Paladin Antegram

Paladin Antegram
musuh yang lebih kuat


__ADS_3

"Kalahkan musuh" Larisa melompat sambil mengucapkan hal itu, sarung yang menutupi kapak raksasa nya jatuh ke tanah, dan sesuai dengan perkataan nya, dia memukul kepala naga itu dengan kekuatan nya yang tidak normal.


"Dengan kekuatan yang sangat besar"


Setelah mengatakan hal itu, dia kembali menurunkan tangan nya kebawah, bersiap didalam posisi untuk bertarung dengan mengarahkan kapak nya kebelakang.


Menendang tanah sampai itu membuat nya hancur dan Larisa berlari dengan cepat dan kuat sampai itu menghancurkan jalanan disetiap langkah nya.


Mengarah ke arah Jacob, dan Jacob merespon dengan panik, Larisa tersenyum lebar dan menebaskan kapak raksasa nya ke Jacob.


Tetapi entah itu karena insting bertahan hidup yang kuat, secara reflek Jacob berhasil menghindari hal itu dengan sedikit mendorong tubuh nya kesamping.


Ketika dia kembali sadar, dia menendang tanah dan melompat kebelakang.


Larisa mencabut kapak nya yang tertusuk didalam jalanan itu dengan mudah, dan berjalan ke arah arena.


Williard terbaring dibebatuan dengan senyum masam nya ke arah Larisa.


"Sungguh penampilan yang menyedihkan"


"Aku akan senang jika kau membantuku berdiri disini"


Larisa mengarahkan tangan nya untuk membantu Williard, tetapi Jacob sudah berada dibelakang nya dengan sebuah pedang yang siap untuk menebas Larisa.


Tetapi Larisa bisa menyadari hal itu dan berjongkok untuk menghindari, mengepalkan tinjuan dan meninju perut Jacob meski itu berhasil dihindari oleh Jacob.


(Sudah kuduga, gadis ini memiliki kekuatan di batas rata rata, kuku, menarik)


Williard menghindar kesamping dan mulai untuk memukul perut Larisa, tetapi sebelum dia bisa melakukan itu.


Serangan nya ditahan oleh Williard, dimana setelah itu, Williard memutar tubuh nya dan memukul wajah Jacob dengan siku nya.


Termundur kebawah dan Jacob bersiap untuk memukul kembali Williard, tetapi ketika dia menyadari nya, Williard menghindar dengan mudah, merafalkan suatu mantra dengan muncul nya lingkaran sihir dilengan kiri nya.


Setelah itu, Williard memukul tepat didagu Jacob sampai membuat Jacob terhempas diudara.


(Ckck, hibur aku lebih dari ini)


Diudara, dengan santai nya, Jacob merafalkan suatu mantra dimana layar sihir tepat dihadapan nya, Williard dan Larisa merespon itu dengan sedikit waspada.


Sampai akhirnya, Jacob tersenyum dan melancarkan serangan sihir nya.


Bebatuan mulai terbantuk sampai akhirnya mereka terus menyatu sama lain sampai itu sangat besar.


Dan Jacob membuat Batu itu akan jatuh ketanah dengan kecepatan tinggi.


"Wow, itu kerikil yang besar"


"Kenapa kau kalah? Bukankah kau kuat?"


Larisa bertanya dengan ekspresi kecewa diwajah nya, dan Williard hanya tertawa masam sambil mencoba untuk melawan tatapan penuh kekecewaan itu.


"Aku tidak membawa senjata ku, hiraukan hal itu, bisakah kau melakukan sesuatu terhadap kerikil itu?"


"Meminta wanita untuk menahan serangan musuh? Apa kau tidak memiliki harga diri sebagai pria?"


".... aku lebih tua dari mu kau tau?"


Larisa tersenyum dengan maju kedepan, mengarahkan kapak besar nya kebelakang, lalu disaat itu, Jacob datang dan mencoba untuk menusuk Larisa.


Tetapi tanpa disadari oleh nya, Williard berada dihadapan nya, menahan serangan nya dan melempar nya jauh.


Larisa selesai dengan persiapan nya, menendang tanah sampai itu hancur dan terbang ke langit, ketika dia sampai.


