Paladin Antegram

Paladin Antegram
kehancuran distrik prostitusi


__ADS_3

Sihir nya tidak mempunyai bentuk, tetapi mempunyai massa.


Sihir itu langsung membuat pria itu berhenti bergerak, meski dia mengerahkan seluruh kekuatannya dia tidak bisa bergerak dan terjatuh dimana area tanah disekitarnya menjadi retak dan hancur..


Matanya mengeluarkan darah dan dia menggigit bibir dengan kuat, mencoba untuk mengangkat tubuh nya sampai tubuh nya terkoyak-koyak, tetapi dia tidak berhenti disini.


(Kekuatan yang luar biasa ... bahkan sihir aea, tidak mampu untuk menghentikan pergerakan nya)


Sekali lagi Da vinci mengarahkan tangan nya ketengah lalu kesamping, menciptakan layar sihir kedua.


"Teknik sihir .... lectro"


Sebuah bola sihir yang padat mulai terbentuk dan langsung terbang dengan cepat ke arah pria besar itu.


Pria besar itu ingin menghindar, tetapi tidak bisa, tubuh nya ditahan oleh sihir aea dan bola sihir itu akan segera mengenainya.


Tetapi pria besar ini juga merupakan pemain, yang artinya ... dia bisa memakai sihir.


Menciptakan sebuah lingkaran sihir dihadapan nya, tetapi lingkaran sihir itu langsung hancur karena dampak sihir aea.


Meski begitu, dia tidak menyerah dan terus membuat lingakaran sihir sehingga lingkaran itu berhasil tercipta tepat dimana bola sihir itu hampir menyentuh nya..


Bola sihir itu menabrak lingkaran sihir nya dan bola sihir itu memberi reaksi pergerakan dimana dia mengeluarkan cahaya yang terang dan langsung berjolak.


"BOOMMMM"


Bola sihir itu meledak dan menghancurkan area sekitar bahkan tidak aneh jika rumah disekitar juga akan menjadi debu, reaksi ledakannya sekitar 7 meter dimana ledakan itu juga mengarah ke atas langit.


Meski begitu, Da vinci berada dijarak yang dekat dengan itu dimana dia memakai barier untuk menahan ledakan yang akan mengenainya, dan dengan itu dia bisa menghindari ledakan itu.


Disisi Theo dan Pho dimana Theo berhenti menyerang ketika suara ledakan dan angin yang kuat menerjang.


Dia mulai melompat kebelakang dan melihat arah ledakan itu berasal.


(Apa yang terjadi?)


Karena Theo langsung berhadapan dengan Pho, dia masih belum sempat untuk memberikan pedang Da vinci.


Disini Pho hanya menatap ke arah ledakan itu berasal dimana para penduduk langsung melarikan diri untuk menjauh bahkan beberapa dari mereka terkena oleh dampak ledakan itu.


Itu juga salah mereka karena terus menonton berbagai pertarungan dan pada akhirnya mereka terlibat, tetapi Da vinci masih menyadari hal itu dan memeriksa apakah disekitar ada seseorang atau tidak.


Jika masih ada seseorang dia akan meminta maaf untuk itu, tetapi dia tetap memberi sihir ledakan yang kuat untuk menghancurkan musuh dihadapan nya.


Kembali ke Pho.


Dia menghela nafas kecewa dan bergumam akan sesuatu.


"Sampah yang tidak berguna"


Tepat setelah dia bergumam, dia mendapati Theo yang menebas pedang ke arah nya, dia menangkis dengan pedang magis nya dan mengepalkan tinju dimana dia langsung meninju Theo.


Merespon hal itu, Theo berbalik dan menundukkan tubuh nya, tetap berbalik sampai dia bisa menebas lagi dari bawah situ.

__ADS_1


Menenas perut Pho tetapi pedang magis nya sudah berada di area perut dan langsung menangkis serangan Theo.


Theo langsung melompat kebelakang untuk mewaspadai satu hal.


(Hiraukan tentang aku yang belum memakai satupun sihir saat ini, tetapi kenapa dia belum menggunakan satu pun, tidak, maksud ku aku banyak membuat celah dan seharusnya dia bisa menyerangku dengan sihir ketika aku lengah, lebih dari itu, dia tetap konsisten untuk bermain pedang dengan ku, apa itu artinya dia tidak bisa memakai sihir saat menggunakan pedang magis yang melayang diudara itu?)


