketanah dan berguling kebelakang.


"Ayolah, kau masih marah karena aku membakar habis koleksi buku mesum mu? Oh? Bukan ya? Atau kau marah karena aku mengejek selera wanita mu itu? Ayolah, kau sudah dewasa, tidak ada gunanya marah akan hal itu"


Ucap Juliy sambil menghembuskan nafas kecewa, mundur beberapa langkah kebelakang dan dia menggores dinding itu dengan belati hitam nya.


Disisi lain, Chelsea, Shopia dan Sheilla yang menonton pertandingan itu hanya menatap dengan ekspresi masam.


Meski Juliy sedang tidak bertarung melawan mereka, meski bukan mereka yang Juliy ejek, tetapi mereka memikirkan satu hal ini "menyebalkan"


Dan setelah beberapa waktu, efek dari sihir grafitasi yang diberikan ke Chelsea dan Sheilla sudah habis dan mereka terjatuh ketanah dengan kasar.


"Ya ampun, ternyata cuman 5 menit ya? Kesampingkan hal itu, kenapa Senior Juliy bisa berjalan di grafitasi yang asli? Bukankah kita terkena sihir itu secara bersamaan?"


Sheilla bertanya dengan bingung, merespon hal itu, membuat Chelsea mendongakkan kepala nya ke atas untuk mengingat sesuatu.


"Yah ... katanya, sejak lahir dia memiliki ingatan yang bagus, jadi dia dengan mudah menghafal apapun yang terlintas dihadapan nya, jadi, seluruh sihir di antegram ... sudah dia ingat teori yang terkandung didalam sihir itu sendiri, yah, meski dia tidak cukup kuat untuk mengalahkan val"

__ADS_1


Sebelum nya, dengan ingatan nya itu, Juliy memakai sihir yang sama untuk membatalkan sihir yang terkena kepada dirinya.


__ADS_2