Dia memukulkan kapak nya ke batu besar itu, membuat nya retak dan hancur berkeping keping karena daya pukul larisa, pecahan batu itu berbalik terlempar jauh sampai beberapa dari mereka mencapai kota dan menghancurkan beberapa rumah.


"Ups, itu kesalahan ku"


Disisi lain, Da vinci mulai bangun sambil menatap kedua senior nya itu dengan senyum masam, menghancurkan batu besar itu tidak lah normal.

__ADS_1


"Dasar monster"


Gumam Da vinci tersenyum masam, dan ketika dia menatap ke atas langit, dia menyadari ada suatu kilatan yang sedang menuju ke arah Larisa.


Ketika dilihat lebih teliti itu merupakan suatu pedang yang terbang dengan kecepatan tinggi, larisa sedang berada dilangit, dan dia tentu tidak akan bisa menghindari serangan itu.


Da vinci tersentak kaget dan mencoba untuk berdiri, tetapi dia tertahan oleh rasa sakit ditangan kanan nya yang baru saja patah.


"Kh ... senior larisa!! Menghindar!!"


Mendengar hal itu, Larisa menatap Da vinci lalu menatap ke arah pedang itu yang hampir mencapat nya.


Dengan menggunakan kapak nya itu, dia memutar kapak nya dengan kuat sekali ayunan, dan seketika tubuh nya mengikuti arah kapak itu terayun.


Dan Da vinci lega akan hal itu, setidak nya, setelah pedang itu melewati Larisa.


Hanya 1 detik disaat dia berkedip, sebuah pedang tertusuk tepat diperut nya.


Melebarkan mata nya dengan batuk darah yang keluar dimulut.


"Urgh!"


Dengan pandangan yang lemah, Larisa menatap kebelakang, terdapat Jacob yang tersenyum licik disini.


Lalu menarik pedang yang berada diperut Larisa, setelah itu Jacob menendang tubuh Larisa dengan keras sampai larisa menabrak tanah dengan kuat.


"Senior!"


Disisi lain, Williard sedang mengerutkan dahi nya, dengan kenyataan dihadapan nya ini, seseorang individu yang awal nya dia kira adalah Jacob, ternyata dia salah.


Setelah berhasil dikalahkan, kulit nya mencair dan memperlihatkan seseorang dengan wajah berbeda dari Jacob.


"Apa apaan ini?"


"Kumohon terimalah jiwa saudara ku disisi anda, wahai tuhan yang agung"


"Igris"


Setelah mengucapkan hal itu, sebuah lingkaran sihir tercipta tepat dibawah Williard, dan dia merespon hal itu dengan panik.


Tetapi sebelum ia bisa kabur, lingkaran sihir itu meledak dengan daya ledakan yang besar.


Menghancurkan bebatuan, mengacaukan arus angin, dan memakan habis mayat seorang pria yang bernama sount duric, adik nya lantis duric.


Saat ini, Lantis masih hidup, dengan mengorbankan adik nya untuk membunuh musuh.


"Tidak ada keraguan dalam pilihan di sebuah pertempuran"


Disisi lain, Jacob sudah turun ditanah dengan senyum puas diwajah nya, sampai dimana dia terus berjalan dengan santai ke arah Larisa.


Dia juga menyadari jika Da vinci sedang berjuang dalam berjalan disini, hanya tangan nya yang patah, jadi dia masih bisa berjalan.


Mencoba untuk berjalan ke arah Larisa dimana saat ini, Larisa sedang terduduk ditanah dengan pandangan yang melemah.


"Sial, aku ceroboh"


"Senior! Kau baik baik saja?!"


"Ah, Leo, kebetulan, bisa kau rafalkan sihir penyembuh disini?"


"Ba-baik"


Da vinci duduk ditanah sambil merafalkan sihir penyembuh terbaik yang bisa dia keluarkan, mengarahkan nya ke perut Larisa.


"Untung saja ini tidak mengenai bagian vital"


Ucap Larisa dengan santai, sambil merobek baju nya untuk menahan darah yang keluar.


Manusia biasa akan pingsan atau mati ketika menerima serangan yang sama, tetapi Larisa adalah orang spesial dimana dia memiliki tubuh yang kuat dari lahir.