Disisi lain, Pho menyipitkan mata nya.


(Dia menganalisis diriku ... apa dia sudah menyadarinya? Yah, itu tidak penting, memang benar jika aku sedang dalam kondisi tidak bisa menggunakan sihir saat ini atau tidak perlu, yang pastinya seluruh konsentrasiku terpusat ke pedang magis ini sampai aku tidak mempunyai waktu untuk berpikir memakai sihir, tetapi itu bukan masalah ... akan jadi merepotkan jika aku membunuh nya disini, seperti biasa ... dia akan kutangkap)


Pho langsung berlari ke arah Theo, dia merespon kaget akan hal itu, sampai akhirnya dia juga ikut maju dan saling menebas.


Tebasan tengah dari Pho ditangkis dengan tebasan atas dari Theo, pedang mereka saling memantul tetapi itu bukan akhir dari serangan mereka.


Mereka menahan pedang mereka, dan langsung menebas ke musuh yang dihadapan mereka, pedang mereka saling menebas dan bertahan disatu titik.


Untuk menahan kekuatan pedang magis itu, Theo perlu membuat pedang satu tangan itu menjadi pedang dua tangan, menahan dengan kuat.


Tetapi dia telah salah paham akan satu hal, kenyataan bahwa Pho tidak memakai kekuatan fisik atau apapun itu, lebih dari itu, dia berjalan disaat Theo berusaha sekuat mungkin untuk menahan pedang magis itu.


Pho bisa mempertahankan konsentrasi nya pada pedang magis itu meski dia sedang mengendap-endap dari samping, mengambil belatih dan mencoba untuk menusuk perut Theo.


Merespon panik, Theo langsung membalikkan arah pedang itu dan langsung melompat kedepan dengan membiarkan tubuh nya berguling ditanah dan setelah itu dia mengarahkan tangan nya kesamping, menciptakan sebuah layar sihir bewarna biru cerah.


Layar sihir itu menciptakan sebuah kristal es yang mempunyai ujung yang sama tajam, mereka berjumlah lima dan sedetik kemudian mereka langsung tertembak ke arah Pho.


Pho mendecahkan lidahnya dengan jengkel dan pedang magis langsung melayang ke hadapan nya, menebas seluruh kritas sihir yang ada.


Selanjutnya, Pho mengarahkan tangan nya kebelakang dan langsung menggerakkan tangan nya dengan kasar ke arah depan.


Dia terlambat untuk melakukan hal itu sampai dia mengarahkan tangan kiri nya ke arah pedang magis itu, membiarkan dia menusuk telapak tangan kiri nya itu.


Pedang itu melukai telapak tangan nya, tetapi, Theo menggenggam pedang itu sampai telapak tangan nya mengeluarkan darah.


Sekali gesekan lagi maka jarinya akan putus, tetapi sebelum itu terjadi, dia membuat pedang yang ia genggam ditangan kanan melayang diudara dalam waktu beberapa detik maka pedang itu akan terjatuh ketanah.


Waktu nya tidak banyak, dia berbalik dan langsung menggapai gagang pedang magis itu, mengenggam nya dengan erat dan melepaskan genggaman ditangan kiri nya itu, selebih nya, dia dengan reflek yang cepat, dia menggapai gagang pedang yg ia lemparkan diudara dengan tangan kiri nya.


Meski sedang terluka, dia tetap menggenggap gagang pedang itu sengan kuat, mengarahkan pedang nya ke atas dan langsung menebas pedang magis yang ia genggam ditangan kanan.


Untung nya, Theo bisa menggunakan tangan kanan dan kiri dengan sama baik, jadi dia bisa menggunakan pedang dengan tangan kiri, dia menambahkan sihir penguat di pedang nya dan mengayunkan itu ke pedang magis yang ia genggam erat.


Menebas pedang magis ditangan kanan dan setelah ditebas, pedang magis itu langsung retak dan terbelah menjadi dua bagian.


Pho melebarkan mata nya, dan mendapati Theo yang melempar pedang magis yang sudah terbelah itu ke arah nya, tetapi dia bisa menghindari hal itu dengan mudah.


Setelah itu, Theo melepas genggaman pedang nya ditangan kiri dan menukarkan nya ke tangan kanan, bagaimana pun sangat sakit ketika dia menggenggam erat dengan tangan kiri nya itu.


(Sial)


Theo berdiri tegak menghadap ke arah Pho, manatap tajam dan Pho tersenyum tipis, membuat beberapa gerakan jari.


Lalu muncul sebuah lingkaran sihir ditangan kiri nya.

__ADS_1


(Dia memakai sihir nya?!)


Theo tersentak kaget dan langsung menggunakan kuda-kuda bertahan.


Disaat ini, Pho menyipitkan matanya dengan senyuman tipis nya itu.


"Teknik sihir ... ionia"


Pho langsung bergegas ke arah Theo dan Theo juga bergegas ke arah nya, dilihat dari rafalan nya tentu saja itu adalah sihir ionia, tetapi ini cukup berbeda dengan yang dipakai oleh albus sebelum nya.


Disaat mereka akan bentrokan, sebuah dinding es tercipta untuk memisahkan mereka berdua dimana Theo tersentak kaget dan langsung menahan tanah untuk berhenti berlari.


Ini hanya dinding es kecil, dimana sisi kanan dan kiri masih rentan, disaat berpikir seperti itu, ada Pho yang muncul disisi kanan, bergerak dengan gesit.


Dan memegang lengan Theo dengan erat, merespon kaget, Theo langsung mengayunkan pedang nya ke arah Pho.


Tetapi sebelum pedang itu menebas nya, Theo tersentak dan termundur kebelakang mengikuti tangan kiri nya yang seperti ditarik sesuatu.


Sampai sebelum ia menyadarinya, dia menabrak rumah dan menghancurkan nya, disaat itu dia menyadari jika tangan kiri nya terdapat sebuah es yang panjang.


Tidak membiarkan Theo untuk berpikir, Pho langsung bergegas ke arah nya, mengayunkan tangan nya dari bawah ke atas dan sebuah es yang sengat besar tercipta.


Memakan Theo sepenuh nya dan menghancurkan area sekitar yang berada dihadapan nya, mempunyai ujung yang tajam bahkan itu akan berbahaya jika tertusuk.


Dan serangan yang seperti itu, saat ini Theo sedang berada diujung nya dimana lengan kanan dan kaki kiri nya termakan oleh es itu.


Mengingat tentang tangan kanan maka ada pedang disitu dimana dia ikut dimakan dan akan sulit untuk mengeluarkannya.


Theo dengan kesal mengepalkan tinjuan nya dan memukul es itu, tetapi es itu tidak memperlihatkan tanda keretakan.


Es ini lebih kuat dibanding dengan es alami, pahami tentang itu.


"sial!"


Theo menggerakkan sedikit tangan kiri nya dan menciptakan sebuah sihir, itu adalah sihir penguat.


Sekali lagi dia mengepalkan tinjuan nya dan memukul dinding itu, membuat nya retak dan itu tidak cukup.


Sekali lagi dia memukul dinding es itu dan membuat nya sedikit hancur.


"Dasar bodoh"


Ucap seseorang dan itu terdengar dari samping, merespon hal itu dan sebuah tendangan langsung melesat ke arah wajah nya.


"Urghh!!"


Membuat Theo hampir terjatuh tetapi itu masih diselamatkan karena tangan dan kaki nya masih tersangkut atau mungkin tidak.


Disamping hal itu, orang itu tentu saja adalah Pho, mengangkat kaki nya dan menendang Theo dari atas, ini adalah tendangan kedua.


Tepat ke kepala bagian belakang Theo, tetapi sebelum tendangan itu mengenai kepala nya, dia memakai sihir pelindung tepat sebelum tendangan menendang kepala Theo dan menghantamkan nya ke dinding es itu.


Dengan kuat, membuat nya retak dan langsung hancur.

__ADS_1


Tidak hanya itu, retakan nya sangat besar dan tendangan Pho masih belum berakhir disitu, tetap menambah kekuatan dan mendorong Theo ke tanah, membuat nya menembus es raksasa itu, membuat dinding es itu menjadi retak dan hancur, dimana kepingan mereka terjatuh dan menimpa rumah yang dibawah nya.


__ADS_2