__ADS_1


Disaat sedang menyembuhkan, Da vinci mengintip ke kanan nya dimana terdapat Jacob yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Heee~~ tidak kusangkah kau masih hidup meski terkena serangan seperti itu, kupuji kau karena bisa bertahan hidup dari serangan itu"


".... haruskah aku berterima kasih"


"Tidak, tidak perlu ... nama ku adalah Jacob lumintas, pemimpin dari party dolea, sebutkan nama mu"


(Dolea?!)


Da vinci dan Larisa sama sama terkejut akan hal itu, terlebih Larisa yang kembali tersenyum masam disini.


Berdiri dan Da vinci secara spontan menghentikan sihir penyembuh untuk nya, meski tidak sepenuh nya sembuh, tetapi luka nya sudah hampir tertutup.


Dan luka seperti itu sudah seperti gelitikan bagi Larisa.


"Larisa sicienti, hanya anggota sampingan"


Mendengar hal itu, Jacob tersenyum dan mengangguk untuk memberikan rasa hormat nya, tetapi setelah itu, dia membungkuk, menendang tanah dan bergerak dengan cepat ke arah Larisa.


Merespon kaget sampai Jacob telah tiba dihadapan nya, disudut pandang Da vinci, itu terjadi dengan begitu cepat sampai dia bahkan terlalu lambat untuk merespon.


Dia menatap ke samping nya, terjadi ledakan yang meretakkan tanah, membuat debu berkeliaran diudara dimana Da vinci terpaksa untuk menutup mata nya.


Disaat dia sudah hampir bisa melihat, dia mendapati seorang Jacob didepan, dimana saat ini Jacob membuat ekspresi yang serius dan menatap ke atas.


Secara spontan Da vinci mengikuti penglihatan Jacob dan mengarahkan pandangan nya ke atas.


"!!!"


Dipandangan nya adalah Larisa yang terhempas jauh diudara, dimana bahkan Larisa tidak terlalu mengerti apa yang terjadi.


Semua nya terjadi begitu cepat sampai dia terhempas ke langit.


"Huh?"


Melihat hal itu, Jacob tersenyum sinis.


(Di detik detik terakhir disaat aku menendang nya, dia kembali menendang kaki ku untuk mengurangi daya pukul yang doa terima, kuku, lumayan juga)


Dan Jacob menyadari jika terdapat Da vinci disini dan mulai tersenyum, dimana melihat hal itu, Da vinci sedikit tersentak.


Mundur perlahan kebelakang tetapi Jacob tidak membiarkan hal itu, dia dengan cepat bergerak ke arah Da vinci.


Mengangkat kaki nya dan siap untuk menendang Da vinci.


Tetapi entah itu keberuntungan atau tidak, Da vinci menghindari tendangan Jacob didetik terakhir.


Memutar tubuh nya kesamping, dan Jacob tidak akan membiarkan hal itu, Da vinci menghindari serangan nya adalah hal yang tidak terhitung.


Tetapi itu bukan berarti dia tidak bisa memberikan serangan selanjutnya.


Menekan tanah, mengepalkan tinju nya dan mulai memukul Da vinci dimana sekali lagi Da vinci menghindari hal itu dan mulai kebelakang untuk memperlebar jarak dengan Jacob.


(Sial ... hanya dengan menghindari hal itu sudah membuat setengah stamina ku habis, aku tidak yakin bisa bertahan hidup jika terkena satu serangan nya, bagamana pun itu mengerikan)


Da vinci terengah engah dimana Jacob menatap Da vinci dengan tatapan sinis, tidak ada kesenangan diekspresi nya.


Bagaimana pun seseorang berhasil menghindari serangan nya dia kali dan dia menganggap hal itu sebagai penghinaan.


Jacob mulai membuat sebuah pose, dan Da vinci menatap dengan bingung disini.


Disaat Jacob membuka mulut nya, kengerian menghampiri Da vinci, insting nya mengatakan untuk lari, dan menuruti insting nya, dia memutar tubuh nya untuk melarikan diri disini.


"Stella"


Sebuah lingkaran sihir yang besar tercipta dimana itu memakai Jacob sebagai pusat nya.


Dan dari sudut pandang yang berbeda, ledakan yang sangat besar terjadi dan menghancurkan separuh dari arena ini.

__ADS_1


__ADS_2